GARAM
DUNIA
Pendeta
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Deni
Kana Djo, S.Ag (08113828077)
Renungan
Harian
Kamu adalah garam dunia, Jika garam itu menjadi tawar, dengan
apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak
orang. Mat. 5:13
Allah ingin bekerja bersama jemaat,
tetapi bukan tanpa kerjasama mereka. Hendaknya setiap orang di antara kamu yang
telah menikmati Sabda Allah “bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:16). Yesus
berkata, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah
ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Garam
yang menyelamatkan itu, yang menjadi ciri orang Kristen, adalah kasih Kristus
di dalam hati, yaitu kebenaran Kristus yang memenuhi jiwa. Jika orang yang
mengaku beragama ingin memelihara keteguhan imannya, maka ia harus tetap
menempatkan kebenaran Kristus di depannya, dan menerima kemuliaan Allah
setelahnya. Maka kuasa Kristus akan nyata dalam kehidupan dan tabiat.
Sungguh, bila kita tiba di gerbang
mutiara itu, dan masuk ke dalam kota Allah, adakah dari antara orang yang masuk
ke dalamnya, menyesal karena dia telah mengabdikan hidupnya sepenuhnya kepada
Yesus? Marilah kita mengasihi Dia, dengan kasih yang utuh, serta bekerjasama
dengan makhluk-makhluk surga, sehingga kita boleh menjadi kawan sekerja, Allah,
dan dengan mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, sanggup menyatakan Kristus
kepada orang lain. Biarlah kami menerima baptisan Roh Kudus! Sungguh, kiranya
sinar terang dari Matahari kebenaran itu boleh masuk ke dalam setiap rongga
hati dan pikiran, sehingga setiap ilah dapat disingkirkan dan dibuang dari bait
suci jiwa! Kiranya lidah, kami difasihkan untuk berbicara, tentang
kebaikan-Nya, serta bercerita tentang kuasa-Nya!
Jika Anda menyambut
tarikan Yesus, Anda tidak akan gagal mempengaruhi orang lain melalui keindahan
dan kuasa anugerah Kristus. Marilah kita memandang Dia agar diubahkan ke dalam
citra-Nya yang di dalam-Nya berdiam seluruh kesempurnaan Keallahan, serta
menyadari bahwa kita diterima di antara orang-orang yang dikasihi, yang “telah
dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kol
2:10).—Bible Echo, 15 Februari 1892.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar