ORANG
MUDA DALAM KELUARGA
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Pdt. Deni Kana Djo (08113828077)
Renungan Harian
Ingatlah akan
Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat
tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya.” Pkh. 12:1
Berkat-berkat yang Bapa sediakan kepada mereka yang lebih dewasa
dalam pengalaman telah disediakan bagi anak-anak dan orang muda melalui Yesus
Kristus. Apabila Tuhan melihat orang muda sedang belajar kehidupan tentang
Kristus, Ia mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk mengawasi mereka, menjaga
mereka dari segala jalan pikiran mereka, seperti Ia tugaskan kepada para
malaikat untuk menjaga Yesus, Anak-Nya yang kekasih itu. Para malaikat menjaga
Yesus ketika Ia hidup di atas bimbingan Roh Kudus Allah, melaksanakan kehendak
Bapa-Nya yang di surga, agar Ia dapat memberikan suatu teladan yang benar yang
dapat menjadi contoh dan orang muda. Ia ingin agar dalam setiap langkah
kehidupan mereka melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah. Ia tahu bahwa
setiap perbuatan baik, setiap tindakan penurutan dari ibu dan bapa akan
tertulis dalam kitab-kitab surga.
Mereka yang
menghormati orang-tua mereka akan menuai suatu pahala yang menggenapi
janji-janji bahwa mereka akan hidup umur panjang di negeri yang Tuhan Allah
sediakan bagi mereka. Anak-anak harus melakukan perbuatan baik melalui doa yang
dipanjatkan melalui jasa Yesus, agar Tuhan memberi kepada mereka kasih
karunia-Nya, pikiran-Nya, keindahan tabiat-Nya. Allah tidak menahan berkat yang
perlu untuk membentuk tabiat anak-anak dan orang muda pada pola Ilahi seperti
yang dikaruniai kepada Yesus ketika masih muda. Mereka harus memohon rahmat
dari tabiat-Nya di dalam iman yang sederhana dan terpercaya dan di dalam nama
Yesus, sama seperti seorang anak memohon kepada bapanya di dunia.
Anak-anakku orang muda, kalian memerlukan hati yang baru.
Mintalah kepada Allah. Ia berkata, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru” Yeh
36:26). Bila Anda sudah
menurut kehendak-Nya, janganlah ragu, Anda pasti menerimanya; karena apa pun
yang telah Allah janjikan, Ia akan menggenapi. Jika Anda benar-benar datang
dengan jiwa yang hancur, Anda tak perlu merasa bahwa Anda dengan lancang
memohon kepada Allah apa yang dijanjikan-Nya itu. Kecongkakan adalah memohon
segala perkara untuk meninggikan diri; karena kenikmatan manusia adalah
perkara-perkara duniawi. Tetapi apabila Anda memohon berkat-berkat rohani yang
Anda sangat perlukan agar Anda memiliki tabiat yang sempurna seperti Kristus,
Tuhan menjamin bahwa apa yang Anda mintakan itu sesuai dengan janji yang akan
digenapi. – Youth‘s Instructor 23 Agu. 1894.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar