Kamis, 15 Agustus 2019

Memberikan Nasihat Yang DiILHAMKAN


PENASIHAT: MEMBERIKAN NASIHAT YANG DIILHAMKAN
Oleh : Pdt. D. Kana Djo
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian
WA: 08113828077


Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua. 2 Kor 2:74.

Pada waktu saya pergi ke Colorado, saya telah dibebani mengenai kamu, yang dalam kelemahan saya, saya menulis beberapa halaman yang akan dibicarakan pada perkumpulan kemah. Lemah dan gemetar, saya bangun pukul tiga pagi untuk menulis kepadamu. Allah telah berbicara melalui tanah liat. Mungkin engkau berkata bahwa komunikasi ini hanyalah sebuah surat. Ya, hanyalah sebuah surat, tetapi surat yang digerakkan oleh Roh Allah untuk membawa ke dalam pikiranmu perkara-perkara yang telah ditunjukkan kepadaku. Dalam surat yang saya tulis ini, dalam kesaksian yang saya tanggung, saya sedang menyajikan kepadamu yang Tuhan telah nyatakan kepada saya. Saya tidak menulis sebuah artikel di surat kabar, yang semata-mata menyatakan buah pikiran saya. Isi tulisan itu ialah apa yang Allah telah katakan kepada saya di dalam penglihatan—sinar-sinar terang berharga yang bersinar dari takhta. . . .
Suara apakah yang engkau akan akui sebagai suara Allah? Kuasa apakah yang Tuhan punyai untuk memperbaiki kesalahanmu dan menunjukkan keadaanmu yang Sebenarnya? Kuasa apakah yang bekerja di dalam gereja? Jikalau engkau menolak untuk percaya sampai semua bayangan ketidakpastian dan semua kemungkinan keragu-raguan dihilangkan, maka engkau tidak akan pernah percaya. Keragu-raguan yang membutuhkan pengetahuan yang sempurna tak akan pernah menghasilkan kepercayaan. Kepercayaan terletak atas bukti-bukti, bukan demonstrasi. Tuhan menghendaki kita menuruti suara tugas, sementara pada saat yang sama ada suara-suara lain yang mendorong kita untuk mengejar hal-hal sebaliknya. Dibutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh dari kita untuk dapat membedakan suara yang dari Allah. Kita harus melawan dan mengalahkan kecenderungan kita mengikuti bujukan Setan, dan menuruti suara batin tanpa kompromi, kalau tidak gerakan atau dorongan akan hilang, dan juga pengendalian kemauan dan dorongan akan hilang.
Firman Tuhan datang kepada kita semua yang tidak melawan Roh-Nya oleh menentukan dalam hati untuk tidak mendengar dan tidak menuruti. Suara itu terdengar sebagai amaran, nasihat-nasihat, dan teguran-teguran. Itu adalah pekabaran terang Tuhan kepada umat-Nya. Jikalau kita menunggu seruan yang lebih keras, atau kesempatan yang lebih baik, terang itu mungkin akan ditarik, dan kita akan tetap tinggal dalam kegelapan. — Selected Messages, buku 1, hlm. 27, 28.


Selasa, 13 Agustus 2019

Panggilan Kepada Tanggung Jawab


PEMIMPIN: PANGGILAN KEPADA TANGGUNG JAWAB
Oleh : Pdt. D. Kana Djo
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian
WA: 08113828077

Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah: allah yang nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN. Yos 24:15.

Saya merasa mempunyai kepentingan khusus di dalam gerakan-gerakan dan keputusan-keputusan yang akan dibuat pada konferensi ini (rapat General Conference tahun 1901) mengenai hal-hal yang seharusnya sudah dilakukan bertahun-tahun yang lalu, khususnya sepuluh tahun yang lalu, pada waktu kita berkumpul dalam sebuah konferensi. Roh dan kuasa Allah telah datang ke rapat kita, menyaksikan bahwa Allah telah bersedia bekerja untuk umat-Nya, jikalau mereka datang dengan suatu aturan kerja. . .
Terang yang kemudian diberikan kepada saya adalah bahwa orang-orang ini harus berdiri lebih tinggi dari semua orang di muka bumi, bahwa mereka haruslah menjadi umat yang setia, satu umat yang menyatakan kebenaran itu dengan benar. Kuasa menguduskan dari kebenaran itu, yang dinyatakan dalam hidup mereka, adalah yang membedakan mereka dari dunia ini. Mereka harus berdiri dalam moral yang tinggi, yang berhubungan erat dengan surga di tempat mereka di dunia ini, tempat yang diberikan Allah orang Israel kepada mereka. Tahun demi tahun pengakuan yang sama telah dibuat. Tetapi prinsip yang mengangkat suatu umat tidak dijalin dengan pekerjaan atau pengakuan tersebut. Allah memberikan kepada mereka terang yang jelas mengenai apa yang mereka harus lakukan, dan apa yang mereka tidak boleh lakukan. Akan tetapi mereka meninggalkan terang itu, dan adalah suatu hal yang mengagumkan bagi saya bahwa kita berada pada keadaan makmur seperti sekarang ini. Hal ini disebabkan kebaikan besar Allah, bukan karena kebenaran kita, agar supaya nama-Nya jangan dipermalukan di dunia ini ….
Firman Allah adalah penuntun kita. Apakah engkau sudah mempedulikan Firman itu? Kesaksian, dalam keadaan bagaimanapun tidak akan mengambil tempat Firman itu. Kesaksian (testimonies) dimaksudkan untuk membawamu kepada Firman yang dilalaikan itu, agar engkau dapat “memakan” perkataan Kristus, agar Anda dapat memberi makan mereka, yang oleh iman yang hidup engkau boleh dibangun dari mereka yang engkau beri makan. Jika engkau hidup dalam penurutan kepada Kristus dan Firman-Nya, engkau sedang memakan daun-daunan pohon kehidupan, yang menjadi penyembuh segala bangsa. — General Conference Bulletin, 3 April 1901.


Minggu, 11 Agustus 2019

Memberi Batasa Kebenaran


ALASAN-ALASAN UNTUK KARUNIA: MEMBERI BATASAN KEBENARAN
Oleh : Pdt. D. Kana Djo
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian
WA: 08113828077

Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat, dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! Dan 9:23.

Dengan berlalunya waktu pada tahun 1844 kita menyelidiki kebenaran itu seperti mencari harta yang terpendam. Saya menjumpai saudara-saudara dan kami belajar dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Sering kami bersama-sama sampai larut malam, dan kadang-kadang sepanjang malam itu, berdoa untuk terang dari Allah dan belajar firman itu. Berulang-ulang saudara-saudara ini datang berkumpul bersama untuk mempelajari Alkitab, agar supaya mereka dapat mengetahui artinya dan bersedia untuk mengajarkannya dengan kuasa. Apabila mereka tiba pada suatu hal yang pokok dalam pelajaran mereka di mana mereka berkata, “Tak ada lagi yang bisa kita buat,” datanglah Roh Allah atasku. Saya mendapat satu penglihatan, dan keterangan jelas dari bait-bait yang sedang kita pelajari diberikan kepada saya dengan petunjuk bagaimana kita bekerja dan mengajar secara efektif. Jadi terang telah diberikan yang menolong kita untuk mengerti Alkitab dalam hubungannya dengan Kristus, misi-Nya, dan keimamatan-Nya. Suatu garis kebenaran yang terbentang dan waktu itu sampai kepada waktu kita akan memasuki kota Allah telah diungkapkan jelas kepada saya. Dan saya telah memberikan kepada yang lain petunjuk yang Tuhan telah berikan kepada saya.
Selama seluruh waktu ini saya tidak dapat mengerti pertimbangan saudara-saudara itu. Pikiran saya tertutup, dan saya tidak bisa mengerti arti dari tulisan-tulisan dalam Alkitab yang kami sedang pelajari. Ini adalah suatu kerisauan besar dalam hidup saya. Saya berada dalam keadaan pikiran seperti ini sampai semua prinsip-prinsip kepercayaan kita diungkapkan jelas kepada pikiran kita, selaras dengan Firman Allah. Saudara-saudara itu mengetahui, bahwa saya tidak mengerti hal-hal itu, jika saya tidak berada dalam khayal atau penglihatan. Dan ilham atau wahyu yang diberikan, diterima saudara-saudara itu sebagai terang yang langsung dari surga.
Banyak kesalahan terjadi, dan meskipun saya pada waktu itu sedikit lebih dari seorang anak kecil, saya telah dikirim oleh Tuhan dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menegur mereka-mereka yang menganut doktrin-doktrin yang salah itu. Ada sebagian yang telah berada dalam bahaya fanatisme, dan saya telah diminta dalam nama Tuhan untuk memberikan kepada mereka teguran dari surga. — Review and Herald, 25 Mei 1905.


Kamis, 04 Juli 2019

Tugas Manusia


ROH MENGEFEKTIFKAN TUGAS MANUSIA
Renungan Harian Oleh : Pdt. D. Kana Djo
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
WA: 08113828077

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Luk. 11:13.

Janji karunia Roh Kudus tidak dapat dipahami sebagaimana seharusnya; hak-hak yang dinikmati melalui penerimaannya itu tidaklah pantas sebagai mana yang sudah berlaku. Allah rindu agar jemaat-Nya melalui iman bergantung sepenuhnya pada janji-janji-Nya, dan memohon kuasa Roh Kudus untuk menolong mereka di segala tempat. Ia memberi jaminan bahwa lebih suka Ia mengaruniakan Roh Kudus kepada mereka yang memohon kepada-Nya, melebihi orang tua yang memberikan pemberian yang baik kepada anak-anaknya. Sekiranya memungkinkan bagi seseorang untuk menerima tanpa syarat, “Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain” (1 Yoh. 2:27), tak ada maaf untuk mengelak tanggung jawab; tak ada tugas yang harus diabaikan, tak ada kewajiban yang harus dihindari. Kristus sendiri adalah kuasa yang membarui, bekerja di dalam dan melalui setiap prajurit oleh agen Roh Kudus. Efisiensi Roh Allah akan mengefektifkan semua pekerja yang sedia berserah pada tuntunan-Nya.
Allah menggerakkan setiap pikiran yang terbuka untuk menerima kesan Roh Kudus-Nya. Ia sedang mengutus juru kabar agar mereka dapat menyampaikan amaran di segala tempat. Allah sedang menguji penyerahan diri anggota-anggota jemaat-Nya, dan kesungguhan mereka untuk menyerahkan penurutan mereka kepada tuntutan Roh. Pengetahuan harus ditingkatkan. Jurukabar-jurukabar surga harus lalu-lalang mencari cara yang memungkinkan guna mengamarkan umat manusia akan datangnya hari penghakiman, dan mengumandangkan kabar kesukaan yang menyelamatkan melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Standar kebenaran harus ditinggikan.
Roh Allah sedang menggugah hati umat manusia dan mereka yang menyambut pengaruh-Nya akan menjadi terang di atas dunia. Di mana-mana kelihatannya mereka maju untuk menyampaikan kepada orang banyak terang yang telah mereka terima, sama seperti yang terjadi ketika Roh Kudus turun pada hari Pentakosta. Dan sementara terang mereka memancar, semakin mereka menerima kuasa Roh Kudus sehingga bumi diterangi dengan kemuliaan Allah. – Australian Union Conference Record, 1 Apr. 1898.


Rabu, 03 Juli 2019

Bergantung Sepenuh-Nya Kepada Allah


SENANTIASA BERGANTUNG SEPENUHNYA KEPADA ALLAH
Renungan Harian : Oleh Pdt. D. Kana Djo
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
WA : 08113828077


Demikian pula aku, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab itu aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. 1 Kor. 2:1-3.

Apabila tiba masanya di mana jemaat dikendalikan oleh kuasa Ilahi, akan terlihat hasilnya dalam kegiatan yang luar biasa; karena kuasa pemberi hidup dari Roh Kudus akan mengilhami anggota-anggota untuk maju dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Tetapi apabila kegiatan ini dinyatakan, para pekerja yang sungguh-sungguh akan diselamatkan sebagaimana mereka bergantung dan berdoa sungguh-sungguh kepada Allah. Mereka perlu mengajukan permohonan yang sungguh-sungguh agar melalui kasih karunia Kristus mereka dapat diselamatkan dari perbuatan yang menyombongkan, atau menjadikan pekerjaan mereka sendiri sebagai penyelamat. Mereka harus selalu memandang kepada Yesus, agar mereka dapat menyadari akan kuasa-Nya yang melakukan pekerjaan itu sehingga dengan demikian mereka menuliskan semua itu bagi kemuliaan Allah.
Kita dipanggil untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah ditetapkan itu guna meluaskan pekerjaan Allah, dan permohonan kepada Bapa kita yang di surga akan sangat bermakna. Pentinglah bagi kita untuk terlibat dalam doa yang sungguh-sungguh di dalam keluarga, dan di dalam gereja. Rumah tangga kita harus dijalankan dengan teratur, dan upaya yang sungguh untuk menarik perhatian setiap anggota keluarga untuk menjadi misionaris. Kita harus menarik simpati anak-anak kita di dalam pekerjaan yang sungguh-sungguh bagi mereka yang hilang, agar mereka dapat melakukan yang terbaik setiap saat dan di tempat-tempat di mana Kristus terwakili.
Janganlah kita lupa bahwa sementara kegiatan terus meningkat dan kita berhasil melakukan pekerjaan yang harus dikerjakan, ada suatu bahaya mempercayai rencana dan metode manusia. Ada kecenderungan untuk sedikit berdoa sehingga iman berkurang. Kita akan berada dalam suatu bahaya jika tak bergantung kepada Allah, yang hanya oleh Dia, kita berhasil; tetapi walaupun ada kecenderungan ini, janganlah kita menyangka bahwa sarana sebagai manusia harus berkurang. Tidak, manusia harus meningkatkan upayanya, dan melakukannya dengan menyambut karunia surga, Roh Kudus. Dunia dengan hikmatnya, tidak mengenal Allah. Kita harus memandang kepada Yesus dan bekerja sama dengan saluran-saluran surga, mengajukan permohonan kita kepada Bapa di dalam nama Yesus. – Review and Herald, 4 Juli 1893.



Selasa, 25 Juni 2019

Perintah Komendan


MENGIKUTI PERINTAH KOMANDAN
 Renungan Harian : Oleh Pdt.D. Kana Djo
 Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
WA: 08113828077


Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal kehidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Tim. 2:3, 4.

Hanya sedikit waktu lagi kita mendesak peperangan itu; lalu Kristus datang dan suasana pemberontakan ini segera berakhir. Kemudian upaya kita yang telah dirintis guna bekerja bersama dengan Kristus meluaskan kerajaan-Nya selesai. Sebagian yang berdiri di medan peperangan terdepan, dengan bersemangat menolak setiap masuknya musuh, namun harus mati di tempat tugas; yang lain menatap dengan sedih setiap pahlawan yang gugur, tetapi tak ada waktu bagi mereka untuk menghentikan perjuangan itu. Mereka terus menggalang pasukan, menegakkan panji-panji dari prajurit yang mati, dan dengan semangat dan tenaga yang dibarui mempertahankan kebenaran dan mengagungkan Kristus. Sebagaimana yang belum pernah terjadi sebelumnya, penolakan harus dibuat terhadap dosa — melawan kuasa-kuasa kegelapan. Waktu menuntut kegiatan yang bersemangat dan menentukan di pihak mereka yang berpegang pada kebenaran zaman ini. Mereka harus mengajarkan kebenaran melalui aturan dan teladan.
Jika tampaknya waktu penantian bagi kedatangan Pelepas itu masih lama, kita menjadi tidak sabar untuk mengakhiri perintah, dan menerima kehormatan yang diperoleh dari peperangan itu, hendaklah kita ingat – biarlah kenangan itu memeriksa bisikan hati – bahwa Allah membiarkan kita di atas dunia untuk menghadapi setiap badai dan pertikaian guna menyempurnakan tabiat Kristen. bersekutu lebih baik dengan Allah. Bapa kita dan Kristus sebagai Saudara Tua kita, dan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus, sehingga dengan hati yang senang kita mendengar kata-kata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; …  masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat 25:31).
Sabarlah, hai prajurit Kristen. Tidak lama lagi Ia yang datang itu akan muncul. Malam penantian yang penuh pengawasan, kelelahan, dan perkabungan segera berakhir. Pahala akan segera dikaruniakan; hari kekekalan itu sudah dekat. Tak ada waktu untuk tidur—tak ada waktu untuk memanjakan diri tanpa penyesalan. Barangsiapa yang tertidur dalam tugas, ia akan kehilangan kesempatan berharga untuk berbuat baik. Jaminan kesukaan diberikan kepada kita pada saat penuaian besar; dan setiap jiwa yang selamat akan merupakan bintang-bintang yang ditambahkan ke atas mahkota Yesus, Juruselamat kita yang sangat dihormati itu. Siapakah yang akan meletakkan senjata perangnya jika oleh mendesak peperangan itu sedikit waktu lagi ia akan mencapai suatu kemenangan baru dan mengumpulkan piala-piala bagi masa kekekalan? – Review and Herald, 25 Okt. 1881


Selasa, 18 Juni 2019

Kata - Kata Yang Tepat


ROH ITU MEMBERIKAN KATA-KATA YANG TEPAT
Pdt. D. Kana Djo ( WA 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian


Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Mat. 10:20.

Dari semua karunia yang Allah telah berikan kepada manusia, tidak ada yang lebih berharga dari pada karunia berbicara, jika karunia itu disucikan oleh Roh Kudus. Dengan lidahlah kita meyakinkan dan membujuk: dengan lidah juga kita mempersembahkan doa dan pujian kepada Allah, dan dengan lidah kita menyampaikan pemikiran-pemikiran tentang kasih Penebus itu. Mereka yang dilayakkan untuk menerangi pikiran banyak orang selalu akan memiliki kesempatan untuk membaca dari Alkitab atau buku-buku yang mengajarkan kebenaran, sehingga memberi bukti yang menerangi jiwa ….
Pada waktu suara Tuhan berseru, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Roh Ilahi itu menggerakkan hati untuk menyambut, “Ini aku, utuslah aku!” (Yes 6:8). Tetapi ingatlah bahwa bara kehidupan dari mezbah itu harus terlebih dulu menyentuh bibirmu. Maka kata-kata yang engkau ucapkan adalah kata-kata yang bijaksana dan suci. Maka Anda akan memiliki hikmat untuk mengetahui apa yang harus diucapkan dan apa yang tidak perlu diucapkan. Janganlah berusaha menunjukkan kepintaran Anda sebagai ahli teologi. Berhati-hatilah agar tidak membangkitkan suatu roh pertentangan alau prasangka, dan memperkenalkan segala sesuatu tentang iman Anda. Bicarakanlah hal-hal yang tidak akan membangkitkan pertentangan, tapi yang akan membuka hati untuk mengetahui lebih dalam pengetahuan tentang Sabda Allah. Tuhan rindu agar kita menjadi orang-orang yang memenangkan jiwa-jiwa; oleh karena itu sementara Anda tidak memaksakan berbagai doktrin kepada orang lain, Anda harus “siap sedia pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (1 Ptr 3: 15). Mengapa harus takut? Takut kalau-kalau kata-kata Anda menunjukkan keangkuhan, mengucapkan kata-kata yang tidak dipikirkan lebih dulu, atau sikap dan kata-kata Anda tidak sesuai dengan Kristus. Jalinlah hubungan yang lebih erat dengan Kristus, dan sampaikanlah kebenaran sebagaimana adanya di dalam Dia. Hati manusia pasti tersentuh oleh cerita tentang pengorbanan itu.
Bila Anda mempelajari kelembutan dan kerendahan hati Kristus, Anda akan mengetahui apa yang harus Anda katakan kepada orang banyak; karena Roh Kudus akan memberitahukan kepadamu perkataan apa yang harus Anda ucapkan. Orang-orang yang menyadari pentingnya menjaga hati tetap di bawah pengendalian Roh Kudus, akan disanggupkan untuk menaburkan benih yang akan tumbuh kepada hidup kekal. Inilah tugas pengabar Injil.—Australasian Union Conference Record, 1 Juli 1902.



Kamis, 13 Juni 2019

Orang Tuan Yang Prihatin


BERSAMA ORANGTUA YANG PRIHATIN
Oleh : Pdt. D. Kana Djo (08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian, Tgl 14 Juni 2019


Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu, yang kudus dari padaku! Bangkitlah kembali padaku kegirangan karena selamat dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Mzm. 51:13-15.

Betapa hebatnya doa ini! Hal ini merupakan satu bukti besar bahwa orang-orang berdosa dalam keluarga Allah tak boleh diperlakukan dengan acuh tak acuh, karena Tuhan memandang mereka sebagai tebusan darah-Nya. Dalam setiap keluarga di mana terdapat orang yang belum bertobat, adalah keharusan bagi orang-orang yang mengenal Tuhan untuk bekerja dengan bijaksana demi pertobatan mereka. Tuhan sungguh akan memberkati upaya orang tua, sementara dalam takut dan kasih-Nya mereka berupaya menyelamatkan jiwa-jiwa dalam rumah tangga mereka. Tuhan Yesus menanti mereka dengan penuh rahmat.
Oh, semoga pekerjaan dimulai dari hati! “Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah” (Mzm 51:18, 19). Hendaklah dimengerti oleh setiap anggota keluarga bahwa pekerjaan ini harus dimulai dari hati. Hati harus diserahkan dan mengalami penyesalan melalui kuasa yang membarui dari Roh Kudus. Dengan kesadaran akan bantuan agen yang berkuasa ini, tak dapatkah para orang tua bekerja bagi pertobatan anak-anak mereka dengan semangat dan kasih yang lebih besar daripada sebelumnya?
Janji Tuhan adalah “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya” (Yeh 36:25-27).
Bila Roh Tuhan bekerja pada hati orang tua, doa dan air mata mereka akan naik ke hadapan Bapa, memohon dengan penuh kesungguhan, maka mereka akan menerima kasih karunia dan hikmat dari surga, sehingga mereka mampu berupaya untuk anak-anak mereka yang belum bertobat. Sementara Roh ini bekerja di rumah mereka, kemudian ke dalam jemaat, dengan demikian mereka yang telah menjadi misionaris di rumah akan menjadi agen Allah di jemaat dan di dunia. Lembaga-lembaga yang telah didirikan Allah akan membawa satu perubahan yang sangat berbeda seutuhnya. – Review and Herald, 14 Maret 1893.



Kawan Sekerja Allah


KAWAN SEKERJA ALLAH
Pdt. D. Kana Djo (08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian


Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 1 Kor. 3:9

Roh Kudus haruslah menjadi oknum yang berperan dalam meyakinkan tentang dosa. Oknum Ilahi ini menyampaikan kepada pembicara tersebut manfaat-manfaat dari pengorbanan yang dibuat di kayu salib; dan sementara kebenaran itu dihadapkan kepada jiwa-jiwa yang hadir, Kristus memenangkan mereka bagi diri-Nya dan berusaha untuk mengubah sifat alami mereka. Dia bersedia menolong kelemahan mengajar, memimpin, serta mengilhami kita dengan pemikiran-pemikiran yang berasal dari surga.
Betapa sedikitnya yang dapat manusia lakukan dalam pekerjaan penyelamatan jiwa tetapi alangkah banyak jika mereka melakukannya melalui Kristus serta dipenuhi oleh Roh-Nya! Guru lahirlah tidak dapat membaca hati para pendengarnya; tetapi Yesus siap membagikan kasih karunia kepada setiap jiwa yang membutuhkannya. Dia memahami kemampuan manusia, kelemahan dan kekuatannya. Tuhan bekerja atas hati manusia. Dengan demikian hati orang yang tidak percaya itu terjamah, dan menyambut kepada pekabaran kebenaran.
“Kami adalah kawan sekerja Allah.” Keyakinan yang ditanam di dalam hati, serta penerangan yang diberikan ke dalam pikiran oleh masuknya Sabda itu, bekerja dengan selaras. Kebenaran yang dihadapkan kepada pikiran memiliki kuasa yang membangkitkan tenaga yang tidak digunakan yang dimiliki jiwa itu. Roh Allah yang bekerja di dalam hati, bekerja sama dengan usaha Allah melalui manusia sebagai alat-alat-Nya.
Kepada saya berulang kali telah ditunjukkan bahwa umat Allah pada akhir zaman ini tidak akan aman bila menaruh kepercayaannya pada manusia dan bergantung pada kekuatannya. Pedang kebenaran yang berkuasa itu, telah membawa mereka keluar dari dunia ini sebagai batu-batu kasar yang perlu dipotong dan dibentuk dan digosok agar berguna bagi bangunan surga. Mereka dapat dipotong oleh para nabi melalui teguran, peringatan dan nasihat, sehingga mereka boleh dibentuk sesuai dengan Teladan Ilahi; inilah tugas khusus dari Penghibur itu—yaitu, mengubah hati dan tabiat, agar manusia memelihara jalan Tuhan.—Home Missionary, 1 Nov. 1893.



Selasa, 11 Juni 2019

Tidak Layak Tapi Berguna


TIDAK LAYAK TAPI BERGUNA
Pdt. D. Kana Djo (08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 1 Kor. 1:27-29.

Jika kita memiliki pengertian yang benar akan pentingnya dan besarnya tugas kita, dan dapat melihat diri kita sebagaimana kita ada sekarang ini, kita akan merasa heran karena Allah dapat menggunakan kita dalam usaha membawa jiwa-jiwa kepada kebenaran, tidak layak sebagaimana keadaan kita sekarang. Ada banyak hal yang sepatutnya kita mengerti namun kita tidak mengerti karena kita melewatkan begitu saja kesempatan-kesempatan kita.
Kristus berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya” (Yoh 16:12). Inilah keadaan kita. Sanggupkah mereka memahami apa yang Dia harus katakana kepada mereka, jika mereka telah menjadi pelaku Sabda-Nya—jika telah memperkembang maksud demi maksud dari kebenaran yang telah Dia sampaikan kepada mereka? Tetapi meskipun mereka tidak mengetahuinya, Dia memberitahukan kepada mereka bahwa Dia akan mengirim Penghibur, yang akan menuntun mereka ke dalam seluruh kebenaran. Kita semuanya berada dalam suatu keadaan di mana kita dapat memahami seluruh ajaran, tuntunan, dan ajaran Roh Kristus. Kita tidak boleh mengukur Allah atau kebenaran-Nya dengan pengertian kita yang terbatas, atau dengan pendapat kita.
Banyak orang yang tidak menyadari di mana mereka berada; karena mereka buta secara rohani. “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian kamu tidak tahan uji” (2 Kor 13:5). Saya percaya bahwa tidak satu pun di antara kita yang bermoral. Apakah Kristus tinggal sekarang ini dalam hatimu untuk menyelamatkan orang-orang yang demi mereka Kristus telah mati, sehingga diri tidak berarti apa-apa, dan Kristus sajalah yang ditinggikan….
Orang-orang yang mengaku satu dengan Kristus harus menjadi rekan sekerja Allah. Umat-umat harus mengamarkan dunia ini, dan harus mempersiapkan suatu umat yang akan menghadapi hari murka itu, pada saat Anak manusia akan datang dalam awan-awan di langit. Anggota-anggota jemaat Kristus harus mengumpulkan sinar-sinar terang Ilahi dari Yesus, serta memancarkan kepada orang lain untuk menerangi jalan-jalan menuju ke surga di dalam dunia.—Review and Herald, 8 Oktober 1889.


Perlindungan Allah


DIKELILINGI OLEH PERLINDUNGAN ALLAH
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo (081138280770
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian


Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, engkau akan memuliakan Aku. Mzm. 50:15.

Saat pencobaan muncul, yang kelihatannya tak dapat dijelaskan, janganlah merusak kedamaian kita. Bagaimana tidak adilnya pun kita diperlakukan, janganlah amarah kita meluap. Kita memaksa diri sendiri dengan memanjakan roh dendam. Kita merusak keyakinan kita pada Allah, dan mendukakan Roh Kudus. Kita adalah Saksi, Juru kabar surgawi, yang akan mengangkat panji menentang musuh Dia akan melindungi kita dengan ‘sinar terang Matahari Kebenaran. Setan dapat pelindung ini. Dia tak berkuasa melewati perisai terang yang suci ini.
Sementara dunia ini terus bertambah jahat, tak perlu seorang pun di antara kita menipu dengan berkata bahwa kita tak akan menghadapi kesukaran. Tapi justru kesukaran inilah yang membawa kita menghadap, Allah Yang Mahatinggi. Kita boleh nasihat Dia yang tak terukur hikmat-Nya.
Tuhan berkata, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan” (Mzm 50:15). Dia mengundang kita untuk menghadapkan kepada-Nya masalah dan keperluan kita, serta pentingnya pertolongan Ilahi bagi kila. Dia menyuruh kita untuk langsung saja berdoa. Kapan saja kesulitan itu muncul, kita harus memanjatkan permohonan dengan sungguh dan percaya. Oleh doa kita yang ulet kita menyatakan keyakinan kita yang teguh kepada Allah. Perasaan akan kepentingan kita menuntun kita untuk berdoa dengan sungguh, dan kita yang di surga akan tergerak oleh permohonan-permohonan kita.
Sering orang yang menderita ejekan dan aniaya karena iman mereka tergoda untuk berpikir bahwa mereka telah ditinggalkan Allah. Pada pemandangan manusia, mereka sekelompok minoritas. Dari semua segi, tampaknya musuh mereka akan menang melawan mereka. Tapi janganlah mereka mencemari hati nurani mereka. Dia yang telah menderita demi mereka, dan telah menanggung duka dan derita mereka tidak meninggalkan mereka.
Anak-anak Allah tidak ditinggalkan sendirian dan tanpa perlindungan. Doa menggerakkan lengan Yang Mahakuasa. Doa telah “menaklukkan kerajaan, mendapat kebenaran, menerima janji, menutup mulut singa, memadamkan keganasan api”—kita akan mengerti hal itu bila mendengar laporan para syuhada yang mati syahid demi iman mereka—“yang telah mengalahkan tentara-tentara musuh” (Ibr 11:33, 34).—Christ Object Lessons, hlm. 171, 172




Senin, 10 Juni 2019


GARAM DUNIA
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Deni Kana Djo, S.Ag (08113828077)
Renungan Harian

Kamu adalah garam dunia, Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia  diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Mat. 5:13

Allah ingin bekerja bersama jemaat, tetapi bukan tanpa kerjasama mereka. Hendaknya setiap orang di antara kamu yang telah menikmati Sabda Allah “bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:16). Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Garam yang menyelamatkan itu, yang menjadi ciri orang Kristen, adalah kasih Kristus di dalam hati, yaitu kebenaran Kristus yang memenuhi jiwa. Jika orang yang mengaku beragama ingin memelihara keteguhan imannya, maka ia harus tetap menempatkan kebenaran Kristus di depannya, dan menerima kemuliaan Allah setelahnya. Maka kuasa Kristus akan nyata dalam kehidupan dan tabiat.
Sungguh, bila kita tiba di gerbang mutiara itu, dan masuk ke dalam kota Allah, adakah dari antara orang yang masuk ke dalamnya, menyesal karena dia telah mengabdikan hidupnya sepenuhnya kepada Yesus? Marilah kita mengasihi Dia, dengan kasih yang utuh, serta bekerjasama dengan makhluk-makhluk surga, sehingga kita boleh menjadi kawan sekerja, Allah, dan dengan mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, sanggup menyatakan Kristus kepada orang lain. Biarlah kami menerima baptisan Roh Kudus! Sungguh, kiranya sinar terang dari Matahari kebenaran itu boleh masuk ke dalam setiap rongga hati dan pikiran, sehingga setiap ilah dapat disingkirkan dan dibuang dari bait suci jiwa! Kiranya lidah, kami difasihkan untuk berbicara, tentang kebaikan-Nya, serta bercerita tentang kuasa-Nya!
Jika Anda menyambut tarikan Yesus, Anda tidak akan gagal mempengaruhi orang lain melalui keindahan dan kuasa anugerah Kristus. Marilah kita memandang Dia agar diubahkan ke dalam citra-Nya yang di dalam-Nya berdiam seluruh kesempurnaan Keallahan, serta menyadari bahwa kita diterima di antara orang-orang yang dikasihi, yang “telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kol 2:10).—Bible Echo, 15 Februari 1892.


Kamis, 30 Mei 2019

Ibu Menuntun Anak-Anaknya


IBU MENUNTUN ANAK-ANAKNYA
Ole: Pdt. D. Kana Djo (WA: 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian

Untuk mendapatkan anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan?  1 Sam. 1:27, 28.

Ibu-ibu Kristen harus menyadari bahwa mereka adalah mitra bersama dengan Allah, manakala mereka melatih dan mengajar anak-anak mereka dalam suatu sikap yang menyanggupkan mereka memantulkan tabiat Kristus. Dalam melakukan pekerjaan ini mereka akan bekerja sama dengan malaikat-malaikat surga; tetapi alangkah malangnya pekerjaan ini banyak ditolak oleh kaum ibu, sehingga alasan inilah yang menyebabkan Kristus dirampok dari bejana-bejana kesenangan-Nya—anggota-anggota yang lebih muda dalam keluarga-Nya. Tetapi dengan hadirnya Roh Kudus, manusia dapat menjadi semitra dengan Ilahi.
Pelajaran-pelajaran tentang Kristus pada saat berkesempatan menerima anak-anak harus meninggalkan suatu kesan mendalam ke atas pikiran kita. Perkataan Kristus menguatkan ibu-bapa agar membawa anak-anak mereka yang masih kecil kepada Yesus. Boleh jadi mereka suka melawan dan mempunyai kesukaan besar sebagai manusia, tetapi hendaknya hal ini tidak menghalangi niat kita untuk membawa mereka kepada Kristus. Ia memberkati anak-anak yang memiliki keinginan besar seperti yang Ia miliki.
Kita sering keliru mendidik anak-anak kita. Ibu-bapa sering memanjakan anak-anak mereka dalam sifat mementingkan diri dan sifat tak berakhlak, dan gantinya mengarahkan jiwa anak-anak itu kepada keselamatan, ibu-bapa membiarkan anak-anak itu bertumbuh dan berkembang dalam sikap yang suka melawan serta tabiat yang kurang menyenangkan. Mereka tidak menyambut tanggung jawab yang diberikan Allah untuk mendidik dan melatih anak-anak itu demi kemuliaan Allah. Mereka menjadi orang-orang yang tidak puas terhadap watak dan perilaku anak-anak mereka sehingga mematahkan semangat ketika mereka menyadari bahwa kesalahan merekalah yang menyebabkan mereka menolak dan kecewa.
Tetapi jika ibu-bapa mau menyadari bahwa mereka tak pernah melepaskan beban pendidikan dan pengajaran anak-anak mereka demi Allah, jika mereka mau melakukan tugas mereka dengan iman, bermitra dengan Allah oleh doa dan bekerja dengan sungguh-sungguh hati, mereka akan berhasil membawa mereka kepada Juruselamat. Biarlah ibu dan bapa menyerahkan diri, tubuh dan jiwa kepada Allah sebelum anak-anak mereka lahir.– Signs of the Times, Apr. 9, 1896.



Senin, 27 Mei 2019

Roh Suka Bekerja Dengan Anaka-anak


ROH SUKA BEKERJA DENGAN ANAK-ANAK
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo  WA (08113828077)
Renungan Harian

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, ia menyambut Aku. Tetapi barang siapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Mat. 18:1-6.

Sungguh suatu petunjuk yang demikian jelas tentang apa yang harus kita lakukan jika kita mau belajar tentang Yesus! Mata air sukacita dan damai sejahtera surga, akan membuka meterai dalam jiwa dari guru oleh kata-kata ilham, akan menjadi aliran sungai yang besar pengaruhnya untuk memberkati orang-orang yang berhubungan dengan Dia. Apakah Anda kira bahwa Alkitab itu akan menjadi kitab yang membosankan bagi anak-anak itu? Di bawah petunjuk yang bijaksana kerinduan terhadap kitab itu akan bertambah-tambah. Buku itu menjadi bagi mereka sebagai roti hidup, yang tak pernah usang. Di dalam kesegaran dan keindahannyalah anak-anak dan orang-orang muda itu, tertarik terpesona. Kitab itu bagaikan sinar matahari yang memancarkan cahayanya ke bumi, memberikan terang dan kehangatan, namun tak pernah berkurang. Oleh pelajaran-pelajaran dari kisah Alkitab dan ajarannya, anak-anak dan orang muda dapat belajar bahwa tak ada buku lain yang setara dengan kitab ini. Mereka dapat menemukan suatu mata air rahmat dan kasih.
Firman-Nya mengajarkan Roh itu akan kesucian Allah. Suatu terang, terang baru dan berharga memancar ke atas setiap halamannya. Sehingga kebenaran nyata, dan kata serta kalimatnya bercahaya dengan terang serta cocok bagi kesempatan sebagaimana suara Allah berkata-kata kepada mereka.
Kita perlu mengetahui Roh Kudus sebagai juru penerang kita. Roh Kudus ingin menyampaikan kepada anak-anak dan menunjukkan kepada mereka kekayaan dan keindahan Firman Allah. Janji-janji yang disampaikan oleh Guru Besar itu akan tertangkap perasaan dan menghidupkan jiwa anak itu dengan kuasa rohani yang adalah Ilahi. Mereka akan bertumbuh dalam buah-buah keakraban dengan hal-hal surgawi, yang akan menjadi sebagai penghalang terhadap pencobaan-pencobaan musuh. – General Conference Bulletin, Apr. 1, 1898.



Kamis, 23 Mei 2019

Orang Muda Dalam Keluarga


ORANG MUDA DALAM KELUARGA
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Pdt. Deni Kana Djo (08113828077)
Renungan Harian
Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya.” Pkh. 12:1

Berkat-berkat yang Bapa sediakan kepada mereka yang lebih dewasa dalam pengalaman telah disediakan bagi anak-anak dan orang muda melalui Yesus Kristus. Apabila Tuhan melihat orang muda sedang belajar kehidupan tentang Kristus, Ia mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk mengawasi mereka, menjaga mereka dari segala jalan pikiran mereka, seperti Ia tugaskan kepada para malaikat untuk menjaga Yesus, Anak-Nya yang kekasih itu. Para malaikat menjaga Yesus ketika Ia hidup di atas bimbingan Roh Kudus Allah, melaksanakan kehendak Bapa-Nya yang di surga, agar Ia dapat memberikan suatu teladan yang benar yang dapat menjadi contoh dan orang muda. Ia ingin agar dalam setiap langkah kehidupan mereka melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah. Ia tahu bahwa setiap perbuatan baik, setiap tindakan penurutan dari ibu dan bapa akan tertulis dalam kitab-kitab surga.
Mereka yang menghormati orang-tua mereka akan menuai suatu pahala yang menggenapi janji-janji bahwa mereka akan hidup umur panjang di negeri yang Tuhan Allah sediakan bagi mereka. Anak-anak harus melakukan perbuatan baik melalui doa yang dipanjatkan melalui jasa Yesus, agar Tuhan memberi kepada mereka kasih karunia-Nya, pikiran-Nya, keindahan tabiat-Nya. Allah tidak menahan berkat yang perlu untuk membentuk tabiat anak-anak dan orang muda pada pola Ilahi seperti yang dikaruniai kepada Yesus ketika masih muda. Mereka harus memohon rahmat dari tabiat-Nya di dalam iman yang sederhana dan terpercaya dan di dalam nama Yesus, sama seperti seorang anak memohon kepada bapanya di dunia.
Anak-anakku orang muda, kalian memerlukan hati yang baru. Mintalah kepada Allah. Ia berkata, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru” Yeh 36:26). Bila Anda sudah menurut kehendak-Nya, janganlah ragu, Anda pasti menerimanya; karena apa pun yang telah Allah janjikan, Ia akan menggenapi. Jika Anda benar-benar datang dengan jiwa yang hancur, Anda tak perlu merasa bahwa Anda dengan lancang memohon kepada Allah apa yang dijanjikan-Nya itu. Kecongkakan adalah memohon segala perkara untuk meninggikan diri; karena kenikmatan manusia adalah perkara-perkara duniawi. Tetapi apabila Anda memohon berkat-berkat rohani yang Anda sangat perlukan agar Anda memiliki tabiat yang sempurna seperti Kristus, Tuhan menjamin bahwa apa yang Anda mintakan itu sesuai dengan janji yang akan digenapi. – Youth‘s Instructor 23 Agu. 1894.



Selasa, 21 Mei 2019

Memisahkan Yang Benar Dari Fiksi


MEMISAHKAN YANG BENAR DARI FIKSI
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo ( WA 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 2 Timotus 4:3-4.

Banyak yang dibicarakan mengenai pemberian Roh Kudus, dan sebagian orang menafsirkan bahwa itu merupakan suatu kerugian bagi gereja-gereja. Kehidupan kekal adalah penerimaan akan unsur-unsur yang hidup di dalam Kitab Suci dan melakukan kehendak Allah. Ini adalah memakan daging dan meminum darah Putra Allah. Kepada mereka yang melakukan ini, kehidupan dan kekekalan dijelaskan melalui Injil, karena Firman Allah adalah kebenaran; roh, dan kehidupan. Merupakan hak istimewa bagi semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat hidup dari Firman Allah. Pengaruh Roh Kudus memberikan Firman itu, Alkitab, suatu kebenaran abadi, yang kepada penelitinya yang penuh doa diberikan urat dan otot.
“Selidikilah Kitab Suci itu,” kata Kristus, “sebab kamu menyangka bahwa olehnya, Kamu mempunyai hidup yang kekal, itu memberikan kesaksian tentang Aku” (Yohanes 5:39). Roh Kudus di berikan kepada peneliti yang sungguh-sungguh. Penerangan-Nya bercahaya di atas Firman itu, memasukkan kebenaran itu ke dalam pikiran dengan suatu kepentingan yang baru dan segar. Peneliti itu dipenuhi dengan suatu perasaan damai dan sukacita yang belum pernah dirasakan. Harga kebenaran itu disadari, terang baru dari surga menyinari Firman itu seakan setiap huruf bersalut emas. Allah Sendiri telah berbicara kepada pikiran dan hati, membuat Firman itu roh dan kehidupan.
Setiap peneliti Firman yang benar mengangkat dirinya kepada Allah memohon pertolongan Roh itu. Dan dia segera menemukan apa yang mengangkat dia di atas segala penyataan fiksi guru yang teori-teorinya tidak didukung oleh Firman Allah yang hidup, Teori-teori ini diciptakan oleh orang-orang yang belum mempelajari pelajaran besar yang pertama, bahwa Roh Allah dan kehidupan ada di dalam Firman, A1lah, mereka akan melihat betapa lemah dan tak jelasnya segala upaya memperoleh sesuatu yang baru untuk menciptakan suatu sensasi. Mereka perlu mengetahui prinsip-prinsip utama dari Firman Allah. –Selected Messages, buku 2, hlm. 38,39.