ROH
SUKA BEKERJA DENGAN ANAK-ANAK
Pendeta Gereja Masehi
Advent Hari Ketujuh
Oleh : Pdt. Deni Kana
Djo WA (08113828077)
Renungan Harian
Pada waktu itu datanglah murid-murid
itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?”
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah
mereka lalu berkata. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak
bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam
Kerajaan Surga. Dan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak
kecil ini, ia menyambut Aku. Tetapi barang siapa menyesatkan salah satu dari
anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu
kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Mat.
18:1-6.
Sungguh suatu petunjuk yang demikian jelas tentang apa yang
harus kita lakukan jika kita mau belajar tentang Yesus! Mata air sukacita dan
damai sejahtera surga, akan membuka meterai dalam jiwa dari guru oleh kata-kata
ilham, akan menjadi aliran sungai yang besar pengaruhnya untuk memberkati
orang-orang yang berhubungan dengan Dia. Apakah Anda kira bahwa Alkitab itu
akan menjadi kitab yang membosankan bagi anak-anak itu? Di bawah petunjuk yang
bijaksana kerinduan terhadap kitab itu akan bertambah-tambah. Buku itu menjadi
bagi mereka sebagai roti hidup, yang tak pernah usang. Di dalam kesegaran dan
keindahannyalah anak-anak dan orang-orang muda itu, tertarik terpesona. Kitab
itu bagaikan sinar matahari yang memancarkan cahayanya ke bumi, memberikan
terang dan kehangatan, namun tak pernah berkurang. Oleh pelajaran-pelajaran
dari kisah Alkitab dan ajarannya, anak-anak dan orang muda dapat belajar bahwa
tak ada buku lain yang setara dengan kitab ini. Mereka dapat menemukan suatu
mata air rahmat dan kasih.
Firman-Nya mengajarkan Roh itu akan kesucian Allah. Suatu
terang, terang baru dan berharga memancar ke atas setiap halamannya. Sehingga
kebenaran nyata, dan kata serta kalimatnya bercahaya dengan terang serta cocok
bagi kesempatan sebagaimana suara Allah berkata-kata kepada mereka.
Kita perlu mengetahui Roh Kudus
sebagai juru penerang kita. Roh Kudus ingin menyampaikan kepada anak-anak dan
menunjukkan kepada mereka kekayaan dan keindahan Firman Allah. Janji-janji yang
disampaikan oleh Guru Besar itu akan tertangkap perasaan dan menghidupkan jiwa
anak itu dengan kuasa rohani yang adalah Ilahi. Mereka akan bertumbuh dalam
buah-buah keakraban dengan hal-hal surgawi, yang akan menjadi sebagai
penghalang terhadap pencobaan-pencobaan musuh. – General Conference
Bulletin, Apr. 1, 1898.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar