MEMBANGUN DI ATAS BATU
Renungan Kristen, 10 Mei 2019
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo (WA 08113828077)
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo (WA 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
“Setiap orang yang
mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang
bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” Mat. 7:24.
Apabila saudara melihat cacat-cacat
pada tabiat saudara dalam terang standar moral! Allah, tidakkah saudara akan
berkata, ”Saya akan menebus masa lalu; saya akan pergi bekerja di kebun anggur
Tuhan?” Dengan menghidupkan iman tidakkah saudara memahami janji-janji Allah,
dan mengambil kebenaran Kristus, dan mendapatkan terang surga menyinari hidup
saudara? Saudara harus membawa Kristus ke dalam setiap pikiran dan perbuatan.
Sebuah mata rantai yang cacat membuatnya tak berguna, dan sebuah cacat di dalam
tabiat saudara akan membuat saudara tidak layak memasuki kerajaan surga.
Saudara harus membuat segalanya teratur. Tetapi saudara tidak dapat melakukan
pekerjaan besar ini tanpa bantuan Ilahi. Bersediakah saudara menerima
janji-janji Allah, dan membuatnya menjadi janji-janji saudara sendiri dengan
menghidupkan iman di dalam firman-Nya yang abadi?
Saudara harus berjalan dengan iman,
bukan dengan perasaan. Kita tidak menginginkan agama yang sensasional; tetapi
kita menginginkan agama yang didirikan di atas iman yang berakal budi. Iman ini
menginjakkan kakinya di atas batu Firman Allah yang kekal. Mereka yang berjalan
dengan iman senantiasa mencari kesempurnaan tabiat dengan terus-menerus menurut
kepada Kristus. Kapten keselamatan kita telah memberikan kepada kita
perintah-perintah-Nya, dan kita harus menurut sepenuhnya; tetapi jika kita
menutup Buku yang menyatakan kehendak-Nya, dan tidak menyelidiki atau berupaya
memahaminya, bagaimana kita dapat memenuhi tugas kita? Akhirnya kita akan
didapati kurang, jika kita ikuti jalan ini…
Kita tengah mendekati suatu krisis,
dan jiwa kita sangat terancam dalam bahaya. Mengapa kita dapati orang-orang
meninggalkan iman? Apakah kita di dalam suatu posisi mana kita akan mengetahui
apa yang kita percayai, dan tidak akan guncang? Jiwa-jiwa yang meninggalkan
kebenaran sama sekali tidak akan membuat putus asa, tetapi hanya membuat kita
lebih berupaya mencari berkat Allah. Bukanlah pendidikan, bakat, atau jabatan
orang-orang yang menyelamatkan mereka. Kita harus dipelihara oleh kuasa Allah
melalui iman hingga kepada keselamatan.
Bagaimana saudara
berdiri di hadapan Allah sekarang? Pertanyaan bukanlah bagaimana saudara akan
berdiri pada masa kesusahan, atau pada masa mendatang? Tetapi bagaimana keadaan
jiwa saudara sekarang? Apakah saudara akan pergi bekerja pada hari ini? Kita
menginginkan sebuah pengalaman pribadi pada hari ini. Pada hari ini, kita
menginginkan Kristus tinggal bersama kita.–Review and Herald, 9 April 11889.
Kamu Akan Menerima
Kuasa. hlm. 124
Tidak ada komentar:
Posting Komentar