“PADANG GURUN YANG LUAS MARAPU TERGOYANG”
Daerah Nusa Tenggara
(DNT)
Pada
tanggal 29 Mei s/d 1 Juni 2013 telah diselenggarakan sebuah
acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di delapan titik besar yaitu Lewa, Lailunggi, Tana Rara,
Malolo, Maukawini, Wula Waijelu, Mamboro, Lalara. Distrik Sumba sejak berdiri
Gereja Advent pada tahun 1969 untuk pertama kalinya diadakan KKR oleh Gereja
Advent. KKR yang mengambil tema “PENCURAHAN HIDUP” tersebut mengambil tempat di
Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, wilayah baru 8 titik seperti: Lewa dengan
pembicara Pdt. G .Pena, Lailunggi Pdt.AZ Runesi, Tana Rara Pdtm. Eliazer Haba,
Malolo Pdtm. S. Sumampauw, Maukawini Pdt. Y. Koreludji, Waijelu Pdt. A. Natty, Mamboro
Pdt. D. Kana Djo, Lalara Pdtm. T. Mulik. Di cela-cela KKR diadakan pengobatan
gartis (charity clinik) di empat titik yang dilaksanakan oleh Tim RSA Bandung
di pimpin oleh dr. Yohanes Manu dan dengan jumlah pengunjung keseluruhan ada 1000
orang serta hadir juga team berbagi kasih dari jemaat kebayoran jakarta yang
membagikan sembako kepada para simpatisan. Ketika kebenaran ditaburkan dari
malam ke malam, sepertinya setan sangat marah karena banyak tantangan yang
dihadapi seperti di Lewa pedalaman mulai malam kedua para pengunjung dihalangi
oleh orang-orang tertentu namun semangat dan kerinduan untuk mendengar berita
kebenaran terus berkobar dihati setiap pendengar hingga penutupan KKR. Distrik
Sumba meliputi 4 Kabupaten yaitu: Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba
Tengah, Sumba Barat Daya, mendapat perhatian khusus yang dimana distrik ini
menjadi bayang-bayang ketakutan selama ini karena penduduk Sumba terkenal
dengan orang-orang yang tidak segan untuk membunuh orang dan kepala manusia
langsung di bawah ke kantor polisi. Mayoritas
beragama Kristen Sumba dan Marapu yang sangat keras sehingga banyak penginjil
dan para hamba-hamba Tuhan takut untuk mengadakan KKR atau acara rohani apapun.
Sistem keyakinan yang berdasarkan Marapu adalah ‘agama asli’ yang masih hidup
dan dianut oleh orang sumba di pulau sumba, Nusa Tenggara Timur. Adapaun yang
di maksud agama Marapu ialah sistem keyakinan yang berdasarkan kepada pemujaan
arwah-arwah leluhur (ancestor worship). Dalam bahasa sumba arwah-arwah leluhur
di sebut Marapu, berarti’ yang di pertuan atau yang dimuliakan’. Karena itu
agama yang mereka anut banyak sekali
jumlahnya dan susunannya secara hirarki yang dibedakan menjadi dua golongan, yaitu
Marapu dan Marapu Ratu. Marapu ialah arwah leluhur yang didewakan dan dianggap
menjadi cikal-bakal dari suatu kabihu (keluarga luas), sedangkan Marapu Ratu
ialah marapu yang dianggap turun dari langit dan merupakan leluhur dari para
marapu lainnya, jadi merupakan marapu yang mempunyai kedudukan yang tertinggi.
Ternyata kuasa Tuhan sengat luar biasa terjadi di 8 titik satelit kehadiran
pengunjung KKR di setiap malam berjumlah
300 orang walaupun sering mengalami tantangan dari kalangan tokoh-tokoh agama, masyarakat
setempat, yang unik adalah sumba memiliki padang yang luas dan sangat sulit
dijangkau dan di empat kabupaten di sumba memiliki 3 gereja 2 cabang SS serta
jumlah keanggotaan dengan berjumlah kurang lebih 300 orang namun mereka memiliki semangat dan
kerjasama yang baik sehingga dari malam ke malam kebaktian kebangunan rohani dimeriahkan
dengan puji-pujian setiap malam 4 lagu yang dipersembahkan oleh orang muda
katolik dan orang muda Kristen Sumba, seorang wanita yang berusia 20 tahun
bernama Novi dengan alunan suara yang merdu di minta langsung oleh pembicara
untuk menyanyikan lagu yang menjadi kesukaan pembicara sendiri, pengunjung yang
hadir 90 orang di malam pertama namun doa umat-umat Tuhan dapat merubah
sehingga malam kedua hingga penutupan dipadati kurang lebih 150 orang tamu dan
yang menjadi sukacita bagi distrik sumba adalah acara pembentukan tabiat anak
berjumlah 100 orang, APTA di tangani langsung oleh Ibu E. Silitonga bersama ibu Yanti Lobo, Ibu Sarlota Sesa, Pdt. D. Kana Djo dan acara ini
berlangsung sampai hari sabat. Di penghujung KKR Pdt. Dr. J. S. Peranginangin
sebagai pembicara membuat panggilan maka pada hari sabat 21 orang menyerahkan diri untuk di baptiskan.
Mari kita doakan bersama, agar jiwa-jiwa ini dapat kuat dan setia dalam
mempertahankan imannya, walaupun banyak tantangan yang akan dihadapi dalam
kehidupan mereka. Dan umat-umat Tuhan di pulau sumba yakin akan berdiri 2 bangunan
gereja baru dalam waktu yang dekat. Dilaporkan oleh Pdt.D.Kana Djo, Dir.
Komunikasi DNT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar