Rabu, 12 April 2017

KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI Daerah Nusa Tenggara



“ BAYANG-BAYANG KETAKUTAN BERUBAH MENJADI SUKACITA
Daerah Nusa Tenggara (DNT)
Pada tanggal  5 s/d 11 Agustus 2012 telah diselenggarakan sebuah acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di empat titik besar yaitu Distrik Soe , Distrik TTS Pedalaman, dan lebih Khusus lagi Kefa dan atambua untuk pertama kalinya diadakan oleh Gereja Advent. KKR yang mengambil tema “Pengharapan Di Tengah Krisis”tersebut mengambil tempat di Gereja Advent Soe,Gereja Advent Oobibi, Halaman Gereja Advent Kefa,Gereja Advent Atambua, dengan pembicara yaitu Pdt.L.Simalango,Chaplain Rumah Sakit Advent Bandung dan Tim,Bpk.B.F.Sihotang Bendahara UIKB dan Ibu Sihotang sebagai pembicara RT, Bpk.H.Sitompul, Bpk.Hans Mandalas,Bpk.Ronald Panjaitan,Dr.Sondang Panjaitan,Bonar Panjaitan,Linda Panjaitan,Edison Tuuk,Dr.Lizal serta Tim RSA Bandar Lampung,Pdt.G.Wangania,Pdt.M.Ataupah,Bpk.Hisar Simalango bersama Staff.Di cela-cela KKR diadakan pengobatan gartis(charity clinik) di empat titik yang dilaksanakan oleh Tim RSA Bandung di pimpin oleh Dr.Manu dan RSA Bandar Lampung oleh Dr.Lizal,Dr.Lani dengan jumlah pengunjung keseluruhan ada 900 orang.Ketika kebenaran ditaburkan dari malam ke malam, sepertinya setan sangat marah karena banyak tantangan yang dihadapai seperti di TTS pedalaman mulai malam kedua para pengunjung dihalangi oleh orang-orang tertentu namun semangat dan kerinduan untuk mendengar berita kebenaran terus berkobar dihati setiap pendengar hingga penutupan KKR.Kefa dan Atambua mendapat perhatian khusus yang dimana distrik ini menjadi bayang-bayang ketakutan selama ini karena penduduk kefa dan Atambua mayoritas beragama katolik yang sangat keras sehingga banyak penginjil dan para hamba-hamba Tuhan Takut untuk mengadakan KKR atau acara Rohani apapun,ternyata kuasa Tuhan sengat luar biasa terjadi di Kefa dan Atambua kehadiran pengunjung KKR di Kefa setiap malam berjumlah 200 orang walaupun sering mengalami kerusakan kendaraan,pecah ban mobil setiap malam.Atambua adalah salah satu Kabupaten di NTT sebagai gerbang utama negara timor leste yang mayoritas penduduknya berbahasa tetun yang dimana sebagai pembicara KKR adalah Bpk.B.F.Sihotang dan ibu,yang unik adalah anggota jemaat Atambua berjumlah kurang lebih 20 orang namun mereka meliki semangat dan kerjasama yang baik sehingga dari malam-kemalam kebaktian kebangunan rohani dipadati dengan muda-mudi katolik dengan pujian setiap malam 4 lagu yang dipersembahkan oleh orang muda katolik dan Ikatan Mahasiswa Advent Daerah Nusa Tenggara yang dipimpin langsung oleh Dendi Manu selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Advent (IMAI),pengunjung yang hadir 100 orang dan yang menjadi sukacita bagi atambua adalah acara pembentukan tabiat anak berjumlah 150 orang keseluruhannya adalah beragama katolik, APTA di tangani langsung oleh Ibu.P.Simalango bersama Echi Frans,Inne Nenobais,Jayner Wenyi,Ardian Lenggu dan acara ini berlangsung sampai hari sdabat ,kitapun bertanya-tanya bagaimana strategi yang dibuat oleh jemaat Atambua?menurut gembala jemaat Atambua Pdtm.L.Hutagaoul ada seorang ibu namaya Femi yang menjalin persahabatan yang sangat bagus dengan masyarakat setempat.Atambua memiliki cabang sekolah sabat yaitu Weo, alkani yang sangat jauh dan sulit untuk dilintasi kendaraan waktu musim hujan dengan jarak tempuh PP 10 jam,namun tidak menghalangi tamu-tamu hadir setiap malam. Bibit kebenaran telah ditaburkan di empat titik besar didaratan timor dan siap dituai.Di penghujung KKR setiap pembicara membuat panggilan maka pada hari sabat soe dan TTS pedalaman 25 orang bersama semua anggota jemaat bersabat di GMAHK Jemaat soe, atambua 12 orang, kefa 2 orang untuk menyerahkan diri untuk dibaptiskan, Atambua dan Kefa 12 jiwa murni katolik dan soe 20 jiwa Non SDA,kita tetap doakan kerena ada 9 jiwa diTTS pedalaman yang akan menyusul karena ada tantangan,begitupula atambua.Mari kita doakan bersama, agar 39  jiwa ini dapat kuat dan setia dalam mempertahankan imannya, walaupun banyak tantangan yang akan dihadapi dalam kehidupan mereka. Dilaporkan oleh Pdt.D.Kana Djo, Dir. Komunikasi DNT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar