MEMISAHKAN YANG BENAR
DARI FIKSI
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo ( WA 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian
Karena akan datang waktunya, orang
tidak dapat lagi menerima ajaran sehat tetapi mereka akan mengumpulkan
guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan
memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi
dongeng. 2 Timotus 4:3-4.
Banyak yang dibicarakan mengenai
pemberian Roh Kudus, dan sebagian orang menafsirkan bahwa itu merupakan suatu
kerugian bagi gereja-gereja. Kehidupan kekal adalah penerimaan akan unsur-unsur
yang hidup di dalam Kitab Suci dan melakukan kehendak Allah. Ini adalah memakan
daging dan meminum darah Putra Allah. Kepada mereka yang melakukan ini,
kehidupan dan kekekalan dijelaskan melalui Injil, karena Firman Allah adalah
kebenaran; roh, dan kehidupan. Merupakan hak istimewa bagi semua orang yang
percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat hidup dari Firman Allah.
Pengaruh Roh Kudus memberikan Firman itu, Alkitab, suatu kebenaran abadi, yang
kepada penelitinya yang penuh doa diberikan urat dan otot.
“Selidikilah Kitab Suci itu,” kata
Kristus, “sebab kamu menyangka bahwa olehnya, Kamu mempunyai hidup yang kekal,
itu memberikan kesaksian tentang Aku” (Yohanes 5:39). Roh Kudus di berikan
kepada peneliti yang sungguh-sungguh. Penerangan-Nya bercahaya di atas Firman
itu, memasukkan kebenaran itu ke dalam pikiran dengan suatu kepentingan yang
baru dan segar. Peneliti itu dipenuhi dengan suatu perasaan damai dan sukacita
yang belum pernah dirasakan. Harga kebenaran itu disadari, terang baru dari
surga menyinari Firman itu seakan setiap huruf bersalut emas. Allah Sendiri
telah berbicara kepada pikiran dan hati, membuat Firman itu roh dan kehidupan.
Setiap peneliti Firman yang benar
mengangkat dirinya kepada Allah memohon pertolongan Roh itu. Dan dia segera
menemukan apa yang mengangkat dia di atas segala penyataan fiksi guru yang
teori-teorinya tidak didukung oleh Firman Allah yang hidup, Teori-teori ini
diciptakan oleh orang-orang yang belum mempelajari pelajaran besar yang
pertama, bahwa Roh Allah dan kehidupan ada di dalam Firman, A1lah, mereka akan
melihat betapa lemah dan tak jelasnya segala upaya memperoleh sesuatu yang baru
untuk menciptakan suatu sensasi. Mereka perlu mengetahui prinsip-prinsip utama
dari Firman Allah. –Selected Messages, buku 2, hlm. 38,39.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar