MENGIKUTI
PERINTAH KOMANDAN
Renungan Harian : Oleh Pdt.D. Kana Djo
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
WA:
08113828077
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari
Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya
dengan soal-soal kehidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada
komandannya. 2 Tim. 2:3, 4.
Hanya sedikit waktu lagi kita mendesak peperangan itu; lalu
Kristus datang dan suasana pemberontakan ini segera berakhir. Kemudian upaya
kita yang telah dirintis guna bekerja bersama dengan Kristus meluaskan
kerajaan-Nya selesai. Sebagian yang berdiri di medan peperangan terdepan,
dengan bersemangat menolak setiap masuknya musuh, namun harus mati di tempat
tugas; yang lain menatap dengan sedih setiap pahlawan yang gugur, tetapi tak
ada waktu bagi mereka untuk menghentikan perjuangan itu. Mereka terus
menggalang pasukan, menegakkan panji-panji dari prajurit yang mati, dan dengan
semangat dan tenaga yang dibarui mempertahankan kebenaran dan mengagungkan
Kristus. Sebagaimana yang belum pernah terjadi sebelumnya, penolakan harus
dibuat terhadap dosa — melawan kuasa-kuasa kegelapan. Waktu menuntut kegiatan
yang bersemangat dan menentukan di pihak mereka yang berpegang pada kebenaran
zaman ini. Mereka harus mengajarkan kebenaran melalui aturan dan teladan.
Jika tampaknya waktu penantian bagi kedatangan Pelepas itu masih
lama, kita menjadi tidak sabar untuk mengakhiri perintah, dan menerima
kehormatan yang diperoleh dari peperangan itu, hendaklah kita ingat – biarlah
kenangan itu memeriksa bisikan hati – bahwa Allah membiarkan kita di atas dunia
untuk menghadapi setiap badai dan pertikaian guna menyempurnakan tabiat
Kristen. bersekutu lebih baik dengan Allah. Bapa kita dan Kristus sebagai
Saudara Tua kita, dan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan memenangkan
jiwa-jiwa bagi Kristus, sehingga dengan hati yang senang kita mendengar
kata-kata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; …
masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat 25:31).
Sabarlah, hai prajurit Kristen. Tidak lama
lagi Ia yang datang itu akan muncul. Malam penantian yang penuh pengawasan,
kelelahan, dan perkabungan segera berakhir. Pahala akan segera dikaruniakan;
hari kekekalan itu sudah dekat. Tak ada waktu untuk tidur—tak ada waktu untuk
memanjakan diri tanpa penyesalan. Barangsiapa yang tertidur dalam tugas, ia
akan kehilangan kesempatan berharga untuk berbuat baik. Jaminan kesukaan
diberikan kepada kita pada saat penuaian besar; dan setiap jiwa yang selamat
akan merupakan bintang-bintang yang ditambahkan ke atas mahkota Yesus,
Juruselamat kita yang sangat dihormati itu. Siapakah yang akan meletakkan
senjata perangnya jika oleh mendesak peperangan itu sedikit waktu lagi ia akan
mencapai suatu kemenangan baru dan mengumpulkan piala-piala bagi masa
kekekalan? – Review and Herald, 25 Okt. 1881
Tidak ada komentar:
Posting Komentar