Rabu, 12 April 2017

Pada Gurun yang Luas Marapu Tergoyang



“PADANG GURUN YANG LUAS MARAPU TERGOYANG
Daerah Nusa Tenggara (DNT)
Pada tanggal  29 Mei  s/d 1 Juni 2013 telah diselenggarakan sebuah acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di delapan  titik besar yaitu Lewa, Lailunggi, Tana Rara, Malolo, Maukawini, Wula Waijelu, Mamboro, Lalara. Distrik Sumba sejak berdiri Gereja Advent pada tahun 1969 untuk pertama kalinya diadakan KKR oleh Gereja Advent. KKR yang mengambil tema “PENCURAHAN HIDUP” tersebut mengambil tempat di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, wilayah baru 8 titik seperti: Lewa dengan pembicara Pdt. G .Pena, Lailunggi Pdt.AZ Runesi, Tana Rara Pdtm. Eliazer Haba, Malolo Pdtm. S. Sumampauw, Maukawini Pdt. Y. Koreludji, Waijelu Pdt. A. Natty, Mamboro Pdt. D. Kana Djo, Lalara Pdtm. T. Mulik. Di cela-cela KKR diadakan pengobatan gartis (charity clinik) di empat titik yang dilaksanakan oleh Tim RSA Bandung di pimpin oleh dr. Yohanes Manu dan  dengan jumlah pengunjung keseluruhan ada 1000 orang serta hadir juga team berbagi kasih dari jemaat kebayoran jakarta yang membagikan sembako kepada para simpatisan. Ketika kebenaran ditaburkan dari malam ke malam, sepertinya setan sangat marah karena banyak tantangan yang dihadapi seperti di Lewa pedalaman mulai malam kedua para pengunjung dihalangi oleh orang-orang tertentu namun semangat dan kerinduan untuk mendengar berita kebenaran terus berkobar dihati setiap pendengar hingga penutupan KKR. Distrik Sumba meliputi 4 Kabupaten yaitu: Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, mendapat perhatian khusus yang dimana distrik ini menjadi bayang-bayang ketakutan selama ini karena penduduk Sumba terkenal dengan orang-orang yang tidak segan untuk membunuh orang dan kepala manusia langsung di bawah ke kantor polisi.  Mayoritas beragama Kristen Sumba dan Marapu yang sangat keras sehingga banyak penginjil dan para hamba-hamba Tuhan takut untuk mengadakan KKR atau acara rohani apapun. Sistem keyakinan yang berdasarkan Marapu adalah ‘agama asli’ yang masih hidup dan dianut oleh orang sumba di pulau sumba, Nusa Tenggara Timur. Adapaun yang di maksud agama Marapu ialah sistem keyakinan yang berdasarkan kepada pemujaan arwah-arwah leluhur (ancestor worship). Dalam bahasa sumba arwah-arwah leluhur di sebut Marapu, berarti’ yang di pertuan atau yang dimuliakan’. Karena itu agama yang mereka anut  banyak sekali jumlahnya dan susunannya secara hirarki yang dibedakan menjadi dua golongan, yaitu Marapu dan Marapu Ratu. Marapu ialah arwah leluhur yang didewakan dan dianggap menjadi cikal-bakal dari suatu kabihu (keluarga luas), sedangkan Marapu Ratu ialah marapu yang dianggap turun dari langit dan merupakan leluhur dari para marapu lainnya, jadi merupakan marapu yang mempunyai kedudukan yang tertinggi. Ternyata kuasa Tuhan sengat luar biasa terjadi di 8 titik satelit kehadiran pengunjung KKR di  setiap malam berjumlah 300 orang walaupun sering mengalami tantangan dari kalangan tokoh-tokoh agama, masyarakat setempat, yang unik adalah sumba memiliki padang yang luas dan sangat sulit dijangkau dan di empat kabupaten di sumba memiliki 3 gereja 2 cabang SS serta jumlah keanggotaan dengan berjumlah kurang lebih 300  orang namun mereka memiliki semangat dan kerjasama yang baik sehingga dari malam ke malam kebaktian kebangunan rohani dimeriahkan dengan puji-pujian setiap malam 4 lagu yang dipersembahkan oleh orang muda katolik dan orang muda Kristen Sumba, seorang wanita yang berusia 20 tahun bernama Novi dengan alunan suara yang merdu di minta langsung oleh pembicara untuk menyanyikan lagu yang menjadi kesukaan pembicara sendiri, pengunjung yang hadir 90 orang di malam pertama namun doa umat-umat Tuhan dapat merubah sehingga malam kedua hingga penutupan dipadati kurang lebih 150 orang tamu dan yang menjadi sukacita bagi distrik sumba adalah acara pembentukan tabiat anak berjumlah 100 orang, APTA di tangani langsung oleh Ibu E. Silitonga  bersama ibu Yanti Lobo, Ibu  Sarlota Sesa, Pdt. D. Kana Djo dan acara ini berlangsung sampai hari sabat. Di penghujung KKR Pdt. Dr. J. S. Peranginangin sebagai pembicara membuat panggilan maka pada hari sabat  21 orang menyerahkan diri untuk di baptiskan. Mari kita doakan bersama, agar jiwa-jiwa ini dapat kuat dan setia dalam mempertahankan imannya, walaupun banyak tantangan yang akan dihadapi dalam kehidupan mereka. Dan umat-umat Tuhan di pulau sumba yakin akan berdiri 2 bangunan gereja baru dalam waktu yang dekat. Dilaporkan oleh Pdt.D.Kana Djo, Dir. Komunikasi DNT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar