“ BAYANG-BAYANG KETAKUTAN BERUBAH MENJADI SUKACITA”
Daerah Nusa Tenggara
(DNT)
Pada
tanggal 5 s/d 11 Agustus 2012 telah
diselenggarakan sebuah acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di empat titik
besar yaitu Distrik Soe , Distrik TTS Pedalaman, dan lebih Khusus lagi Kefa dan
atambua untuk pertama kalinya diadakan oleh Gereja Advent. KKR yang mengambil
tema “Pengharapan Di Tengah Krisis”tersebut mengambil tempat di Gereja Advent
Soe,Gereja Advent Oobibi, Halaman Gereja Advent Kefa,Gereja Advent Atambua,
dengan pembicara yaitu Pdt.L.Simalango,Chaplain Rumah Sakit Advent Bandung dan
Tim,Bpk.B.F.Sihotang Bendahara UIKB dan Ibu Sihotang sebagai pembicara RT, Bpk.H.Sitompul,
Bpk.Hans Mandalas,Bpk.Ronald Panjaitan,Dr.Sondang Panjaitan,Bonar
Panjaitan,Linda Panjaitan,Edison Tuuk,Dr.Lizal serta Tim RSA Bandar
Lampung,Pdt.G.Wangania,Pdt.M.Ataupah,Bpk.Hisar Simalango bersama Staff.Di
cela-cela KKR diadakan pengobatan gartis(charity clinik) di empat titik yang
dilaksanakan oleh Tim RSA Bandung di pimpin oleh Dr.Manu dan RSA Bandar Lampung
oleh Dr.Lizal,Dr.Lani dengan jumlah pengunjung keseluruhan ada 900 orang.Ketika
kebenaran ditaburkan dari malam ke malam, sepertinya setan sangat marah karena
banyak tantangan yang dihadapai seperti di TTS pedalaman mulai malam kedua para
pengunjung dihalangi oleh orang-orang tertentu namun semangat dan kerinduan
untuk mendengar berita kebenaran terus berkobar dihati setiap pendengar hingga
penutupan KKR.Kefa dan Atambua mendapat perhatian khusus yang dimana distrik
ini menjadi bayang-bayang ketakutan selama ini karena penduduk kefa dan Atambua
mayoritas beragama katolik yang sangat keras sehingga banyak penginjil dan para
hamba-hamba Tuhan Takut untuk mengadakan KKR atau acara Rohani apapun,ternyata
kuasa Tuhan sengat luar biasa terjadi di Kefa dan Atambua kehadiran pengunjung
KKR di Kefa setiap malam berjumlah 200 orang walaupun sering mengalami
kerusakan kendaraan,pecah ban mobil setiap malam.Atambua adalah salah satu
Kabupaten di NTT sebagai gerbang utama negara timor leste yang mayoritas
penduduknya berbahasa tetun yang dimana sebagai pembicara KKR adalah
Bpk.B.F.Sihotang dan ibu,yang unik adalah anggota jemaat Atambua berjumlah
kurang lebih 20 orang namun mereka meliki semangat dan kerjasama yang baik
sehingga dari malam-kemalam kebaktian kebangunan rohani dipadati dengan
muda-mudi katolik dengan pujian setiap malam 4 lagu yang dipersembahkan oleh
orang muda katolik dan Ikatan Mahasiswa Advent Daerah Nusa Tenggara yang
dipimpin langsung oleh Dendi Manu selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Advent (IMAI),pengunjung
yang hadir 100 orang dan yang menjadi sukacita bagi atambua adalah acara
pembentukan tabiat anak berjumlah 150 orang keseluruhannya adalah beragama
katolik, APTA di tangani langsung oleh Ibu.P.Simalango bersama Echi Frans,Inne
Nenobais,Jayner Wenyi,Ardian Lenggu dan acara ini berlangsung sampai hari
sdabat ,kitapun bertanya-tanya bagaimana strategi yang dibuat oleh jemaat
Atambua?menurut gembala jemaat Atambua Pdtm.L.Hutagaoul ada seorang ibu namaya
Femi yang menjalin persahabatan yang sangat bagus dengan masyarakat setempat.Atambua
memiliki cabang sekolah sabat yaitu Weo, alkani yang sangat jauh dan sulit
untuk dilintasi kendaraan waktu musim hujan dengan jarak tempuh PP 10 jam,namun
tidak menghalangi tamu-tamu hadir setiap malam. Bibit kebenaran telah
ditaburkan di empat titik besar didaratan timor dan siap dituai.Di penghujung
KKR setiap pembicara membuat panggilan maka pada hari sabat soe dan TTS
pedalaman 25 orang bersama semua anggota jemaat bersabat di GMAHK Jemaat soe,
atambua 12 orang, kefa 2 orang untuk menyerahkan diri untuk dibaptiskan, Atambua
dan Kefa 12 jiwa murni katolik dan soe 20 jiwa Non SDA,kita tetap doakan kerena
ada 9 jiwa diTTS pedalaman yang akan menyusul karena ada tantangan,begitupula
atambua.Mari kita doakan bersama, agar 39
jiwa ini dapat kuat dan setia dalam mempertahankan imannya, walaupun
banyak tantangan yang akan dihadapi dalam kehidupan mereka. Dilaporkan oleh
Pdt.D.Kana Djo, Dir. Komunikasi DNT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar