MEMBANGUN
TABIAT UNTUK SURGA
Renugan
Harian Oleh : Pdt. D. Kana Djo
Pendeta
Gereja Masehi advent Hari Ketujuh
WA:
08113828077
Jika Allah kami yang kami puja
sanggup melepaskan kami, maka Ia melepaskan kami dari perapian yang
menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak,
hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku,
dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. Dan. 3:17, 18.
Sementara orang-orang muda ini mengerjakan keselamatan mereka
sendiri, Allah bekerja di dalam mereka untuk melakukan kehendak dan
kesukaan-Nya. Di sinilah kita melihat suatu kondisi sukses. Menjadikan kasih
karunia Allah itu sebagai milik kita maka kita sendiri harus bertindak. Tuhan
tidak bermaksud membuat bagi kita kehendak maupun perbuatan. Kasih karunia-Nya
diberikan untuk bekerja di dalam kita baik kehendak maupun perbuatan, tetapi
tidak pernah sebagai suatu pengganti bagi upaya kita. Jiwa kita harus digugah
untuk bekerja sama. Roh Kudus bekerja di dalam kita, agar kita boleh
mengerjakan akan keselamatan kita sendiri. Inilah pelajaran praktis yang tak
henti-hentinya Roh Kudus ajarkan kepada kita. “Karena Allahlah yang mengerjakan
di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp
2:13).
Tuhan akan bekerja sama dengan semua orang yang sungguh-sungguh
bergumul agar setia dalam pelayanan-Nya, sebagaimana Ia bekerja sama dengan
Daniel bersama tiga sahabatnya. Kualitas mental yang indah dan nada moral yang
tinggi bukanlah merupakan hasil kecelakaan yang munculnya tiba-tiba. Allah
mengaruniakan kesempatan-kesempatan; keberhasilan bergantung pada apa yang kita
lakukan. Perlindungan yang terbuka harus membuat kita tahu dan segera masuk.
Banyak orang mungkin bisa menjadi orang perkasa seperti Daniel, mereka
bergantung kepada Allah demi kasih karunia untuk menjadi pemenang-pemenang, dan
demi kekuatan dan efisiensi melakukan tugas mereka.
Saya tujukan kepada orang-orang muda:
Hendaklah kamu setia. Satukan hatimu dalam pelayanan. Janganlah meniru
pribadi-pribadi yang bekerja setengah hati. Perbuatan yang selalu
diulang-ulangi akan membentuk kebiasaan, dan kebiasaan akan menjadi tabiat.
Dengan sabar laksanakanlah tugas-tugas yang terkecil sekalipun. Selama Anda
meremehkan nilai penting atas kesetiaan terhadap tugas-tugas yang kecil,
pembangunan tabiat Anda tidak akan memuaskan. Pada pemandangan Yang Mahatahu,
setiap tugas yang dilakukan adalah penting. Tuhan berkata, “Barang siapa yang
setia dalam perkara-perkara kecil, ia juga setia dalam perkara-perkara besar”
(Luk. 16:10). Karena itu dalam kehidupan seorang Kristen yang benar tidak ada
istilah tidak penting. Messages to Young People, hlm. 147,
148.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar