DIKELILINGI OLEH
PERLINDUNGAN ALLAH
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo ( WA 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Tgl, 17 Mei 2019
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan
engkau, engkau akan memuliakan Aku. Mzm. 50:15.
Saat pencobaan muncul, yang
kelihatannya tak dapat dijelaskan, janganlah merusak kedamaian kita. Bagaimana
tidak adilnya pun kita diperlakukan, janganlah amarah kita meluap. Kita memaksa
diri sendiri dengan memanjakan roh dendam. Kita merusak keyakinan kita pada
Allah, dan mendukakan Roh Kudus. Kita adalah Saksi, Juru kabar surgawi, yang
akan mengangkat panji menentang musuh Dia akan melindungi kita dengan ‘sinar
terang Matahari Kebenaran. Setan dapat pelindung ini. Dia tak berkuasa melewati
perisai terang yang suci ini.
Sementara dunia ini terus bertambah
jahat, tak perlu seorang pun di antara kita menipu dengan berkata bahwa kita
tak akan menghadapi kesukaran. Tapi justru kesukaran inilah yang membawa kita
menghadap, Allah Yang Mahatinggi. Kita boleh nasihat Dia yang tak terukur
hikmat-Nya.
Tuhan berkata, “Berserulah kepada-Ku pada
waktu kesesakan” (Mzm 50:15). Dia mengundang kita untuk menghadapkan kepada-Nya
masalah dan keperluan kita, serta pentingnya pertolongan Ilahi bagi kila. Dia
menyuruh kita untuk langsung saja berdoa. Kapan saja kesulitan itu muncul, kita
harus memanjatkan permohonan dengan sungguh dan percaya. Oleh doa kita yang
ulet kita menyatakan keyakinan kita yang teguh kepada Allah. Perasaan akan
kepentingan kita menuntun kita untuk berdoa dengan sungguh, dan kita yang di
surga akan tergerak oleh permohonan-permohonan kita.
Sering orang yang menderita ejekan
dan aniaya karena iman mereka tergoda untuk berpikir bahwa mereka telah
ditinggalkan Allah. Pada pemandangan manusia, mereka sekelompok minoritas. Dari
semua segi, tampaknya musuh mereka akan menang melawan mereka. Tapi janganlah
mereka mencemari hati nurani mereka. Dia yang telah menderita demi mereka, dan
telah menanggung duka dan derita mereka tidak meninggalkan mereka.
Anak-anak Allah
tidak ditinggalkan sendirian dan tanpa perlindungan. Doa menggerakkan lengan
Yang Mahakuasa. Doa telah “menaklukkan kerajaan, mendapat kebenaran, menerima
janji, menutup mulut singa, memadamkan keganasan api”—kita akan mengerti hal
itu bila mendengar laporan para syuhada yang mati syahid demi iman mereka—“yang
telah mengalahkan tentara-tentara musuh” (Ibr 11:33, 34).—Christ Object
Lessons, hlm. 171, 172
Kamu Akan Menerima
Kuasa, hlm. 127
Tidak ada komentar:
Posting Komentar