IBU MENUNTUN
ANAK-ANAKNYA
Ole: Pdt. D. Kana Djo (WA: 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian
Untuk mendapatkan anak inilah aku
berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.
Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidup terserahlah ia kiranya
kepada Tuhan? 1 Sam. 1:27, 28.
Ibu-ibu Kristen harus menyadari bahwa mereka adalah mitra
bersama dengan Allah, manakala mereka melatih dan mengajar anak-anak mereka
dalam suatu sikap yang menyanggupkan mereka memantulkan tabiat Kristus. Dalam
melakukan pekerjaan ini mereka akan bekerja sama dengan malaikat-malaikat
surga; tetapi alangkah malangnya pekerjaan ini banyak ditolak oleh kaum ibu,
sehingga alasan inilah yang menyebabkan Kristus dirampok dari bejana-bejana
kesenangan-Nya—anggota-anggota yang lebih muda dalam keluarga-Nya. Tetapi
dengan hadirnya Roh Kudus, manusia dapat menjadi semitra dengan Ilahi.
Pelajaran-pelajaran tentang Kristus pada saat berkesempatan
menerima anak-anak harus meninggalkan suatu kesan mendalam ke atas pikiran
kita. Perkataan Kristus menguatkan ibu-bapa agar membawa anak-anak mereka yang
masih kecil kepada Yesus. Boleh jadi mereka suka melawan dan mempunyai kesukaan
besar sebagai manusia, tetapi hendaknya hal ini tidak menghalangi niat kita
untuk membawa mereka kepada Kristus. Ia memberkati anak-anak yang memiliki
keinginan besar seperti yang Ia miliki.
Kita sering keliru mendidik anak-anak kita. Ibu-bapa sering
memanjakan anak-anak mereka dalam sifat mementingkan diri dan sifat tak
berakhlak, dan gantinya mengarahkan jiwa anak-anak itu kepada keselamatan,
ibu-bapa membiarkan anak-anak itu bertumbuh dan berkembang dalam sikap yang
suka melawan serta tabiat yang kurang menyenangkan. Mereka tidak menyambut
tanggung jawab yang diberikan Allah untuk mendidik dan melatih anak-anak itu
demi kemuliaan Allah. Mereka menjadi orang-orang yang tidak puas terhadap watak
dan perilaku anak-anak mereka sehingga mematahkan semangat ketika mereka
menyadari bahwa kesalahan merekalah yang menyebabkan mereka menolak dan kecewa.
Tetapi jika ibu-bapa mau menyadari bahwa
mereka tak pernah melepaskan beban pendidikan dan pengajaran anak-anak mereka
demi Allah, jika mereka mau melakukan tugas mereka dengan iman, bermitra dengan
Allah oleh doa dan bekerja dengan sungguh-sungguh hati, mereka akan berhasil
membawa mereka kepada Juruselamat. Biarlah ibu dan bapa menyerahkan diri, tubuh
dan jiwa kepada Allah sebelum anak-anak mereka lahir.– Signs of the
Times, Apr. 9, 1896.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar