KATA PENGANTAR
Selama beberapa bulan terakhir ini, kami telah
mengunjungi para pemimpin Pelayanan Rumah Tangga dan anggota-anggota gereja di setiap benua di
dunia. Melintasi kenyataan-kenyataan dunia yang selalu mengakibatkan jet lag
(sindrom perbedaan zona waktu), dan mencicipi makanan-makanan yang berbeda,
bahasa-bahasa yang beragam, budaya-budaya
yang berbeda, suhu udara yang berbeda, pola cuaca yang berbeda, dan
sejumlah sensasi baru -- beberapa lebih menyenangkan dari yang lain – namun,
yang selalu sama di mana pun adalah kebutuhan manusia yang sangat besar akan
Allah.
Menikah atau membujang; muda atau tua, laki-laki atau
perempuan, bercerai atau janda; anggota baru atau lama, memiliki anak atau
tidak, orang Afrika atau Asia, dari Amerika atau Eropa, dari Timur Tengah atau
Pasifik Selatan, kita semua membutuhkan Yesus untuk memasuki kehidupan kita,
dan memberi kita perdamaian, persahabatan dan jaminan Dia akan menyediakan
semua kebutuhan kita.
Langkah yang tergesa-gesa dari kehidupan di abad ke-21 telah
meninggalkan kita terengah-engah dalam menarik nafas. Dan untuk dilema ini,
kita menambahkan pemasangan alarm, penyebaran media di negara-negara maju dan
berkembang, termasuk di kalangan anak-anak yang sangat muda.
Ketika anak-anak kami masih kecil, relatif mudah bagi
kami untuk mengadakan ibadah keluarga setiap hari. Tidak lama Jessica dan
Julian mulai sekolah, bertualang, dan sejumlah kegiatan anak-anak lainnya,
ibadah keluarga kami pun semuanya sirna. Pengakuan akan kenyataan ini mendorong
kami untuk mengadakan suatu pertemuan keluarga untuk menghadapi situasi yang
tidak bisa dipertahankan ini.
Meskipun pilihan-pilihan yang sangat sulit dan kurang
menyenangkan ada di hadapan kami, kami memutuskan untuk bangun lebih pagi dalam
rangka menyediakan waktu bersama Allah, sebagai suatu keluarga, pada awal
setiap harinya. Mula-mula itu sangat sulit. Namun, memasukkan kembali
perbaktian keluarga dalam jadwal harian kami telah memperkaya hubungan kami
dengan Allah, dan dengan orang lain tentunya.
Tema kita untuk sumber ini adalah Kebangunan Rohani dan Reformasi: Keluarga-Keluarga Menjangkau Ke Atas!
Tidak mungkin untuk membangun suatu hubungan yang layak bersama Allah tanpa
membuat waktu untuk berkomunikasi dengan-Nya setiap hari.
Dalam Yeremia 29:13 Allah menyatakan: "Apabila kamu
mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan
segenap hati.” Pada tulisan yang sama, Ellen White menyatakan:
"Kuduskanlah dirimu bagi Allah di pagi hari; buatlah ini menjadi pekerjaanmu yang paling pertama" (Steps to Christ. hal 70).
Kenyataannya: "Pertumbuhan kita dalam kasih karunia, sukacita kita,
manfaat diri kita -- semuanya bergantung pada persatuan kita dengan Kristus.
Ini terjadi melalui persekutuan kita dengan-Nya, setiap hari, setiap jam --
oleh tinggal di dalam-Nya -- maka kita bertumbuh dalam kasih karunia. Dia bukan
hanya Pencipta, tetapi juga Penyempurna iman kita. Kristuslah yang pertama dan
terakhir dan seterusnya." (Steps To Christ, hal 69).
Kami berharap khotbah-khotbah, lokakarya, cerita,
sumber-sumber kepemimpinan dan artikel-artikel yang dicetak ulang dalam buku
ini, akan membantu para keluarga untuk merasakan kebutuhan yang mendesak akan
jangkauan ke atas, dan membuat hubungan
dengan Tuhan setiap hari.
Untuk keluarga-keluarga yang lebih kuat dan lebih sehat,
Willie dan Elaine Oliver, Direktur Departemen Pelayanan Rumah Tangga
1
BAGAIMANA CARA
MENGGUNAKAN BUKU PERENCANAAN INI
Buku Perencanaan Pelayanan Rumah Tangga ini merupakan
suatu sumber tahunan yang diselenggarakan oleh Departemen Pelayanan Rumah
Tangga General Conference dengan masukan dari daerah-daerah sedunia untuk
membekali gereja-gereja setempat di seluruh dunia dengan sumber-sumber untuk
pekan dan Sabat khusus penekanan rumah tangga.
Rumah Tangga Kristen dan Pekan Pernikahan: 11-18 Februari
Rumah Tangga Kristen dan Pekan Pernikahan dilaksanakan
pada bulan Februari mencakup dua hari Sabat: Hari Pernikahan Kristen yang
menekankan pernikahan Kristen dan Hari Depan Kristen yang menekankan pada
pengasuhan anak. Rumah Tangga Kristen dan Pekan Pernikahan dimulai pada Hari
Sabat kedua dan berakhir pada Hari Sabat ketiga di bulan Februari.
Hari Pernikahan
Kristen: Sabat, 11 Februari, (Menekankan pada pernikahan)
Gunakan Khotbah
Pernikahan untuk pelayanan ibadah dan Seminar Mini Pernikahan pada Hari Jumat
malam, Sabat siang atau Sabat malam.
Hari Rumah Tangga Kristen: Sabat, 18 Februari (Menekankan
keterlibatan seluruh anggaota keluarga dalm penginjilan)
Gunakan waktu dalam khotbah untuk melibatkan seluruh anggota keluarga
dalam penginjilan. Diharapkan agar setiap keluarga dapat mengalami berkat dalam
keterlibatan menginjil.
Seminar Mini 1, Minggu 12 Februari
KEBANGUNAN DAN REFORMASI DALAM PERNIKAHAN
Seminar Mini 2, Senin 13 Februari 2017
PEMURIDAN KELUARGA: ANAK-ANAK DALAM PEMURIDAN
Seminar Mini 3, Selasa 14 Februari 2017
IBADAH KELUARGA: KELUARGA MENJANGKAU KE ATAS
Seminar Mini 4, Rabu 15 Februari 2017
PEMURIDAN KELUARGA KEPADA KRISTUS :KELUARGA UNTUK
KELUARGA
Bahan Bacaan, Kamis 16 Februari 2017
HUBUNGAN KEBANGUNAN DAN REFORMASI
Bahan Bacaan,
Jumat 17 Februari 2017
GENGGAMLAH
TANGANKU, TUHAN
BAHAN KHOTBAH – UNTUK SABAT 18 Februari 2017
KARUNIA YANG ALLAH
JANJIKAN
Dalam buku perencanaan ini Saudara akan menemukan
khotbah-khotbah, seminar mini, cerita anak-anak serta sumber-sumber dan khotbah
kepemimpinan, cetakan ulang artikel dan ulasan buku untuk membantu
memfasilitasi hari yang khusus ini dan program lainnya yang Saudara mungkin
ingin terapkan selama tahun ini.
Dalam sumber-sumber ini juga termasuk sebuah disk dengan
presentasi Microsoft PowerPoint® dari seminar mini. Para Pembawa Seminar
didorong untuk mempersonalisasikan presentasi Microsoft PowerPoint® ini dengan
kisah-kisah pribadi mereka sendiri dan gambar-gambar yang mencerminkan
keragaman berbagai komunitas mereka.
2
Bahan Khotbah
Hari Pernikahan Kristen: Sabat, 11 February 2017
MUJIZAT DALAM PERNIKAHAN
Oleh Willie dan Elaine Oliver
Oleh Willie dan Elaine Oliver
Ayat inti boleh di ambil salah satu di bawah ini:
Pemimpin: Matius 18:2, 3 Jemaat: Filipi 3:13,14
Pemimpin: Yesaya 40:26 Jemaat:
Yesaya 55:6,7
Pemimpin: 1 Yohanes 2:1 Jemaat: Mazmur 28:2
Ayat: Yohanes
2:1-10
Pendahuluan
Pernikahan adalah lembaga pertama yang didirikan Allah
pada saat penciptaan. Pada akhir hari itu, "Maka Allah melihat segala yang
dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah
hari keenam." (Kej 1:31).
Meskipun menjadi lembaga pertama yang didirikan oleh Allah
pada penciptaan, dan dinyatakan sangat baik oleh Allah alam semesta, pernikahan
itu sulit. Tentu saja, segala sesuatu yang Allah minta untuk kita lakukan itu sulit, "Karena semua orang
telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23).
Kebanyakan pasangan menikah yang memiliki pernikahan yang
relatif baik, dapat bersenang-senang. Namun, ide mereka untuk bersenang-senang
tidaklah selalu sama. Yang seorang ingin makan nasi dan kacang-kacangan dan
kelewele (pisang goreng dari Ghana), sementara yang lain ingin makan spaghetti.
Yang seorang ingin berlibur di pegunungan, sementara yang lain ingin berlibur
di pantai. Yang seorang ingin pergi jalan-jalan di Hari Sabat sore, sementara
yang lain ingin tidur siang. Yang seorang ingin memiliki tiga anak, sementara
yang lain tidak ingin memiliki anak. Yang seorang harus tiba di gereja tepat
waktu setiap Sabat, sementara yang lain tidak bisa tepat waktu.
Dengan semua tantangan ini, siapakah yang benar-benar
dapat memiliki pernikahan yang bahagia? Apakah Allah membuat kesalahan? Apakah
pernikahan itu terlalu sulit bagi manusia yang telah jatuh?
Hari ini kita akan berbicara tentang realitas dalam
pernikahan dan hubungan lainnya yang sebagian besar kita sudah merasa akrab
dengannya. Kami juga akan berbagi bagaimana kita dapat bergantung pada Allah
untuk menjalaninya, dengan belajar bagaimana menjadi sabar, ramah, pengertian,
dan memaafkan; memungkinkan kehadiran Allah mengerjakan keajaiban-keajaiban
dalam pernikahan kita masing-masing setiap hari. Topik kita hari ini adalah:
Mujizat dalam Pernikahan.
Ayat: Yohanes
2:1-10
Dalam kitab Kejadian, Allah digambarkan sebagai yang
sedang berfirman kepada dunia. Allah mengucapkan firman dan hal-hal yang
membuahkan hasil: langit, bumi, laut dan sungai-sungai; tanam-tanaman dan
padang-padang rumput, burung-burung dan ikan-ikan, hewan-hewan dan manusia.
Semua yang terlihat dan tidak terlihat, menjadi ada oleh firman Allah yang
diucapkan.
Sesuatu yang disengaja setara dengan kata-kata pembukaan
Kitab Kejadian, kitab Yohanes, menyajikan Allah sebagai firman keselamatan yang
menjadi hidup. Kali ini firman Allah mengambil bentuk manusia dan masuk ke
dalam sejarah dalam pribadi Yesus Kristus. Yesus mengucapkan firman itu dan
realitas yang luar biasa muncul: pengampunan dan penghakiman, penyembuhan dan
pencerahan, kebaikan dan rahmat, kebahagiaan dan kasih, kemerdekaan dan
pemulihan.
3
Semua yang telah hancur dan jatuh, jahat dan najis,
dipanggil bagi keselamatan oleh firman yang diucapkan oleh Allah.
Oleh sebab itu, di berbagai tempat berbagai hal telah
berjalan dengan sangat salah dan sangat membutuhkan perbaikan yang serius
(Kitab Kejadian menceritakan kisah itu juga). Perbaikan aakan semua hal ini
disadari oleh Firman itu -- Yesus
Kristus. Yesus, dalam kisah ini, bukan hanya mengucapkan firman Allah, tapi Dia
adalah Firman Allah itu.
Dengan tetap berada di hadapan Firman ini, kita mulai
menyadari bahwa kata-kata kita lebih bermakna daripada yang pernah kita akui.
Mendeklarasikan "Saya percaya," misalnya, adalah perbedaan antara
hidup dan mati. Kata-kata kita mendapatkan nilai dan arti dalam percakapan
dengan Yesus. Bagi Yesus keselamatan itu tidaklah dipaksakan, melainkan Dia
membawa keselamatan itu melalui percakapan yang tidak terburu-buru, hubungan
intim, jawaban yang penuh rahmat, doa yang sungguh-sungguh, dan – secara
kolektif -- melalui korban kematian-Nya di kayu salib. Kita jangan cepat-cepat
menjauh dari kata-kata seperti ini. Dan untuk pelajaran kita hari ini, Firman
itu ditemukan di tengah-tengah perayaan pernikahan pada pasal yang kedua dari
kitab Yohanes. (The Message. 2002.
NavPress).
Yohanes Pembaptis, sepupu Yesus, berdiri di tepi sungai
Yordan berkhotbah dan membaptis dalam pasal satu. Ketika ia melihat Yesus
datang ke arahnya, dia berhenti dan berseru, "Lihatlah Anak domba Allah,
yang menghapus dosa dunia!" (Yohanes 1:29) Pengakuan di dekat sungai ini
membuat Yesus mendapatkan beberapa orang murid yang mengikuti-Nya kembali ke
Galilea, ke tempat mukjizat pertama-Nya.
Firman ini datang dalam pribadi Yesus, yang datang untuk
hidup di antara manusia dan mengalami hidup mereka sehingga mereka dapat
mengalami keselamatan-Nya. Dia adalah Allah dalam daging, Immanuel, yang pada
sebuah pesta pernikahan di Kana, bersama murid-murid baru-Nya -- salah satu
dari mereka bernama Natanael, yang sebenarnya berasal dari Kana (Yohanes 21:2).
Mungkin Yesus membawanya pulang agar ia dapat digunakan untuk membantu membawa
keselamatan bagi keluarganya.
Kana berada sekitar tiga hari perjalanan dari sungai
Yordan dan sangat dekat ke Nazaret, di mana Maria ibu Yesus hidup. Para sarjana
menunjukkan pernikahan itu mungkin dari seorang kerabat Maria dan itulah alasan
mengapa Yesus diundang, karena pelayanan-Nya kepada masyarakat baru saja
dimulai dan Dia pun masih hampir tidak dikenal.
Pesta pernikahan di timur dekat sering berlangsung selama
tujuh hari, cukup membuat beban keuangan kepada orang yang menyediakan makanan
dan minuman. Ketika persediaan anggur habis -- tampaknya keluarga ini agak
miskin -- Maria melibatkan diri untuk mencoba menyelamatkan muka keluarga
dengan memanggil Yesus. Yesus hingga saat ini belum melakukan mujizat apapun.
Tapi, Maria pasti sudah tahu, dalam menghadapi kemustahilan ini, Mesias yang
dijanjikan itulah satu-satunya harapannya untuk membantu memecahkan dilema
memalukan itu.
Menggunakan kesempatan ini untuk membiarkan ibunya tahu
bahwa dia bukan lagi seorang anak lelaki kecil, atau di bawah wewenang gerak
hatinya; lebih dari itu, oleh ingin memberi isyarat bahwa hidup-Nya sekarang
semata-mata berada pada pengaturan dan arahan dari Allah Bapa, Yesus
menjawab: "Mau apakah engkau dari
pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Sekarang, para ahli Perjanjian Baru
memastikan pada para pembaca zaman modern, bahwa bahasa ini sama sekali bukan
tidak menghormati Maria, melainkan mengajukannya sebagai suatu komunikasi sopan
yang sangat umum di antara ibu dan anak yang sudah dewasa, sementara
pernyataan: "Mau apakah engkau dari pada-Ku?" merupakan sebuah
ekspresi umum dalam bahasa Yunani untuk menyampaikan hubungan yang ada
sebelumnya antara dua individu yang telah berkembang ke tingkat yang baru.
4
Apa yang sangat penting yang sering disalahpahami dalam
pembicaraan antara Yesus dan ibunya ini adalah bahwa tidak ada argumen yang
muncul di antara mereka. Dengan tenang, rendah hati dan penuh kepastian dia
berbicara kepada para pelayan -- mereka jelas mengenalnya sejak kunjungan
sebelumnya ke rumah itu -- dan berkata: "Apa yang dikatakan kepadamu,
buatlah itu" (Yohanes 2:5).
Itu pastilah pernikahan orang Yahudi yang taat, mengingat adanya enam tempayan air yang
terbuat dari batu (masing-masing berisi 20 sampai 30 galon) yang digunakan
untuk ritual penyucian Yahudi sebelum dan sesudah makan (Mat. 15:1-2). Yesus
memerintahkan para pelayan untuk mengisi tempayan-tempayan itu dengan air, dan
para pelayan itu mematuhinya, sampai penuh sekali. Yesus memerintahkan mereka
untuk mencedok air itu dan membawanya ke pemimpin pesta untuk meminta
persetujuannya. Pemimpin pesta itu sangat sibuk dalam pesta itu, tampaknya ia
tidak tahu bahwa mereka telah kehabisan anggur, namun, ia sudah siap untuk
mencicipi air anggur yang baru itu yang akan ditawarkan kepada para tamu.
Pemimpin pesta itu berhenti sejenak tidak lama setelah
mengecapnya, lalu memanggil mempelai laki-laki dan berkata anggur yang terbaik,
tidak seperti kebiasaan pada umumnya, tetap ada sampai saat yang terakhir. (Walvoord, et al., 1983-c1985).
Aplikasi
Pertanyaan hari ini, Saudara dan Saudari, adalah pelajaran apa yang kita temukan dalam kisah ini untuk menginformasikan bagaimana kita masing-masing dapat merundingkan pernikahan atau hubungan penting lainnya dalam cara yang lebih baik daripada yang kita miliki di masa lalu?
Pertanyaan hari ini, Saudara dan Saudari, adalah pelajaran apa yang kita temukan dalam kisah ini untuk menginformasikan bagaimana kita masing-masing dapat merundingkan pernikahan atau hubungan penting lainnya dalam cara yang lebih baik daripada yang kita miliki di masa lalu?
Apakah kita menikah atau menjalin hubungan penting
lainnya tanpa menghitung biaya? Apakah kita kehabisan anggur kesabaran,
pengampunan kebaikan, dan sukacita? Apakah kita menyadari pernikahan dan
hubungan lainnya tidak hanya untuk memberikan kepada kita kenyamanan,
persahabatan dan sukacita tetapi juga untuk memberikan kehormatan, pujian dan
kemuliaan bagi Allah?
Meskipun mungkin telah sampai pada menit terakhir dari
perencanaan, pasangan ini mengundang Yesus ke dalam pernikahan mereka, dan itu
berarti ke dalam kehidupan mereka. Apakah kita mengundang Yesus ke dalam rumah
kita dan ke dalam hubungan kita untuk mengatur lalu lintasnya dan melakukan
mujizat?
Pasangan di Kana itu mungkin tidak tahu pentingnya
memiliki Yesus pada pesta pernikahan mereka, tetapi seseorang yang tahu dan
peduli terhadap mereka mengundang Yesus untuk hadir di tengah-tengah mereka.
Yesus menggunakan tempayan air yang telah tersedia di
rumah mereka, sebuah simbol ketaatan kepada Allah. Apa yang kita sudah
praktekkan di rumah tangga kita yang Yesus dapat gunakan untuk mengubah
realitas hubungan pernikahan dan rumah tangga kita?
Tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan. Dia dapat
membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dia dapat mengubah kekosongan
kita menjadi kelimpahan yang meluap. Jika kita membiarkan Yesus masuk ke dalam
pernikahan dan rumah tangga kita, Ia dapat melakukan mujizat yang mengubah rasa
malu dan rasa sakit dari kehidupan kita.
Jadi apa sajakah masalah-masalah dalam pernikahan kita
yang kita tidak tahu bagaimana untuk menanganinya dan yang menyebabkan kita
kehabisan kesabaran, pengampunan kebaikan, dan sukacita?
Dalam hal kebaikan Alkitab
menyatakan tentang istri yang saleh dalam Amsal 31:26: "Ia membuka
mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah
lembut ada di lidahnya." Kitab Suci juga menyatakan hal itu
5
dalam 1 Korintus
13:4: "Kasih itu sabar; kasih itu murah
hati. . . " Dan Efesus 4:32 menegaskan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh
kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah
mengampuni kamu."
Tentang kesabaran Kitab
Suci menyatakan dalam Yakobus 1:4:"Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi
sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun." Rasul Paulus
mengumumkannya dalam 1 Timotius 6:11: "Tetapi engkau hai manusia Allah,
jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan." Dan
kemudian dalam Roma 15:5: "Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan
kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus."
Pada pokok pengampunan,
Kitab Suci mengumumkan dalam Matius 6:14, 15: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang
di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,
Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Lalu Mazmur 86:5 menyatakan: "Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia
bagi semua orang yang berseru kepada-Mu." Dan ayat klasik dalam 1 Yohanes
1:9 menyatakan: "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan
adil, sehingga Ia akan mengampuni
segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Berbicara tentang bagaimana kita harus bersikap satu sama
lain dalam pernikahan dan dalam rumah tangga, Ellen White menyatakan dalam Rumah Tangga Advent, hal 421:
"Kesopanan, bahkan dalam hal-hal kecil, haruslah dinyatakan oleh orang tua
terhadap satu sama lain. Kebaikan yang menyeluruh harus menjadi hukum rumah
tangga. Tidak ada bahasa kasar yang boleh dimanjakan, tidak ada kata-kata pahit
yang boleh diucapkan."
Rekening Bank Emosional
Kita harus menyadari kebutuhan untuk menggunakan
kebajikan dalam kitab suci dengan cara-cara yang praktis untuk merundingkan
pernikahan setiap hari, dalam rangka untuk bertahan dan berkembang untuk
menjadi berkat bagi anak-anak kita, bagi pasangan kita masing-masing, bagi
masyarakat kita, gereja kita dan Allah kita.
Suatu keahlian yang banyak telah disadari, namun yang
sering lupa untuk digunakan ketika kita membutuhkan keajaiban dari Yesus dalam
pernikahan atau hubungan kita yang lainnya disebut Rekening Bank Emosional,
digunakan oleh Dr Stephen Covey, dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People.
Hubungan Saudara dengan semua orang dan siapa saja adalah
bagaikan rekening bank biasa. Sebagian besar dari kita, dalam kehidupan nyata,
memiliki rekening bank. Yang pasti, sebagian dari kita memiliki banyak dalam
rekening bank kita, dan banyak di antara kita memiliki sedikit di dalam
rekening bank kita. Dalam banyak kasus, sejumlah rekening tersebut tekor dan
kita membayar biaya penalti yang dapat membuat kita sakit.
Dalam setiap interaksi dengan setiap orang yang dengannya
kita berurusan setiap hari dalam kehidupan kita, tiap-tiap kita melakukan
penyetoran – yaitu penyetoran emosional dengan apa yang kita katakan dan
bagaimana kita mengatakannya, atau apa yang kita lakukan dan bagaimana kita
melakukannya, atau kita membuat penarikan / pengambilan kembali secara
emosional.
Ketika kita bersikap baik kepada pasangan kita,
anak-anak, pimpinan, karyawan, anggota gereja ataupun sahabat kita, kita
melakukan penyetoran emosional. Ketika kita menjadi orang yang sukar, kasar,
tidak sabar, atau tidak setia, kita melakukan penarikan emosional.
Setiap hubungan -- pastinya setiap pernikahan, dan setiap
jenis hubungan lainnya – mengalami penyetoran maupun penarikan emosional setiap
hari dalam kehidupan kita. Sehingga, tergantung pada seberapa
sering kita melakukan penyetoran atau penarikan,
frekuensinya akan menentukan kelangsungan atau
6
kurangnya
keberlanjutan hubungan kita.
Ketika kita berkontribusi secara adil dalam beban
tugas-tugas di rumah kita, suami atau istri kita mengalami setoran emosional.
Ketika kita berperilaku dengan cara yang tidak meneguhkan hubungan, sebaliknya
yang terjadi, dan pasangan kita, anak-anak kita, teman pria, teman wanita kita,
pimpinan, sahabat atau karyawan kita mengalami suatu penarikan emosional.
Semakin konsisten kita dalam melakukan setoran emosional ke dalam rekening bank
emosional dari orang yang dengannya kita berhubungan, hubungan kita akan lebih
kuat dan lebih sehat. Jika di sisi lain hampir semua yang kita lakukan dalam
hubungan kita adalah penarikan emosional, sangat segera rekening bank emosional
kita akan tekor karena kurangnya setoran emosional dan kita akan mengalami
kebangkrutan dalam pernikahan atau hubungan kita masing-masing, karena perilaku
kita telah menelan semua mata uang yang tersisa.
Kesimpulan
Setiap pernikahan mengalami masa-masa yang baik, dan
setiap pernikahan juga memiliki masa-masa yang buruk. Hal ini juga berlaku bagi
setiap hubungan yang kita miliki dalam kehidupan kita. Harapannya adalah bahwa
Saudara akan memiliki pernikahan yang hebat dengan sedikit masa-masa yang
menyedihkan, bukannya pernikahan yang mengerikan dengan sedikit masa-masa yang
baik.
Sesungguhnya, Saudara dapat membuat keputusan saat ini,
apapun jenis perkawinan (hubungan) yang akan Saudara miliki, itu semua
tergantung pada Saudara. Suatu tempat yang baik untuk memulai adalah memilih
untuk melakukan setoran harian ke dalam rekening bank emosional pasangan
(sahabat) Saudara.
Namun, terlepas dari pilihan dan niat baik kita, kita
tidak akan pernah mencapai tujuan kita, kita tidak akan pernah sukses, tanpa
kuasa dan kasih karunia Yesus. Untuk memiliki sebuah pernikahan (hubungan) yang
diisi dengan kesabaran, kebaikan, pengampunan, dan sukacita, kita membutuhkan
kuasa dan kasih karunia Yesus setiap hari. Kenyataannya adalah, Saudara dan
Saudari, kita memerlukan mujizat dalam pernikahan untuk mencapainya.
Yesus berjalan melalui Kana Galilea kita hari ini. Dan
ketika Yesus datang, Dia membawa damai. Ketika Yesus datang, Dia membawa
sukacita. Ketika Yesus datang, Dia membawa penyembuhan. Ketika Yesus datang,
Dia membawa pengampunan. Ketika Yesus datang, Dia membawa mujizat untuk
melengkapi defisit dalam setiap hubungan kita saat ini.
Marilah kita memutuskan hari ini untuk berjalan seperti
Yesus; berbicara seperti Yesus; mengasihi seperti Yesus; mengampuni seperti
Yesus; bersikap baik seperti Yesus; sabar seperti Yesus, untuk menjadi seperti
Yesus. Kemudian kehancuran hidup kita akan diperbaiki, rasa sakit dalam
hubungan kita akan menemukan penyembuhan; amarah dalam hubungan kita akan
menemukan kedamaian, kesedihan dalam hubungan kita akan menemukan sukacita.
Marilah kita mengundang Yesus masuk ke dalam hati kita,
rumah kita, dan hidup kita, dan kita akan mengalami mujizat dalam pernikahan
setiap hari.
Semoga Allah memberkati kita untuk mencapai tujuan ini
adalah doa kami.
7
CERITA ANAK-ANAK
Khotbah Pendek Untuk Anak-anak, Sabat 11 February
BURUNG KENARI
Oleh Lidia Stolyar
Bantuan
Visual Yang Dianjurkan: Seekor burung kenari mainan atau burung kenari berwarna
kuning dan
sebuah sangkar burung.
Ketika Luda berumur dua belas tahun, ia mendapat sebuah
hadiah. Seekor burung kenari! Dia sangat bahagia! Dia menghabiskan waktu
sepanjang hari di dekat sangkar bersama burung yang bernyanyi untuknya. Luda
menamai burung itu Dick.
Luda berpikir kasihan sekali membiarkan burung kenari itu
di dalam sangkar sepanjang waktu sehingga kadang-kadang ia membiarkannya
terbang. Tapi suatu hari, burung itu terbang ke luar jendela dan tidak pernah
kembali ke sangkarnya. Hal ini membuat Luda sangat sedih. Luda terus mencari
Dick. Dia mencari di mana-mana, tetapi sia-sia. Dick tidak ditemukan
Suatu pagi seorang tetangga yang tahu tentang kehilangan
itu, memanggil Luda dan mengatakan bahwa dia pikir dia mungkin tahu di mana
Dick berada. Dia membawa Luda ke sumur. Mereka datang ke bibir sumur itu dan
melongok ke dalamnya. Di dalam sumur itu gelap dan dingin.
"Dengar!" Kata si tetangga. Luda mendengarkan
dan terdengar suara yang lemah "tweet-tweet!"
"Itu Dick! Dia ada di sini! Kita harus menyelamatkan
dia!" Luda menangis dan berlari mendapatkan ayahnya.
"Ayah, Dick ada di dalam sumur itu! Maukah Ayah
membantu Saya mengambilnya?"
"Saya pikir ini mustahil." Kata ayah Luda,
"Saya tidak memiliki tangga yang cukup panjang untuk mencapai Dick."
"Tapi Ayah tidak bisa meninggalkan Dick di sumur!
Ayah, izinkan Saya masuk ke dalam timba dan Saya bisa mendapatkan dia! Luda
menangis."
"Kamu tidak bisa, Sayang! Ini terlalu
berbahaya," kata ayahnya.
"Tapi kita harus mencobanya!" Desak Luda.
"Kita harus mencoba untuk menyelamatkan Dick."
Dia terus mencoba membujuk ayahnya. Akhirnya ayahnya
pergi bersamanya ke sumur itu.
"Apakah kamu yakin bisa melakukannya?" Tanya
ayahnya.
"Ya, ya! Saya bisa melakukannya. Apakah Ayah dengar?
Dick sedang memanggil Saya!"
8
Luda masuk ke dalam ember. Ayahnya mengikat dengan erat
putrinya dengan tali ke ember itu sehingga dia tidak akan terjatuh keluar dari
ember itu, lalu kemudian dengan hati-hati dia menurunkan ember yang berisi
putrinya itu ke dalam sumur tersebut.
"Dick! Dick! Panggil Luda. Akhirnya dia melihat
burung yang sedang mencengkeram sisi sumur. Dia mengulurkan tangan dan meraih
burung itu.
"Saya mendapatkan Dick, Ayah! Angkat Saya!"
Dengan hati-hati dan tangan gemetar, Ayah menarik mereka
ke sinar matahari. Betapa dia mengagumi gadis yang berani itu! Dia memeluk dan
menciumnya.
"Kamu takut? sang Ayah bertanya. "Tentu saja
tidak, Ayah! Saya tahu Ayah memegang talinya.
"Sangat menyenangkan bahwa kamu mempercayai Ayah.
Ayah ingin kamu mempercayai Bapa Surgawi kita seperti kamu mempercayai Ayah.”
Allah selalu menjaga kita dengan kuat di tangan-Nya,
sehingga kita dapat mempercayai-Nya apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita.
Dia tidak akan pernah mengecewakan kita.
Berdoa: Ya Yesus, terima kasih karena telah mengasihiku dan
burung-burung yang kecil ini. Bantulah aku
untuk mempercayai-Mu dengan
segenap hatiku dan mengingat
bahwa aku selalu dapat bergantung pada-Mu
untuk pertolongan. Amin.
9
Seminar Mini 1, Minggu 12 February
KEBANGUNAN
DAN REFORMASI DALAM PERNIKAHAN
Oleh Pedro Iglesias
Pendahuluan:
Ketika Saya masih kecil, Saya biasa pergi keluar bersama
teman-teman tetangga Saya ke lapangan untuk berburu burung. Ketika kami keluar
bersenjatakan ketapel, burung-burung kecil itu berada dalam bahaya. Kami biasa
melakukannya untuk bisnis dan untuk kesenangan. Jika untuk bisnis, kami
berusaha untuk tidak terlalu menyakiti burung itu. Burung itu harus jatuh ke
tanah hidup-hidup. Sulit untuk memperkirakan agar tidak membunuh burung itu.
Ketika kami menemukan burung itu hampir mati, kami akan berjalan dan
mengambilnya dan menggunakan metode yang sangat populer untuk menghidupkan
burung itu kembali. Burung itu akan ditaruh di bawah ember, kemudain kami
mengetuk bagian atasnya untuk menghasilkan kebisingan. Setelah ini kami akan
melihat ke bawah ember untuk melihat bagaimana keadaan "pasien" kami.
Jika burung itu tidak bereaksi, kami mengulangi proses yang sama sampai
berhasil. Proses ini sering kali berhasil. Tidak ada penjelasan ilmiah untuk
hal itu. Namun, itu adalah cara yang bagus untuk membangkitkan yang telah
"mati". Tentu saja burung tersebut sejak hari itu beruntung bersama
Saya, karena Saya tidak memiliki tujuan yang baik.
Tidak hanya burung yang perlu dihidupkan kembali ketika
mereka hampir mati. Sebagai orang Kristen kita berbicara tentang perlunya
kebangunan rohani. Burung-burung, orang-orang Kristen, dan pernikahan,
membutuhkan kebangunan rohani.
Gereja Advent telah memulai sebuah program baru,
kebangunan rohani dan reformasi dari setiap anggota gereja. Ajakan untuk
kebangkitan mempengaruhi integritas hidup manusia. Kehidupan pernikahan tidak
luput dari realitas ini.
Tujuan dari seminar ini adalah untuk mengajak para
peserta bergabung dengan program kebangunan rohani jemaat dan memperpanjang
manfaat bagi pernikahan mereka masing-masing.
Kebangunan Rohani Adalah Keharusan
Selama kemurtadan kerajaan Yehuda, Nabi Habakuk
bernubuat. Dalam tahun SM 612-586 tahun, empat raja terakhir Yehuda telah
menjadi jahat. Pemerintahan mereka ditandai dengan sering lupa dan penolakan
terhadap Allah. Masa itu penuh anarki, tidak bermoral, penganiayaan dan
kekerasan. Babel menjadi kekuatan yang menakutkan dan Yehuda akan segera jatuh
di bawah kuk penindasannya. Nabi Habakuk tidak mengerti mengapa Allah tidak
ikut campur tangan. Ia segera menyadari bahwa adalah lebih baik untuk selalu
bergantung pada Allah, yang berada pada kemudi, dan mengemudikan nasib
umat-Nya.
Di tengah keadaan ini Habakuk berdoa kepada Allah: "TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau,
dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun,
nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!"
(Habakuk 3:2). Kita harus meminta Allah untuk melakukan pekerjaan yang
diperlukan untuk menyelamatkan umat-Nya. Kata menghidupkan kembali, menyarankan
untuk hidup kembali, menyadarkan,
memulihkan kesehatan, datang , atau bangun.
Hari ini, sebagai anggota tubuh Kristus kita harus
meminta Allah membangunkan kita untuk melakukan pekerjaan yang Ia telah
percayakan kepada kita. Ellen White menulis: "Meskipun demikian penafsiran
iman dan kesalehan yang meluas, ada juga pengikut sejati Kristus dalam
gereja-gereja. Sebelum penghakiman Allah terhadap bumi akan terjadi di antara
umat Tuhan seperti kebangkitan kembali kesalehan
10
masa
lalu yang belum pernah disaksikan sejak zaman rasul-rasul." (1888, hal.464). Ini merupakan janji
menggembirakan yang menegaskan tujuan Allah untuk memberikan kebangunan rohani
yang demikian yang mengarah kepada persiapan penuaian terakhir. Konsep
kebangunan rohani harus jelas. Sebuah penjelasan yang baik adalah:
"Kebangunan rohani menandakan pembaruan kehidupan spiritual, percepatan
dari kekuatan pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian rohani." (White, 1986, hal.128).
Aktivitas
Berbagilah dengan orang di sebelah Saudara
praktek-praktek perbaktian yang bisa membantu memberikan kebangunan rohani di
jemaat?
Aktivitas Bersama Jemaat Secara Umum
Mintalah orang yang hadir untuk berbagi dengan orang di
sebelah mereka praktek kebaktian yang bisa menolong memberikan kebangunan
rohani di jemaat? Bagikan jawaban kepada semua orang.
Tulislah
daftar jawaban kelompok yang datang dengan:
- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kebangunan Dimulai Di Rumah
Mencari kebangunan rohani di antara anggota gereja tidak
harus menjadi masalah pribadi. Keluarga, yang merupakan bagian penting dari
gereja, haruslah diperhitungkan. Pekabaran Nabi Maleakhi janji-janji reformasi
dalam hubungan keluarga sebelum Kristus kembali: Sesungguhnya Aku akan mengutus
nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati
anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga
musnah (Maleakhi 4:5, 6).
Ellen White menyarankan: "Gerakan reformasi yang
besar harus dimulai di rumah." (1954, hal 489)
Agar reformasi ini terjadi, tentu saja kita akan membutuhkan kebangunan rohani.
Agar reformasi ini terjadi, tentu saja kita akan membutuhkan kebangunan rohani.
Aktivitas Keluarga
Bekerja
samalah pada kegiatan-kegiatan berikut:
- Tulis sebuah daftar aktivitas-aktivitas spiritual yang tidak Saudara latih lagi.
- Pilih suatu kegiatan yang sudah ditinggalkan dan buatlah keputusan untuk menghidupkannya kembali.
- Bagikan ide-ide Saudara kepada orang lain.
Aktivitas Bagi Keluarga-Keluarga
- Pada abad permulaan Ellen White mendesak jemaat-jemaat untuk pergi ke rumah-rumah, berdoa, dan memberikan pelajaran Alkitab. Undangan untuk menerima pekabaran tersebut harus diberikan kepada setiap keluarga. Baca komentar berikut: "Banyak orang mungkin bekerja di kota-kota dan kota-kota besar, mengunjungi dari rumah ke rumah, berkenalan dengan keluarga, masuk ke dalam kehidupan sosial mereka, makan di meja mereka, masuk ke dalam percakapan di dekat api unggun mereka, sambil menaburkan benih berharga -- kebenaran -- sepanjang hari" (White, 1897, hlm 274).
Mintalah setiap
keluarga untuk bekerja sama dalam aktivitas-aktivitas berikut:
11
o
Tulislah suatu daftar aktivitas rohani yang Saudara tidak praktekkan
lagi, seperti perbaktian keluarga.
o
Pilihlah suatu aktivitas yang sudah ditinggalkan dan buatlah keputusan
untuk menghidupkannya kembali.
- Bagikan ide-ide Saudara dengan orang lain.
Pernikahan Yang Dibangun Kembali
Kebangunan rohani adalah masalah pribadi. Apakah kita
berharap untuk melihat seluruh jemaat dibangunkan kembali? Waktu itu tidak akan
pernah datang. Ada orang-orang di gereja yang belum bertobat, dan yang tidak
akan bergabung dengan doa yang sungguh-sungguh. Kita harus memasukkannya pada
pekerjaan secara pribadi. (White,
1986, hal.122).
Meskipun kebangunan itu bersifat pribadi, pasangan
menikah harus bersatu untuk mencari pengalaman seperti itu. Pasangan perlu
membuat ide ini menjadi prioritas.
Ide-Ide Untuk Memiliki Suatu Pernikahan Yang Terhubung Ke Surga
Doa
Ellen White menyatakan, "Kasih sayang tidak bisa
langgeng, bahkan dalam lingkaran rumah tangga, kecuali ada kesesuaian kehendak
dan pengaturan kepada kehendak Allah. Semua kecakapan dan keinginan harus
dibawa selaras dengan sifat-sifat Yesus Kristus. Jika ayah dan ibu berada di
dalam kasih dan takut akan Allah mempersatukan kepentingan mereka untuk
memiliki otoritas di dalam rumah tangga, mereka akan melihat perlunya banyak
berdoa, banyak cerminan ketenangan. Dan ketika mereka mencari Allah, mata
mereka akan terbuka untuk melihat utusan surgawi datang melindungi mereka dalam
menjawab doa iman mereka. Mereka akan mengatasi kelemahan karakter mereka dan
menuju kepada kesempurnaan" (1956, hal. 316).
Berkat telah dijanjikan kepada
suami dan istri yang mencari inspirasi di dalam Kristus, dan menggunakan doa
sebagai alat.
Kembangkan
rencana doa bersama sebagai suatu pasangan. Sebagai contoh:
Rencana
Doa Pasangan:
- Berdoalah bersama-sama.
- Miliki daftar dengan permintaan-permintaan doa khusus.
- Buatlah kebutuhan spiritual merupakan bagian penting setiap hari.
- Berdoalah bagi pasangan menikah lainnya.
- Mintalah pasangan lain untuk sesi doa.
Rencana
Studi Alkitab Pasangan / Keluarga:
- Bacalah Alkitab bersama-sama.
- Pelajari bersama-sama apa yang Alkitab katakan tentang pernikahan.
- Pelajaru Alkitab bersama pasangan menikah yang non-Advent.
- Bacalah
bersama-sama buku Roh Nubuat: Kemenangan
Akhir, Rumah Tangga Advent, Steps To Christ.
Mempelajari Alkitab – Aktivitas Bersama Keluarga Jemaat
12
Tanyakan:
Mengapa mempelajari firman Allah berkontribusi bagi kebangunan rohani?
Pasangan
harus mengembangkan rencana studi Alkitab bersama-sama:
- Bacalah Alkitab bersama-sama dalam satu tahun.
- Pelajari bersama-sama apa yang Alkitab katakan tentang pernikahan.
- Pelajari Alkitab dengan pasangan menikah yang non-anggota.
- Bacalah bersama-sama setiap Buku Roh Nubuat, seperti: Rumah Tangga Advent, Mendidik Dan Membimbing Anak atau Steps To Christ.
- Beli sebuah buku Roh Nubuat dan berikan sebagai hadiah kepada pasangan yang menikah.
Mintalah Bantuan Roh Kudus
Untuk memperoleh kebangunan rohani kita membutuhkan
banyak kuasa. Sebuah kebangunan yang berasal dari Roh Kudus tidak dapat
diwujudkan dengan hanya melatih kehendak manusia. Kebangunan rohani membutuhkan
suatu kekuatan superior untuk menjadi milik kita. Kita harus memahami kekuatan
ini akan kita miliki jika kita memintanya.
Turunnya Roh Kudus ke atas jemaat dinantikan di masa
mendatang; tetapi itu adalah hak istimewa jemaat untuk memperolehnya sekarang.
Carilah hal itu, berdoalah untuk hal itu, percaya akan hal itu. Kita harus
memilikinya, dan Surga sedang menunggu untuk melimpahkannya. (White, 1895, hal. 2; 1946, hal. 701)
Meditasi Pada Kehidupan Kristus
Sebuah kutipan terkenal yang diinspirasi oleh Allah mengajak
kita untuk merenungkan Yesus, kehidupan dan pekerjaan-Nya sementara Dia berada
di bumi. "Adalah baik bagi kita untuk menghabiskan satu jam setiap hari
untuk merenungkan kehidupan Kristus. Kita harus mengambil poin demi poin, dan
membiarkan imajinasi menangkap setiap pemandangan, terutama bagian penutup.
Sehingga, sementara kita memikirkan pengorbanan-Nya yang besar bagi kita,
kepercayaan kita kepada-Nya akan lebih tetap, kasih kita akan dipercepat, dan
kita akan lebih mendalam diilhami dengan roh-Nya. Jika kita hendak
diselamatkan, setidaknya kita harus mempelajari pelajaran dari penyesalan dan
penghinaan di kaki salib itu." (White,
1940, hal. 80).
Merenungkan kehidupan Yesus akan menghubungkan kita
dengan surga dan akan menghidupkan kembali kasih kita kepada Allah. Pasangan
harus datang bersama-sama dan bekerja pada sebuah rencana untuk merenungkan
kehidupan Kristus.
- Setiap hari bacalah satu atau dua bab dari Injil.
- Bacalah bersama-sama Buku Kerinduan Segala Zaman atau Christ’s Object Lessons.
- Bicarakan tentang berkat-berkat yang Saudara terima melalui pengalaman Saudara bersama Yesus Kristus.
Jika kedua suami dan istri hendak bersatu dengan
kerendahan hati dan tekad untuk terhubung dengan Allah, jika mereka
terus-menerus berdoa, jika mereka mempelajari firman Allah sesuai dengan
metodenya, jika mereka meminta pengurapan Roh Kudus setiap harinya, dan jika
mereka merenungkan kehidupan Yesus dan membuatnya sebagai suatu kebiasaan,
janji-Nya akan digenapi dalam hidup mereka.
Kebangunan Rohani Pernikahan Menghasilkan Reformasi
Pernikahan
Kebangunan rohani pernikahan mengubah pengalaman yang
memperkaya pernikahan. Tentu saja, setiap pasangan perlu menyerahkan
keinginannya pada tangan Allah, dan mematuhi perintah-perintah Allah.
Pada poin ini merupakan ide yang baik untuk membaca
kembali definisi dari kebangunan rohani tersebut: "Kebangunan rohani
menandakan pembaruan suatu kehidupan spiritual yang diperbaharui, percepatan
13
dari kekuatan pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian
rohani. (White, 1986, hal. 128)
Mengalami kebangunan rohani akan menghasilkan reformasi
dalam diri individu, dan dalam pernikahan mereka. Keduanya digabungkan dengan
kuatnya. Ellen White menyatakan: "Kebangunan rohani dan reformasi adalah
untuk melakukan pekerjaan mereka yang telah ditentukan, dan dalam melakukan
pekerjaan ini mereka harus berbaur. (White,
1902, hal.1; 1986, hal.128)
Tapi, apa arti dari kata reformasi itu? Reformasi berarti reorganisasi, perubahan ide-ide,
teori-teori, kebiasaan-kebiasaan, dan praktek-praktek. Reformasi tidak akan
menghasilkan buah yang baik kecuali jika hal itu berkaitan dengan kebangunan
kembali oleh Roh. Dalam berbagai waktu selama pernikahan, kehidupan dapat
menjadi kacau. Perubahan tahap-tahap kehidupan pernikahan membuat hal itu perlu
untuk terus-menerus ditata kembali.
Aktivitas Bersama Semua Orang
Bagikan kertas pada setiap orang yang hadir dan mintalah
mereka untuk menuliskan perubahan yang harus terjadi dalam kehidupan mereka
sebagai hasil dari kebangunan rohani.
Saudara
harus memiliki semua kutipan Roh Nubuat yang tercetak di atas dan siap untuk
dibagikan.
Perubahan ide
_________________________________________________________
Perubahan teori
________________________________________________________
Perubahan kebiasaan
____________________________________________________
Perubahan dalam praktek
________________________________________________
Aktivitas Pasangan / Aktivitas Bersama Para Pasangan
Mintalah pasangan yang sudah menikah untuk bekerja dengan
pasangan masing-masing dan mendiskusikan perubahan apa yang perlu dilakukan
dalam pernikahan mereka masing-masing. Setelah selesai, mintalah setiap
pasangan menikah, dan masing-masing individu yang hadir untuk berdoa dan
meminta Allah menolong mereka dengan perubahan apa pun yang harus terjadi dalam
kehidupan mereka.
Memahami Perubahan
- Perubahan itu tidaklah mudah.
- Teguhkan dan dukung perubahan dalam diri pasangan Saudara.
- Ingatlah bahwa perubahan itu merupakan hasil dari hubungan kita dengan Allah.
Perubahan Itu Tidaklah Mudah
Perubahan itu tidaklah mudah. Banyak perubahan yang
didiskusikan dan ditulis di atas harus dilakukan dengan kebiasaan dan
praktek-praktek yang membantu pembentukan karakter yang baik.
Berpikir tentang perlunya mengubah boleh jadi banyak
mengecewakan. Namun, Ellen White mengingatkan kita: "Kristus tidak
memberikan kepada kita jaminan bahwa untuk mencapai kesempurnaan karakter
merupakan hal yang mudah. . . Sebuah karakter yang mulia diterima oleh upaya
individu melalui jasa dan kasih karunia Kristus" (White, 1941, hal.331).
Adalah baik untuk menekankan bahwa untuk mengalami
perubahan, kita perlu memiliki usaha individual, serta kasih karunia Kristus.
14
Teguhkan Dan Dukung Perubahan Dalam Diri Pasangan Saudara
Pasangan perlu saling mendukung dalam upaya mereka untuk
berubah. Rasanya menyenangkan memiliki dukungan dari orang yang kita cintai.
Seringkali hal ini tidak terjadi. Seorang pasangan mungkin memutuskan untuk
mengubah suatu kebiasaan dan yang lain akan mensabotase inisiatif tersebut atau
menunggu sampai ada suatu penyakit yang terulang kembali, kemudian akan membuat
pernyataan seperti: "Aku tahu engkau tidak akan mampu melakukannya".
Kami mengajak Saudara untuk saling mendukung dalam upaya
Saudara untuk bertumbuh dan mengadakan reformasi. Salomo yang bijaksana
menyatakan: "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka
menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh,
yang seorang mengangkat temannya, tetapi
wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk
mengangkatnya!" (Pengkhotbah 4:9-10)
Ingatlah perubahan merupakan hasil dari hubungan kita
dengan Allah. Ellen White menyatakan: "Ini bukan kuasa manusia, tetapi
kuasa Ilahi yang mengerjakan perubahan karakter." (White, 1911, hal 274).
Kesimpulan
"Ini bukan kuasa manusia, tapi kuasa Ilahi kuasa
yang mengerjakan perubahan karakter." (White,
1911, hal. 274). Ketika gereja mendorong kebangunan setiap anggota, pasangan
harus saling mendukung sehingga tidak ada anggota atau pasangan yang akan
kehilangan berkat-berkatnya.
Ketika itu terjadi, bukan hanya jemaat yang akan
direformasi, tetapi pernikahan-pernikahan di dalam jemaat juga akan mengalami
reformasi.
15
Seminar Mini
2, Senin 13 February 2017
PEMURIDAN
KELUARGA: ANAK-ANAK DALAM PEMURIDAN
Oleh Don Mac Lafferty
- Pemuridan keluarga-keluarga kepada Kristus - 50 Menit
- Saudara membutuhkan: Sebuah slide Power Point dengan foto pribadi
MENGAPA – 5 menit
- Kegiatan: Bentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan dua orang. Bagikan suatu tempat favorit yang telah diambil oleh seorang anggota keluarga. Setiap orang menggambarkan bentuk kakinya di atas selembar kertas. Tempelkan bentuk kaki tersebut bersama tempat favorit Saudara yang telah diambil oleh seorang anggota keluarga. Semua orang dibagi menjadi pasangan selama 2 menit dan menceritakan mengapa tempat favorit mereka itu istimewa.
- Katakanlah: "Sama seperti kita masing-masing memiliki tempat istimewa di mana kita telah dibawa oleh kaki kita, Yesus memiliki tempat istimewa di mana Dia ingin membawa kita ke sana -- Surga. Perjalanan kita di sepanjang jalan adalah petualangan pribadi pemuridan kita."
APA & BAGAIMANA – 35
menit
Mengapa kita perlu membuat pemuridan
anak-anak kita menjadi prioritas utama SEKARANG? Tanyakan peserta jika mereka
bisa menebak apa yang diwakili oleh angka berikut.
Penelitian terakhir dari Value Genesis dan Dr Roger Dudley (Mengapa Kaum Remaja Kita Meninggalkan Gereja)
mengungkapkan bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Amerika Utara sedang
kehilangan lebih dari 50% orang-orang muda Advent kita pada saat mereka
mencapai usianya yang ke-20. (Berikan statistik untuk negara / bagian dunia
Saudara, jika ada).
Mengapa kita perlu membuat pemuridan
anak-anak kita sebagai prioritas utama SEKARANG? 36/52
o
36 adalah usia rata-rata penduduk Amerika Serikat
o 52 adalah usia menengah anggota Gereja MAHK
di Amerika Utara
INNOVATION (Pusat
Pelayanan Kreatif) Vol.12, No.19, 1 November 2006.
Mengapa kita perlu membuat pemuridan
anak-anak kita menjadi prioritas utama SEKARANG? 0-13
Menurut penelitian oleh George Barna, jendela "ajaib" untuk keputusan yang aman bagi Yesus Kristus adalah dari lahir – 13 tahun. Mengingat dari seluruh rentang kehidupan seseorang, ia paling terbuka untuk menerima Yesus adalah selama rentang usia yang sempit ini.
Menurut penelitian oleh George Barna, jendela "ajaib" untuk keputusan yang aman bagi Yesus Kristus adalah dari lahir – 13 tahun. Mengingat dari seluruh rentang kehidupan seseorang, ia paling terbuka untuk menerima Yesus adalah selama rentang usia yang sempit ini.
Transforming Children into
Spiritual Champions oleh George Barna,
hal.18, 24, 47.
Apa Yang Hilang?
Anak-anak kita sering kehilangan:
- Hubungan pribadi dengan Yesus Kristus
- Jaminan keselamatan
16
- Waktu harian untuk mengasingkan diri bersama Tuhan
- Dasar Alkitabiah bagi iman mereka
- Sukacita menggunakan karunia mereka dalam ibadah, pelayanan, dan misi
- Sukacita dalam memuridkan sahabat-sahabat mereka kepada Yesus
Allah memiliki impian bagi
keluarga-keluarga-Nya! Allah telah mengungkapkan impian-Nya bagi
keluarga-keluarga kita dalam firman-Nya Apakah impian Allah bagi
keluarga-keluarga?
Ajaklah peserta untuk membaca Kitab
Kisah Para Rasul 2:17 betrsama-sama. Tekankan bahwa Petrus mengutip Kitab Yoel
2. Tanyakan:
"Apa impian Allah bagi keluarga-keluarga?"
- Dipenuhi Roh Kudus
- Bernubuat
- Orang muda mendapat khayal dan orang tua mendapat mimpi
- Sudah saatnya bagi kita untuk mengalami hal-hal ini bersama-sama
Apa impian Allah Bagi Keluarga-Keluarga?
Ajaklah para peserta
membaca Kitab Maleakhi 4:5, 6 bersama-sama.
Tanyakan: "Apa impian Allah bagi
keluarga-keluarga?" Para ayah dan ibu yang hatinya tertarik pada hati
anak-anak mereka, hati anak-anak tertarik pada orang tua mereka
Keluarga Mac Lafferty
Secara singkat ceritakan kisah Pendeta
Don Mac Lafferty: Pada tahun 1999, Don tidak menyisihkan waktu yang seimbang
bersama anak-anaknya. Hidupnya difokuskan pada apa yang Allah lakukan di gereja
daripada apa yang Allah rindukan untuk dilakukannya di rumah tangganya.
- Pendeta muda dalam proyek gedung gereja
- Malam musim dingin - pulang untuk makan malam kemudian pergi ke gedung pertemuan komite
- Mengucapkan "Bye!" -- Julie dan Jason (berusia 3 dan 7 tahun) menangis, "Ayah, tinggallah di rumah bersama kami."
- "Tidak bisa tinggal. Sudah membuat janji. Harus pergi. "
- Mereka berpegang pada leher Don, sambil menangis, "Ayah, engkau tidak pernah bermain dengan kami."
- Don melepaskan jari-jari kecil mereka dari lehernya, mengucapkan selamat tinggal dan pergi.
- Berjalan di seberang jalan menuju ke gereja, Allah berhasil melewatinya.
- Berdiri di pertengahan jalan, melihat bolak-balik dari gereja yang terang ke rumahnya.
- Allah berkata, "Ketika Aku datang, Aku tidak akan bertanya tentang gereja yang baru engkau bangun. Aku tidak akan menanyakan padamu berapa banyak anggota yang tergabung di gerejamu. Aku akan menanyakan padamu, "Mana Julie dan Jason?"
- Allah memanggil hati ayah ini kembali kepada anak-anaknya.
- Pengalaman ini telah mengirim Don pada suatu perjalanan mencari kehendak Allah.
- Don menemukan impian Allah bagi anak-anaknya sendiri dan keluarganya.
- Penglihatan bagi Anak-anak dalam Pemuridan telah jelas baginya -- Perlu untuk memanggil hati para orang tua kembali kepada anak-anak mereka -- Perlu untuk melengkapi para orang tua untuk menjadi pembimbing rohani utama dari anak-anak mereka sendiri untuk memenuhi impian Allah bagi mereka. Pada tahun 2002, Allah telah menggerakkan hati Pendeta Don untuk memulai Pelayanan Anak-anak Dalam Pemuridan.
17
Pertimbangkanlah untuk memasukkan dalam
gambar Saudara sendiri penglihatan mengenai K.I.D. (Kids In Discipleship) dan
sesuaikan dengan selera Saudara dan anak-anak Saudara.
Apa Impian Allah Bagi Keluarga-Keluarga?
Mintalah seorang sukarelawan untuk
membaca Ulangan 6:4-7.
Tanyakan: "Apa impian Allah bagi keluarga-keluarga?"
- Para orang tua mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka
- Anak-anak harus dibimbing oleh orangtua mereka untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka dan untuk mematuhi perintah-perintah Allah
Siapa yang dipanggil Allah menjadi
pembimbing pemuridan anak-anak YANG UTAMA? ORANG TUA. Bagaimana kita
mengetahui bahwa rencana Allah bagi para orangtua untuk membimbing anak-anak
mereka? Pola Kitab Ulangan mengatakan, "Apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila
engkau bangun."
Visi K.I.D.: Setiap anak, remaja dan keluarga
menjadi murid-murid Yesus Kristus! Impian Allah adalah bahwa anak-anak kita,
remaja dan keluarga-keluarga kita diberdayakan menjadi murid-Nya sekarang,
bukan beberapa waktu mendatang. Anak-anak Dalam Pemuridan (K.I.D.) merupakan
pelayanan yang ditawarkan di gereja-gereja setempat yang dirancang khusus untuk
keluarga-keluarga dan berfokus pada anak-anak.
Suatu Departemen K.I.D. setempat merupakan alat yang digunakan
gereja-gereja untuk pemuridan yang disengaja. Pelayanan di gereja setempat ini
akan membekali para orang tua untuk pertama bertumbuh sementara memuridkan diri
mereka sendiri lalu kemudian memuridkan anak-anak mereka. Keluarga-keluarga
akan bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Yesus Kristus, dasar alkitabiah mereka
dalam gerakan Gerja Masehi Advent Hari Ketujuh, dan akan diberdayakan untuk
berpartisipasi dalam gereja setempat mereka dalam ibadah, dalam pelayanan
kepada orang percaya lainnya, dan dalam misi bagi orang-orang lain di luar iman
kita.
Bagaimana greja-gereja
memulai pelayanan K.I.D. bagi keluarga-keluarga dan anak-anak dari jemaat
mereka?
Doa
Mempersiapkan
Gereja---------------
Memperlengkapi Para Orang Tua
--------------- Memuridkan Anak-Anak
Ø Gereja-gereja mulai dengan mendirikan
pelayanan doa dengan seorang koordinator doa yang merekrut mitra doa lain untuk
mencari kehendak Allah bagi keluarga-keluarga dan anak-anak dari jemaat
setempat mereka. Kita tidak bisa melebih-lebihkan nilai doa. Roh Kudus sangat
ingin mengubah hati para orang tua terhadap anak-anak mereka dan anak-anak
terhadap orang tua mereka.
Ø Kedua, kelompok-kelompok jemaat
menghadiri Universitas K.I.D.. Mereka kembali ke rumah untuk mempersiapkan
gereja mereka menerima dan mendukung pelayanan pemuridan.
Ø Langkah berikutnya adalah memperlengkapi
para orang tua untuk menjadi pembuat murid. Para orang tua dan para pembimbing
lainnya belajar untuk masuk lebih dalam pada hubungan mereka dengan Yesus dalam
pengalaman pemuridan diri mereka sendiri. Kemudian mereka belajar bagaimana
untuk dengan sengaja membimbing anak-anak mereka.
Ø
Terakhir anak-anak (bersama para orang
tua / pembimbing) dimuridkan kepada Yesus. Mereka
18
Ø bertumbuh ke dalam suatu hubungan yang
lebih mendalam bersama Yesus. Mereka belajar bagaimana memiliki waktu pribadi bersama
Allah. Mereka mempelajari kebenaran Yesus seperti yang ditemukan dalam
Firman-Nya. Mereka belajar bagaimana membagikan Yesus kepada orang lain.
Mempersiapkan Gereja
- Membagikan Penglihatan Alkitabiah
- Mengkhotbahkan suatu seri khotbah
Membagikan penglihatan Alkitabiah untuk
memuridkan anak-anak, remaja dan keluarga -- pada khotbah Hari Sabat. (Jangan
ragu untuk menggunakan power point ini).
Memperlengkapi Para Orang Tua
Melaksanakan Jejak Kakis Bagi Para Orang Tua & Pembimbing
Jejak kaki bagi Para Orang Tua & Pembimbing
adalah kurikulum kelompok kecil yang dirancang untuk 12 minggu.
Memuridkan Anak-Anak
Melaksanakan Jejak Kaki Bagi Anak-Anak
Jejak Kaki Bagi Anak-anak adalah sebuah perjalanan
pemuridan keluarga yang ramah selama 24
minggu menggunakan kurikulum kelompok kecil.
Doa
Mempersiapkan
Gereja ---------------
Memperlengkapi Para Orang Tua
--------------- Memuridkan Anak-Anak
Hasil!
Apa hasilnya bagi para orang tua & para penasehat?
- Mereka menemukan kembali panggilan Yesus untuk pemuridan
- Mereka dengan sengaja membimbing anak-anak mereka sendiri
- Mereka tidak perlu bergantung pada orang lain untuk menghubungkan anak-anak mereka kepada Yesus. (Ceritakan sebuah cerita di sini).
Apa hasilnya bagi keluarga-keluarga?
- Hubungan keluarga diperkuat
- Komunikasi spiritual meningkat dan "alamiah"
- Mereka mengalami keterlibatan yang lebih dalam bersama-sama dalam kehidupan gereja dalam ibadah serta pelayanan dan misi. (Ceritakan sebuah cerita di sini)
Apa hasilnya bagi anak-anak?
- Anak-anak mengadakan suatu keterhubungan pribadi dengan Yesus dalam waktu pribadi sehari-hari bersama-Nya
- Anak-anak memahami dasar Alkitabiah akan keyakinan Kristen mereka
- Anak-anak mengalami sukacita membawa teman-teman mereka kepada Yesus. (Ceritakan sebuah cerita di sini)
19
Bagimana jika GEREJA SAUDARA menerapkan Pelayanan
K.I.D.? – 10 menit
Waktu Diskusi
Kelompok-kelompok mendiskusikan yang berikut ini:
o
Jika sebuah keluarga di gereja Saudara
melakukan perjalanan pemuridan melalui suatu perubahan hidup bersama Yesus,
bagaimana hal itu mempengaruhi rumah tangga mereka?
o
Bagaimana pelayanan
K.I.D. mempengaruhi gereja Saudara?
o Bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan kerohanian para
anggota gereja?
o Mintalah 1 – 2 komentar. Beri waktu bagi para peserta
untuk membagikan jawaban mereka atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
o Mintalah komentar dan pertanyaan.
20
Seminar Mini 3, Selasa 14 February 2017
IBADAH
KELUARGA: KELUARGA MENJANGKAU KE ATAS
Oleh Willie dan Aliene Oliver
Pendahuluan
Ibadah keluarga telah menjadi ritual
spiritual yang mapan atau disiplin dalam rumah tangga Kristen selama beberapa
generasi. Lebih dari sekedar ritual, ibadah keluarga dapat memberikan landasan
yang kokoh untuk menghubungkan keluarga kepada Tuhan, menciptakan ikatan
keluarga yang langgeng, dan meninggalkan suatu warisan rohani.
Hidup kita saat ini ditantang oleh
banyak kekuatan yang menarik keluarga-keluarga kita -- kekuatan ini sekuat
angin tornado yang meninggalkan banyak kehancuran keluarga atau hidup mereka
penuh dengan puing-puing. Kekuatan ini tidak datang kepada kita tanpa dapat
dijelaskan atau sebagai suatu kejutan. Dari awal sejarah bumi, Setan telah
melancarkan serangan pada lembaga-lembaga utama Allah --Kkeluarga dan Hari
Sabat.
Karena perjuangan kita bukanlah melawan
darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan
penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan
roh-roh jahat di udara. Efesus 6:12.
Apa saja serangan terhadap
keluarga Allah sekarang ini?
Kemungkinan
jawaban dari hadirin:
o
Obat-obatan terlarang dan
alkohol
o
Program televisi dan internet
yang dipertanyakan
o
Hubungan gelap di luar nikah
o
Seks di luar nikah
o
Perceraian
o
Kesibukan
o
Makan berlebihan, dll.
Baca Efesus 6:13. Sebagai umat Allah,
kita harus memutuskan apakah kita akan tersapu oleh angin atau membangun suatu
tempat berlindung bagi keluarga kita dan mengarahkan keluarga kita ke arah yang
benar menuju tempat perlindungan. Ibadah keluarga berfungsi sebagai tempat
berlindung yang kuat, bagaikan baju besi bagi keluarga kita.
Berdoa dan membaca Alkitab termasuk
dalam baju besi itu: berkomunikasi dengan Allah, berbicara dan mendengarkan-Nya
melalui doa dan mempelajari Alkitab. Ibadah keluarga menyediakan suatu cara
terstruktur bagi keluarga-keluarga untuk mempelajari firman Allah, berdoa atau
berkomunikasi dengan Allah, dan memiliki persekutuan bersama. Setiap keluarga
Kristen memiliki baju besi ini yang tersedia bagi mereka.
Memulai Ibadah Keluarga
Sejak Dini
Ulangan 6:4-9, ayat-ayat kitab suci ini
disebut Shema (Ulangan 6:4-9). Hal ini termasuk perpisahan Musa yang ditujukan
kepada orang-orang Yahudi. Ini adalah doa pertama yang diajarkan pada seorang
anak Yahudi. Banyak orang Yahudi yang masih melafalkan Shema setidaknya dua
kali sehari; sekali di pagi hari dan sekali di malam hari. Ini adalah kata-kata
terakhir seorang Yahudi sebelum kematian. Penekanan khusus
21
diberikan kepada kata-kata "Tuhan
Allah kita, Tuhan itu Esa!" Para sarjana Yahudi menyatakan bahwa Shema
adalah suatu kesaksian tentang kedaulatan Allah. Ini adalah janji kesetiaan
kepada Allah satu-satunya dan sebagai suatu pernyataan iman. (Parsons, 2010, Hebrews for Christians).
Tujuan
dari Shema adalah:
o
Mengajarkan anak-anak kita
tentang Allah
o
Mengikat keluarga Saudara
bersama-sama
o
Meminta perlindungan bagi
keluarga-keluarga dan anak-anak kita
o
Meninggalkan warisan spiritual
Shema memberikan kerangka indah bagi ibadah
keluarga. Memiliki ibadah keluarga adalah bagaikan meletakkan darah Kristus di
ambang pintu yang menandakan bahwa keluarga Saudara adalah milik Kristus.
Mengapa Keluarga
Beribadah?
Ellen White sangat menganjurkan ibadah
keluarga. "Para bapa dan ibu, bagaimanapun menekannya urusanmu, jangan
lalai mengumpulkan keluargamu di sekitar mezbah keluarga. Mintalah pengawalan
malaikat-malaikat kudus di rumahmu. Ingatlah bahwa orang-orang tercintamu
dihadapkan pada godaan-godaan." Ministry
Of Healing, hal. 393
Ibadah Keluarga Zaman
Alkitab
- Abraham membangun mezbah di manapun dia mendirikan kemahnya
- Keluarga-keluarga mempersembahkan hewan korban di atas mezbah
Pada zaman Alkitab, mezbah terbuat dari
dua belas batu yang mewakili dua belas suku Israel. Seekor domba diletakkan di
atas mezbah dan disembelih, yang melambangkan Anak Domba Allah (Yesus) yang
akan mati bagi umat manusia. Ini adalah sebuah tempat ibadah. Ini adalah tempat di mana pengampunan dosa dimungkinkan melalui penggantian
suatu kehidupan bagi orang yang benar-benar menyesal. Mezbah juga didirikan
sebagai tugu peringatan sebagai suatu tindakan dari perayaan. Mereka
sewaktu-waktu dan terus-menerus dibangunkan kembali.
Ibadah Keluarga Sekarang
Ini
- Mempersembahkan keluarga-keluarga kita pagi dan sore dalam perbaktian
- Jam keluarga
Istilah mezbah keluarga saat ini digunakan untuk merujuk
pada tindakan mengumpulkan anggota keluarga bersama-sama untuk beribadah.
Seperti di zaman Alkitab, waktu harus digunakan untuk memberikan pujian kepada
Sang Pencipta dan mengingatkan keluarga kita akan kasih tanpa pamrih dari Allah
dan pengorbanan besar yang telah dilakukan-Nya serta "mengaruniakan
AnakNya yang tunggal. . . " (Yohanes 3:16), sehingga kita dapat memiliki
hidup yang kekal.
Ibadah keluarga saat ini berfungsi sebagai suatu waktu
persekutuan dan ikatan antara anggota keluarga. Ini haruslah menjadi sesuatu
yang kreatif, dan harus memberikan kepada seluruh anggota kesempatan untuk
berpartisipasi dalam kegiatan rohani. Kita akan membahas hal ini secara lebih
rinci nanti.
Apa yang dimaksud dengan
ibadah?
- Penyembahan
- Mengakui Allah sebagai Tuhan Dan Juru Selamat
- Ketaatan kepada Allah
- Pengorbanan diri sendiri dan waktu
22
- Menghormati dan memuliakan Allah dengan pujian, ucapan syukur, dan kerendahan hati
- Menyanyi, berdoa, membaca Firman Allah
- Merefleksikan Firman Allah
Apa yang dimaksud dengan
ibadah keluarga
Ø
Ini adalah waktu
ketika keluarga:
o
Mengungkapkan kasih
dan memuji Allah bersama-sama
o
Berdoa bersama-sama
§ Mengundang kehadiran Allah dalam kehidupan mereka
§ Meminta perlindungan
Ilahi
§ Berdoa bagi kebutuhan satu sama lain dan bagi kebutuhan orang lain
o
Melakukan studi Alkitab
§ Mendengarkan, membaca,
menghafal dan merefleksikan
o
Persekutuan
§ Waktu pengikat
keluarga
·
Membangun dukungan
dan hubungan antar pribadi antara satu dan lainnya
Kapan sebaiknya keluarga melakukan ibadah keluarga?
- Pagi dan / atau malam hari
- Pengorbanan harus dilakukan
- Buat jadwal
Bacalah
kutipan dari Ellen White: "Dalam setiap keluarga harus ada waktu yang
tetap untuk ibadah pagi dan sore hari. Betapa tepatnya bagi para orang tua
untuk mengumpulkan anak-anak mereka ... saat malam tiba, untuk berkumpul sekali
lagi di hadapan-Nya dan bersyukur kepada-Nya atas berkat-berkat-Nya hari
ini." Mendidik Dan Membimbing Anak,
hal.520.
Kapan mengadakan ibadah keluarga, tergantung pada keadaan
masing-masing keluarga. Setiap keluarga harus meninjau jadwal keluarga mereka
dan menentukan waktu yang ditetapkan pada ibadah pagi dan / atau sore hari.
Ibadah keluarga menyediakan sebuah forum kebersamaan keluarga; itu adalah saat
di mana pikiran, ide, keprihatinan, dan nilai-nilai spiritual dapat dibagikan.
Ide-ide untuk ibadah
keluarga
- Buatlah itu secara sederhana
- Buatlah itu singkat dan manis
- Buatlah sesuai usia
- Jadilah kreatif
- Gunakan itu sebagai waktu untuk berbagi
Ada banyak cara untuk mengadakan ibadah keluarga --
tujuan utamanya adalah untuk terhubung kepada Allah sebagai keluarga dan
meneruskan warisan rohani. Ingatlah untuk mempertimbangkan tahap perkembangan masing-masing
anggota keluarga dan persiapkan ibadah Saudara bagi anggota keluarga yang
paling muda. Bahkan jika pekabaran ini disederhanakan, semua orang mendapat
manfaat.
23
Dalam dunia yang sibuk saat ini, membuat komitmen untuk
mengadakan ibadah keluarga mungkin tampak seperti tugas yang menakutkan. Namun,
janji keberhasilan ditemukan dalam Filipi 4:13 -- "Segala perkara dapat
kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Percayalah pada
Allah dan lihatlah Ia memberkati keluarga Saudara melebihi apa yang dapat
Saudara bayangkan.
Aktivitas:
Bagilah pendengar Saudara
dalam kelompok yang
beranggotakan empat sampai
enam orang. Setiap kelompok harus memilih seorang pemimpin kelompok /
pencatat (seseorang untuk menuliskan ide-ide).
Biarkan setiap kelompok selama 15 menit untuk melakukan
brainstorming dan mencatat ide-ide kreatif mengenai perbaktian keluarga dengan
tahapan-tahapan:
- Balita / pra-sekolah
- Anak-anak
- Remaja
- Mahasiswa / orang dewasa yang masih muda
- Antar generasi
- Mintalah kelompok-kelompok membagikan ide-ide mereka
24
Seminar
Mini 4, Rabu 15 February 2017
PEMURIDAN
KELUARGA KEPADA KRISTUS :
KELUARGA UNTUK
KELUARGA
olehBarnaMagyarosi - 50 Minutes
Saudara Membutuhkan: Sebuah slide Power Point dengan sebuah foto
pribadi
Keluarga untuk Keluarga: Apa maksudnya?
Ø
Ini merupakan suatu
proyek yang memperkuat keluarga-keluarga Advent dengan melibatkan mereka dalam
bersaksi bagi orang lain.
Ø
Hal ini menyoroti
pentingnya doa syafaat.
Ø
Hal ini dimaksudkan
untuk menjadi gaya hidup setiap keluarga Advent
Ø
Ini ditujukan untuk
membuat keluarga sebagai pusat kegiatan penginjilan di gereja-gereja kita.
Ø
Tujuan utamanya
adalah untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai kelompok umur mulai dari
anak-anak sampai orang dewasa.
Penglihatan
"Dalam penglihatan-penglihatan malam, beberapa
gambaran lewat di hadapan Saya mengenai suatu gerakan reformasi besar di antara
umat Allah. Banyak yang sedang memuji Allah. Orang sakit disembuhkan, dan
mujizat lainnya dibuat. Suatu semangat pengantaraan terlihat, bahkan seperti
yang ditunjukkan sebelum Hari Pentakosta yang besar itu. Ratusan dan ribuan
orang terlihat mengunjungi keluarga-keluarga dan membuka firman Allah di
hadapan mereka. Hati telah diyakinkan oleh kuasa Roh Kudus, dan semangat
pertobatan sejati pun terwujud. Di setiap sisi, pintu-pintu dibiarkan terbuka
untuk memberitakan kebenaran. Dunia tampaknya diterangi oleh pengaruh surgawi.
Berkat-berkat besar diterima oleh umat-umat Allah yang benar dan rendah hati.
Saya mendengar suara-suara ucapan syukur dan pujian, dan tampaknya ada
reformasi seperti yang kita saksikan di tahun 1844." Testimonies, jld. 9, hal. 126.
Ini
adalah pilihan lain untuk suatu ikhtisar slide dengan menggunakan transisi.
Dasarnya
- "Dalam pekabaran malaikat yang pertama dan kedua, pekerjaan dilakukan dengan cara ini. Pria dan wanita bergerak mencari Kitab Suci, dan mereka meminta perhatian orang lain untuk pengungkapan kebenaran. Itu adalah pekerjaan secara pribadi bagi para individu dan keluarga yang memberikan pekabaran ini, keberhasilan mereka begitu indah." Evangelism, hal 435.
- "Menunjukkan Kristus dalam keluarga, di dekat perapian, dan dalam pertemuan-pertemuan kecil di rumah-rumah pribadi, sering lebih berhasil dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus daripada khotbah-khotbah yang disampaikan di tempat terbuka, pada kerumunan yang ramai, atau bahkan di gedung-gedung maupun di gereja-gereja." Evangelism, hal 437.
- "Di mana pun Saudara dapat memperoleh akses kepada orang-orang di dekat perapian, tingkatkan kesempatan Saudara. Ambillah Alkitab Saudara, dan bukakan di hadapan mereka kebenarannya yang agung. Keberhasilan Saudara tidak akan banyak bergantung pada pengetahuan dan prestasi Saudara, seperti pada kemampuan Saudara untuk menemukan cara Saudara kepada intinya." Evangelism, hal. 436 dan 437.
- "Ada pekerjaan yang harus dilakukan dalam barisan yang belum dilakukan. Biarkan para pekerja Allah
25
- mengajarkan kebenaran dalam keluarga-keluarga, menggambar dekat dengan orang-orang untuk siapa mereka bekerja. Jika saja mereka bekerja sama dengan Allah, Dia akan memakaikan kepada mereka kekuatan spiritual. Kristus akan membimbing mereka dalam pekerjaan mereka, memasuki rumah-rumah bersama mereka, dan memberi mereka kata-kata untuk diucapkan yang akan masuk jauh ke dalam hati para pendengar. Roh Kudus akan membuka hati dan pikiran untuk menerima sinar yang datang dari sumber segala cahaya." Evangelism, hal 436.
Berikan suatu
ikhtisar singkat dari presentasi. Jelaskan fokus utama dari presentasi tersebut
dan mengapa itu penting. Perkenalkan tiap topik utama.
Untuk
menyediakan sebuah peta jalan bagi hadirin, Saudara dapat mengulangi slide
ikhtisar ini di seluruh presentasi, menyoroti topik tertentu yang akan Saudara
diskusikan berikutnya.
Bagaimana cara kerjanya?
Tiga tahapan: Persiapan; Persahabatan; Integrasi
September :
ü
Setiap keluarga
memilih orang lain atau beberapa keluarga
ü
Formulir
Pendaftaran
ü
Suatu hari khusus
untuk doa dan puasa
Persiapan
Oktober :
ü
Doa syafaat
ü
Kebaktian khusus
ü
Khotbah khusus
ü
Meditasi selama 30 menit
ü
Memotivasi keluarga-keluarga untuk terlibat
Persahabatan: Nopember:
ü
Undangan makan
ü
Mengunjungi keluarga-keluarga
ü
Membagikan 4 brosur
Brosur-brosur : Satu brosur
per minggu
Desember:
ü
Undangan ke gereja: Hari “Sahabat Pengharapan”
ü
Undangan ke kelompok-kelompok studi kecil (dapat berhubungan dengan Natal
atau Keluarga)
Doa syafaat berlanjut terus!!!
Integrasi
Semua
departemen gereja tetap selaras, bersatu dan fokus pada tujuan yang sama:
ü
Pertemuan orang tua
ü
Seminar-seminar kehidupan keluarga
ü
Persiapan pra-nikah
ü
Program-program remaja
ü
Program Lajang dan Program Wanita
26
Untuk
tujuan ini mereka akan merencanakan kegiatan-kegiatan yang terarah dengan
mempertimbangkan kelompok umur para anggota keluarga. Semua acara yang diadakan
sepanjang tahun termasuk dalam kalender gereja
Ini adalah pilihan lain untuk slide Ikhtisar.
Januari-Juli:
ü
Aktivitas-aktivitas yang berbeda di gereja setempat
ü
Penginjilan umum
ü
Pekan Doa Keluarga
ü
Aktivitas-aktivitas berdasarkan kelompok umur dan kelompok sosial
tertentu
ü
Kelompok-kelompok studi Alkitab
ü
Hari Minggu khusus bagi keluarga
ü
Menggunakan hari-hari khusus Paskah untuk memperkuat hubungan
ü
Melibatkan keluarga-keluarga baru dalam proses yang sama
Yang dapat dilakukan:
- Semua keluarga di gereja berdoa untuk setidaknya satu keluarga
- Semua keluarga di gereja membuka diri kepada keluarga target dan mencari tahu apakah mereka memiliki permintaan doa khusus.
- Semua keluarga di gereja mengunjungi dan membagikan satu brosur per minggu
- Semua keluarga di gereja mengundang keluarga target untuk berbagi makanan di rumah mereka, dan juga menawarkan buku misionaris tahun bersangkutan dan mengundang mereka untuk menghadiri sebuah studi Minggu Natal istimewa dalam kelompok kecil
- Pada bulan-bulan yang tersisa tahun ini, departemen-departemen di gereja akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan utama dari keluarga sedangkan keluarga-keluarga pengantara menawarkan studi-studi Alkitab
- Para pemimpin Departemen dan pemimpin kelompok kecil bertemu secara teratur untuk memenuhi kebutuhan keluarga-keluarga ini, untuk mengevaluasi proyek dan untuk melakukan perubahan yang diperlukan.
Gunakan satu bagian judul untuk setiap topik, sehingga
ada transisi yang jelas kepada hadirin.
27
BAHAN BACAAN, KAMIS 16 FEBRUARY 2017
HUBUNGAN
KEBANGUNAN DAN REFORMASI
Oleh David dan Beverly Sedlacek
Sejak pemilihan terakhir sebagai Ketua General Conference
Masehi Advent Hari Ketujuh, Ted Wilson telah berulang kali menekankan dengan
tegas kebutuhan akan kebangunan rohani dan reformasi dalam jemaat.
Panggilan-Nya diikuti oleh suatu komitmen dan panggilan untuk kebangunan rohani
dan reformasi pada Dewan Tahunan di tahun 2010 yang diadakan di Silver Spring,
Maryland (Advent World, Januari 2011,
hal. 9). Ini akan menyegarkan kembali ingatan kita akan masalah yang sama:.
"Kasih Kristus menguasai setiap aspek dari kehidupan para murid dan
menggerakkan mereka kepada suatu komitmen yang penuh gairah bagi
pelayanan-Nya" (hal. 17) Terlalu sering ketika ada panggilan untuk
kebangunan rohani dan reformasi di masa lalu,. hasilnya adalah penekanan pada
kesalehan pribadi dan doa, mungkin mengarah kepada kesempurnaan pribadi. Jenis
kebangunan rohani pribadi dan reformasi yang tidak menghasilkan kasih yang
penuh gairah bagi Kristus, maupun bagi orang-orang yang bagi mereka Ia telah
datang untuk menyelamatkannya. Sebaliknya, berfokus pada diri sendiri yang
lumpuh dan bukannya menggerakkan jemaat.
Bagaimana kita menanggapi panggilan yang mendesak ini
untuk kebangunan rohani dan reformasi dengan cara yang akan benar-benar
mengantarkan pencurahan hujan akhir Roh Kudus? Kami menyarankan bahwa pekerjaan
kebangunan rohani dan reformasi haruslah berfokus pada pribadi maupun hubungan.
Perhatikan pernyataan berikut dari Kisah
Para Rasul, 1911, hal 37: “Menyisihkan segala perbedaan, segala keinginan
untuk keunggulan, mereka datang bersama-sama dalam persahabatan Kristen. . . .
Kesusahan memenuhi hati mereka saat mereka memikirkan berapa banyak kali mereka
telah menyusahkan Dia karena lambatnya pengertian mereka, kegagalan mereka
untuk mengerti pelajaran yang, demi kebaikan mereka, Ia sedang mencoba untuk
mengajarkan mereka. . . . Para murid merasa keperluan rohani mereka dan berseru
kepada Tuhan dengan perbuatan dan kesungguh-sungguhan kudus yang akan
menyanggupkan mereka untuk pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa.”
Dari kutipan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa sebelum
pengalaman ruang atas ada perbedaan yang diperdebatkan di antara para murid.
Sebuah keinginan untuk lebih unggul, kurangnya kedekatan dalam persekutuan
Kristen, suatu kelambatan untuk memahami, kegagalan untuk memahami pelajaran
Kristus, dan tidak merasa perlu untuk berubah.
Untuk menempatkan masalah ini dalam konteksnya, kita
menunjuk pada kegagalan para murid untuk menjadi rendah hati sebelum Hari Raya
Paskah, dengan menolak membasuh kaki satu sama lain. Yesus berkata kepada Petrus: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak
tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." (Yohanes 13:7).
“Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke
tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Mengertikah kamu apa yang telah
Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab
memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah
Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah
memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti
yang telah Kuperbuat kepadamu.’ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang
hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada
dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu,
jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:12-17).
Para murid jelas tidak mengerti apa yang Yesus katakan
pada waktu itu. Mereka pada awalnya salah memahami sifat dari Kerajaan Allah,
dan sedang mencari kemuliaan pribadi. Kemudian mereka tidak puas hanya menjadi
bagian dari kerajaan Allah. Mereka ingin menjadi yang terutama atau yang
terbesar dalam Kerajaan Allah.
28
Tak lama setelah perjamuan terakhir, Yesus menjelaskan
kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan mati, dan bahwa mereka tidak akan mampu
untuk mengikuti-Nya saat itu. Petrus menjawab: "Tuhan, mengapa aku tidak
dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
(Yohanes 13:37).
Yesus segera beralih kepada penonjolan diri Petrus dengan
memprediksi penyangkalan Petrus yang tidak lama lagi meskipun dia mengenal
Yesus. Dalam mengomentari titik rendah dalam pengalaman Petrus ini, Ellen White
memberi komentar: “Ketika Petrus berkata ia akan mengikuti Tuhannya ke penjara
dan mati, ia bersungguh-sungguh dalam setiap kata-katanya, tetapi dia tidak
mengenal dirinya sendiri. Tersembunyi dalam hatinya ada unsur-unsur kejahatan
yang akan terhembus ke dalam kehidupan. . . Juruselamat melihat dalam dirinya
suatu cinta-diri dan jaminan yang akan menindas bahkan kasih-Nya bagi Kristus.
. . Peringatan serius Kristus merupakan suatu panggilan bagi pencarian hati” (White, 1940, hal. 673).
Komentar ini membagikan beberapa unsur penting yang
bekerja menentang kebangkitan dan reformasi: Pertama, dalam doa pribadi dan doa
kelompok serta kehidupan perbaktian mereka, kita melakukan pernyataan yang luhur
dari kasih kita bagi Yesus, kepercayaan kita kepada-Nya dan komitmen untuk
mengasihi satu sama lain, dan kita bersungguh-sungguh dengan apa yang kita
katakan. Tapi seperti Yesus dalam Yohanes 2:24, kita harus memiliki sikap
keraguan yang sehat akan kemampuan kita dan orang lain, untuk melakukan apa
yang kita katakan dan untuk memenuhi janji-janji yang kita buat bagi Allah.
Ellen White menyatakan "janji-janji dan ketetapan-ketetapan hati kita itu
bagaikan tali pasir" (1942, hal 174).
Kedua, seperti Petrus, kita juga tidak benar-benar
mengenal diri kita sendiri. Ada hal-hal yang tersembunyi dalam hati kita yang
kita tidak ketahui, yang membawa kita untuk mengasihi diri kita sendiri bahkan
lebih dari kasih kita kepada Yesus. Dedikasi Petrus sudah jelas. Dia telah
meninggalkan semuanya untuk mengikuti Yesus: profesinya, rumahnya, dan
keluarganya. Namun, ia tidak mengerti alasan sebenarnya ia membuat pengorbanan
ini.
Mengapa kita tidak memahami diri kita sendiri? Mengapa
kita tidak tahu mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan? Sebanyak kasih
akan diri sendiri yang kita ingin gantikan dengan kasih kepada Yesus, kenyataan
ini berada di luar jangkauan kita meskipun kita melayani Allah selama
bertahun-tahun. Apakah itu karena kita tidak cukup berdoa atau tidak
menghabiskan cukup waktu dalam Firman Allah? Meskipun saran-saran ini dapat
menjawab sejumlah pertanyaan kita, ada masalah yang lebih dalam yang
mempengaruhi bagaimana kita berdoa, bagaimana kita memandang Firman Allah, dan
bagaimana kita mengadakan hubungan dalam dunia yang telah jatuh ini:
Pertama, kita tidak jujur dengan
diri kita sendiri tentang siapa kita, dan benar-benar tidak menginginkan hal
itu. Yeremia 17:9 berkata: "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada
segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"
Nabi itu menunjuk bahwa hati kita yang curang itulah yang menjadi masalah.
Mengapa kebenaran ini penting untuk kita anut? Kejujuran pada diri sendiri
menghendaki kita bertanggung jawab atas pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan
kita. Sejak kejatuhan manusia, kecenderungan untuk menyalahkan orang lain telah
tercetak di DNA kita. Kita harus menerima kenyataan bahwa tidak bertanggung
jawab pada diri kita sendiri adalah salah satu produk sampingan dari sifat dosa
yang kita warisi dari orang tua pertama kita. Penipuan diri sendiri adalah
bagian dari siapa kita. Ini adalah inti keterpisahan kita dari Kristus.
Kedua, kita tidak mengenal diri kita sendiri, dan kita
benar-benar tidak ingin mengenalinya. Kita berpikir bahwa kita mengenal diri
kita sendiri. Kita seperti orang Laodikia: "Karena engkau berkata: Aku
kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan
karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan
telanjang" Wahyu (3:17). Kita tidak melihat kondisi kita yang sebenarnya
sebagaimana Allah melihatnya. Dengan bahasa yang sederhana, kita bersalah atas
kesombongan rohani.
Kita harus bertanya kepada diri sendiri, mengapa diri,
dan cinta diri kita begitu mendarah daging dalam diri kita?
29
Ibrani 2:15
menambahkan: "dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang
seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” Kita
harus menghadapi kenyataan bahwa kita takut mati tgerhadap diri sendiri. Kita
telah membangun kehidupan untuk bertahan hidup di dunia ini yang telah rusak
akibat dosa. Banyak dari kita telah membangun "struktur diri" untuk
mengatasi rasa sakit dalam kehidupan
yang telah kita alami. Membangun pertahanan terhadap rasa sakit adalah
bagian dari kehendak Allah dalam dunia yang berdosa ini di mana terdapat
orang-orang yang terluka dan menyakiti orang lain.
Jika dosa dan akibat-akibatnya tidak memasuki dunia ini,
kita tidak akan perlu melindungi diri terhadapnya, tidak diperlukan mekanisme
pertahanan. Jadi, ketika kita terluka dan takut terluka lagi, kita mengeraskan
hati kita. Ketika hidup kita telah kacau dan tampaknya di luar kendali,
ketakutan kita untuk kembali kepada keadaan itu menuntun kita untuk mengendalikan
kehidupan kita dan kehidupan orang lain sedaya mampu kita. Sebaliknya, ketika
sebagai anak-anak kita terlalu dikontrol, kita akan takut dikendalikan lagi,
dan akan menolak tunduk kepada otoritas, bahkan otoritas Allah.
Jika kita telah dibesarkan di rumah, di mana sosok orang
tua kita tidak dapat dipercaya atau diandalkan, kita belajar akan
ketergantungan diri yang patologis. Kita telah belajar bahwa untuk mempercayai
orang lain, bahkan terhadap Allah, mempunyai risiko untuk tidak dihargai karena
kita telah berulang kali mengalami kekecewan setiap kali kita telah mengambil
risiko untuk percaya.
Kita juga takut ditolak atau ditinggalkan. Orang yang
telah mengalami penolakan akan sangat mengantisipasi penolakan bahwa ramalan
ketakutan mereka akan menjadi kenyataan. Dalam kata-kata Ayub, "Karena
yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang
mendatangi aku." (Ayub 3:25). Atau mereka akan menolak orang lain sebelum
mereka ditolak.
Suatu ketakutan akan ditinggalkan juga dapat membawa kita
untuk membuat satu set keadaan di mana kita akan ditinggalkan. Ibrani 12:15
menunjukkan, akar pahit kita -- dalam hal ini, takut ditinggalkan -- meluap dan
menyusahkan kita, tetapi juga mencemarkan orang lain dengan ketakutan-ketakutan
kita. Ketakutan-ketakutan ini masuk sangat dalam, dan seringkali berakar pada
pengalaman masa kecil yang menyakitkan. Takut akan kekerasan seringkali
menuntun pada struktur yang terus-menerus menghidupkan diri sendiri di mana
seseorang mengantisipasi atau memperkirakan bahwa ia akan terluka.
Banyak proses-proses kecanduan membawa kita untuk takut
akan kebutuhan kita yang paling mendasar akan kenyamanan dan rasa sakit yang
akan tetap terpenuhi. Realitas ini menyebabkan kecanduan untuk menemukan cara
dalam mengobati diri, rasa sakit atau frustrasi terhadap sejumlah perasaan yang
tidak menyenangkan. Ketakutan ini hanya contoh dari jenis ketakutan yang
dihadapi oleh umat-umat Allah setiap hari, dan oleh semua orang yang lahir di
dunia yang telah rusak ini.
Masalahnya bukan karena kita memiliki rasa takut. Masalah
yang lebih besar adalah apa yang harus dilakukan dengan ketakutan kita itu.
Alkitab mengatakan: "Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu"
(Mazmur 56:4). Seperti dalam kasus Rasul Petrus, kita sering mempercayai
kemampuan kita untuk menangani tantangan hidup, daripada meletakkan kepercayaan
kita pada Yesus.
Para penganut Kristen mengaku sering memberikan
janji-janji suam-suam kuku yang hanya di bibir saja untuk percaya kepada Allah,
tapi tindakan kita mengisyaratkan kita tetap ingin mengendalikan sendiri
kehidupan kita. Pesan yang kita sampaikan kepada Allah adalah bahwa Ia tidak
mampu menangani situasi kita. Tanpa sadar kita mengatakan kepada Allah bahwa
Dia tidak cukup besar, tidak cukup kuat, tidak cukup hadir, atau tidak cukup
nyaman untuk menangani keadaan-keadaan kita. Dengan demikian, kita menempatkan
diri pada takhta Allah dan mengambil alih tempat Allah. Ini adalah penyembahan
berhala. Dari perspektif relasional, sebagai dewa kita sendiri, kita tidak
dapat memiliki keintiman sejati dengan Allah atau dengan manusia lainnya.
30
Kegagalan untuk menganut kebenaran mutlak tentang
kebutuhan kita akan Allah menuntun kita untuk menjadi budak rasa malu yang
tidak sehat -- suatu realitas beracun yang menyebabkan rasa kegagalan dalam
mengatasi tantangan-tantangan hidup. Rasa malu yang tidak sehat mengatakan
"Saya adalah kesalahan itu," bukannya "saya telah melakukan
kesalahan." Gantinya percaya pada Allah yang telah menciptakan kita
menurut rupa-Nya dan menyatakan kita "sungguh amat baik," kita
percaya "Saya tidak baik." Di dalam jemaat, jenis rasa malu beracun
ini sering dinyatakan sebagai suatu keunggulan rohani. Kita menghakimi atau
merasa benar sendiri. Kenyataan ini menghancurkan keintiman di antara anggota
jemaat Allah.
Akar dari struktur-struktur ini sering muncul kembali ke
pembentukan karakter kita masing-masing sejak di dalam rahim (ref. Lukas 1:41
dan 1:44). Mereka sangat mendarah daging dalam diri kita. Menyatakan pada
seorang dewasa bahwa mati bagi diri dan dilahirkan kembali (Yohanes 3) dengan
kehancuran yang tak tersembuhkan, bagaikan sebuah undangan untuk membuka
dirinya terhadap kecanduan kembali.
Struktur-struktur ini telah bekerja dengan baik untuk
melindungi diri sendiri yang rapuh dari pemusnahan di tangan orang lain.
Anak-anak secara tidak sadar terlibat dalam pemikiran magis yang mengidealkan
pelaku kejahatan mereka dan menuntun mereka untuk bertanggung jawab terhadap
kecanduan tersebut. Mereka pertama harus memiliki minyak pelumas mata yaitu Roh
Kudus (Wahyu 3:18), untuk melihat kebenaran tentang kecanduan mereka, dan
melihat para pelaku kecanduan mereka terhadap siapa mereka sebenarnya telah
kecanduan.
Salah satu tragedi dari skenario ini adalah bahwa jika
kita berpegang terlalu erat pada struktur-struktur yang telah kita bangun, kita
berada dalam perbudakan terhadap mereka. Kita tidak mencukupi untuk mencapai
kebebasan yang datang dengan menjadi suatu "ciptaan baru" (2 Korintus
5:17). Kita kehilangan kuasa yang direferensikan dalam Roma 6:5 yang
mengatakan:. "Sebab jika kita
telah menjadi satu
dengan apa yang
sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang
sama dengan kebangkitan-Nya." Setelah kematian terhadap diri, datanglah
kehidupan baru yang dibangkitkan kembali. Kebangunan rohani dan reformasi yang
dijanjikan akan menghindarkan kita jika kita takut mati terhadap
struktur-struktur yang telah kita bangun untuk membuat diri kita merasa lebih
baik.
Studi terbaru tentang ilmu otak menambahkan cahaya kepada
gambar yang telah kita lukiskan. Bahkan sebelum seorang anak mampu menghidupkan
pemikiran yang sadar, kepadanya telah dimasukkan seperangkat keyakinan tentang
dirinya sendiri. Keyakinan ini menempel di otak bagaikan tinta pada selembar
kertas. Pola kebiasaan hidup dalam berpikir dan merasakan yang beralur dalam di
otak, dan menjadi kenyataan anak untuk lebih baik atau buruk. Dalam rangka
untuk menyenangkan sang pengasuh utama, anak sering mengorbankan
kebutuhan-kebutuhan diri sendiri, dan gantinya mengambil identitas palsu untuk
memenuhi kebutuhan orang lain. Amsal 23:7 mengatakan pada kita bahwa seperti
orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. Kita
menjadi apa yang telah kita tanamkan untuk diyakini tentang diri kita sendiri.
Kita telah sangat meremehkan pekerjaan yang Roh Kudus
harus lakukan untuk membawa kebangunan rohani dan reformasi dalam gereja.
Kebangunan dan reformasi pribadi termasuk suatu keputusan yang berani untuk
membiarkan Allah masuk ke dalam relung terdalam dari hati kita, untuk membangun
pola-pola baru dalam berpikir dan merasakan -- termasuk fisiologi otak -- dan
kemudian dari posisi penyerahan penuh kepada Allah, hidup dan cinta tanpa
pamrih. Ingat, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna
melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa
takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." (1 Yohanes 4:18).
Kabar baik untuk dianut tentang Allah adalah "Yaitu
Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai
pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." (Filipi 1:6). Dia berjanji bahwa
Dia akan sampai ke bagian bawah dari sampah kehidupan kita, dan akan terus
melakukannya kecuali kita mengatakan kepada-Nya untuk berhenti. Pekerjaan yang
diuraikan di atas adalah penting untuk "Sebuah kebangkitan saleh yang
sejati di antara kita yang merupakan hal terbesar dan paling mendesak dari
semua
31
kebutuhan kita. Mencari hal ini haruslah menjadi
pekerjaan kita yang pertama" (White,
1958, hal.121). "Kebangunan rohani ditandai pembaharuan kehidupan
spiritual, percepatan dari kekuatan pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian
rohani" (White, 1958, hal.128).
Terlalu sering kita ingin mencapai kebangunan rohani
tanpa menghadapi realitas dari kemanusiaan kita yang cacat dan menyakitkan.
Sebaliknya, kita lebih suka memilih untuk berkomunikasi dengan Allah pada
beberapa bagian terhalus dari penderitaan diri kita sendiri yang telah
terputus. Nyatanya, Allah telah menetapkan suatu pembaharuan kehidupan rohani
dengan mencakup kemanusiaan kita.
"Reformasi menandakan suatu reorganisasi, perubahan
ide dan teori, kebiasaan dan praktek" (White,
1958, hal. 128). Apakah hal ini tidak menggambarkan perubahan dalam berpikir
dan bertindak yang dijelaskan di atas? Sama seperti Yesus mencari Petrus untuk
memulihkannya, Dia sedang mencari masing-masing kita hari ini untuk tujuan yang
sama. Ketika ayam jantan berkokok ketiga kalinya, dan Yesus menatap Petrus
dengan kasih sayang, Petrus keluar dan menangis dengan sedihnya. Hatinya akhirnya
dihancurkan oleh penyangkalannya terhadap Kristus. Di tempat kepercayaan pada
dirinya yang sebelumnya, Petrus menanggapi pertanyaan ketiga Yesus:
"Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi
Engkau" (Yohanes 21:17). Petrus diperbaharui, belum sempurna, tapi telah
diperbaharui. Dasar dari mana ia bekerja bukan lagi diri sendiri, namun suatu
kasih tanpa pamrih yang sejati bagi Juruselamatnya.
Agar kebangunan rohani dan reformasi mengambil tempat di
antara para anggota gereja Allah, kami menawarkan yang berikut:
1.
Adalah menyakitkan
untuk jujur melihat pada diri kita sendiri. Allah sudah melihat kita
tentang siapa kita, dan bukan menghancurkannya. Dia tidak merasa senang akan
kematian anak-anak-Nya, orang-orang fasik atau orang-orang yang patuh. Jika
Saudara berdoa "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku
dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah
aku di jalan yang kekal!" (Mazmur 139:23-24), Allah akan menjawab doa
Saudara. Allah telah menunggu kesediaan Saudara untuk mengijinkan Dia
menunjukkan kebenaran tentang diri Saudara.
2.
Mintalah Allah
menunjukkan hal-hal spesifik yang terhadapnya Saudara sangat tergantung, yang
menghalangi Saudara dari keintiman dengan-Nya dan orang lain. Ketika Allah
menunjukkannya kepada Saudara, Saudara harus memutuskan untuk mengizinkannya
dimatikan. Allah tidak akan melanggar hak Saudara dalam menyembuhkan Saudara.
Dia hanya akan bekerja dalam parameter pilihan Saudara. Bila Saudara siap,
secara khusus sebutkan struktur-struktur yang perlu dimatikan, dan mintalah Dia
untuk mengurusnya dengan persetujuan Saudara. Kemudian percayalah bahwa Allah
telah menjawab doa Saudara. Ingat, iman adalah kemenangan yang mengalahkan
dunia. Jika Saudara tidak melihat bukti langsung dari kehidupan baru yang telah
berubah, jangan berkecil hati. Kematian yang kepadanya Saudara telah dipanggil
adalah kematian setiap hari (1Korintus 15:31). Tetapi orang yang bertahan
sampai pada kesudahannya akan selamat (Matius 24:13). Ini melalui latihan
setiap hari yang olehnya kita akan diperkuat dan bertumbuh.
3.
Jika Saudara
menemukan diri Saudara takut akan apa yang ada di depan Saudara, ingatlah
pekabaran Allah kepada Yosua dan buatlah itu menjadi milik Saudara.
"Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu?
Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana
pun engkau pergi." (Yosua 1:9) “Sekalipun aku berjalan dalam lembah
kekelaman” (Mazmur 23:4) membutuhkan keberanian yang besar. Allah akan
menguatkan Saudara jika Saudara meminta kepada-Nya.
4.
Sebelum mengundang
Saudara untuk menyerahkan diri kepada Allah dalam kematian
32
terhadap diri, Dia akan
menawarkan kenyamanan. Allah mengetahui rasa sakit dan nyeri yang
Saudara
sudah derita. Allah juga mengetahui rasa sakit dan nyeri yang menunggu Saudara.
Mujizat kenyamanan Allah tersedia di mana pun itu dibutuhkan. Sementara
seringkali emosi terjebak di tempat yang sangat melukai kita, di sana ada Allah
yang akan menyediakan kenyamanan dan penyembuhan dari rasa sakit kita. “Sebab
TUHAN menghibur Sion (taruh nama Saudara
di sini), menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya
seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ
terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring."
(Yesaya 51:3).
5.
Jangan takut untuk
menanyakan kepada Allah pertanyaan-pertanyaan yang sulit, seperti: "Di
manakah Engkau saat hal ini terjadi padaku?" Atau "Mengapa Engkau
membiarkan hal ini terjadi?" Pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat
menjadi tanda dari sebuah keintiman yang berkembang dengan Allah. Dia senang
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kita ketika hal itu datang dari hati yang
tulus, seperti Ayub yang menanyakan beberapa pertanyaan yang sangat sulit
kepada Allah. Saudara harus ingat, "Dalam segala
kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang
menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas
kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu
kala" (Yesaya 63: 9).
6.
Kebangunan dan
pembaharuan hubungan tidak hanya tentang Saudara. Ya, Saudara akan berubah dan
diubah. Tapi Saudara diberkati untuk memberkati orang lain. Tidak ada yang
dapat membawa kebangunan rohani seperti berbagi cerita dengan orang lain.
Ingatlah, "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka...."
(Wahyu 12:11). Ceritakan pada orang lain bagaimana Allah telah menyembuhkan dan
membebaskan Saudara.
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa
yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur
kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka,
yang berada dalam
bermacam-macam penderitaan dengan
penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” (2 Korintus 1:3-4).
Kita harus menciptakan tempat yang aman di gereja-gereja
kita agar penyembuhan ini terjadi. Sejauh ini terlalu banyak gereja kita yang
tidak aman bagi saudara dan saudari kita untuk bersikap jujur tentang pergumulan-pergumulan mereka. Anggota-anggota
gereja jarang membuka diri bahkan dalam acara-acara kita yang paling akrab
seperti Sekolah Sabat atau pertemuan-pertemuan doa. Banyak dari gereja-gereja
kita yang tidak memiliki pelayanan kelompok-kelompok kecil yang efektif. Dan
ini masih merupakan pengaturan yang perlu dibuat agar aman bagi para anggota
gereja kita dalam berbagi rasa sakit dan pergumulan-pergumulan mereka, dan
untuk menerima berkat dari doa yang menyembuhkan. Ingatlah, "Hendaklah
kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh” (Yakobus
5:16). Adventist Recovery Ministries (ARMin) menawarkan dua belas tahapan
format kelompok yang berdasarkan Alkitab yang tidak diketahui namanya dan
terbuka untuk setiap orang yang bergumul dengan perilaku memaksa (sebagian
besar dari kita). ARMin beroperasi di bawah naungan Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh Divisi Amerika Utara. Ketika kita mengetahui rasa sakit dan pergumulan
masing-masing, kita dapat dengan lebih bermakna lagi berdoa bagi satu sama
lainnya. Dalam kelompok-kelompok yang aman kita dapat menyembuhkan bersama,
tumbuh bersama, dan berubah bersama.
Kita berharap pemikiran-pemikiran ini akan dibahas lebih
lanjut dalam judul ini, dan memberikan beberapa ide-ide praktis tentang
bagaimana cara untuk menyingkirkan semua perbedaan, semua keinginan untuk lebih
unggul, dan membawa kita semua bersama-sama menjadi satu kesatuan yang sejati.
Hal ini akan memungkinkan kita untuk meniup terompet dengan suara tertentu
sementara kita membagikan kabar baik dari pekabaran tiga malaikat ke seluruh
dunia.
33
BAHAN KOTBAH/VESPERS JUMAT 17 FEBRUARY 2017
GENGGAMLAH
TANGANKU, TUHAN
Oleh Claudio dan Pamela Consuegra
[Aktivitas Pembuka Jemaat]
Tolong angkat salah satu tangan Saudara, setinggi yang
Saudara bisa, dan tahan... sampai Saya memberitahu Saudara untuk menurunkannya.
Saya selalu merasa kagum ketika Saya melihat bagaimana
anak-anak kecil berjalan atau berdiri, tangan kecil mereka terselip di dalam tangan
yang lebih besar dari ibu atau ayah mereka, kakak laki-laki atau kakak
perempuan mereka, atau orang dewasa lainnya. Saya tidak tahu bagaimana dengan
Saudara, tetapi jika Saya memegang lengan Saya untuk beberapa saat, mungkin
akan menjadi sangat lelah dan akan tertidur setelah beberapa menit kemudian.
Mungkin akan mulai terasa, dan tak lama kemudian, perlahan-lahan akan
terkulai... kecuali Saya menggunakan lengan yang lain atau sesuatu yang lain
untuk menahannya.
Tapi anak-anak dapat berjalan atau berdiri memegang
tangan orang tua mereka untuk waktu yang lama, dan mereka tampaknya tidak lelah
karenanya. Mereka berpegang pada "raksasa" ini yang ada di samping
mereka dan tidak menjadi lelah. Sebaliknya, memegang tangan mereka memberi
mereka rasa aman dan kedekatan. Sebuah ikatan khusus terjadi setiap kali
anak-anak menjangkau ke atas untuk menggenggam tangan orang tuanya. Dan hati
orang tua mengalir ke bawah melalui lengan mereka untuk memberikan pada anak
mereka kehangatan, cinta, dan bimbingan yang mereka butuhkan.
Ketika seorang anak menyodorkan tangan kecilnya di hati
Saudara, mungkin saja itu berlumuran es krim atau jeli, dan mungkin ada kutil
di bawah ibu jari tangan kanannya, atau Band-Aid (plester obat) di jari
kelingkingnya. Namun, hal yang paling penting tentang tangan kecil ini adalah
bahwa itu milik Saudara saat itu, dan Saudara sebagai orangtua memiliki
kesempatan dan hak istimewa untuk menjadi yang pertama membuat anak Saudara itu
menjadi murid.
Saya pikir itulah cara yang sama yang digunakan Allah.
Tidak peduli seberapa kotornya tangan-tangan dewasa kita, Bapa selalu senang
mennggenggam tangan anak-Nya. Saat kita menjangkau ke atas kepada-Nya, Dia
menjangkau ke bawah dan memegang tangan kita. Mungkin kita tidak selalu
merasakannya dan mungkin itulah sebabnya mengapa begitu sering kita merasa
lelah menjangkau ke atas lalu menyerah. Dan itulah saatnya kita membutuhkan
seseorang untuk datang dan menolong kita. Apakah Saudara ingat kisah bangsa
Israel yang mempertahankan diri mereka sendiri dari orang-orang Amalek?
(Keluaran 17:8-13) Mari kita membacanya bersama-sama:
Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang
Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi
kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di
puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." Lalu Yosua
melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang
Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah,
apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia
menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab
itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di
atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang
satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai
matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan
mata pedang.
Harun dan Hur datang dan membantu Musa ketika ia mulai
lelah mengangkat tangannya. Mengangkat tangannya ke atas bukanlah suatu trik
sihir yang dia lakukan untuk membantu Yosua. Ini merupakan hubungannya dengan
Yang Maha Kuasa. Allah ingin kita mengetahui bahwa dengan pertolongan-Nya kita
dapat
34
memenangkan
pertempuran kita. Namun Dia juga ingin kita mengetahui bahwa kita perlu saling
membantu satu sama lain, saling mendukung satu sama lain, dan saling mendorong
satu sama lain. Kita percaya pada Allah, namun kadang-kadang kita juga
memerlukan seseorang seperti kita, untuk membantu kita melalui
tantangan-tantangan hari ini.
Para orang tua memiliki kesempatan untuk mengajar
anak-anak mereka, melalui tindakan-tindakan sederhana, bahwa mereka juga dapat
menjangkau ke atas dan menggenggam tangan Allah. Saya ingin menyebutkan hanya
beberapa hal pagi ini:
- Doa
Saya yakin kita telah mendengar atau membaca kata-kata
dari buku kecil yang indah Steps to Christ: “Doa adalah membuka hati
kepada Allah sebagai seorang sahabat. Bukan untuk membuat agar Allah mengenal
siapa kita, tetapi untuk memungkinkan kita menerima Dia. Doa tidak membawa
Allah turun kepada kita, tapi membawa kita naik sampai kepada-Nya.” (White, 1982, hal 93)
Sementara kita berdoa bersama anak-anak kita, kita dapat
memberi contoh pada mereka percakapan kita dengan Allah. Bahasa yang kita
gunakan, rasa hormat yang kita tunjukkan, bahasa yang sederhana yang kita
gunakan dapat berbicara banyak kepada mereka. Kadang-kadang Saya berpikir,
sebenarnya anak-anak berdoa jauh lebih baik daripada kita.
Saya teringat kembali ketika Saya membaca kisah seorang
pendeta yang memiliki seekor anak kucing yang terjebak di pohon, dan kucing itu
tidak mau turun. Pohon itu tidak cukup kokoh untuk dipanjat, sehingga pendeta
memutuskan bahwa jika ia mengikatkan tali ke mobil dan ke pohon tersebut, lalu
mengendarai mobilnya sampai pohon itu membungkuk, dia kemudian dapat
menjangkaunya dan mendapatkan anak kucing itu. Saat ia bergerak agak terlalu
jauh, tali itu putus. Pohon itu tersentak tegak dan anak kucing itu langsung
melesat ke udara dan hilang dari pandangan. Dia merasa ngeri dan berjalan ke
seluruh tetangga, menanyakan pada orang-orang apakah mereka melihat seekor anak
kucing. Tidak ada yang melihatnya dan akhirnya ia berdoa, "Tuhan, Saya
menyerahkan kucing ini kepada penjagaan-Mu," dan kemudian pergi mengurus
urusannya.
Beberapa hari kemudian, ia berada di toko kelontong dan
bertemu dengan salah seorang anggota jemaatnya. Di keranjang belanjaannya dia
kaget melihat ada makanan kucing. Wanita ini adalah seorang yang tidak suka
kucing dan semua orang tahu itu, jadi dia bertanya mengapa ia membeli makanan
kucing sementara dia sangat tidak menyukai kucing.
Dia menjawab, "Anda tidak akan percaya, tapi Saya
telah menolak untuk membelikan gadis kecilku seekor kucing meskipun dia telah
memohon. Akhirnya Saya mengatakan, jika Allah memberimu seekor kucing, aku akan
mengizinkanmu memeliharanya. "Saya melihat anak Saya pergi ke halaman,
berlutut dan meminta kucing kepada Allah. Sungguh, Pendeta, Anda tidak akan percaya
ini, tapi Saya melihat dengan mata Saya sendiri. Seekor kucing tiba-tiba
terbang dari langit biru dengan cakar yang mengembang dan mendarat tepat di
depannya. Tentu saja Saya harus mengizinkan dia memelihara anak kucing itu
karena berasal dari Allah..." (Penulis tidak diketahui.).
Kita memiliki kesempatan besar untuk memperkenalkan
anak-anak kita kepada Sahabat kita, Yesus. Kita memiliki hak istimewa untuk
menjadi orang-orang yang menunjukkan pada mereka bagaimana untuk berbicara
kepada Allah, Bapa kita, dan untuk mempercayai-Nya.
Para orang tua, ulurkanlah tangan Saudara dan genggamlah
tangan anak Saudara lalu bersama-sama menjangkau ke atas, kepada-Nya, di dalam
doa!
35
- Studi Alkitab
Para profesional dalam ilmu kesehatan mengatakan bahwa
komunikasi yang sehat memiliki dua unsur: berbicara dan mendengarkan.
Sebenarnya sedikit lebih dari itu. Itu berarti berbicara dengan tegas, yaitu
mengungkapkan dengan jelas apa yang orang pikirkan, rasakan, dan inginkan.
Tetapi juga secara aktif mendengarkan, yaitu, memperhatikan apa yang orang lain
katakan kepada kita dan memantulkan kembali apa yang kita dengar.
Jika komunikasi yang baik antara manusia memiliki dua
komponen, bagaimana dengan komunikasi kita dengan Allah? Sebuah
"ketegasan" doa adalah cara kita menyampaikan kepada Allah tentang
pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan kita, harapan-harapan dan
keinginan-keinginan kita, rasa sakit dan sukacita kita.
Masalahnya adalah bahwa hanya sedikit orang yang
benar-benar memiliki hak istimewa yang mau mendengar suara Allah -- Adam dan
Hawa, Musa, Elia, para murid di zaman Yesus, Paulus. Jadi bagaimana kita dapat
memiliki komunikasi yang baik dengan Allah? Kita tentu dapat berbicara
kepada-Nya, tapi bagaimana Dia berbicara kepada kita? Sekali
lagi, Ellen White membantu kita dengan jawabannya, "Melalui alam
dan wahyu, melalui pemeliharaan-Nya, dan oleh pengaruh Roh-Nya, Allah berbicara
kepada kita." (White, 1982, hal.
93)
Ketika kita menjangkau
ke atas, kepada Allah, dalam doa, Dia menjangkau
ke bawah, kepada kita, melalui alam dan melalui Alkitab. Tidak heran iblis
ingin mengalihkan pekabaran yang berasal dari dua hal ini. Dia lebih suka kita
berpikir seolah-olah alam itulah Allah (panteisme), atau bahwa Allah
menciptakan dunia dan mengaturnya dalam gerakan (teisme), atau bahwa Dia tidak
menciptakan dunia tetapi bahwa hal itu terjadi secara kebetulan dan berevolusi
dari waktu ke waktu (evolusi). Dalam cara yang sama iblis mencoba untuk
mengalihkan pekabaran Allah melalui firman-Nya dengan mengatakan pada manusia
bahwa Alkitab tidak dapat dipercaya, atau bahwa Alkitab itu penuh dengan mitos
dan kontradiksi, atau bahwa tidak ada yang dapat memahami pekabaran yang
terkandung dalam Alkitab.
Sebagai orang tua kita memiliki hak istimewa untuk
menunjukkan kepada anak-anak kita bahwa Allah berkomunikasi dengan kita melalui
Alkitab, tetapi kita tidak bisa melakukannya kecuali kita membaca, mendengar,
dan melakukan apa yang Alkitab katakan kepada kita (Wahyu 1:3). Anak-anak
bagaikan spons kecil. Mereka menyerap apa yang kita isikan kepada mereka.
Dengarkanlah cerita Alkitab yang diceritakan oleh seorang
anak kecil:
Pada mulanya, yang terjadi hampir pada mulanya, tidak ada
apapun selain Allah, kegelapan, dan beberapa gas. Allah berkata, 'Berikan Aku
terang!" dan seseorang pun melakukannya. Kemudian Allah menciptakan dunia.
Dia membagi Adam dan menciptakan Hawa. Adam dan Hawa telanjang, tapi mereka
tidak malu karena cermin masih belum ditemukan.
Adam dan Hawa tidak mentaati Allah dengan memakan sebuah
apel yang buruk, sehingga mereka diusir dari Taman Eden. Saya tidak yakin apa
yang mereka kendarai, karena mereka belum memiliki mobil.
Adam dan Hawa memiliki anak, Kain, yang sudah lama
membenci saudaranya Habel. Segera semua orang meninggal dunia, kecuali Metusalah,
yang hidup menjadi sama seperti sejuta atau beberapa orang. Salah seorang
penting berikutnya adalah Nuh, seorang pria yang baik, tapi salah seorang dari
anak-anaknya seperti Ham. Nuh membangun sebuah perahu besar dan menempatkan
keluarganya dan beberapa hewan di atasnya. Dia meminta beberapa orang lain
untuk bergabung dengannya, tetapi mereka berkata bahwa mereka harus mengambil
alat pemeriksa hujan.
Setelah Nuh, datang Abraham, Ishak, dan Yakub. Yakub
lebih terkenal dibanding saudaranya, Esau, karena Esau menjual kepada Yakub
tanda lahirnya untuk ditukarkan dengan beberapa panci daging panggang.
36
Pria penting lainnya dalam Alkitab adalah Musa, yang nama
aslinya adalah Charlton Heston. Musa memimpin Israel dengan cahaya keluar dari
Mesir dan pergi dari Firaun yang jahat setelah Allah mendatangkan sepuluh tulah
kepada orang-orang Firaun.
Allah memberikan cahaya kepada Israel setiap hari dengan
manicotti. Lalu ia memberi kepada mereka Sepuluh Perintah-Nya yang terkenal.
Termasuk di dalamnya: jangan berbohong, menipu, merokok, berdansa, atau
mengingini barang-barang tetanggamu.
Oh, ya, Saya baru saja mengingat satu hal lagi:
hiburkanlah Ayah dan Ibumu.
Salah seorang penolong terbaik Musa adalah Yosua yaitu
pria Alkitab pertama yang menggunakan mata-mata. Yosua bertempur melawan
Geritol dan pagar pun jatuh ke atas kota.
Setelah Yosua, ada Daud. Dia menjadi raja dengan membunuh
raksasa dengan ketapel. Dia memiliki anak bernama Salomo yang memiliki sekitar
300 istri dan 500 landak. Kata Ayah Saya ia bijaksana, tapi tak terdengar
sangat bijaksana bagi Saya.
Setelah Salomo, ada sekelompok nabi liga utama. Salah
satunya adalah Yunus, yang ditelan oleh ikan paus besar dan kemudian
dimuntahkan di pantai. Ada juga beberapa nabi liga kecil, tapi Saya rasa kita
tidak perlu khawatir tentang mereka.
Setelah Perjanjian Lama, datang Perjanjian Baru. Yesus
adalah bintang dalam Perjanjian Baru. Ia dilahirkan di Betlehem di sebuah
kandang. (Saya berharap Saya telah lahir di kandang juga, karena ibu Saya selalu
berkata kepada Saya, 'Tutup pintu! Apakah kamu lahir di kandang?' Akan
menyenangkan mengatakan, 'Memang begitulah kenyataannya').
Selama hidup-Nya, Yesus telah banyak berargumen dengan
orang-orang berdosa seperti orang-orang Farisi dan orang-orang Demokrat.
Yesus juga memiliki 12 opossums. Yang paling buruk adalah
Yudas Asparagus. Yudas begitu jahat sehingga mereka memberinya nama sayuran
yang mengerikan.
Yesus adalah orang besar. Ia menyembuhkan banyak macan
tutul dan bahkan berkhotbah kepada beberapa orang Jerman di Bukit. Tapi
orang-orang Demokrat dan semua orang membawa Yesus untuk diadili di hadapan
Pontius sang Pilot. Sang Pilot tidak membela Yesus. Dia hanya mencuci tangannya
sebagai gantinya.
Yesus mati untuk dosa-dosa kita, kemudian kembali hidup
lagi. Dia naik ke Surga, tapi akan kembali pada akhir Aluminium. Kedatangan-Nya
kembali dinubuatkan dalam kitab Revolusi.
Versi itu membuat kita tersenyum dan Saya yakin bahkan
para malaikat pun tersenyum dengan kepolosan dan iman anak-anak kecil. Para
orang tua, pastikanlah bahwa Saudara membangun mezbah keluarga di rumah Saudara
dengan teguh. Lakukanlah ibadah sehari-hari bersama anak-anak Saudara. Ini akan
membentuk pola yang akan mereka bawa sepanjang hidup mereka.
Para orang tua, jangkaulah ke bawah dan genggam tangan
anak Saudara dan bersama-sama menjangkau ke atas, kepada-Nya, dalam mempelajari
Alkitab.
- Membicarakan Dan Menjalani Iman
Penelitian
berikut ini dilakukan oleh suatu denominasi besar (Freudenberg dan Lawrence, 1998, hal 17)
37
dan diperkuat oleh studi asal-usul Nilai yang dilakukan
di kalangan orang muda Advent, menunjukkan empat praktek-praktek keluarga yang
sangat penting dalam menolong kaum muda bertumbuh dalam iman (baik di masa
kecil dan remaja): 1) Membicarakan tentang iman bersama ibu mereka; 2)
Membicarakan tentang iman bersama ayah mereka; 3) Memiliki ibadah atau doa
keluarga; dan 4) Melakukan proyek-proyek keluarga untuk menolong orang lain
(Gillespie, V. B, Donahue, MJ, Boyatt, E., dan Gane, B., 2004, hal 255-273).
Penelitian ini jelas tentang empat kegiatan, jika kita
sebagai orang tua hendak menularkan iman kita kepada anak-anak kita.
Iklan-iklan di televisi mendorong para orang tua berbicara dengan anak-anak
mereka tentang narkoba dan alkohol. Iklan-iklan lainnya mendorong para orang
tua dan anak-anak untuk berbicara tentang melayani dalam militer. Para orang
tua didorong untuk berbicara dengan anak-anak mereka tentang seks. Jadi mengapa
tidak membicarakan tentang subjek yang paling penting dalam hidup mereka --
keselamatan mereka?
Itulah yang dimaksud Musa ketika ia memberi instruksi
kepada orang Israel: “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah
engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya
berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya
apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau
bangun. (Ulangan 6:6-7, penekanan diberikan)
Saya percaya ratusan anak-anak sedang berkata hari ini,
"Oh, itulah seseorang yang akan membawa Saya kepada Kristus!" Seorang
pendeta sedang mengatakan kepada para orang tua tentang pentingnya menuntun
anak-anak mereka dengan tangannya dan memimpin mereka kepada Kristus. Sementara
ia berbicara, seorang gadis kecil, yang berumur kira-kira tiga atau empat
tahun, melompat dari pangkuan ibunya, dan mengulurkan tangan kecilnya ke atas,
berkata, "Maukah engkau membawa Saya kepada Yesus, ibu?" Gadis kecil
ini ingin Ibunya membawanya saat itu juga.
Saya percaya banyak anak-anak yang akan mengucapkan
kata-kata yang sama, "Maukah engkau membawa Saya kepada Yesus?" Orang
tua yang terhormat, jangkaulah ke bawah dan genggam tangan anak Saudara lalu
kemudian jangkau ke atas, kepada-Nya, sementara Saudara membicarakan
tentang iman dan hidup Saudara! Berjalanlah bergandengan tangan kepada Yesus!
Tambahan / Materi-materi Opsional Yang Boleh Dimasukkan:
Kitab Suci
- Kejadian 14:22 — Abraham;
- Mazmur 16:8, 11 — Karunia kebenaran;
- Mazmur 18:11 — Karunia Sukacita;
- Mazmur 18:35 — Karunia keselamatan “telah menyokongku”
- Mazmur 31:5 — Karunia penebusan “di dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku” (Mazmur 44:2, 3)
- Mazmur 32:4 — Karunia pertobatan (Mazmur 38:2);
- Mazmur 37:24 — Mengangkat kita — nyanyian: Dia menopangku
- Matius 14:30, 31 — Petrus (tenggelam) — tertolong ketika dalam kesulitan
Roh Nubuat
“Dalam urusanmu,
dalam kebersamaan selama waktu luang yang berjam-jam, dan dalam persekutuan
untuk kehidupan, biarkan semua perkumpulan yang engkau bentuk dimasuki dengan
doa yang sungguh-sungguh dan rendah hati. Dengan demikian engkau akan
menunjukkan bahwa engkau menghormati Allah, dan Allah akan menghormatimu.
Berdoalah saat engkau merasa takut. Saat engkau tidak mempunyai pengharapan,
tutuplah bibirmu rapat-rapat terhadap manusia, jangan membayangi jalan orang
lain, tapi ceritakan semuanya kepada Yesus. Ulurkan tanganmu ke atas untuk
pertolongan. Dalam kelemahanmu, berpeganglah pada kekuatan yang tak terbatas itu. Mintalah
kerendahan hati, kebijaksanaan, keberanian, peningkatan iman,
38
maka engkau akan
melihat sinar dalam cahaya Allah dan bersukacita di dalam kasih-Nya.” (White, 1964a, hal.48).
“Salib
menceritakan kehidupan, dan bukan kematian, bagi jiwa yang percaya pada Yesus.
Sambutlah kehidupan yang berharga itu -- yang memberikan cahaya yang memancar
dari salib Kalvari. Jangkaulah ke atas agar memperoleh berkat, percayalah agar
memperoleh berkat. . . “ (White,
1967, hal 52)
Jika engkau melakukan pekerjaan itu dengan
sungguh-sungguh, dan tanpa memaafkan diri atas berbagai dosa, engkau akan
menghukum dosa itu di dalam daging dan menjangkau ke atas di dalam iman dan
pengharapan untuk rahmat Ilahi dan dengan penilaian yang tepat, engkau dapat
mengatasi kekurangan dalam karaktermu yang menghalangimu bekerja di jalan
Allah. Engkau belum bertambah maju atau bertambah baik selama bertahun-tahun.
Selanjutnya, hari ini engkau berada dalam standar kesempurnaan Kristen,
memiliki kecakapan yang harus ditemukan
dalam diri pelayan Injil, lebih dari ketika engkau menerima kebenaran beberapa
bulan sebelumnya. (White, 1948a, hal.
465)
Menjangkaulah ke atas dan genggamlah tangan-Nya yang
memberi sentuhan bagaikan mengalirimu dengan listrik dan mengisimu dengan
perlengkapan-perlengkapan yang manis dari karakter-Nya yang tidak tertandingi.
Engkau dapat membuka hatimu untuk mengasihi-Nya, dan membiarkan kuasa-Nya
mengubahmu maka kasih karunia-Nya menjadi kekuatanmu. Kemudian engkau akan
memiliki pengaruh yang besar bagi kebaikan. Kekuatan moralmu akan setara dengan
ujian karakter yang terdekat. Integritasmu akan murni dan dikuduskan. Kemudian
cahayamu akan memancar bersama cahaya pagi. (White, 1948b, hal. 63)
Menjangkaulah ke atas, lebih tinggi dan lebih tinggi
lagi, tetaplah berpegang pada garis iman satu demi satu. Berjalan dan
bekerjalah dalam kasih kepada Allah dan orang-orang miskin yang tertindas, dan
Tuhan akan menjadi penolongmu. (White,
1964b, hal. 328).
Kita boleh menjangkau ke atas kepada Yesus Kristus yang
adalah Pembela kita di pengadilan surgawi. Kita membutuhkan seorang sahabat di
pengadilan. Kita telah berbuat dosa, tidak patuh, menjadi pelanggar-pelanggar,
dan itu merupakan kemuliaan tertinggi bagi kita bahwa kita memiliki seorang
Sahabat di pengadilan untuk memohonkan kasus kita kepada Bapa. Dia berkata,
"apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang
kepada-Ku." Yah, semua akan ditarik? Kristus menarik tetapi akankah mereka
menanggapi penarikan itu? Akankah mereka datang? Undangan yang terdapat dalam
Kitab Wahyu mengatakan: "Roh dan pengantin perempuan itu berkata:
"Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata:
"Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan
barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan
cuma-cuma!" Wahyu 22:17. (White, 1979, hal 223)
Kita belum cukup meminta hal-hal baik yang Allah telah
janjikan. Jika kita hendak mencapai lebih tinggi dan mengharapkan lebih,
permohonan kita akan membukakan pengaruh percepatan yang datang kepada setiap
jiwa yang meminta dengan penuh harapan yang didengar dan dijawab. Tuhan tidak
dimuliakan dengan permohonan yang lemah yang menunjukkan bahwa tidak ada yang
diharapkan. Dia ingin semua orang yang percaya mendekati tahta kasih karunia
dengan kesungguhan dan jaminan (White,
1901, hal.2 (488); 1995, hal 284).
39
BAHAN
KHOTBAH – UNTUK SABAT 18 FEBRUARY 2017
KARUNIA YANG ALLAH
JANJIKAN
SEBUAH SERUAN MENDESAK UNTUK KEBANGUNAN, PEMBAHARUAN,
PEMURIDAN DAN PENGINJILAN
Ayat inti boleh di ambil salah satu di bawah ini:
Pemimpin: Matius 18:2, 3 Jemaat: Filipi 3:13,14
Pemimpin: Yesaya 40:26 Jemaat:
Yesaya 55:6,7
Pemimpin: 1 Yohanes 2:1 Jemaat: Mazmur 28:2
AYAT WAHYU 14:6-12
Allah telah memanggil Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
secara khas baik untuk menghidupkan dan mengumandangkan pekabaran akhir
zaman-Nya, kasih dan kebenaran-Nya kepada dunia (Wahyu 14:6-12). Tantangan
untuk mencapai lebih dari 6 miliar manusia di planet Bumi ini dengan pekabaran
akhir zaman-Nya terlihat mustahil. Tugas ini luar biasa. Dari sudut pandang
manusia, pemenuhan yang cepat dari Amanat Agung Kristus dalam waktu dekat
tampaknya tidak mungkin (Matius 28:19, 20).
Tingkat pertumbuhan Gereja sama sekali tidak sebanding
dengan perkembangan populasi dunia. Sebuah penilaian yang jujur terhadap dampak penginjilan kita saat ini di dunia mengarah pada
kesimpulan bahwa kecuali ada perubahan dramatis dari diri kita, tidak akan
menyelesaikan tugas Surga dalam generasi ini. Meskipun dengan upaya terbaik
kita, semua rencana kita, strategi, dan sumber daya kita tidaklah mampu
menyelesaikan misi Allah bagi kemuliaan-Nya di bumi.
JANJI KRISTUS BAGI JEMAAT-NYA DALAM PERJANJIAN BARU
Tantangan membawa injil kepada dunia bukanlah hal baru.
Para murid menghadapi tantangan ini pada abad pertama. Kita menghadapinya dalam
abad kedua puluh satu. Gereja Perjanjian Baru tampaknya dihadapkan dengan tugas
yang mustahil. Tapi oleh diberdayakan Roh Kudus, Gereja mengalami ledakan
pertumbuhan (Kisah 2:41; 4:4; 6:7; 9:31). Orang-orang Kristen yang mula-mula
membagikan iman mereka di mana-mana (Kisah 5:42).
Kasih karunia Allah meluap dari hati mereka kepada
keluarga-keluarga mereka, sahabat-sahabat, dan rekan-rekan kerja mereka. Hanya
beberapa dekade setelah Penyaliban, Rasul Paulus dapat melaporkan bahwa Injil
"dikabarkan di seluruh alam di bawah langit" (Kolose 1:23).*
Bagaimana hal itu mungkin bagi kelompok yang tidak jelas dari orang-orang percaya
yang relatif tidak penting untuk mempengaruhi dunia dalam waktu yang singkat?
Bagaimana mungkin orang Kristen yang hanya sedikit itu akan dipakai Allah untuk
mengubah dunia selamanya?
Amanat Agung Kristus disertai oleh janji-Nya yang besar.
Juruselamat memerintahkan para murid-Nya untuk tidak "meninggalkan
Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa"
(Kisah 1:4). Juruselamat yang dijanjikan, "Tetapi kamu akan menerima
kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di
Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
(Kisah 1:8) .
40
Kasih Kristus mengendalikan setiap aspek kehidupan para
murid dan menggerakkan mereka kepada suatu
komitmen yang penuh semangat bagi pelayanan-Nya. Mereka mencari Allah
akan kuasa yang dijanjikan dalam Roh Kudus dan berlutut di hadapan-Nya dalam
pengakuan dan pertobatan yang tulus dan sungguh-sungguh. Mereka menempatkan
prioritas pada mencari berkat Surga. Mereka menyisihkan waktu untuk berdoa dan
menyelidiki Kitab Suci. Perbedaan-perbedaan mereka yang kecil tertelan dalam
semua kerinduan mereka untuk membagikan kasih Kristus kepada setiap orang yang
mereka temui. Mereka terserap dalam menjangkau dunia dengan Injil. Tidak ada
yang lebih penting dari hal itu. Mereka mengakui bahwa mereka tidak berdaya
untuk menyelesaikan misi itu tanpa pencurahan kuasa Roh Kudus.
Menggambarkan pengalaman para murid, Ellen White menulis,
"Menyisihkan segala perbedaan, segala keinginan untuk keunggulan, mereka
datang bersama-sama dalam persahabatan Kristen. . . . Kesusahan memenuhi hati
mereka sementara memikirkan tentang berapa banyak kali mereka telah menyusahkan
Dia karena lambannya pengertian mereka, kegagalan mereka untuk mengerti
pelajaran yang, demi kebaikan mereka. Ia sedang mencoba untuk mengajarkan
mereka. . . . Para murid merasa keperluan rohani mereka dan berseru kepada
Tuhan dengan perbuatan dan kesungguh-sungguhan kudus yang akan menyanggupkan
mereka untuk pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa. Mereka tidak minta suatu berkat
bagi mereka saja. Mereka ditanggungkan beban keselamatan jiwa. Mereka menyadari
bahwa Injil harus disampaikan ke seluruh dunia, dan mereka menuntut kuasa yang
Kristus telah janjikan" (Kisah Para
Rasul, hal 37).
Kristus menggenapi Firman-Nya. Roh Kudus dicurahkan dalam
kuasa Pantekosta. Ribuan orang bertobat dalam satu hari. Pekabaran dari kasih
Kristus mempengaruhi dunia. Dalam waktu singkat nama Yesus Kristus berada di
bibir para pria dan wanita di mana-mana. "Dengan kerjasama dari Roh ilahi,
para rasul melakukan pekerjaan yang mengguncang
dunia. Untuk setiap bangsa Injil dibawa dalam satu generasi." (Kisah Para Rasul, hal 593).
JANJI KRISTUS PADA JEMAAT-NYA PADA AKHIR ZAMAN
Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dalam hujan
awal itu hanya pendahuluan dari apa yang akan datang. Allah telah berjanji
untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya dalam kelimpahan di hari-hari terakhir (Yoel
2:23; Zakharia 10:1). Bumi menjadi "terang oleh kemuliaan-Nya" (Wahyu
18:1). Pekerjaan Allah di bumi akan selesai dengan cepat (Matius 24:14; Roma
9:28). Gereja akan mengalami kebangunan rohani dan kepenuhan akan kuasa Roh
Kudus seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Berbicara
tentang pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, Petrus memberi kita jaminan
ini: "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang
yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah
kita." (Kisah 2 : 39). Ellen White menambahkan, "Sebelum penghakiman
Allah yang terakhir atas dunia ini, di antara umat Tuhan akan ada kebangunan
rohani seperti yang belum pernah disaksikan sebelumnya, sejak zaman
rasul-rasul. Roh dan kuasa Allah akan dicurahkan pada anak-anak-Nya. Pada waktu
itu banyak yang akan memisahkan diri mereka dari gereja-gereja di mana kasih
kepada dunia ini telah menggantikan kasih kepada Allah dan kasih kepada
firman-Nya. Baik pendeta-pendeta maupun orang awam pada waktu itu dengan
gembira menerima kebenaran agung yang Allah suruh disiarkan kepada dunia ini,
untuk menyediakan orang-orang kepada kedatangan Tuhan” (Kemenangan Akhir, hal.485).
Ratusan dari ribuan orang akan menerima pekabaran zaman
akhir Allah melalui pengajaran dan pemberitaan firman-Nya. Doa, studi Alkitab
dan kesaksian adalah unsur-unsur dari semua kebangunan rohani sejati.
Manifestasi Roh Kudus akan diintensifkan sementara kesudahan itu mendekat,
"Menjelang akhir penuaian bumi, anugerah khusus dari karunia rohani yang
dijanjikan untuk mempersiapkan gereja bagi kedatangan Anak Manusia." (The Faith I Live By, hal. 333) dan
"Oleh ribuan suara, di seluruh bumi, peringatan akan diberikan.
Mujizat-mujizat akan terjadi, orang-orang sakit akan disembuhkan, dan
tanda-tanda dan keajaiban akan mengikuti orang-orang percaya" (The Great
Controversy, hal 612).
41
Tidak ada yang lebih penting daripada mengenal Yesus,
mempelajari firman-Nya, memahami kebenaran-Nya dan mencari janji-Nya untuk
pencurahan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir untuk memenuhi pelaksanaan Injil.
Nabi Allah di zaman akhir kepada umat yang sisa menulis dalam kata-kata yang
terlalu sederhana untuk disalahpahami, "Sebuah kebangunan rohani akan
kesalehan yang sejati di antara kita adalah yang terbesar dan paling mendesak
dari semua kebutuhan kita. Untuk mencari hal ini haruslah menjadi pekerjaan kita
yang utama" (Selected Messages,
jld.1, hal.121).
Jika
kebangunan rohani yang sejati adalah yang terbesar dan paling mendesak dari
semua kebutuhan kita bukankah seharusnya kita sebagai pemimpin-pemimpin
memprioritaskan untuk mencari berkat Surga yang telah dijanjikan itu dengan
segenap hati kita?
KEBUTUHAN TERBESAR
KITA: KEBANGUNAN ROHANI DAN PEMBAHARUAN
Ketika kita mencari Yesus, Ia memenuhi kita dengan
kehadiran-Nya dan menguatkan kita melalui karunia Roh Kudus. Kita rindu untuk
mengenal Dia dengan lebih baik. Roh Kudus membangkitkan kembali
kemampuan-kemapuan spiritual jiwa yang tertidur. Tidak ada yang lebih kita
rindukan dari pada memiliki hubungan yang mendalam dan mengubahkan hidup
bersama Yesus. Hati yang dibangunkan kembali mengalami suatu keterhubungan yang
sangat penting kepada Yesus melalui doa dan Firman. Pembaharuan adalah
perubahan yang sesuai yang datang dalam hidup kita sebagai hasil dari
kebangunan rohani.
"Suatu kebangunan rohani dan reformasi harus
berlangsung di bawah pertolongan Roh Kudus. Kebangunan rohani dan reformasi
adalah dua hal yang berbeda. Kebangunan ditandai dengan pembaruan kehidupan
spiritual, suatu percepatan dari kekuatan pikiran dan hati, kebangunan dari
kematian rohani. Reformasi berarti suatu pengaturan kembali, suatu perubahan
ide-ide dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan praktek-praktek. Reformasi
tidak akan mendatangkan buah kebenaran yang baik kecuali dihubungkan dengan
kebangunan Roh. Kebangunan rohani dan reformasi ditunjuk untuk melakukan
pekerjaan mereka, dan dalam melakukan pekerjaan ini mereka harus menyatu"
(Selected Messages, jld.1, hal.128).
Reformasi tidak memanifestasikan dirinya dalam sikap benar sendiri yang
mengutuk orang-orang lain. Ini adalah perubahan karakter yang mengungkapkan
buah-buah Roh dalam kehidupan (Galatia 5:22-24). Ketaatan pada kehendak Allah
adalah bukti dari semua kebangunan rohani yang sejati. Tuhan kita merindukan
orang-orang yang hidupnya kembali mencerminkan keindahan dari karakter-Nya.
Tidak ada yang Yesus inginkan lebih dari orang-orang yang bergairah akan
pengenalan pribadi akan kasih-Nya dan membagikan kasih itu kepada orang-orang
lain.
KOMITMEN DAN
PANGGILAN
Sebagai pemimpin-pemimpin
dan perwakilan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang berkumpul di markas
besar se-dunia di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, untuk Dewan Tahunan
2010, kita berterima kasih kepada Allah kita yang agung dan mengagumkan atas
kesetiaan-Nya dan berkat-berkat berlimpah bagi Gereja-Nya sejak awal. Perluasan
yang sangat cepat di seluruh dunia dari Gereja-Nya baik dalam keanggotaan
maupun lembaga tidak kekurangan suatu mujizat Allah. Meskipun kita memuji Dia
atas pekerjaan luar biasa dalam memenuhi maksud-Nya melalui gereja-Nya, dan
bersyukur kepada-Nya atas para pemimpin yang saleh yang telah membimbing
umat-Nya di masa yang lalu, kita dengan rendah hati mengakui bahwa oleh karena
kelemahan kemanusiaan kita bahkan upaya terbaik kita pun telah tercemar oleh
dosa dan memerlukan pembersihan melalui kasih karunia Kristus. Kita mengakui
bahwa kita tidak selalu memprioritaskan untuk mencari Allah melalui doa dan
Firman-Nya untuk pencurahan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir. Kita dengan
rendah hati mengakui bahwa dalam kehidupan pribadi kita, dalam praktek-praktek
administratif kita, dan pertemuan-pertemuan komite, terlalu sering kita bekerja
dengan kekuatan kita sendiri. Terlalu sering misi Allah menyelamatkan sebuah
dunia yang hilang tidak mengambil tempat pertama di hati kita.
42
Pada waktu-waktu dalam kesibukan kita melakukan hal-hal yang
baik kita telah mengabaikan hal yang paling penting -- mengenal Dia. Terlalu
sering kecemburuan, ambisi, dan hubungan pribadi yang telah retak mendesak
kerinduan kita akan kebangunan rohani dan reformasi dan menyebabkan kita
bekerja dalam kekuatan kemanusiaan kita bukan dalam kuasa ilahi-Nya.
Kami menerima instruksi yang jelas dari Tuhan kita bahwa
"selang waktu telah dibuat tanpa ada perubahan dalam janji Kristus yang
terpisah untuk mengirim Roh Kudus sebagai perwakilan-Nya. Hal ini bukan karena
adanya pembatasan pada bagian Allah bahwa kekayaan kasih karunia-Nya tidak
mengalir menuju ke bumi kepada manusia. Jika pemenuhan janji ini tidak terlihat
seperti itu, mungkin itu dikarenakan janji yang tidak dihargai sebagaimana yang
seharusnya. Jika semua orang bersedia, semua akan dipenuhi dengan Roh
Kudus" (Kisah Para Rasul, hal.
50).
Kita yakin bahwa seluruh surga sedang menunggu untuk
mencurahkan Roh Kudus dalam kuasa yang tak terbatas untuk menyelesaikan
pekerjaan Allah di atas bumi. Kita mengakui bahwa kedatangan Yesus telah
tertunda dan bahwa Tuhan kita rindu untuk datang pada dekade-dekade yang lalu.
Kita bertobat dari kesuaman kita, keduniawian kita, dan semangat kita yang
terbatas bagi Kristus dan misi-Nya. Kita merasakan Kristus memanggil kita bagi
suatu hubungan yang lebih mendalam bersama-Nya dalam doa dan mempelajari
Alkitab dan komitmen yang lebih bergairah untuk membagikan pekabaran-Nya
tentang akhir zaman kepada dunia. Kita bersukacita karena "itu merupakan
hak istimewa setiap orang Kristen, bukan hanya untuk mencari, tetapi untuk
mempercepat kedatangan Juruselamat" (Kisah
Para Rasul, hal. 600).
Oleh karena itu, sebagai perwakilan dari gereja sedunia
dan atas nama seluruh anggota kita, kita menyerahkan diri kita sendiri:
- Untuk menempatkan secara pribadi prioritas pada mencari Allah bagi kebangunan rohani dan pencurahan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir dalam hidup kita sendiri, keluarga kita, dan pelayanan kita.
- Untuk secara pribadi menyisihkan waktu yang cukup setiap hari untuk bersekutu dengan Kristus melalui doa dan belajar Firman Allah.
- Untuk menguji hati kita sendiri dan meminta Roh Kudus meyakinkan kita akan apa pun yang dapat menghalangi kita dari mengungkapkan karakter Yesus. Kita rindu menyerahkan hati sehingga tidak ada dalam hidup kita yang menghalangi kepenuhan kuasa Roh Kudus.
- Mendorong pelayanan Gereja untuk menghabiskan waktu berdoa, belajar Firman Allah, dan mencari tahu isi hati Allah untuk memahami rencana-Nya bagi Gereja-Nya.
- Mendorong setiap organisasi gereja kita untuk menyisihkan waktu bagi para administrator, para pendeta, para petugas kesehatan, para pekerja rumah penerbitan, para pendidik, para siswa, dan semua karyawan untuk bersama-sama mencari Yesus dan pencurahan Roh Kudus yang dijanjikan melalui mempelajari Firman Allah dan doa.
- Menggunakan setiap outlet media yang tersedia, konferensi, dan ruang kerja untuk mengundang para anggota gereja untuk mencari suatu hubungan yang lebih mendalam bersama Yesus untuk kebangunan rohani dan reformasi yang dijanjikan.
- Untuk segera mengajak dan mengundang seluruh anggota gereja kita untuk bergabung dengan kita dalam membuka hati kita dengan kekuatan yang mengubah kehidupan dari Roh Kudus, yang akan mengubah hidup kita, keluarga kita, organisasi dan masyarakat kita.
43
Kita terutama mengakui bahwa Allah akan menggunakan
anak-anak dan para pemuda dalam kebangunan rohani besar yang terakhir ini dan
mendorong semua orang muda kita untuk berpartisipasi dalam mencari Allah bagi
kebangunan rohani dalam kehidupan mereka sendiri dan pemberdayaan Roh Kudus
untuk membagikan iman mereka kepada orang-orang lain.
Kita menyerukan kepada setiap anggota gereja untuk
bersatu dengan para pemimpin gereja dan jutaan umat Masehi Advent Hari Ketujuh
lainnya yang sedang mencari hubungan yang lebih dalam bersama Yesus dan
pencurahan Roh Kudus pada pukul 7:00 setiap pagi atau malam, selama tujuh hari
dalam seminggu. Ini adalah panggilan mendesak untuk melingkari dunia dengan doa
syafaat yang sungguh-sungguh. Ini merupakan panggilan untuk komitmen total kepada
Yesus dan mengalami kekuatan yang mengubahkan hidup dari Roh Kudus yang mana
Tuhan kita sedang rindu untuk memberikannya sekarang.
Kita percaya bahwa tujuan dari pencurahan Roh Kudus dalam
kuasa hujan akhir adalah untuk menyelesaikan misi Kristus di bumi sehingga Dia
bisa datang dengan segera. Menyadari bahwa Tuhan kita hanya akan mencurahkan
Roh-Nya dalam kepenuhan pada suatu Gereja yang memiliki kasih terhadap
orang-orang yang hilang, kita menentukan untuk menempatkan dan memelihara
kebangunan rohani, reformasi, pemuridan, dan penginjilan pada bagian atas semua
agenda kegiatan gereja kita. Lebih dari apapun yang lain, kita rindu Yesus
datang.
Kami mendesak setiap administrator gereja, pemimpin
departemen, pekerja kelembagaan, tenaga kesehatan, penginjil literatur,
pendeta, pendidik, dan anggota gereja untuk bergabung dengan kami dalam membuat
kebangunan rohani, reformasi, pemuridan, dan penginjilan menjadi prioritas yang
paling penting dan mendesak dari kehidupan pribadi kita dan bidang pelayanan kita.
Kami yakin bahwa ketika kita mencari-Nya bersama-sama, Allah akan mencurahkan
Roh Kudus-Nya dalam ukuran yang berlimpah, pekerjaan Allah di bumi akan
selesai, dan Yesus akan datang. Bersama rasul Yohanes di Pulau Patmos kita
berseru, "Amin, datanglah, Tuhan Yesus!" (Wahyu 22:20).
* Semua
ayat-ayat Alkitab diambil dari Alkitab
Terjemahan Baru, Lembaga Alkitab Indonesia. Departemen Pelayanan Rumah Tangga General Conference Ministries telah
memutuskan, untuk mengadopsi dan mengintegrasikan pekabaran dari dokumen ini
untuk pekerjaan kita sebagai Pemimpin-Pemimpin Pelayanan Rumah Tangga.
44
CERITA ANAK – ANAK
Khotbah Pendek Sabat 18 February 2017
PEJUANG
DOA KECIL KUBA
Oleh Linda Koh
Bantuan Visual Yang Dianjurkan:
Gambar
seorang gadis muda yang sedang bernyanyi dan / atau buku lagu anak-anak
Yausselof Kuba adalah seorang gadis cantik saat dia
dilahirkan. Dia memiliki rambut panjang yang indah dan bercahaya, mata
berbinar. Dia sangat suka menyanyi tentang Yesus. Suara indahnya sering mengisi
rumahnya dan gereja ketika ia menyanyikan banyak lagu yang telah dia pelajari
di Sekolah Sabat.
Suatu hari saat sedang bermain, Yaussel tiba-tiba
merasakan nyeri yang hebat di seluruh tubuhnya dan terasa begitu sakit. Dia
mulai bertanya-tanya apa yang terjadi pada tubuhnya. Ia tidak pernah merasa
seperti ini sebelumnya.
"Oh, Mama, itu menyakitkan! Ini menyakitkan! Tolong!
Tolong!" teriak Yaussel tak berdaya.
"Oh, Sayang, ada apa? Mari Mama gosok kamu dengan
minyak dan kami akan segera membawamu ke dokter," jawab Mama sambil
sedikit menghibur Yaussel.
Keesokan harinya Ny. Abreu membawa putrinya, Yaussel, ke
rumah sakit. Sepertinya hari yang sangat panjang di rumah sakit itu, Yaussel
harus menjalani serangkaian tes yang banyak.
"Saya
sangat menyesal, Ny. Abreu," Dokter berkata, "Putri Anda menderita
penyakit yang sangat langka yang disebut Periarteritis Nodosa," lanjutnya.
"Apa
itu? Apa artinya ini bagi Yaussel, Dokter? "Tanya Mama sedih," Ini
tidak adil bagi gadis kecilku!"
"Saya benar-benar
sangat menyesal," jawab dokter, "Itu hanya terjadi pada satu dari
ribuan anak."
"Akan ada peradangan pembuluh darah yang akan
menyebabkannya menjadi bengkak. Jadi dia akan selalu mengalami rasa yang sangat
sakit di seluruh tubuhnya," Dokter menjelaskan dengan hati-hati.
Selama
berminggu-minggu Mama menangis dan menangis, dan Yaussel bisa melihat kesedihan
di wajah Mama-nya. Tapi suatu hari Mama merasa terkejut.
"Mama, dapatkah kita berdoa kepada Yesus untuk
meminta kepada-Nya agar menyembuhkan aku?" Tanya Yaussel penuh semangat,
"Aku tahu Dia akan menyembuhkanku."
"Oh, ya, gadisku, Yesus akan mendengar kita!"
Mama menjawab penuh percaya diri.
Yaussel berdoa kepada Yesus setiap hari. Dia tahu Yesus
mengasihi dia dan akan menyembuhkannya menurut kehendak-Nya. Beberapa hari dia
merasa sehat, tapi di hari-hari lainnya ia menderita sakit yang parah di
seluruh tubuhnya. Tapi Yaussel menemukan rahasia sukacita yang lain!
"Mama, bolehkah kita pergi ke acara
45
'Jam Ceritaku’ malam ini?" Tanya Yaussel
bersemangat.
"Kakak berkata kita bisa belajar lebih banyak
tentang Alkitab," lanjutnya.
"Tentu saja, Sayang, tapi apakah kamu yakin kamu
bisa menghadirinya? Apakah kamu akan duduk baik-baik saja selama satu
jam?" jawab Ibu dengan agak prihatin.
"Aku
akan baik-baik, Mama! Yesus akan menjagaku ketika aku mempelajari
Firman-Nya," Yaussel berseri-seri. Yaussel menikmati berdoa kepada Yesus
dan mencari ayat-ayat Alkitab dan membaca dari Alkitab setiap kali dia bisa.
Ketika ia merasa lebih baik, ia akan menemani ibunya dan kakak perempuannya ke
acara 'Jam Ceritaku' dan juga ke kelompok kecil studi Alkitab mingguan di
kotanya di Matanzas.
"Aku suka cerita-cerita Alkitab! Cerita-cerita itu
menceritakan tentang kasih Allah dan rencana-Nya bagiku" Yaussel berseri-seri!
Kesehatan Yassuel terus memburuk sehingga keluarganya
harus membawanya ke rumah sakit yang lebih baik di ibu kota Havana. Kali ini ia
harus tinggal di rumah sakit, dia tinggal di rumah sakit dari hari ke minggu ke
bulan. Keluarganya merasa menyesal karena Yaussel harus sangat menderita dan
tidak pernah dapat benar-benar menikmati masa kanak-kanaknya.
"Aku mengasihi Yesus, dan aku suka menyanyi
bagi-Nya," kata Yaussel bersemangat, "Ini membuatku bahagia dan
membuat orang lain juga berbahagia."
"Aku juga banyak berdoa kepada-Nya bagi anak-anak
lain yang sakit sepertiku," lanjut Yaussel dengan sukacita di wajahnya,
"Bahkan, aku mengenal Yesus dengan lebih baik ketika aku berdoa kepada-Nya
dan juga membaca Alkitab."
Hari ini, Yaussel terus berdoa dan mempelajari Alkitab,
menyanyi dengan indahnya di gereja-gereja sambil menunggu Yesus datang dan
menyembuhkannya sepenuhnya dari rasa sakit dan nyeri! Ia menemukan kedamaian
dan sukacita dalam Menjangkau Ke Atas
Kepada Yesus!
Berdoa: Ya Yesus, terima kasih karena telah mendengarkan doaku.
Terima kasih karena telah membuatku istimewa. Tolonglah aku untuk selalu
mempercayai-Mu dan memiliki iman di dalam-Mu. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar