Selasa, 25 Juni 2019

Perintah Komendan


MENGIKUTI PERINTAH KOMANDAN
 Renungan Harian : Oleh Pdt.D. Kana Djo
 Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
WA: 08113828077


Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal kehidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Tim. 2:3, 4.

Hanya sedikit waktu lagi kita mendesak peperangan itu; lalu Kristus datang dan suasana pemberontakan ini segera berakhir. Kemudian upaya kita yang telah dirintis guna bekerja bersama dengan Kristus meluaskan kerajaan-Nya selesai. Sebagian yang berdiri di medan peperangan terdepan, dengan bersemangat menolak setiap masuknya musuh, namun harus mati di tempat tugas; yang lain menatap dengan sedih setiap pahlawan yang gugur, tetapi tak ada waktu bagi mereka untuk menghentikan perjuangan itu. Mereka terus menggalang pasukan, menegakkan panji-panji dari prajurit yang mati, dan dengan semangat dan tenaga yang dibarui mempertahankan kebenaran dan mengagungkan Kristus. Sebagaimana yang belum pernah terjadi sebelumnya, penolakan harus dibuat terhadap dosa — melawan kuasa-kuasa kegelapan. Waktu menuntut kegiatan yang bersemangat dan menentukan di pihak mereka yang berpegang pada kebenaran zaman ini. Mereka harus mengajarkan kebenaran melalui aturan dan teladan.
Jika tampaknya waktu penantian bagi kedatangan Pelepas itu masih lama, kita menjadi tidak sabar untuk mengakhiri perintah, dan menerima kehormatan yang diperoleh dari peperangan itu, hendaklah kita ingat – biarlah kenangan itu memeriksa bisikan hati – bahwa Allah membiarkan kita di atas dunia untuk menghadapi setiap badai dan pertikaian guna menyempurnakan tabiat Kristen. bersekutu lebih baik dengan Allah. Bapa kita dan Kristus sebagai Saudara Tua kita, dan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus, sehingga dengan hati yang senang kita mendengar kata-kata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; …  masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat 25:31).
Sabarlah, hai prajurit Kristen. Tidak lama lagi Ia yang datang itu akan muncul. Malam penantian yang penuh pengawasan, kelelahan, dan perkabungan segera berakhir. Pahala akan segera dikaruniakan; hari kekekalan itu sudah dekat. Tak ada waktu untuk tidur—tak ada waktu untuk memanjakan diri tanpa penyesalan. Barangsiapa yang tertidur dalam tugas, ia akan kehilangan kesempatan berharga untuk berbuat baik. Jaminan kesukaan diberikan kepada kita pada saat penuaian besar; dan setiap jiwa yang selamat akan merupakan bintang-bintang yang ditambahkan ke atas mahkota Yesus, Juruselamat kita yang sangat dihormati itu. Siapakah yang akan meletakkan senjata perangnya jika oleh mendesak peperangan itu sedikit waktu lagi ia akan mencapai suatu kemenangan baru dan mengumpulkan piala-piala bagi masa kekekalan? – Review and Herald, 25 Okt. 1881


Selasa, 18 Juni 2019

Kata - Kata Yang Tepat


ROH ITU MEMBERIKAN KATA-KATA YANG TEPAT
Pdt. D. Kana Djo ( WA 08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian


Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Mat. 10:20.

Dari semua karunia yang Allah telah berikan kepada manusia, tidak ada yang lebih berharga dari pada karunia berbicara, jika karunia itu disucikan oleh Roh Kudus. Dengan lidahlah kita meyakinkan dan membujuk: dengan lidah juga kita mempersembahkan doa dan pujian kepada Allah, dan dengan lidah kita menyampaikan pemikiran-pemikiran tentang kasih Penebus itu. Mereka yang dilayakkan untuk menerangi pikiran banyak orang selalu akan memiliki kesempatan untuk membaca dari Alkitab atau buku-buku yang mengajarkan kebenaran, sehingga memberi bukti yang menerangi jiwa ….
Pada waktu suara Tuhan berseru, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Roh Ilahi itu menggerakkan hati untuk menyambut, “Ini aku, utuslah aku!” (Yes 6:8). Tetapi ingatlah bahwa bara kehidupan dari mezbah itu harus terlebih dulu menyentuh bibirmu. Maka kata-kata yang engkau ucapkan adalah kata-kata yang bijaksana dan suci. Maka Anda akan memiliki hikmat untuk mengetahui apa yang harus diucapkan dan apa yang tidak perlu diucapkan. Janganlah berusaha menunjukkan kepintaran Anda sebagai ahli teologi. Berhati-hatilah agar tidak membangkitkan suatu roh pertentangan alau prasangka, dan memperkenalkan segala sesuatu tentang iman Anda. Bicarakanlah hal-hal yang tidak akan membangkitkan pertentangan, tapi yang akan membuka hati untuk mengetahui lebih dalam pengetahuan tentang Sabda Allah. Tuhan rindu agar kita menjadi orang-orang yang memenangkan jiwa-jiwa; oleh karena itu sementara Anda tidak memaksakan berbagai doktrin kepada orang lain, Anda harus “siap sedia pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (1 Ptr 3: 15). Mengapa harus takut? Takut kalau-kalau kata-kata Anda menunjukkan keangkuhan, mengucapkan kata-kata yang tidak dipikirkan lebih dulu, atau sikap dan kata-kata Anda tidak sesuai dengan Kristus. Jalinlah hubungan yang lebih erat dengan Kristus, dan sampaikanlah kebenaran sebagaimana adanya di dalam Dia. Hati manusia pasti tersentuh oleh cerita tentang pengorbanan itu.
Bila Anda mempelajari kelembutan dan kerendahan hati Kristus, Anda akan mengetahui apa yang harus Anda katakan kepada orang banyak; karena Roh Kudus akan memberitahukan kepadamu perkataan apa yang harus Anda ucapkan. Orang-orang yang menyadari pentingnya menjaga hati tetap di bawah pengendalian Roh Kudus, akan disanggupkan untuk menaburkan benih yang akan tumbuh kepada hidup kekal. Inilah tugas pengabar Injil.—Australasian Union Conference Record, 1 Juli 1902.



Kamis, 13 Juni 2019

Orang Tuan Yang Prihatin


BERSAMA ORANGTUA YANG PRIHATIN
Oleh : Pdt. D. Kana Djo (08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian, Tgl 14 Juni 2019


Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu, yang kudus dari padaku! Bangkitlah kembali padaku kegirangan karena selamat dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Mzm. 51:13-15.

Betapa hebatnya doa ini! Hal ini merupakan satu bukti besar bahwa orang-orang berdosa dalam keluarga Allah tak boleh diperlakukan dengan acuh tak acuh, karena Tuhan memandang mereka sebagai tebusan darah-Nya. Dalam setiap keluarga di mana terdapat orang yang belum bertobat, adalah keharusan bagi orang-orang yang mengenal Tuhan untuk bekerja dengan bijaksana demi pertobatan mereka. Tuhan sungguh akan memberkati upaya orang tua, sementara dalam takut dan kasih-Nya mereka berupaya menyelamatkan jiwa-jiwa dalam rumah tangga mereka. Tuhan Yesus menanti mereka dengan penuh rahmat.
Oh, semoga pekerjaan dimulai dari hati! “Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah” (Mzm 51:18, 19). Hendaklah dimengerti oleh setiap anggota keluarga bahwa pekerjaan ini harus dimulai dari hati. Hati harus diserahkan dan mengalami penyesalan melalui kuasa yang membarui dari Roh Kudus. Dengan kesadaran akan bantuan agen yang berkuasa ini, tak dapatkah para orang tua bekerja bagi pertobatan anak-anak mereka dengan semangat dan kasih yang lebih besar daripada sebelumnya?
Janji Tuhan adalah “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya” (Yeh 36:25-27).
Bila Roh Tuhan bekerja pada hati orang tua, doa dan air mata mereka akan naik ke hadapan Bapa, memohon dengan penuh kesungguhan, maka mereka akan menerima kasih karunia dan hikmat dari surga, sehingga mereka mampu berupaya untuk anak-anak mereka yang belum bertobat. Sementara Roh ini bekerja di rumah mereka, kemudian ke dalam jemaat, dengan demikian mereka yang telah menjadi misionaris di rumah akan menjadi agen Allah di jemaat dan di dunia. Lembaga-lembaga yang telah didirikan Allah akan membawa satu perubahan yang sangat berbeda seutuhnya. – Review and Herald, 14 Maret 1893.



Kawan Sekerja Allah


KAWAN SEKERJA ALLAH
Pdt. D. Kana Djo (08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian


Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 1 Kor. 3:9

Roh Kudus haruslah menjadi oknum yang berperan dalam meyakinkan tentang dosa. Oknum Ilahi ini menyampaikan kepada pembicara tersebut manfaat-manfaat dari pengorbanan yang dibuat di kayu salib; dan sementara kebenaran itu dihadapkan kepada jiwa-jiwa yang hadir, Kristus memenangkan mereka bagi diri-Nya dan berusaha untuk mengubah sifat alami mereka. Dia bersedia menolong kelemahan mengajar, memimpin, serta mengilhami kita dengan pemikiran-pemikiran yang berasal dari surga.
Betapa sedikitnya yang dapat manusia lakukan dalam pekerjaan penyelamatan jiwa tetapi alangkah banyak jika mereka melakukannya melalui Kristus serta dipenuhi oleh Roh-Nya! Guru lahirlah tidak dapat membaca hati para pendengarnya; tetapi Yesus siap membagikan kasih karunia kepada setiap jiwa yang membutuhkannya. Dia memahami kemampuan manusia, kelemahan dan kekuatannya. Tuhan bekerja atas hati manusia. Dengan demikian hati orang yang tidak percaya itu terjamah, dan menyambut kepada pekabaran kebenaran.
“Kami adalah kawan sekerja Allah.” Keyakinan yang ditanam di dalam hati, serta penerangan yang diberikan ke dalam pikiran oleh masuknya Sabda itu, bekerja dengan selaras. Kebenaran yang dihadapkan kepada pikiran memiliki kuasa yang membangkitkan tenaga yang tidak digunakan yang dimiliki jiwa itu. Roh Allah yang bekerja di dalam hati, bekerja sama dengan usaha Allah melalui manusia sebagai alat-alat-Nya.
Kepada saya berulang kali telah ditunjukkan bahwa umat Allah pada akhir zaman ini tidak akan aman bila menaruh kepercayaannya pada manusia dan bergantung pada kekuatannya. Pedang kebenaran yang berkuasa itu, telah membawa mereka keluar dari dunia ini sebagai batu-batu kasar yang perlu dipotong dan dibentuk dan digosok agar berguna bagi bangunan surga. Mereka dapat dipotong oleh para nabi melalui teguran, peringatan dan nasihat, sehingga mereka boleh dibentuk sesuai dengan Teladan Ilahi; inilah tugas khusus dari Penghibur itu—yaitu, mengubah hati dan tabiat, agar manusia memelihara jalan Tuhan.—Home Missionary, 1 Nov. 1893.



Selasa, 11 Juni 2019

Tidak Layak Tapi Berguna


TIDAK LAYAK TAPI BERGUNA
Pdt. D. Kana Djo (08113828077)
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 1 Kor. 1:27-29.

Jika kita memiliki pengertian yang benar akan pentingnya dan besarnya tugas kita, dan dapat melihat diri kita sebagaimana kita ada sekarang ini, kita akan merasa heran karena Allah dapat menggunakan kita dalam usaha membawa jiwa-jiwa kepada kebenaran, tidak layak sebagaimana keadaan kita sekarang. Ada banyak hal yang sepatutnya kita mengerti namun kita tidak mengerti karena kita melewatkan begitu saja kesempatan-kesempatan kita.
Kristus berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya” (Yoh 16:12). Inilah keadaan kita. Sanggupkah mereka memahami apa yang Dia harus katakana kepada mereka, jika mereka telah menjadi pelaku Sabda-Nya—jika telah memperkembang maksud demi maksud dari kebenaran yang telah Dia sampaikan kepada mereka? Tetapi meskipun mereka tidak mengetahuinya, Dia memberitahukan kepada mereka bahwa Dia akan mengirim Penghibur, yang akan menuntun mereka ke dalam seluruh kebenaran. Kita semuanya berada dalam suatu keadaan di mana kita dapat memahami seluruh ajaran, tuntunan, dan ajaran Roh Kristus. Kita tidak boleh mengukur Allah atau kebenaran-Nya dengan pengertian kita yang terbatas, atau dengan pendapat kita.
Banyak orang yang tidak menyadari di mana mereka berada; karena mereka buta secara rohani. “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian kamu tidak tahan uji” (2 Kor 13:5). Saya percaya bahwa tidak satu pun di antara kita yang bermoral. Apakah Kristus tinggal sekarang ini dalam hatimu untuk menyelamatkan orang-orang yang demi mereka Kristus telah mati, sehingga diri tidak berarti apa-apa, dan Kristus sajalah yang ditinggikan….
Orang-orang yang mengaku satu dengan Kristus harus menjadi rekan sekerja Allah. Umat-umat harus mengamarkan dunia ini, dan harus mempersiapkan suatu umat yang akan menghadapi hari murka itu, pada saat Anak manusia akan datang dalam awan-awan di langit. Anggota-anggota jemaat Kristus harus mengumpulkan sinar-sinar terang Ilahi dari Yesus, serta memancarkan kepada orang lain untuk menerangi jalan-jalan menuju ke surga di dalam dunia.—Review and Herald, 8 Oktober 1889.


Perlindungan Allah


DIKELILINGI OLEH PERLINDUNGAN ALLAH
Oleh : Pdt. Deni Kana Djo (081138280770
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan Harian


Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, engkau akan memuliakan Aku. Mzm. 50:15.

Saat pencobaan muncul, yang kelihatannya tak dapat dijelaskan, janganlah merusak kedamaian kita. Bagaimana tidak adilnya pun kita diperlakukan, janganlah amarah kita meluap. Kita memaksa diri sendiri dengan memanjakan roh dendam. Kita merusak keyakinan kita pada Allah, dan mendukakan Roh Kudus. Kita adalah Saksi, Juru kabar surgawi, yang akan mengangkat panji menentang musuh Dia akan melindungi kita dengan ‘sinar terang Matahari Kebenaran. Setan dapat pelindung ini. Dia tak berkuasa melewati perisai terang yang suci ini.
Sementara dunia ini terus bertambah jahat, tak perlu seorang pun di antara kita menipu dengan berkata bahwa kita tak akan menghadapi kesukaran. Tapi justru kesukaran inilah yang membawa kita menghadap, Allah Yang Mahatinggi. Kita boleh nasihat Dia yang tak terukur hikmat-Nya.
Tuhan berkata, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan” (Mzm 50:15). Dia mengundang kita untuk menghadapkan kepada-Nya masalah dan keperluan kita, serta pentingnya pertolongan Ilahi bagi kila. Dia menyuruh kita untuk langsung saja berdoa. Kapan saja kesulitan itu muncul, kita harus memanjatkan permohonan dengan sungguh dan percaya. Oleh doa kita yang ulet kita menyatakan keyakinan kita yang teguh kepada Allah. Perasaan akan kepentingan kita menuntun kita untuk berdoa dengan sungguh, dan kita yang di surga akan tergerak oleh permohonan-permohonan kita.
Sering orang yang menderita ejekan dan aniaya karena iman mereka tergoda untuk berpikir bahwa mereka telah ditinggalkan Allah. Pada pemandangan manusia, mereka sekelompok minoritas. Dari semua segi, tampaknya musuh mereka akan menang melawan mereka. Tapi janganlah mereka mencemari hati nurani mereka. Dia yang telah menderita demi mereka, dan telah menanggung duka dan derita mereka tidak meninggalkan mereka.
Anak-anak Allah tidak ditinggalkan sendirian dan tanpa perlindungan. Doa menggerakkan lengan Yang Mahakuasa. Doa telah “menaklukkan kerajaan, mendapat kebenaran, menerima janji, menutup mulut singa, memadamkan keganasan api”—kita akan mengerti hal itu bila mendengar laporan para syuhada yang mati syahid demi iman mereka—“yang telah mengalahkan tentara-tentara musuh” (Ibr 11:33, 34).—Christ Object Lessons, hlm. 171, 172




Senin, 10 Juni 2019


GARAM DUNIA
Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Deni Kana Djo, S.Ag (08113828077)
Renungan Harian

Kamu adalah garam dunia, Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia  diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Mat. 5:13

Allah ingin bekerja bersama jemaat, tetapi bukan tanpa kerjasama mereka. Hendaknya setiap orang di antara kamu yang telah menikmati Sabda Allah “bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:16). Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Garam yang menyelamatkan itu, yang menjadi ciri orang Kristen, adalah kasih Kristus di dalam hati, yaitu kebenaran Kristus yang memenuhi jiwa. Jika orang yang mengaku beragama ingin memelihara keteguhan imannya, maka ia harus tetap menempatkan kebenaran Kristus di depannya, dan menerima kemuliaan Allah setelahnya. Maka kuasa Kristus akan nyata dalam kehidupan dan tabiat.
Sungguh, bila kita tiba di gerbang mutiara itu, dan masuk ke dalam kota Allah, adakah dari antara orang yang masuk ke dalamnya, menyesal karena dia telah mengabdikan hidupnya sepenuhnya kepada Yesus? Marilah kita mengasihi Dia, dengan kasih yang utuh, serta bekerjasama dengan makhluk-makhluk surga, sehingga kita boleh menjadi kawan sekerja, Allah, dan dengan mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, sanggup menyatakan Kristus kepada orang lain. Biarlah kami menerima baptisan Roh Kudus! Sungguh, kiranya sinar terang dari Matahari kebenaran itu boleh masuk ke dalam setiap rongga hati dan pikiran, sehingga setiap ilah dapat disingkirkan dan dibuang dari bait suci jiwa! Kiranya lidah, kami difasihkan untuk berbicara, tentang kebaikan-Nya, serta bercerita tentang kuasa-Nya!
Jika Anda menyambut tarikan Yesus, Anda tidak akan gagal mempengaruhi orang lain melalui keindahan dan kuasa anugerah Kristus. Marilah kita memandang Dia agar diubahkan ke dalam citra-Nya yang di dalam-Nya berdiam seluruh kesempurnaan Keallahan, serta menyadari bahwa kita diterima di antara orang-orang yang dikasihi, yang “telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kol 2:10).—Bible Echo, 15 Februari 1892.