Kamis, 18 Mei 2017

Pekan Doa RT



KATA PENGANTAR

Selama beberapa bulan terakhir ini, kami telah mengunjungi para pemimpin Pelayanan Rumah Tangga  dan anggota-anggota gereja di setiap benua di dunia. Melintasi kenyataan-kenyataan dunia yang selalu mengakibatkan jet lag (sindrom perbedaan zona waktu), dan mencicipi makanan-makanan yang berbeda, bahasa-bahasa yang beragam, budaya-budaya  yang berbeda, suhu udara yang berbeda, pola cuaca yang berbeda, dan sejumlah sensasi baru -- beberapa lebih menyenangkan dari yang lain – namun, yang selalu sama di mana pun adalah kebutuhan manusia yang sangat besar akan Allah.

Menikah atau membujang; muda atau tua, laki-laki atau perempuan, bercerai atau janda; anggota baru atau lama, memiliki anak atau tidak, orang Afrika atau Asia, dari Amerika atau Eropa, dari Timur Tengah atau Pasifik Selatan, kita semua membutuhkan Yesus untuk memasuki kehidupan kita, dan memberi kita perdamaian, persahabatan dan jaminan Dia akan menyediakan semua kebutuhan kita.

Langkah yang tergesa-gesa dari kehidupan di abad ke-21 telah meninggalkan kita terengah-engah dalam menarik nafas. Dan untuk dilema ini, kita menambahkan pemasangan alarm, penyebaran media di negara-negara maju dan berkembang, termasuk di kalangan anak-anak yang sangat muda.

Ketika anak-anak kami masih kecil, relatif mudah bagi kami untuk mengadakan ibadah keluarga setiap hari. Tidak lama Jessica dan Julian mulai sekolah, bertualang, dan sejumlah kegiatan anak-anak lainnya, ibadah keluarga kami pun semuanya sirna. Pengakuan akan kenyataan ini mendorong kami untuk mengadakan suatu pertemuan keluarga untuk menghadapi situasi yang tidak bisa dipertahankan ini.

Meskipun pilihan-pilihan yang sangat sulit dan kurang menyenangkan ada di hadapan kami, kami memutuskan untuk bangun lebih pagi dalam rangka menyediakan waktu bersama Allah, sebagai suatu keluarga, pada awal setiap harinya. Mula-mula itu sangat sulit. Namun, memasukkan kembali perbaktian keluarga dalam jadwal harian kami telah memperkaya hubungan kami dengan Allah, dan dengan orang lain tentunya.

Tema kita untuk sumber ini adalah Kebangunan Rohani dan Reformasi: Keluarga-Keluarga Menjangkau Ke Atas! Tidak mungkin untuk membangun suatu hubungan yang layak bersama Allah tanpa membuat waktu untuk berkomunikasi dengan-Nya setiap hari.

Dalam Yeremia 29:13 Allah menyatakan: "Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” Pada tulisan yang sama, Ellen White menyatakan: "Kuduskanlah dirimu bagi Allah di pagi hari; buatlah ini menjadi pekerjaanmu yang paling pertama" (Steps to Christ. hal 70). Kenyataannya: "Pertumbuhan kita dalam kasih karunia, sukacita kita, manfaat diri kita -- semuanya bergantung pada persatuan kita dengan Kristus. Ini terjadi melalui persekutuan kita dengan-Nya, setiap hari, setiap jam -- oleh tinggal di dalam-Nya -- maka kita bertumbuh dalam kasih karunia. Dia bukan hanya Pencipta, tetapi juga Penyempurna iman kita. Kristuslah yang pertama dan terakhir dan seterusnya." (Steps To Christ, hal 69).

Kami berharap khotbah-khotbah, lokakarya, cerita, sumber-sumber kepemimpinan dan artikel-artikel yang dicetak ulang dalam buku ini, akan membantu para keluarga untuk merasakan kebutuhan yang mendesak akan jangkauan ke atas, dan membuat hubungan  dengan Tuhan setiap hari.

Untuk keluarga-keluarga yang lebih kuat dan lebih sehat,

Willie dan Elaine Oliver, Direktur Departemen Pelayanan Rumah Tangga


                                                                                                1
BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN BUKU PERENCANAAN INI


Buku Perencanaan Pelayanan Rumah Tangga ini merupakan suatu sumber tahunan yang diselenggarakan oleh Departemen Pelayanan Rumah Tangga General Conference dengan masukan dari daerah-daerah sedunia untuk membekali gereja-gereja setempat di seluruh dunia dengan sumber-sumber untuk pekan dan Sabat khusus penekanan rumah tangga.

Rumah Tangga Kristen dan Pekan Pernikahan: 11-18 Februari
Rumah Tangga Kristen dan Pekan Pernikahan dilaksanakan pada bulan Februari mencakup dua hari Sabat: Hari Pernikahan Kristen yang menekankan pernikahan Kristen dan Hari Depan Kristen yang menekankan pada pengasuhan anak. Rumah Tangga Kristen dan Pekan Pernikahan dimulai pada Hari Sabat kedua dan berakhir pada Hari Sabat ketiga di bulan Februari.

Hari Pernikahan Kristen: Sabat, 11 Februari, (Menekankan pada pernikahan)
Gunakan Khotbah Pernikahan untuk pelayanan ibadah dan Seminar Mini Pernikahan pada Hari Jumat malam, Sabat siang atau Sabat malam.

Hari Rumah Tangga Kristen: Sabat, 18 Februari (Menekankan keterlibatan seluruh anggaota keluarga dalm penginjilan)
             Gunakan waktu dalam khotbah untuk melibatkan seluruh anggota keluarga dalam penginjilan. Diharapkan agar setiap keluarga dapat mengalami berkat dalam keterlibatan menginjil.

Seminar Mini 1, Minggu 12 Februari
KEBANGUNAN DAN REFORMASI DALAM PERNIKAHAN

Seminar Mini 2, Senin 13 Februari 2017
PEMURIDAN KELUARGA: ANAK-ANAK DALAM PEMURIDAN

Seminar Mini 3, Selasa 14 Februari 2017
IBADAH KELUARGA: KELUARGA MENJANGKAU KE ATAS

Seminar Mini 4, Rabu 15 Februari 2017
PEMURIDAN KELUARGA KEPADA KRISTUS :KELUARGA UNTUK KELUARGA

Bahan Bacaan, Kamis 16 Februari 2017
HUBUNGAN KEBANGUNAN DAN REFORMASI

 Bahan Bacaan, Jumat 17 Februari 2017
GENGGAMLAH TANGANKU, TUHAN

BAHAN KHOTBAH – UNTUK SABAT  18 Februari 2017
KARUNIA YANG  ALLAH JANJIKAN
Dalam buku perencanaan ini Saudara akan menemukan khotbah-khotbah, seminar mini, cerita anak-anak serta sumber-sumber dan khotbah kepemimpinan, cetakan ulang artikel dan ulasan buku untuk membantu memfasilitasi hari yang khusus ini dan program lainnya yang Saudara mungkin ingin terapkan selama tahun ini.
Dalam sumber-sumber ini juga termasuk sebuah disk dengan presentasi Microsoft PowerPoint® dari seminar mini. Para Pembawa Seminar didorong untuk mempersonalisasikan presentasi Microsoft PowerPoint® ini dengan kisah-kisah pribadi mereka sendiri dan gambar-gambar yang mencerminkan keragaman berbagai komunitas mereka.

                                                                                2
Bahan Khotbah
Hari Pernikahan Kristen: Sabat, 11 February 2017

MUJIZAT DALAM PERNIKAHAN
Oleh
Willie dan Elaine Oliver

Ayat inti boleh di ambil salah satu di bawah ini:
Pemimpin:  Matius 18:2, 3                  Jemaat: Filipi 3:13,14
Pemimpin: Yesaya 40:26                     Jemaat: Yesaya 55:6,7
Pemimpin: 1 Yohanes 2:1                   Jemaat: Mazmur 28:2
Ayat: Yohanes 2:1-10

Pendahuluan

Pernikahan adalah lembaga pertama yang didirikan Allah pada saat penciptaan. Pada akhir hari itu, "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam." (Kej 1:31).

Meskipun menjadi lembaga pertama yang didirikan oleh Allah pada penciptaan, dan dinyatakan sangat baik oleh Allah alam semesta, pernikahan itu sulit. Tentu saja, segala sesuatu yang Allah minta untuk kita  lakukan itu sulit, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23).

Kebanyakan pasangan menikah yang memiliki pernikahan yang relatif baik, dapat bersenang-senang. Namun, ide mereka untuk bersenang-senang tidaklah selalu sama. Yang seorang ingin makan nasi dan kacang-kacangan dan kelewele (pisang goreng dari Ghana), sementara yang lain ingin makan spaghetti. Yang seorang ingin berlibur di pegunungan, sementara yang lain ingin berlibur di pantai. Yang seorang ingin pergi jalan-jalan di Hari Sabat sore, sementara yang lain ingin tidur siang. Yang seorang ingin memiliki tiga anak, sementara yang lain tidak ingin memiliki anak. Yang seorang harus tiba di gereja tepat waktu setiap Sabat, sementara yang lain tidak bisa tepat waktu.

Dengan semua tantangan ini, siapakah yang benar-benar dapat memiliki pernikahan yang bahagia? Apakah Allah membuat kesalahan? Apakah pernikahan itu terlalu sulit bagi manusia yang telah jatuh?

Hari ini kita akan berbicara tentang realitas dalam pernikahan dan hubungan lainnya yang sebagian besar kita sudah merasa akrab dengannya. Kami juga akan berbagi bagaimana kita dapat bergantung pada Allah untuk menjalaninya, dengan belajar bagaimana menjadi sabar, ramah, pengertian, dan memaafkan; memungkinkan kehadiran Allah mengerjakan keajaiban-keajaiban dalam pernikahan kita masing-masing setiap hari. Topik kita hari ini adalah: Mujizat dalam Pernikahan.

Ayat: Yohanes 2:1-10

Dalam kitab Kejadian, Allah digambarkan sebagai yang sedang berfirman kepada dunia. Allah mengucapkan firman dan hal-hal yang membuahkan hasil: langit, bumi, laut dan sungai-sungai; tanam-tanaman dan padang-padang rumput, burung-burung dan ikan-ikan, hewan-hewan dan manusia. Semua yang terlihat dan tidak terlihat, menjadi ada oleh firman Allah yang diucapkan.
Sesuatu yang disengaja setara dengan kata-kata pembukaan Kitab Kejadian, kitab Yohanes, menyajikan Allah sebagai firman keselamatan yang menjadi hidup. Kali ini firman Allah mengambil bentuk manusia dan masuk ke dalam sejarah dalam pribadi Yesus Kristus. Yesus mengucapkan firman itu dan realitas yang luar biasa muncul: pengampunan dan penghakiman, penyembuhan dan pencerahan, kebaikan dan rahmat, kebahagiaan dan kasih, kemerdekaan dan pemulihan.
                                                                                                3

Semua yang telah hancur dan jatuh, jahat dan najis, dipanggil bagi keselamatan oleh firman yang diucapkan oleh Allah.

Oleh sebab itu, di berbagai tempat berbagai hal telah berjalan dengan sangat salah dan sangat membutuhkan perbaikan yang serius (Kitab Kejadian menceritakan kisah itu juga). Perbaikan aakan semua hal ini disadari oleh Firman  itu -- Yesus Kristus. Yesus, dalam kisah ini, bukan hanya mengucapkan firman Allah, tapi Dia adalah Firman Allah itu.

Dengan tetap berada di hadapan Firman ini, kita mulai menyadari bahwa kata-kata kita lebih bermakna daripada yang pernah kita akui. Mendeklarasikan "Saya percaya," misalnya, adalah perbedaan antara hidup dan mati. Kata-kata kita mendapatkan nilai dan arti dalam percakapan dengan Yesus. Bagi Yesus keselamatan itu tidaklah dipaksakan, melainkan Dia membawa keselamatan itu melalui percakapan yang tidak terburu-buru, hubungan intim, jawaban yang penuh rahmat, doa yang sungguh-sungguh, dan – secara kolektif -- melalui korban kematian-Nya di kayu salib. Kita jangan cepat-cepat menjauh dari kata-kata seperti ini. Dan untuk pelajaran kita hari ini, Firman itu ditemukan di tengah-tengah perayaan pernikahan pada pasal yang kedua dari kitab Yohanes. (The Message. 2002. NavPress).

Yohanes Pembaptis, sepupu Yesus, berdiri di tepi sungai Yordan berkhotbah dan membaptis dalam pasal satu. Ketika ia melihat Yesus datang ke arahnya, dia berhenti dan berseru, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia!" (Yohanes 1:29) Pengakuan di dekat sungai ini membuat Yesus mendapatkan beberapa orang murid yang mengikuti-Nya kembali ke Galilea, ke tempat mukjizat pertama-Nya.

Firman ini datang dalam pribadi Yesus, yang datang untuk hidup di antara manusia dan mengalami hidup mereka sehingga mereka dapat mengalami keselamatan-Nya. Dia adalah Allah dalam daging, Immanuel, yang pada sebuah pesta pernikahan di Kana, bersama murid-murid baru-Nya -- salah satu dari mereka bernama Natanael, yang sebenarnya berasal dari Kana (Yohanes 21:2). Mungkin Yesus membawanya pulang agar ia dapat digunakan untuk membantu membawa keselamatan bagi keluarganya.

Kana berada sekitar tiga hari perjalanan dari sungai Yordan dan sangat dekat ke Nazaret, di mana Maria ibu Yesus hidup. Para sarjana menunjukkan pernikahan itu mungkin dari seorang kerabat Maria dan itulah alasan mengapa Yesus diundang, karena pelayanan-Nya kepada masyarakat baru saja dimulai dan Dia pun masih hampir tidak dikenal.

Pesta pernikahan di timur dekat sering berlangsung selama tujuh hari, cukup membuat beban keuangan kepada orang yang menyediakan makanan dan minuman. Ketika persediaan anggur habis -- tampaknya keluarga ini agak miskin -- Maria melibatkan diri untuk mencoba menyelamatkan muka keluarga dengan memanggil Yesus. Yesus hingga saat ini belum melakukan mujizat apapun. Tapi, Maria pasti sudah tahu, dalam menghadapi kemustahilan ini, Mesias yang dijanjikan itulah satu-satunya harapannya untuk membantu memecahkan dilema memalukan itu.

Menggunakan kesempatan ini untuk membiarkan ibunya tahu bahwa dia bukan lagi seorang anak lelaki kecil, atau di bawah wewenang gerak hatinya; lebih dari itu, oleh ingin memberi isyarat bahwa hidup-Nya sekarang semata-mata berada pada pengaturan dan arahan dari Allah Bapa, Yesus menjawab:  "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Sekarang, para ahli Perjanjian Baru memastikan pada para pembaca zaman modern, bahwa bahasa ini sama sekali bukan tidak menghormati Maria, melainkan mengajukannya sebagai suatu komunikasi sopan yang sangat umum di antara ibu dan anak yang sudah dewasa, sementara pernyataan: "Mau apakah engkau dari pada-Ku?" merupakan sebuah ekspresi umum dalam bahasa Yunani untuk menyampaikan hubungan yang ada sebelumnya antara dua individu yang telah berkembang ke tingkat yang baru.
                                                                                                4
Apa yang sangat penting yang sering disalahpahami dalam pembicaraan antara Yesus dan ibunya ini adalah bahwa tidak ada argumen yang muncul di antara mereka. Dengan tenang, rendah hati dan penuh kepastian dia berbicara kepada para pelayan -- mereka jelas mengenalnya sejak kunjungan sebelumnya ke rumah itu -- dan berkata: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu" (Yohanes 2:5).

Itu pastilah pernikahan orang Yahudi yang taat,  mengingat adanya enam tempayan air yang terbuat dari batu (masing-masing berisi 20 sampai 30 galon) yang digunakan untuk ritual penyucian Yahudi sebelum dan sesudah makan (Mat. 15:1-2). Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi tempayan-tempayan itu dengan air, dan para pelayan itu mematuhinya, sampai penuh sekali. Yesus memerintahkan mereka untuk mencedok air itu dan membawanya ke pemimpin pesta untuk meminta persetujuannya. Pemimpin pesta itu sangat sibuk dalam pesta itu, tampaknya ia tidak tahu bahwa mereka telah kehabisan anggur, namun, ia sudah siap untuk mencicipi air anggur yang baru itu yang akan ditawarkan kepada para tamu.

Pemimpin pesta itu berhenti sejenak tidak lama setelah mengecapnya, lalu memanggil mempelai laki-laki dan berkata anggur yang terbaik, tidak seperti kebiasaan pada umumnya, tetap ada sampai saat yang terakhir. (Walvoord, et al., 1983-c1985).

Aplikasi
Pertanyaan hari ini, Saudara dan Saudari, adalah pelajaran apa yang kita temukan dalam kisah ini untuk menginformasikan bagaimana kita masing-masing dapat merundingkan pernikahan atau hubungan penting lainnya dalam cara yang lebih baik daripada yang kita miliki di masa lalu?

Apakah kita menikah atau menjalin hubungan penting lainnya tanpa menghitung biaya? Apakah kita kehabisan anggur kesabaran, pengampunan kebaikan, dan sukacita? Apakah kita menyadari pernikahan dan hubungan lainnya tidak hanya untuk memberikan kepada kita kenyamanan, persahabatan dan sukacita tetapi juga untuk memberikan kehormatan, pujian dan kemuliaan bagi Allah?

Meskipun mungkin telah sampai pada menit terakhir dari perencanaan, pasangan ini mengundang Yesus ke dalam pernikahan mereka, dan itu berarti ke dalam kehidupan mereka. Apakah kita mengundang Yesus ke dalam rumah kita dan ke dalam hubungan kita untuk mengatur lalu lintasnya dan melakukan mujizat?

Pasangan di Kana itu mungkin tidak tahu pentingnya memiliki Yesus pada pesta pernikahan mereka, tetapi seseorang yang tahu dan peduli terhadap mereka mengundang Yesus untuk hadir di tengah-tengah mereka.

Yesus menggunakan tempayan air yang telah tersedia di rumah mereka, sebuah simbol ketaatan kepada Allah. Apa yang kita sudah praktekkan di rumah tangga kita yang Yesus dapat gunakan untuk mengubah realitas hubungan pernikahan dan rumah tangga kita?

Tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan. Dia dapat membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dia dapat mengubah kekosongan kita menjadi kelimpahan yang meluap. Jika kita membiarkan Yesus masuk ke dalam pernikahan dan rumah tangga kita, Ia dapat melakukan mujizat yang mengubah rasa malu dan rasa sakit dari kehidupan kita.

Jadi apa sajakah masalah-masalah dalam pernikahan kita yang kita tidak tahu bagaimana untuk menanganinya dan yang menyebabkan kita kehabisan kesabaran, pengampunan kebaikan, dan sukacita?

Dalam hal kebaikan Alkitab menyatakan tentang istri yang saleh dalam Amsal 31:26: "Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." Kitab Suci juga menyatakan hal itu
                                                                                5
 dalam 1 Korintus 13:4: "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati. . . " Dan Efesus 4:32 menegaskan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Tentang kesabaran Kitab Suci menyatakan dalam Yakobus 1:4:"Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun." Rasul Paulus mengumumkannya dalam 1 Timotius 6:11: "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan." Dan kemudian dalam Roma 15:5: "Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus."

Pada pokok pengampunan, Kitab Suci mengumumkan dalam Matius 6:14, 15: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." Lalu Mazmur 86:5 menyatakan: "Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu." Dan ayat klasik dalam 1 Yohanes 1:9 menyatakan: "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Berbicara tentang bagaimana kita harus bersikap satu sama lain dalam pernikahan dan dalam rumah tangga, Ellen White menyatakan dalam Rumah Tangga Advent, hal 421: "Kesopanan, bahkan dalam hal-hal kecil, haruslah dinyatakan oleh orang tua terhadap satu sama lain. Kebaikan yang menyeluruh harus menjadi hukum rumah tangga. Tidak ada bahasa kasar yang boleh dimanjakan, tidak ada kata-kata pahit yang boleh diucapkan."

Rekening Bank Emosional

Kita harus menyadari kebutuhan untuk menggunakan kebajikan dalam kitab suci dengan cara-cara yang praktis untuk merundingkan pernikahan setiap hari, dalam rangka untuk bertahan dan berkembang untuk menjadi berkat bagi anak-anak kita, bagi pasangan kita masing-masing, bagi masyarakat kita, gereja kita dan Allah kita.

Suatu keahlian yang banyak telah disadari, namun yang sering lupa untuk digunakan ketika kita membutuhkan keajaiban dari Yesus dalam pernikahan atau hubungan kita yang lainnya disebut Rekening Bank Emosional, digunakan oleh Dr Stephen Covey, dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People.

Hubungan Saudara dengan semua orang dan siapa saja adalah bagaikan rekening bank biasa. Sebagian besar dari kita, dalam kehidupan nyata, memiliki rekening bank. Yang pasti, sebagian dari kita memiliki banyak dalam rekening bank kita, dan banyak di antara kita memiliki sedikit di dalam rekening bank kita. Dalam banyak kasus, sejumlah rekening tersebut tekor dan kita membayar biaya penalti yang dapat membuat kita sakit.

Dalam setiap interaksi dengan setiap orang yang dengannya kita berurusan setiap hari dalam kehidupan kita, tiap-tiap kita melakukan penyetoran – yaitu penyetoran emosional dengan apa yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakannya, atau apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya, atau kita membuat penarikan / pengambilan kembali secara emosional.

Ketika kita bersikap baik kepada pasangan kita, anak-anak, pimpinan, karyawan, anggota gereja ataupun sahabat kita, kita melakukan penyetoran emosional. Ketika kita menjadi orang yang sukar, kasar, tidak sabar, atau tidak setia, kita melakukan penarikan emosional.
Setiap hubungan -- pastinya setiap pernikahan, dan setiap jenis hubungan lainnya – mengalami penyetoran maupun penarikan emosional setiap hari dalam kehidupan kita. Sehingga, tergantung pada seberapa
sering kita melakukan penyetoran atau penarikan, frekuensinya akan menentukan kelangsungan atau
                                                                                                6

 kurangnya keberlanjutan hubungan kita.
Ketika kita berkontribusi secara adil dalam beban tugas-tugas di rumah kita, suami atau istri kita mengalami setoran emosional. Ketika kita berperilaku dengan cara yang tidak meneguhkan hubungan, sebaliknya yang terjadi, dan pasangan kita, anak-anak kita, teman pria, teman wanita kita, pimpinan, sahabat atau karyawan kita mengalami suatu penarikan emosional. Semakin konsisten kita dalam melakukan setoran emosional ke dalam rekening bank emosional dari orang yang dengannya kita berhubungan, hubungan kita akan lebih kuat dan lebih sehat. Jika di sisi lain hampir semua yang kita lakukan dalam hubungan kita adalah penarikan emosional, sangat segera rekening bank emosional kita akan tekor karena kurangnya setoran emosional dan kita akan mengalami kebangkrutan dalam pernikahan atau hubungan kita masing-masing, karena perilaku kita telah menelan semua mata uang yang tersisa.

Kesimpulan

Setiap pernikahan mengalami masa-masa yang baik, dan setiap pernikahan juga memiliki masa-masa yang buruk. Hal ini juga berlaku bagi setiap hubungan yang kita miliki dalam kehidupan kita. Harapannya adalah bahwa Saudara akan memiliki pernikahan yang hebat dengan sedikit masa-masa yang menyedihkan, bukannya pernikahan yang mengerikan dengan sedikit masa-masa yang baik.

Sesungguhnya, Saudara dapat membuat keputusan saat ini, apapun jenis perkawinan (hubungan) yang akan Saudara miliki, itu semua tergantung pada Saudara. Suatu tempat yang baik untuk memulai adalah memilih untuk melakukan setoran harian ke dalam rekening bank emosional pasangan (sahabat) Saudara.

Namun, terlepas dari pilihan dan niat baik kita, kita tidak akan pernah mencapai tujuan kita, kita tidak akan pernah sukses, tanpa kuasa dan kasih karunia Yesus. Untuk memiliki sebuah pernikahan (hubungan) yang diisi dengan kesabaran, kebaikan, pengampunan, dan sukacita, kita membutuhkan kuasa dan kasih karunia Yesus setiap hari. Kenyataannya adalah, Saudara dan Saudari, kita memerlukan mujizat dalam pernikahan untuk mencapainya.

Yesus berjalan melalui Kana Galilea kita hari ini. Dan ketika Yesus datang, Dia membawa damai. Ketika Yesus datang, Dia membawa sukacita. Ketika Yesus datang, Dia membawa penyembuhan. Ketika Yesus datang, Dia membawa pengampunan. Ketika Yesus datang, Dia membawa mujizat untuk melengkapi defisit dalam setiap hubungan kita saat ini.

Marilah kita memutuskan hari ini untuk berjalan seperti Yesus; berbicara seperti Yesus; mengasihi seperti Yesus; mengampuni seperti Yesus; bersikap baik seperti Yesus; sabar seperti Yesus, untuk menjadi seperti Yesus. Kemudian kehancuran hidup kita akan diperbaiki, rasa sakit dalam hubungan kita akan menemukan penyembuhan; amarah dalam hubungan kita akan menemukan kedamaian, kesedihan dalam hubungan kita akan menemukan sukacita.

Marilah kita mengundang Yesus masuk ke dalam hati kita, rumah kita, dan hidup kita, dan kita akan mengalami mujizat dalam pernikahan setiap hari.

Semoga Allah memberkati kita untuk mencapai tujuan ini adalah doa kami.






                                                                                7

CERITA ANAK-ANAK

Khotbah Pendek Untuk Anak-anak, Sabat 11 February

BURUNG KENARI
Oleh Lidia Stolyar

Bantuan Visual Yang Dianjurkan: Seekor  burung  kenari mainan atau burung kenari berwarna kuning dan
       sebuah sangkar burung.

Ketika Luda berumur dua belas tahun, ia mendapat sebuah hadiah. Seekor burung kenari! Dia sangat bahagia! Dia menghabiskan waktu sepanjang hari di dekat sangkar bersama burung yang bernyanyi untuknya. Luda menamai burung itu Dick.

Luda berpikir kasihan sekali membiarkan burung kenari itu di dalam sangkar sepanjang waktu sehingga kadang-kadang ia membiarkannya terbang. Tapi suatu hari, burung itu terbang ke luar jendela dan tidak pernah kembali ke sangkarnya. Hal ini membuat Luda sangat sedih. Luda terus mencari Dick. Dia mencari di mana-mana, tetapi sia-sia. Dick tidak ditemukan

Suatu pagi seorang tetangga yang tahu tentang kehilangan itu, memanggil Luda dan mengatakan bahwa dia pikir dia mungkin tahu di mana Dick berada. Dia membawa Luda ke sumur. Mereka datang ke bibir sumur itu dan melongok ke dalamnya. Di dalam sumur itu gelap dan dingin.

"Dengar!" Kata si tetangga. Luda mendengarkan dan terdengar suara yang lemah "tweet-tweet!"

"Itu Dick! Dia ada di sini! Kita harus menyelamatkan dia!" Luda menangis dan berlari mendapatkan ayahnya.

"Ayah, Dick ada di dalam sumur itu! Maukah Ayah membantu Saya mengambilnya?"

"Saya pikir ini mustahil." Kata ayah Luda, "Saya tidak memiliki tangga yang cukup panjang untuk mencapai Dick."

"Tapi Ayah tidak bisa meninggalkan Dick di sumur! Ayah, izinkan Saya masuk ke dalam timba dan Saya bisa mendapatkan dia! Luda menangis."

"Kamu tidak bisa, Sayang! Ini terlalu berbahaya," kata ayahnya.

"Tapi kita harus mencobanya!" Desak Luda. "Kita harus mencoba untuk menyelamatkan Dick."

Dia terus mencoba membujuk ayahnya. Akhirnya ayahnya pergi bersamanya ke sumur itu.

"Apakah kamu yakin bisa melakukannya?" Tanya ayahnya.

"Ya, ya! Saya bisa melakukannya. Apakah Ayah dengar? Dick sedang memanggil Saya!"

                                                                                8


Luda masuk ke dalam ember. Ayahnya mengikat dengan erat putrinya dengan tali ke ember itu sehingga dia tidak akan terjatuh keluar dari ember itu, lalu kemudian dengan hati-hati dia menurunkan ember yang berisi putrinya  itu ke dalam sumur tersebut.

"Dick! Dick! Panggil Luda. Akhirnya dia melihat burung yang sedang mencengkeram sisi sumur. Dia mengulurkan tangan dan meraih burung itu.

"Saya mendapatkan Dick, Ayah! Angkat Saya!"

Dengan hati-hati dan tangan gemetar, Ayah menarik mereka ke sinar matahari. Betapa dia mengagumi gadis yang berani itu! Dia memeluk dan menciumnya.

"Kamu takut? sang Ayah bertanya. "Tentu saja tidak, Ayah! Saya tahu Ayah memegang talinya.

"Sangat menyenangkan bahwa kamu mempercayai Ayah. Ayah ingin kamu mempercayai Bapa Surgawi kita seperti kamu mempercayai Ayah.”

Allah selalu menjaga kita dengan kuat di tangan-Nya, sehingga kita dapat mempercayai-Nya apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita. Dia tidak akan pernah mengecewakan kita.

Berdoa: Ya Yesus, terima kasih karena telah mengasihiku dan burung-burung yang kecil ini. Bantulah aku  untuk  mempercayai-Mu  dengan  segenap  hatiku dan mengingat bahwa aku selalu dapat bergantung pada-Mu  untuk pertolongan. Amin.





















                                                                                                9


Seminar Mini 1, Minggu 12 February

KEBANGUNAN DAN REFORMASI DALAM PERNIKAHAN
Oleh Pedro Iglesias

Pendahuluan:

Ketika Saya masih kecil, Saya biasa pergi keluar bersama teman-teman tetangga Saya ke lapangan untuk berburu burung. Ketika kami keluar bersenjatakan ketapel, burung-burung kecil itu berada dalam bahaya. Kami biasa melakukannya untuk bisnis dan untuk kesenangan. Jika untuk bisnis, kami berusaha untuk tidak terlalu menyakiti burung itu. Burung itu harus jatuh ke tanah hidup-hidup. Sulit untuk memperkirakan agar tidak membunuh burung itu. Ketika kami menemukan burung itu hampir mati, kami akan berjalan dan mengambilnya dan menggunakan metode yang sangat populer untuk menghidupkan burung itu kembali. Burung itu akan ditaruh di bawah ember, kemudain kami mengetuk bagian atasnya untuk menghasilkan kebisingan. Setelah ini kami akan melihat ke bawah ember untuk melihat bagaimana keadaan "pasien" kami. Jika burung itu tidak bereaksi, kami mengulangi proses yang sama sampai berhasil. Proses ini sering kali berhasil. Tidak ada penjelasan ilmiah untuk hal itu. Namun, itu adalah cara yang bagus untuk membangkitkan yang telah "mati". Tentu saja burung tersebut sejak hari itu beruntung bersama Saya, karena Saya tidak memiliki tujuan yang baik.

Tidak hanya burung yang perlu dihidupkan kembali ketika mereka hampir mati. Sebagai orang Kristen kita berbicara tentang perlunya kebangunan rohani. Burung-burung, orang-orang Kristen, dan pernikahan, membutuhkan kebangunan rohani.

Gereja Advent telah memulai sebuah program baru, kebangunan rohani dan reformasi dari setiap anggota gereja. Ajakan untuk kebangkitan mempengaruhi integritas hidup manusia. Kehidupan pernikahan tidak luput dari realitas ini.

Tujuan dari seminar ini adalah untuk mengajak para peserta bergabung dengan program kebangunan rohani jemaat dan memperpanjang manfaat bagi pernikahan mereka masing-masing.

Kebangunan Rohani Adalah Keharusan

Selama kemurtadan kerajaan Yehuda, Nabi Habakuk bernubuat. Dalam tahun SM 612-586 tahun, empat raja terakhir Yehuda telah menjadi jahat. Pemerintahan mereka ditandai dengan sering lupa dan penolakan terhadap Allah. Masa itu penuh anarki, tidak bermoral, penganiayaan dan kekerasan. Babel menjadi kekuatan yang menakutkan dan Yehuda akan segera jatuh di bawah kuk penindasannya. Nabi Habakuk tidak mengerti mengapa Allah tidak ikut campur tangan. Ia segera menyadari bahwa adalah lebih baik untuk selalu bergantung pada Allah, yang berada pada kemudi, dan mengemudikan nasib umat-Nya.

Di tengah keadaan ini Habakuk berdoa kepada Allah: "TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!" (Habakuk 3:2). Kita harus meminta Allah untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan untuk menyelamatkan umat-Nya. Kata menghidupkan kembali, menyarankan untuk hidup kembali,  menyadarkan, memulihkan kesehatan, datang , atau bangun.

Hari ini, sebagai anggota tubuh Kristus kita harus meminta Allah membangunkan kita untuk melakukan pekerjaan yang Ia telah percayakan kepada kita. Ellen White menulis: "Meskipun demikian penafsiran iman dan kesalehan yang meluas, ada juga pengikut sejati Kristus dalam gereja-gereja. Sebelum penghakiman Allah terhadap bumi akan terjadi di antara umat Tuhan seperti kebangkitan kembali kesalehan
                                                                                10
masa lalu yang belum pernah disaksikan sejak zaman rasul-rasul." (1888, hal.464). Ini merupakan janji menggembirakan yang menegaskan tujuan Allah untuk memberikan kebangunan rohani yang demikian yang mengarah kepada persiapan penuaian terakhir. Konsep kebangunan rohani harus jelas. Sebuah penjelasan yang baik adalah: "Kebangunan rohani menandakan pembaruan kehidupan spiritual, percepatan dari kekuatan pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian rohani." (White, 1986, hal.128).

Aktivitas

Berbagilah dengan orang di sebelah Saudara praktek-praktek perbaktian yang bisa membantu memberikan kebangunan rohani di jemaat?

Aktivitas Bersama Jemaat Secara Umum 

Mintalah orang yang hadir untuk berbagi dengan orang di sebelah mereka praktek kebaktian yang bisa menolong memberikan kebangunan rohani di jemaat? Bagikan jawaban kepada semua orang.

Tulislah daftar jawaban kelompok yang datang dengan:
  1. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  2. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  3. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Kebangunan Dimulai Di Rumah

Mencari kebangunan rohani di antara anggota gereja tidak harus menjadi masalah pribadi. Keluarga, yang merupakan bagian penting dari gereja, haruslah diperhitungkan. Pekabaran Nabi Maleakhi janji-janji reformasi dalam hubungan keluarga sebelum Kristus kembali: Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah (Maleakhi 4:5, 6).

Ellen White menyarankan: "Gerakan reformasi yang besar harus dimulai di rumah." (1954, hal 489)
 Agar reformasi ini terjadi, tentu saja kita akan membutuhkan kebangunan rohani.

Aktivitas Keluarga

Bekerja samalah pada kegiatan-kegiatan berikut:
  • Tulis sebuah daftar aktivitas-aktivitas spiritual yang tidak Saudara latih lagi.
  • Pilih suatu kegiatan yang sudah ditinggalkan dan buatlah keputusan untuk menghidupkannya kembali.
  • Bagikan ide-ide Saudara kepada orang lain.

Aktivitas Bagi Keluarga-Keluarga

  1. Pada abad permulaan Ellen White mendesak jemaat-jemaat untuk pergi ke rumah-rumah, berdoa, dan memberikan pelajaran Alkitab. Undangan untuk menerima pekabaran tersebut harus diberikan kepada setiap keluarga. Baca komentar berikut: "Banyak orang mungkin bekerja di kota-kota dan kota-kota besar, mengunjungi dari rumah ke rumah, berkenalan dengan keluarga, masuk ke dalam kehidupan sosial mereka, makan di meja mereka, masuk ke dalam percakapan di dekat api unggun mereka, sambil menaburkan benih berharga --  kebenaran --  sepanjang hari" (White, 1897, hlm 274).

Mintalah setiap keluarga untuk bekerja sama dalam aktivitas-aktivitas berikut:

                                                                11
o    Tulislah suatu daftar aktivitas rohani yang Saudara tidak praktekkan lagi, seperti perbaktian keluarga.

o    Pilihlah suatu aktivitas yang sudah ditinggalkan dan buatlah keputusan untuk menghidupkannya kembali.

  • Bagikan ide-ide Saudara dengan orang lain.

Pernikahan Yang Dibangun Kembali

Kebangunan rohani adalah masalah pribadi. Apakah kita berharap untuk melihat seluruh jemaat dibangunkan kembali? Waktu itu tidak akan pernah datang. Ada orang-orang di gereja yang belum bertobat, dan yang tidak akan bergabung dengan doa yang sungguh-sungguh. Kita harus memasukkannya pada pekerjaan secara pribadi. (White, 1986, hal.122).

Meskipun kebangunan itu bersifat pribadi, pasangan menikah harus bersatu untuk mencari pengalaman seperti itu. Pasangan perlu membuat ide ini menjadi prioritas.

Ide-Ide Untuk Memiliki Suatu Pernikahan Yang Terhubung Ke Surga

Doa

Ellen White menyatakan, "Kasih sayang tidak bisa langgeng, bahkan dalam lingkaran rumah tangga, kecuali ada kesesuaian kehendak dan pengaturan kepada kehendak Allah. Semua kecakapan dan keinginan harus dibawa selaras dengan sifat-sifat Yesus Kristus. Jika ayah dan ibu berada di dalam kasih dan takut akan Allah mempersatukan kepentingan mereka untuk memiliki otoritas di dalam rumah tangga, mereka akan melihat perlunya banyak berdoa, banyak cerminan ketenangan. Dan ketika mereka mencari Allah, mata mereka akan terbuka untuk melihat utusan surgawi datang melindungi mereka dalam menjawab doa iman mereka. Mereka akan mengatasi kelemahan karakter mereka dan menuju kepada kesempurnaan" (1956, hal. 316).

                Berkat telah dijanjikan kepada suami dan istri yang mencari inspirasi di dalam Kristus, dan menggunakan doa sebagai alat.

Kembangkan rencana doa bersama sebagai suatu pasangan. Sebagai contoh:

Rencana Doa Pasangan:
  • Berdoalah bersama-sama.
  • Miliki daftar dengan permintaan-permintaan doa khusus.
  • Buatlah kebutuhan spiritual merupakan bagian penting setiap hari.
  • Berdoalah bagi pasangan menikah lainnya.
  • Mintalah pasangan lain untuk sesi doa.

Rencana Studi Alkitab Pasangan / Keluarga:
  • Bacalah Alkitab bersama-sama.
  • Pelajari bersama-sama apa yang Alkitab katakan tentang pernikahan.
  • Pelajaru Alkitab bersama pasangan menikah yang non-Advent.
  • Bacalah bersama-sama buku Roh Nubuat: Kemenangan Akhir, Rumah Tangga Advent, Steps To Christ.

Mempelajari Alkitab – Aktivitas Bersama Keluarga Jemaat

                                                                                                12
Tanyakan: Mengapa mempelajari firman Allah berkontribusi bagi kebangunan rohani?

Pasangan harus mengembangkan rencana studi Alkitab bersama-sama:
  • Bacalah Alkitab bersama-sama dalam satu tahun.
  • Pelajari bersama-sama apa yang Alkitab katakan tentang pernikahan.
  • Pelajari Alkitab dengan pasangan menikah yang non-anggota.
  • Bacalah bersama-sama setiap Buku Roh Nubuat, seperti: Rumah Tangga Advent, Mendidik Dan Membimbing Anak atau Steps To Christ.
  • Beli sebuah buku Roh Nubuat dan berikan sebagai hadiah kepada pasangan yang menikah.
 
Mintalah Bantuan Roh Kudus

Untuk memperoleh kebangunan rohani kita membutuhkan banyak kuasa. Sebuah kebangunan yang berasal dari Roh Kudus tidak dapat diwujudkan dengan hanya melatih kehendak manusia. Kebangunan rohani membutuhkan suatu kekuatan superior untuk menjadi milik kita. Kita harus memahami kekuatan ini akan kita miliki jika kita memintanya.

Turunnya Roh Kudus ke atas jemaat dinantikan di masa mendatang; tetapi itu adalah hak istimewa jemaat untuk memperolehnya sekarang. Carilah hal itu, berdoalah untuk hal itu, percaya akan hal itu. Kita harus memilikinya, dan Surga sedang menunggu untuk melimpahkannya. (White, 1895, hal. 2; 1946, hal. 701)

Meditasi Pada Kehidupan Kristus

Sebuah kutipan terkenal yang diinspirasi oleh Allah mengajak kita untuk merenungkan Yesus, kehidupan dan pekerjaan-Nya sementara Dia berada di bumi. "Adalah baik bagi kita untuk menghabiskan satu jam setiap hari untuk merenungkan kehidupan Kristus. Kita harus mengambil poin demi poin, dan membiarkan imajinasi menangkap setiap pemandangan, terutama bagian penutup. Sehingga, sementara kita memikirkan pengorbanan-Nya yang besar bagi kita, kepercayaan kita kepada-Nya akan lebih tetap, kasih kita akan dipercepat, dan kita akan lebih mendalam diilhami dengan roh-Nya. Jika kita hendak diselamatkan, setidaknya kita harus mempelajari pelajaran dari penyesalan dan penghinaan di kaki salib itu." (White, 1940, hal. 80).

Merenungkan kehidupan Yesus akan menghubungkan kita dengan surga dan akan menghidupkan kembali kasih kita kepada Allah. Pasangan harus datang bersama-sama dan bekerja pada sebuah rencana untuk merenungkan kehidupan Kristus.
  • Setiap hari bacalah satu atau dua bab dari Injil.
  • Bacalah bersama-sama Buku Kerinduan Segala Zaman atau Christ’s Object Lessons.
  • Bicarakan tentang berkat-berkat yang Saudara terima melalui pengalaman Saudara bersama Yesus Kristus.

Jika kedua suami dan istri hendak bersatu dengan kerendahan hati dan tekad untuk terhubung dengan Allah, jika mereka terus-menerus berdoa, jika mereka mempelajari firman Allah sesuai dengan metodenya, jika mereka meminta pengurapan Roh Kudus setiap harinya, dan jika mereka merenungkan kehidupan Yesus dan membuatnya sebagai suatu kebiasaan, janji-Nya akan digenapi dalam hidup mereka.

Kebangunan Rohani Pernikahan Menghasilkan Reformasi Pernikahan

Kebangunan rohani pernikahan mengubah pengalaman yang memperkaya pernikahan. Tentu saja, setiap pasangan perlu menyerahkan keinginannya pada tangan Allah, dan mematuhi perintah-perintah Allah.

Pada poin ini merupakan ide yang baik untuk membaca kembali definisi dari kebangunan rohani tersebut: "Kebangunan rohani menandakan pembaruan suatu kehidupan spiritual yang diperbaharui, percepatan
                                                                13          
dari kekuatan pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian rohani. (White, 1986, hal. 128)

Mengalami kebangunan rohani akan menghasilkan reformasi dalam diri individu, dan dalam pernikahan mereka. Keduanya digabungkan dengan kuatnya. Ellen White menyatakan: "Kebangunan rohani dan reformasi adalah untuk melakukan pekerjaan mereka yang telah ditentukan, dan dalam melakukan pekerjaan ini mereka harus berbaur. (White, 1902, hal.1; 1986, hal.128)

Tapi, apa arti dari kata reformasi itu? Reformasi berarti reorganisasi, perubahan ide-ide, teori-teori, kebiasaan-kebiasaan, dan praktek-praktek. Reformasi tidak akan menghasilkan buah yang baik kecuali jika hal itu berkaitan dengan kebangunan kembali oleh Roh. Dalam berbagai waktu selama pernikahan, kehidupan dapat menjadi kacau. Perubahan tahap-tahap kehidupan pernikahan membuat hal itu perlu untuk terus-menerus ditata kembali.

Aktivitas Bersama Semua Orang

Bagikan kertas pada setiap orang yang hadir dan mintalah mereka untuk menuliskan perubahan yang harus terjadi dalam kehidupan mereka sebagai hasil dari kebangunan rohani.

Saudara harus memiliki semua kutipan Roh Nubuat yang tercetak di atas dan siap untuk dibagikan.
Perubahan ide _________________________________________________________
Perubahan teori ________________________________________________________
Perubahan kebiasaan ____________________________________________________
Perubahan dalam praktek  ________________________________________________

Aktivitas Pasangan / Aktivitas Bersama Para Pasangan

Mintalah pasangan yang sudah menikah untuk bekerja dengan pasangan masing-masing dan mendiskusikan perubahan apa yang perlu dilakukan dalam pernikahan mereka masing-masing. Setelah selesai, mintalah setiap pasangan menikah, dan masing-masing individu yang hadir untuk berdoa dan meminta Allah menolong mereka dengan perubahan apa pun yang harus terjadi dalam kehidupan mereka.

Memahami Perubahan
  • Perubahan itu tidaklah mudah.
  • Teguhkan dan dukung perubahan dalam diri pasangan Saudara.
  • Ingatlah bahwa perubahan itu merupakan hasil dari hubungan kita dengan Allah.

Perubahan Itu Tidaklah Mudah

Perubahan itu tidaklah mudah. Banyak perubahan yang didiskusikan dan ditulis di atas harus dilakukan dengan kebiasaan dan praktek-praktek yang membantu pembentukan karakter yang baik.

Berpikir tentang perlunya mengubah boleh jadi banyak mengecewakan. Namun, Ellen White mengingatkan kita: "Kristus tidak memberikan kepada kita jaminan bahwa untuk mencapai kesempurnaan karakter merupakan hal yang mudah. . . Sebuah karakter yang mulia diterima oleh upaya individu melalui jasa dan kasih karunia Kristus" (White, 1941, hal.331).

Adalah baik untuk menekankan bahwa untuk mengalami perubahan, kita perlu memiliki usaha individual, serta kasih karunia Kristus.
 


                                                                                                14
Teguhkan Dan Dukung Perubahan Dalam Diri Pasangan Saudara

Pasangan perlu saling mendukung dalam upaya mereka untuk berubah. Rasanya menyenangkan memiliki dukungan dari orang yang kita cintai. Seringkali hal ini tidak terjadi. Seorang pasangan mungkin memutuskan untuk mengubah suatu kebiasaan dan yang lain akan mensabotase inisiatif tersebut atau menunggu sampai ada suatu penyakit yang terulang kembali, kemudian akan membuat pernyataan seperti: "Aku tahu engkau tidak akan mampu melakukannya".

Kami mengajak Saudara untuk saling mendukung dalam upaya Saudara untuk bertumbuh dan mengadakan reformasi. Salomo yang bijaksana menyatakan: "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi  wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!" (Pengkhotbah 4:9-10)
 
Ingatlah perubahan merupakan hasil dari hubungan kita dengan Allah. Ellen White menyatakan: "Ini bukan kuasa manusia, tetapi kuasa Ilahi yang mengerjakan perubahan karakter." (White, 1911,  hal 274).

Kesimpulan

"Ini bukan kuasa manusia, tapi kuasa Ilahi kuasa yang mengerjakan perubahan karakter." (White, 1911, hal. 274). Ketika gereja mendorong kebangunan setiap anggota, pasangan harus saling mendukung sehingga tidak ada anggota atau pasangan yang akan kehilangan berkat-berkatnya.

Ketika itu terjadi, bukan hanya jemaat yang akan direformasi, tetapi pernikahan-pernikahan di dalam jemaat juga akan mengalami reformasi.






















                                                                                                15
Seminar Mini 2, Senin 13 February 2017

PEMURIDAN KELUARGA: ANAK-ANAK DALAM PEMURIDAN
Oleh Don Mac Lafferty

  • Pemuridan keluarga-keluarga kepada Kristus - 50 Menit
  • Saudara membutuhkan: Sebuah slide Power Point dengan foto pribadi

MENGAPA – 5 menit

  • Kegiatan: Bentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan dua orang. Bagikan suatu tempat favorit yang telah diambil oleh seorang anggota keluarga. Setiap orang menggambarkan bentuk kakinya di atas selembar kertas. Tempelkan bentuk kaki tersebut bersama tempat favorit Saudara yang telah diambil oleh seorang anggota keluarga. Semua orang dibagi menjadi pasangan selama 2 menit dan menceritakan mengapa tempat favorit mereka itu istimewa.

  • Katakanlah: "Sama seperti kita masing-masing memiliki tempat istimewa di mana kita telah dibawa oleh kaki kita, Yesus memiliki tempat istimewa di mana Dia ingin membawa kita ke sana -- Surga. Perjalanan kita di sepanjang jalan adalah petualangan pribadi pemuridan kita."


APA & BAGAIMANA – 35 menit

Mengapa kita perlu membuat pemuridan anak-anak kita menjadi prioritas utama SEKARANG? Tanyakan peserta jika mereka bisa menebak apa yang diwakili oleh angka berikut.

Penelitian terakhir dari Value Genesis dan Dr Roger Dudley (Mengapa Kaum Remaja Kita Meninggalkan Gereja) mengungkapkan bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Amerika Utara sedang kehilangan lebih dari 50% orang-orang muda Advent kita pada saat mereka mencapai usianya yang ke-20. (Berikan statistik untuk negara / bagian dunia Saudara, jika ada).

Mengapa kita perlu membuat pemuridan anak-anak kita sebagai prioritas utama SEKARANG?   36/52
o   36 adalah usia rata-rata penduduk Amerika Serikat
o    52 adalah usia menengah anggota Gereja MAHK di Amerika Utara

INNOVATION (Pusat Pelayanan Kreatif) Vol.12, No.19, 1 November  2006.

Mengapa kita perlu membuat pemuridan anak-anak kita menjadi prioritas utama SEKARANG? 0-13
Menurut penelitian oleh George Barna, jendela "ajaib" untuk keputusan yang aman bagi Yesus Kristus adalah dari lahir – 13 tahun. Mengingat dari seluruh rentang kehidupan seseorang, ia paling terbuka untuk menerima Yesus adalah selama rentang usia yang sempit ini.

Transforming Children into Spiritual Champions oleh George Barna, hal.18, 24, 47.

Apa Yang Hilang?

Anak-anak kita sering kehilangan:
  • Hubungan pribadi dengan Yesus Kristus
  • Jaminan keselamatan
16
  • Waktu harian untuk mengasingkan diri bersama Tuhan
  • Dasar Alkitabiah bagi iman mereka
  • Sukacita menggunakan karunia mereka dalam ibadah, pelayanan, dan misi
  • Sukacita dalam memuridkan sahabat-sahabat mereka kepada Yesus

Allah memiliki impian bagi keluarga-keluarga-Nya! Allah telah mengungkapkan impian-Nya bagi keluarga-keluarga kita dalam firman-Nya Apakah impian Allah bagi keluarga-keluarga?

Ajaklah peserta untuk membaca Kitab Kisah Para Rasul 2:17 betrsama-sama. Tekankan bahwa Petrus mengutip Kitab Yoel 2.  Tanyakan: "Apa impian Allah bagi keluarga-keluarga?"
  • Dipenuhi Roh Kudus
  • Bernubuat
  • Orang muda mendapat khayal dan orang tua mendapat mimpi
  • Sudah saatnya bagi kita untuk mengalami hal-hal ini bersama-sama

Apa impian Allah Bagi Keluarga-Keluarga?

Ajaklah para peserta membaca Kitab Maleakhi 4:5, 6 bersama-sama.

Tanyakan: "Apa impian Allah bagi keluarga-keluarga?" Para ayah dan ibu yang hatinya tertarik pada hati anak-anak mereka, hati anak-anak tertarik pada orang tua mereka

Keluarga Mac Lafferty

Secara singkat ceritakan kisah Pendeta Don Mac Lafferty: Pada tahun 1999, Don tidak menyisihkan waktu yang seimbang bersama anak-anaknya. Hidupnya difokuskan pada apa yang Allah lakukan di gereja daripada apa yang Allah rindukan untuk dilakukannya di rumah tangganya.

  • Pendeta muda dalam proyek gedung gereja
  • Malam musim dingin - pulang untuk makan malam kemudian pergi ke gedung pertemuan komite
  • Mengucapkan "Bye!" -- Julie dan Jason (berusia 3 dan 7 tahun) menangis, "Ayah, tinggallah di rumah bersama kami."
  • "Tidak bisa tinggal. Sudah membuat janji. Harus pergi. "
  • Mereka berpegang pada leher Don, sambil menangis, "Ayah, engkau tidak pernah bermain dengan kami."
  • Don melepaskan jari-jari kecil mereka dari lehernya, mengucapkan selamat tinggal dan pergi.
  • Berjalan di seberang jalan menuju ke gereja, Allah berhasil melewatinya.
  • Berdiri di pertengahan jalan, melihat bolak-balik dari gereja yang terang ke rumahnya.
  • Allah berkata, "Ketika Aku datang, Aku tidak akan bertanya tentang gereja yang baru engkau bangun. Aku tidak akan menanyakan padamu berapa banyak anggota yang tergabung di gerejamu. Aku akan menanyakan padamu, "Mana Julie dan Jason?"
  • Allah memanggil hati ayah ini kembali kepada anak-anaknya.
  • Pengalaman ini telah mengirim Don pada suatu perjalanan mencari kehendak Allah.
  • Don menemukan impian Allah bagi anak-anaknya sendiri dan keluarganya.
  • Penglihatan bagi Anak-anak dalam Pemuridan telah jelas baginya -- Perlu untuk memanggil hati para orang tua kembali kepada anak-anak mereka -- Perlu untuk melengkapi para orang tua untuk menjadi pembimbing rohani utama dari anak-anak mereka sendiri untuk memenuhi impian Allah bagi mereka. Pada tahun 2002, Allah telah menggerakkan hati Pendeta Don untuk memulai Pelayanan Anak-anak Dalam Pemuridan.
17
Pertimbangkanlah untuk memasukkan dalam gambar Saudara sendiri penglihatan mengenai K.I.D. (Kids In Discipleship) dan sesuaikan dengan selera Saudara dan anak-anak Saudara.

Apa Impian Allah Bagi Keluarga-Keluarga?

Mintalah seorang sukarelawan untuk membaca Ulangan 6:4-7.

Tanyakan: "Apa impian Allah bagi keluarga-keluarga?"
  • Para orang tua mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka
  • Anak-anak harus dibimbing oleh orangtua mereka untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka dan untuk mematuhi perintah-perintah Allah

Siapa yang dipanggil Allah menjadi pembimbing pemuridan anak-anak YANG UTAMA? ORANG TUA. Bagaimana kita mengetahui bahwa rencana Allah bagi para orangtua untuk membimbing anak-anak mereka? Pola Kitab Ulangan mengatakan, "Apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun."

Visi K.I.D.: Setiap anak, remaja dan keluarga menjadi murid-murid Yesus Kristus! Impian Allah adalah bahwa anak-anak kita, remaja dan keluarga-keluarga kita diberdayakan menjadi murid-Nya sekarang, bukan beberapa waktu mendatang. Anak-anak Dalam Pemuridan (K.I.D.) merupakan pelayanan yang ditawarkan di gereja-gereja setempat yang dirancang khusus untuk keluarga-keluarga dan berfokus pada anak-anak.

Suatu Departemen K.I.D. setempat merupakan alat yang digunakan gereja-gereja untuk pemuridan yang disengaja. Pelayanan di gereja setempat ini akan membekali para orang tua untuk pertama bertumbuh sementara memuridkan diri mereka sendiri lalu kemudian memuridkan anak-anak mereka. Keluarga-keluarga akan bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Yesus Kristus, dasar alkitabiah mereka dalam gerakan Gerja Masehi Advent Hari Ketujuh, dan akan diberdayakan untuk berpartisipasi dalam gereja setempat mereka dalam ibadah, dalam pelayanan kepada orang percaya lainnya, dan dalam misi bagi orang-orang lain di luar iman kita.

Bagaimana greja-gereja memulai pelayanan K.I.D. bagi keluarga-keluarga dan anak-anak dari jemaat mereka?

Doa

Mempersiapkan Gereja--------------- Memperlengkapi Para Orang Tua --------------- Memuridkan Anak-Anak

Ø  Gereja-gereja mulai dengan mendirikan pelayanan doa dengan seorang koordinator doa yang merekrut mitra doa lain untuk mencari kehendak Allah bagi keluarga-keluarga dan anak-anak dari jemaat setempat mereka. Kita tidak bisa melebih-lebihkan nilai doa. Roh Kudus sangat ingin mengubah hati para orang tua terhadap anak-anak mereka dan anak-anak terhadap orang tua mereka.

Ø  Kedua, kelompok-kelompok jemaat menghadiri Universitas K.I.D.. Mereka kembali ke rumah untuk mempersiapkan gereja mereka menerima dan mendukung pelayanan pemuridan.

Ø  Langkah berikutnya adalah memperlengkapi para orang tua untuk menjadi pembuat murid. Para orang tua dan para pembimbing lainnya belajar untuk masuk lebih dalam pada hubungan mereka dengan Yesus dalam pengalaman pemuridan diri mereka sendiri. Kemudian mereka belajar bagaimana untuk dengan sengaja membimbing anak-anak mereka.

Ø  Terakhir anak-anak (bersama para orang tua / pembimbing) dimuridkan kepada Yesus. Mereka
18
Ø  bertumbuh ke dalam suatu hubungan yang lebih mendalam bersama Yesus. Mereka belajar bagaimana memiliki waktu pribadi bersama Allah. Mereka mempelajari kebenaran Yesus seperti yang ditemukan dalam Firman-Nya. Mereka belajar bagaimana membagikan Yesus kepada orang lain.

Mempersiapkan Gereja
  1. Membagikan Penglihatan Alkitabiah
  2. Mengkhotbahkan suatu seri khotbah

Membagikan penglihatan Alkitabiah untuk memuridkan anak-anak, remaja dan keluarga -- pada khotbah Hari Sabat. (Jangan ragu untuk menggunakan power point ini).


Memperlengkapi Para Orang Tua

Melaksanakan Jejak Kakis Bagi Para Orang Tua & Pembimbing
Jejak kaki bagi Para Orang Tua & Pembimbing adalah kurikulum kelompok kecil yang dirancang untuk 12 minggu.

Memuridkan Anak-Anak

Melaksanakan Jejak Kaki Bagi Anak-Anak
Jejak Kaki Bagi Anak-anak adalah sebuah perjalanan pemuridan keluarga yang ramah  selama 24 minggu menggunakan kurikulum kelompok kecil.

Doa

Mempersiapkan Gereja --------------- Memperlengkapi Para Orang Tua --------------- Memuridkan Anak-Anak

Hasil!

Apa hasilnya bagi para orang tua & para penasehat?
  • Mereka menemukan kembali panggilan Yesus untuk pemuridan
  • Mereka dengan sengaja membimbing anak-anak mereka sendiri
  • Mereka tidak perlu bergantung pada orang lain untuk menghubungkan anak-anak mereka kepada Yesus. (Ceritakan sebuah cerita di sini).

Apa hasilnya bagi keluarga-keluarga?
  • Hubungan keluarga diperkuat
  • Komunikasi spiritual meningkat dan "alamiah"
  • Mereka mengalami keterlibatan yang lebih dalam bersama-sama dalam kehidupan gereja dalam ibadah serta pelayanan dan misi. (Ceritakan sebuah cerita di sini)

Apa hasilnya bagi anak-anak?
  • Anak-anak mengadakan suatu keterhubungan pribadi dengan Yesus dalam waktu pribadi sehari-hari bersama-Nya
  • Anak-anak memahami dasar Alkitabiah akan keyakinan Kristen mereka
  • Anak-anak mengalami sukacita membawa teman-teman mereka kepada Yesus. (Ceritakan sebuah cerita di sini)

19
Bagimana jika GEREJA SAUDARA menerapkan Pelayanan K.I.D.?  – 10 menit

Waktu Diskusi
Kelompok-kelompok mendiskusikan yang berikut ini:
o   Jika sebuah keluarga di gereja Saudara melakukan perjalanan pemuridan melalui suatu perubahan hidup bersama Yesus, bagaimana hal itu mempengaruhi rumah tangga mereka?
o   Bagaimana pelayanan K.I.D. mempengaruhi gereja Saudara?
o    Bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan kerohanian para anggota gereja?
o    Mintalah 1 – 2 komentar. Beri waktu bagi para peserta untuk membagikan jawaban mereka atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
o    Mintalah komentar dan pertanyaan.


































                                                                                                20
Seminar Mini 3, Selasa 14 February 2017

IBADAH KELUARGA: KELUARGA MENJANGKAU KE ATAS
Oleh Willie dan Aliene Oliver

Pendahuluan

Ibadah keluarga telah menjadi ritual spiritual yang mapan atau disiplin dalam rumah tangga Kristen selama beberapa generasi. Lebih dari sekedar ritual, ibadah keluarga dapat memberikan landasan yang kokoh untuk menghubungkan keluarga kepada Tuhan, menciptakan ikatan keluarga yang langgeng, dan meninggalkan suatu warisan rohani.

Hidup kita saat ini ditantang oleh banyak kekuatan yang menarik keluarga-keluarga kita -- kekuatan ini sekuat angin tornado yang meninggalkan banyak kehancuran keluarga atau hidup mereka penuh dengan puing-puing. Kekuatan ini tidak datang kepada kita tanpa dapat dijelaskan atau sebagai suatu kejutan. Dari awal sejarah bumi, Setan telah melancarkan serangan pada lembaga-lembaga utama Allah --Kkeluarga dan Hari Sabat.

Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Efesus 6:12.

Apa saja serangan terhadap keluarga Allah sekarang ini?

Kemungkinan jawaban dari hadirin: 
o    Obat-obatan terlarang dan alkohol
o    Program televisi dan internet yang dipertanyakan
o    Hubungan gelap di luar nikah
o    Seks di luar nikah
o    Perceraian
o    Kesibukan
o    Makan berlebihan, dll.

Baca Efesus 6:13. Sebagai umat Allah, kita harus memutuskan apakah kita akan tersapu oleh angin atau membangun suatu tempat berlindung bagi keluarga kita dan mengarahkan keluarga kita ke arah yang benar menuju tempat perlindungan. Ibadah keluarga berfungsi sebagai tempat berlindung yang kuat, bagaikan baju besi bagi keluarga kita.

Berdoa dan membaca Alkitab termasuk dalam baju besi itu: berkomunikasi dengan Allah, berbicara dan mendengarkan-Nya melalui doa dan mempelajari Alkitab. Ibadah keluarga menyediakan suatu cara terstruktur bagi keluarga-keluarga untuk mempelajari firman Allah, berdoa atau berkomunikasi dengan Allah, dan memiliki persekutuan bersama. Setiap keluarga Kristen memiliki baju besi ini yang tersedia bagi mereka.

Memulai Ibadah Keluarga Sejak Dini

Ulangan 6:4-9, ayat-ayat kitab suci ini disebut Shema (Ulangan 6:4-9). Hal ini termasuk perpisahan Musa yang ditujukan kepada orang-orang Yahudi. Ini adalah doa pertama yang diajarkan pada seorang anak Yahudi. Banyak orang Yahudi yang masih melafalkan Shema setidaknya dua kali sehari; sekali di pagi hari dan sekali di malam hari. Ini adalah kata-kata terakhir seorang Yahudi sebelum kematian. Penekanan khusus
                                                                                                21
diberikan kepada kata-kata "Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa!" Para sarjana Yahudi menyatakan bahwa Shema adalah suatu kesaksian tentang kedaulatan Allah. Ini adalah janji kesetiaan kepada Allah satu-satunya dan sebagai suatu pernyataan iman. (Parsons, 2010, Hebrews for Christians).

Tujuan dari Shema adalah:
o    Mengajarkan anak-anak kita tentang Allah
o    Mengikat keluarga Saudara bersama-sama
o    Meminta perlindungan bagi keluarga-keluarga dan anak-anak kita
o    Meninggalkan warisan spiritual

Shema memberikan kerangka indah bagi ibadah keluarga. Memiliki ibadah keluarga adalah bagaikan meletakkan darah Kristus di ambang pintu yang menandakan bahwa keluarga Saudara adalah milik Kristus.

Mengapa Keluarga Beribadah?

Ellen White sangat menganjurkan ibadah keluarga. "Para bapa dan ibu, bagaimanapun menekannya urusanmu, jangan lalai mengumpulkan keluargamu di sekitar mezbah keluarga. Mintalah pengawalan malaikat-malaikat kudus di rumahmu. Ingatlah bahwa orang-orang tercintamu dihadapkan pada godaan-godaan." Ministry Of Healing, hal. 393

Ibadah Keluarga Zaman Alkitab
  • Abraham membangun mezbah di manapun dia mendirikan kemahnya
  • Keluarga-keluarga mempersembahkan hewan korban di atas mezbah

Pada zaman Alkitab, mezbah terbuat dari dua belas batu yang mewakili dua belas suku Israel. Seekor domba diletakkan di atas mezbah dan disembelih, yang melambangkan Anak Domba Allah (Yesus) yang akan mati bagi umat manusia. Ini adalah sebuah tempat ibadah. Ini adalah tempat di mana pengampunan dosa dimungkinkan melalui penggantian suatu kehidupan bagi orang yang benar-benar menyesal. Mezbah juga didirikan sebagai tugu peringatan sebagai suatu tindakan dari perayaan. Mereka sewaktu-waktu dan terus-menerus dibangunkan kembali.

Ibadah Keluarga Sekarang Ini
  • Mempersembahkan keluarga-keluarga kita pagi dan sore dalam perbaktian
  • Jam keluarga

Istilah mezbah keluarga saat ini digunakan untuk merujuk pada tindakan mengumpulkan anggota keluarga bersama-sama untuk beribadah. Seperti di zaman Alkitab, waktu harus digunakan untuk memberikan pujian kepada Sang Pencipta dan mengingatkan keluarga kita akan kasih tanpa pamrih dari Allah dan pengorbanan besar yang telah dilakukan-Nya serta "mengaruniakan AnakNya yang tunggal. . . " (Yohanes 3:16), sehingga kita dapat memiliki hidup yang kekal.

Ibadah keluarga saat ini berfungsi sebagai suatu waktu persekutuan dan ikatan antara anggota keluarga. Ini haruslah menjadi sesuatu yang kreatif, dan harus memberikan kepada seluruh anggota kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan rohani. Kita akan membahas hal ini secara lebih rinci nanti.

Apa yang dimaksud dengan ibadah?
  • Penyembahan
  • Mengakui Allah sebagai Tuhan Dan Juru Selamat
  • Ketaatan kepada Allah
  • Pengorbanan diri sendiri dan waktu
22
  • Menghormati dan memuliakan Allah dengan pujian, ucapan syukur, dan kerendahan hati
  • Menyanyi, berdoa, membaca Firman Allah
  • Merefleksikan Firman Allah

Apa yang dimaksud dengan ibadah keluarga
Ø  Ini adalah waktu ketika keluarga:
o    Mengungkapkan kasih dan memuji Allah bersama-sama
o    Berdoa bersama-sama
§  Mengundang kehadiran Allah dalam kehidupan mereka
§  Meminta perlindungan Ilahi
§  Berdoa bagi kebutuhan satu sama lain dan bagi kebutuhan orang lain
o    Melakukan studi Alkitab
§  Mendengarkan, membaca, menghafal dan merefleksikan
o    Persekutuan
§  Waktu pengikat keluarga
·         Membangun dukungan dan hubungan antar pribadi antara satu dan lainnya

Kapan sebaiknya keluarga melakukan ibadah keluarga?  
  • Pagi dan / atau malam hari
  • Pengorbanan harus dilakukan
  • Buat jadwal

                Bacalah kutipan dari Ellen White: "Dalam setiap keluarga harus ada waktu yang tetap untuk ibadah pagi dan sore hari. Betapa tepatnya bagi para orang tua untuk mengumpulkan anak-anak mereka ... saat malam tiba, untuk berkumpul sekali lagi di hadapan-Nya dan bersyukur kepada-Nya atas berkat-berkat-Nya hari ini." Mendidik Dan Membimbing Anak, hal.520.

Kapan mengadakan ibadah keluarga, tergantung pada keadaan masing-masing keluarga. Setiap keluarga harus meninjau jadwal keluarga mereka dan menentukan waktu yang ditetapkan pada ibadah pagi dan / atau sore hari. Ibadah keluarga menyediakan sebuah forum kebersamaan keluarga; itu adalah saat di mana pikiran, ide, keprihatinan, dan nilai-nilai spiritual dapat dibagikan.

Ide-ide untuk ibadah keluarga
  • Buatlah itu secara sederhana
  • Buatlah itu singkat dan manis
  • Buatlah sesuai usia
  • Jadilah kreatif
  • Gunakan itu sebagai waktu untuk berbagi

Ada banyak cara untuk mengadakan ibadah keluarga -- tujuan utamanya adalah untuk terhubung kepada Allah sebagai keluarga dan meneruskan warisan rohani. Ingatlah untuk mempertimbangkan tahap perkembangan masing-masing anggota keluarga dan persiapkan ibadah Saudara bagi anggota keluarga yang paling muda. Bahkan jika pekabaran ini disederhanakan, semua orang mendapat manfaat.







                                                                                23
Dalam dunia yang sibuk saat ini, membuat komitmen untuk mengadakan ibadah keluarga mungkin tampak seperti tugas yang menakutkan. Namun, janji keberhasilan ditemukan dalam Filipi 4:13 -- "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Percayalah pada Allah dan lihatlah Ia memberkati keluarga Saudara melebihi apa yang dapat Saudara bayangkan.

Aktivitas: Bagilah  pendengar  Saudara  dalam  kelompok  yang  beranggotakan  empat  sampai  enam orang. Setiap kelompok harus memilih seorang pemimpin kelompok / pencatat (seseorang untuk menuliskan ide-ide).

Biarkan setiap kelompok selama 15 menit untuk melakukan brainstorming dan mencatat ide-ide kreatif mengenai perbaktian keluarga dengan tahapan-tahapan:
  • Balita / pra-sekolah
  • Anak-anak
  • Remaja
  • Mahasiswa / orang dewasa yang masih muda
  • Antar generasi
  • Mintalah kelompok-kelompok membagikan ide-ide mereka






























                                                                                                24
Seminar Mini 4, Rabu 15 February 2017

PEMURIDAN KELUARGA KEPADA KRISTUS :
KELUARGA UNTUK KELUARGA
olehBarnaMagyarosi - 50 Minutes

Saudara Membutuhkan: Sebuah slide Power Point dengan sebuah foto pribadi

Keluarga untuk Keluarga: Apa maksudnya?
Ø  Ini merupakan suatu proyek yang memperkuat keluarga-keluarga Advent dengan melibatkan mereka dalam bersaksi bagi orang lain.
Ø  Hal ini menyoroti pentingnya doa syafaat.
Ø  Hal ini dimaksudkan untuk menjadi gaya hidup setiap keluarga Advent
Ø  Ini ditujukan untuk membuat keluarga sebagai pusat kegiatan penginjilan di gereja-gereja kita.
Ø  Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai kelompok umur mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Penglihatan
"Dalam penglihatan-penglihatan malam, beberapa gambaran lewat di hadapan Saya mengenai suatu gerakan reformasi besar di antara umat Allah. Banyak yang sedang memuji Allah. Orang sakit disembuhkan, dan mujizat lainnya dibuat. Suatu semangat pengantaraan terlihat, bahkan seperti yang ditunjukkan sebelum Hari Pentakosta yang besar itu. Ratusan dan ribuan orang terlihat mengunjungi keluarga-keluarga dan membuka firman Allah di hadapan mereka. Hati telah diyakinkan oleh kuasa Roh Kudus, dan semangat pertobatan sejati pun terwujud. Di setiap sisi, pintu-pintu dibiarkan terbuka untuk memberitakan kebenaran. Dunia tampaknya diterangi oleh pengaruh surgawi. Berkat-berkat besar diterima oleh umat-umat Allah yang benar dan rendah hati. Saya mendengar suara-suara ucapan syukur dan pujian, dan tampaknya ada reformasi seperti yang kita saksikan di tahun 1844." Testimonies, jld. 9, hal. 126.

Ini adalah pilihan lain untuk suatu ikhtisar slide dengan menggunakan transisi.

Dasarnya

  • "Dalam pekabaran malaikat yang pertama dan kedua, pekerjaan dilakukan dengan cara ini. Pria dan wanita bergerak mencari Kitab Suci, dan mereka meminta perhatian orang lain untuk pengungkapan kebenaran. Itu adalah pekerjaan secara pribadi bagi para individu dan keluarga yang memberikan pekabaran ini, keberhasilan mereka begitu indah." Evangelism, hal 435.

  • "Menunjukkan Kristus dalam keluarga, di dekat perapian, dan dalam pertemuan-pertemuan kecil di rumah-rumah pribadi, sering lebih berhasil dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus daripada khotbah-khotbah yang disampaikan di tempat terbuka, pada kerumunan yang ramai, atau bahkan di gedung-gedung maupun di gereja-gereja." Evangelism, hal 437.

  • "Di mana pun Saudara dapat memperoleh akses kepada orang-orang di dekat perapian, tingkatkan kesempatan Saudara. Ambillah Alkitab Saudara, dan bukakan di hadapan mereka kebenarannya yang agung. Keberhasilan Saudara tidak akan banyak bergantung pada pengetahuan dan prestasi Saudara, seperti pada kemampuan Saudara untuk menemukan cara Saudara kepada intinya." Evangelism, hal. 436 dan 437.

  • "Ada pekerjaan yang harus dilakukan dalam barisan yang belum dilakukan. Biarkan para pekerja Allah
25
  • mengajarkan kebenaran dalam keluarga-keluarga, menggambar dekat dengan orang-orang untuk siapa mereka bekerja. Jika saja mereka bekerja sama dengan Allah, Dia akan memakaikan kepada mereka kekuatan spiritual. Kristus akan membimbing mereka dalam pekerjaan mereka, memasuki rumah-rumah bersama mereka, dan memberi mereka kata-kata untuk diucapkan yang akan masuk jauh ke dalam hati para pendengar. Roh Kudus akan membuka hati dan pikiran untuk menerima sinar yang datang dari sumber segala cahaya." Evangelism, hal 436.

Berikan suatu ikhtisar singkat dari presentasi. Jelaskan fokus utama dari presentasi tersebut dan mengapa itu penting. Perkenalkan tiap topik utama.

Untuk menyediakan sebuah peta jalan bagi hadirin, Saudara dapat mengulangi slide ikhtisar ini di seluruh presentasi, menyoroti topik tertentu yang akan Saudara diskusikan berikutnya.

Bagaimana cara kerjanya?
Tiga tahapan: Persiapan; Persahabatan; Integrasi

September :
ü  Setiap keluarga memilih orang lain atau beberapa keluarga
ü  Formulir Pendaftaran
ü  Suatu hari khusus untuk doa dan puasa

Persiapan

Oktober :
ü  Doa syafaat
ü  Kebaktian khusus
ü  Khotbah khusus
ü  Meditasi selama 30 menit
ü  Memotivasi keluarga-keluarga untuk terlibat

Persahabatan: Nopember:
ü  Undangan makan
ü  Mengunjungi keluarga-keluarga
ü  Membagikan 4 brosur

Brosur-brosur :  Satu brosur per minggu

Desember:
ü  Undangan ke gereja: Hari “Sahabat Pengharapan”
ü  Undangan ke kelompok-kelompok studi kecil (dapat berhubungan dengan Natal atau Keluarga)

Doa syafaat berlanjut terus!!!

Integrasi
Semua departemen gereja tetap selaras, bersatu dan fokus pada tujuan yang sama:
ü  Pertemuan orang tua
ü  Seminar-seminar kehidupan keluarga
ü  Persiapan pra-nikah
ü  Program-program remaja
ü  Program Lajang dan Program Wanita
26
Untuk tujuan ini mereka akan merencanakan kegiatan-kegiatan yang terarah dengan mempertimbangkan kelompok umur para anggota keluarga. Semua acara yang diadakan sepanjang tahun termasuk dalam kalender gereja

Ini adalah pilihan lain untuk slide Ikhtisar.

Januari-Juli:
ü  Aktivitas-aktivitas yang berbeda di gereja setempat
ü  Penginjilan umum
ü  Pekan Doa Keluarga
ü  Aktivitas-aktivitas berdasarkan kelompok umur dan kelompok sosial tertentu
ü  Kelompok-kelompok studi Alkitab
ü  Hari Minggu khusus bagi keluarga
ü  Menggunakan hari-hari khusus Paskah untuk memperkuat hubungan
ü  Melibatkan keluarga-keluarga baru dalam proses yang sama

Yang dapat dilakukan:
  1. Semua keluarga di gereja berdoa untuk setidaknya satu keluarga
  2. Semua keluarga di gereja membuka diri kepada keluarga target dan mencari tahu apakah mereka memiliki permintaan doa khusus.
  3. Semua keluarga di gereja mengunjungi dan membagikan satu brosur per minggu
  4. Semua keluarga di gereja mengundang keluarga target untuk berbagi makanan di rumah mereka, dan juga menawarkan buku misionaris tahun bersangkutan dan mengundang mereka untuk menghadiri sebuah studi Minggu Natal istimewa dalam kelompok kecil
  5. Pada bulan-bulan yang tersisa tahun ini, departemen-departemen di gereja akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan utama dari keluarga sedangkan keluarga-keluarga pengantara menawarkan studi-studi Alkitab
  6. Para pemimpin Departemen dan pemimpin kelompok kecil bertemu secara teratur untuk memenuhi kebutuhan keluarga-keluarga ini, untuk mengevaluasi proyek dan untuk melakukan perubahan yang diperlukan.

Gunakan satu bagian judul untuk setiap topik, sehingga ada transisi yang jelas kepada hadirin.
















27
BAHAN BACAAN, KAMIS 16 FEBRUARY 2017

HUBUNGAN KEBANGUNAN DAN REFORMASI
Oleh David dan Beverly Sedlacek

Sejak pemilihan terakhir sebagai Ketua General Conference Masehi Advent Hari Ketujuh, Ted Wilson telah berulang kali menekankan dengan tegas kebutuhan akan kebangunan rohani dan reformasi dalam jemaat. Panggilan-Nya diikuti oleh suatu komitmen dan panggilan untuk kebangunan rohani dan reformasi pada Dewan Tahunan di tahun 2010 yang diadakan di Silver Spring, Maryland (Advent World, Januari 2011, hal. 9). Ini akan menyegarkan kembali ingatan kita akan masalah yang sama:. "Kasih Kristus menguasai setiap aspek dari kehidupan para murid dan menggerakkan mereka kepada suatu komitmen yang penuh gairah bagi pelayanan-Nya" (hal. 17) Terlalu sering ketika ada panggilan untuk kebangunan rohani dan reformasi di masa lalu,. hasilnya adalah penekanan pada kesalehan pribadi dan doa, mungkin mengarah kepada kesempurnaan pribadi. Jenis kebangunan rohani pribadi dan reformasi yang tidak menghasilkan kasih yang penuh gairah bagi Kristus, maupun bagi orang-orang yang bagi mereka Ia telah datang untuk menyelamatkannya. Sebaliknya, berfokus pada diri sendiri yang lumpuh dan bukannya menggerakkan jemaat.

Bagaimana kita menanggapi panggilan yang mendesak ini untuk kebangunan rohani dan reformasi dengan cara yang akan benar-benar mengantarkan pencurahan hujan akhir Roh Kudus? Kami menyarankan bahwa pekerjaan kebangunan rohani dan reformasi haruslah berfokus pada pribadi maupun hubungan. Perhatikan pernyataan berikut dari Kisah Para Rasul, 1911, hal 37: “Menyisihkan segala perbedaan, segala keinginan untuk keunggulan, mereka datang bersama-sama dalam persahabatan Kristen. . . . Kesusahan memenuhi hati mereka saat mereka memikirkan berapa banyak kali mereka telah menyusahkan Dia karena lambatnya pengertian mereka, kegagalan mereka untuk mengerti pelajaran yang, demi kebaikan mereka, Ia sedang mencoba untuk mengajarkan mereka. . . . Para murid merasa keperluan rohani mereka dan berseru kepada Tuhan dengan perbuatan dan kesungguh-sungguhan kudus yang akan menyanggupkan mereka untuk pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa.”

Dari kutipan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa sebelum pengalaman ruang atas ada perbedaan yang diperdebatkan di antara para murid. Sebuah keinginan untuk lebih unggul, kurangnya kedekatan dalam persekutuan Kristen, suatu kelambatan untuk memahami, kegagalan untuk memahami pelajaran Kristus, dan tidak merasa perlu untuk berubah.

Untuk menempatkan masalah ini dalam konteksnya, kita menunjuk pada kegagalan para murid untuk menjadi rendah hati sebelum Hari Raya Paskah, dengan menolak membasuh kaki satu sama lain. Yesus berkata kepada  Petrus: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." (Yohanes 13:7). “Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.’ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:12-17).

Para murid jelas tidak mengerti apa yang Yesus katakan pada waktu itu. Mereka pada awalnya salah memahami sifat dari Kerajaan Allah, dan sedang mencari kemuliaan pribadi. Kemudian mereka tidak puas hanya menjadi bagian dari kerajaan Allah. Mereka ingin menjadi yang terutama atau yang terbesar dalam Kerajaan Allah.
                                                                                                28
Tak lama setelah perjamuan terakhir, Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan mati, dan bahwa mereka tidak akan mampu untuk mengikuti-Nya saat itu. Petrus menjawab: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" (Yohanes 13:37).

Yesus segera beralih kepada penonjolan diri Petrus dengan memprediksi penyangkalan Petrus yang tidak lama lagi meskipun dia mengenal Yesus. Dalam mengomentari titik rendah dalam pengalaman Petrus ini, Ellen White memberi komentar: “Ketika Petrus berkata ia akan mengikuti Tuhannya ke penjara dan mati, ia bersungguh-sungguh dalam setiap kata-katanya, tetapi dia tidak mengenal dirinya sendiri. Tersembunyi dalam hatinya ada unsur-unsur kejahatan yang akan terhembus ke dalam kehidupan. . . Juruselamat melihat dalam dirinya suatu cinta-diri dan jaminan yang akan menindas bahkan kasih-Nya bagi Kristus. . . Peringatan serius Kristus merupakan suatu panggilan bagi pencarian hati” (White, 1940, hal. 673).

Komentar ini membagikan beberapa unsur penting yang bekerja menentang kebangkitan dan reformasi: Pertama, dalam doa pribadi dan doa kelompok serta kehidupan perbaktian mereka, kita melakukan pernyataan yang luhur dari kasih kita bagi Yesus, kepercayaan kita kepada-Nya dan komitmen untuk mengasihi satu sama lain, dan kita bersungguh-sungguh dengan apa yang kita katakan. Tapi seperti Yesus dalam Yohanes 2:24, kita harus memiliki sikap keraguan yang sehat akan kemampuan kita dan orang lain, untuk melakukan apa yang kita katakan dan untuk memenuhi janji-janji yang kita buat bagi Allah. Ellen White menyatakan "janji-janji dan ketetapan-ketetapan hati kita itu bagaikan tali pasir" (1942, hal 174).

Kedua, seperti Petrus, kita juga tidak benar-benar mengenal diri kita sendiri. Ada hal-hal yang tersembunyi dalam hati kita yang kita tidak ketahui, yang membawa kita untuk mengasihi diri kita sendiri bahkan lebih dari kasih kita kepada Yesus. Dedikasi Petrus sudah jelas. Dia telah meninggalkan semuanya untuk mengikuti Yesus: profesinya, rumahnya, dan keluarganya. Namun, ia tidak mengerti alasan sebenarnya ia membuat pengorbanan ini.

Mengapa kita tidak memahami diri kita sendiri? Mengapa kita tidak tahu mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan? Sebanyak kasih akan diri sendiri yang kita ingin gantikan dengan kasih kepada Yesus, kenyataan ini berada di luar jangkauan kita meskipun kita melayani Allah selama bertahun-tahun. Apakah itu karena kita tidak cukup berdoa atau tidak menghabiskan cukup waktu dalam Firman Allah? Meskipun saran-saran ini dapat menjawab sejumlah pertanyaan kita, ada masalah yang lebih dalam yang mempengaruhi bagaimana kita berdoa, bagaimana kita memandang Firman Allah, dan bagaimana kita mengadakan hubungan dalam dunia yang telah jatuh ini:
Pertama, kita tidak jujur ​​dengan diri kita sendiri tentang siapa kita, dan benar-benar tidak menginginkan hal itu. Yeremia 17:9 berkata: "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" Nabi itu menunjuk bahwa hati kita yang curang itulah yang menjadi masalah. Mengapa kebenaran ini penting untuk kita anut? Kejujuran pada diri sendiri menghendaki kita bertanggung jawab atas pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan kita. Sejak kejatuhan manusia, kecenderungan untuk menyalahkan orang lain telah tercetak di DNA kita. Kita harus menerima kenyataan bahwa tidak bertanggung jawab pada diri kita sendiri adalah salah satu produk sampingan dari sifat dosa yang kita warisi dari orang tua pertama kita. Penipuan diri sendiri adalah bagian dari siapa kita. Ini adalah inti keterpisahan kita dari Kristus.

Kedua, kita tidak mengenal diri kita sendiri, dan kita benar-benar tidak ingin mengenalinya. Kita berpikir bahwa kita mengenal diri kita sendiri. Kita seperti orang Laodikia: "Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang" Wahyu (3:17). Kita tidak melihat kondisi kita yang sebenarnya sebagaimana Allah melihatnya. Dengan bahasa yang sederhana, kita bersalah atas kesombongan rohani.
Kita harus bertanya kepada diri sendiri, mengapa diri, dan cinta diri kita begitu mendarah daging dalam diri kita?
                                                                                29
 Ibrani 2:15 menambahkan: "dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” Kita harus menghadapi kenyataan bahwa kita takut mati tgerhadap diri sendiri. Kita telah membangun kehidupan untuk bertahan hidup di dunia ini yang telah rusak akibat dosa. Banyak dari kita telah membangun "struktur diri" untuk mengatasi rasa sakit dalam kehidupan  yang telah kita alami. Membangun pertahanan terhadap rasa sakit adalah bagian dari kehendak Allah dalam dunia yang berdosa ini di mana terdapat orang-orang yang terluka dan menyakiti orang lain.

Jika dosa dan akibat-akibatnya tidak memasuki dunia ini, kita tidak akan perlu melindungi diri terhadapnya, tidak diperlukan mekanisme pertahanan. Jadi, ketika kita terluka dan takut terluka lagi, kita mengeraskan hati kita. Ketika hidup kita telah kacau dan tampaknya di luar kendali, ketakutan kita untuk kembali kepada keadaan itu menuntun kita untuk mengendalikan kehidupan kita dan kehidupan orang lain sedaya mampu kita. Sebaliknya, ketika sebagai anak-anak kita terlalu dikontrol, kita akan takut dikendalikan lagi, dan akan menolak tunduk kepada otoritas, bahkan otoritas Allah.

Jika kita telah dibesarkan di rumah, di mana sosok orang tua kita tidak dapat dipercaya atau diandalkan, kita belajar akan ketergantungan diri yang patologis. Kita telah belajar bahwa untuk mempercayai orang lain, bahkan terhadap Allah, mempunyai risiko untuk tidak dihargai karena kita telah berulang kali mengalami kekecewan setiap kali kita telah mengambil risiko untuk percaya.

Kita juga takut ditolak atau ditinggalkan. Orang yang telah mengalami penolakan akan sangat mengantisipasi penolakan bahwa ramalan ketakutan mereka akan menjadi kenyataan. Dalam kata-kata Ayub, "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku." (Ayub 3:25). Atau mereka akan menolak orang lain sebelum mereka ditolak.

Suatu ketakutan akan ditinggalkan juga dapat membawa kita untuk membuat satu set keadaan di mana kita akan ditinggalkan. Ibrani 12:15 menunjukkan, akar pahit kita -- dalam hal ini, takut ditinggalkan -- meluap dan menyusahkan kita, tetapi juga mencemarkan orang lain dengan ketakutan-ketakutan kita. Ketakutan-ketakutan ini masuk sangat dalam, dan seringkali berakar pada pengalaman masa kecil yang menyakitkan. Takut akan kekerasan seringkali menuntun pada struktur yang terus-menerus menghidupkan diri sendiri di mana seseorang mengantisipasi atau memperkirakan bahwa ia akan terluka.

Banyak proses-proses kecanduan membawa kita untuk takut akan kebutuhan kita yang paling mendasar akan kenyamanan dan rasa sakit yang akan tetap terpenuhi. Realitas ini menyebabkan kecanduan untuk menemukan cara dalam mengobati diri, rasa sakit atau frustrasi terhadap sejumlah perasaan yang tidak menyenangkan. Ketakutan ini hanya contoh dari jenis ketakutan yang dihadapi oleh umat-umat Allah setiap hari, dan oleh semua orang yang lahir di dunia yang telah rusak ini.

Masalahnya bukan karena kita memiliki rasa takut. Masalah yang lebih besar adalah apa yang harus dilakukan dengan ketakutan kita itu. Alkitab mengatakan: "Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu" (Mazmur 56:4). Seperti dalam kasus Rasul Petrus, kita sering mempercayai kemampuan kita untuk menangani tantangan hidup, daripada meletakkan kepercayaan kita pada Yesus.

Para penganut Kristen mengaku sering memberikan janji-janji suam-suam kuku yang hanya di bibir saja untuk percaya kepada Allah, tapi tindakan kita mengisyaratkan kita tetap ingin mengendalikan sendiri kehidupan kita. Pesan yang kita sampaikan kepada Allah adalah bahwa Ia tidak mampu menangani situasi kita. Tanpa sadar kita mengatakan kepada Allah bahwa Dia tidak cukup besar, tidak cukup kuat, tidak cukup hadir, atau tidak cukup nyaman untuk menangani keadaan-keadaan kita. Dengan demikian, kita menempatkan diri pada takhta Allah dan mengambil alih tempat Allah. Ini adalah penyembahan berhala. Dari perspektif relasional, sebagai dewa kita sendiri, kita tidak dapat memiliki keintiman sejati dengan Allah atau dengan manusia lainnya.
                                                                                                30
Kegagalan untuk menganut kebenaran mutlak tentang kebutuhan kita akan Allah menuntun kita untuk menjadi budak rasa malu yang tidak sehat -- suatu realitas beracun yang menyebabkan rasa kegagalan dalam mengatasi tantangan-tantangan hidup. Rasa malu yang tidak sehat mengatakan "Saya adalah kesalahan itu," bukannya "saya telah melakukan kesalahan." Gantinya percaya pada Allah yang telah menciptakan kita menurut rupa-Nya dan menyatakan kita "sungguh amat baik," kita percaya "Saya tidak baik." Di dalam jemaat, jenis rasa malu beracun ini sering dinyatakan sebagai suatu keunggulan rohani. Kita menghakimi atau merasa benar sendiri. Kenyataan ini menghancurkan keintiman di antara anggota jemaat Allah.

Akar dari struktur-struktur ini sering muncul kembali ke pembentukan karakter kita masing-masing sejak di dalam rahim (ref. Lukas 1:41 dan 1:44). Mereka sangat mendarah daging dalam diri kita. Menyatakan pada seorang dewasa bahwa mati bagi diri dan dilahirkan kembali (Yohanes 3) dengan kehancuran yang tak tersembuhkan, bagaikan sebuah undangan untuk membuka dirinya terhadap kecanduan kembali.

Struktur-struktur ini telah bekerja dengan baik untuk melindungi diri sendiri yang rapuh dari pemusnahan di tangan orang lain. Anak-anak secara tidak sadar terlibat dalam pemikiran magis yang mengidealkan pelaku kejahatan mereka dan menuntun mereka untuk bertanggung jawab terhadap kecanduan tersebut. Mereka pertama harus memiliki minyak pelumas mata yaitu Roh Kudus (Wahyu 3:18), untuk melihat kebenaran tentang kecanduan mereka, dan melihat para pelaku kecanduan mereka terhadap siapa mereka sebenarnya telah kecanduan.

Salah satu tragedi dari skenario ini adalah bahwa jika kita berpegang terlalu erat pada struktur-struktur yang telah kita bangun, kita berada dalam perbudakan terhadap mereka. Kita tidak mencukupi untuk mencapai kebebasan yang datang dengan menjadi suatu "ciptaan baru" (2 Korintus 5:17). Kita kehilangan kuasa yang direferensikan dalam Roma 6:5 yang mengatakan:. "Sebab jika kita  telah  menjadi  satu  dengan  apa  yang  sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya." Setelah kematian terhadap diri, datanglah kehidupan baru yang dibangkitkan kembali. Kebangunan rohani dan reformasi yang dijanjikan akan menghindarkan kita jika kita takut mati terhadap struktur-struktur yang telah kita bangun untuk membuat diri kita merasa lebih baik.

Studi terbaru tentang ilmu otak menambahkan cahaya kepada gambar yang telah kita lukiskan. Bahkan sebelum seorang anak mampu menghidupkan pemikiran yang sadar, kepadanya telah dimasukkan seperangkat keyakinan tentang dirinya sendiri. Keyakinan ini menempel di otak bagaikan tinta pada selembar kertas. Pola kebiasaan hidup dalam berpikir dan merasakan yang beralur dalam di otak, dan menjadi kenyataan anak untuk lebih baik atau buruk. Dalam rangka untuk menyenangkan sang pengasuh utama, anak sering mengorbankan kebutuhan-kebutuhan diri sendiri, dan gantinya mengambil identitas palsu untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Amsal 23:7 mengatakan pada kita bahwa seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. Kita menjadi apa yang telah kita tanamkan untuk diyakini tentang diri kita sendiri.

Kita telah sangat meremehkan pekerjaan yang Roh Kudus harus lakukan untuk membawa kebangunan rohani dan reformasi dalam gereja. Kebangunan dan reformasi pribadi termasuk suatu keputusan yang berani untuk membiarkan Allah masuk ke dalam relung terdalam dari hati kita, untuk membangun pola-pola baru dalam berpikir dan merasakan -- termasuk fisiologi otak -- dan kemudian dari posisi penyerahan penuh kepada Allah, hidup dan cinta tanpa pamrih. Ingat, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." (1 Yohanes 4:18).

Kabar baik untuk dianut tentang Allah adalah "Yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." (Filipi 1:6). Dia berjanji bahwa Dia akan sampai ke bagian bawah dari sampah kehidupan kita, dan akan terus melakukannya kecuali kita mengatakan kepada-Nya untuk berhenti. Pekerjaan yang diuraikan di atas adalah penting untuk "Sebuah kebangkitan saleh yang sejati di antara kita yang merupakan hal terbesar dan paling mendesak dari semua
                                                                                31
kebutuhan kita. Mencari hal ini haruslah menjadi pekerjaan kita yang pertama" (White, 1958, hal.121). "Kebangunan rohani ditandai pembaharuan kehidupan spiritual, percepatan dari kekuatan pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian rohani" (White, 1958, hal.128).

Terlalu sering kita ingin mencapai kebangunan rohani tanpa menghadapi realitas dari kemanusiaan kita yang cacat dan menyakitkan. Sebaliknya, kita lebih suka memilih untuk berkomunikasi dengan Allah pada beberapa bagian terhalus dari penderitaan diri kita sendiri yang telah terputus. Nyatanya, Allah telah menetapkan suatu pembaharuan kehidupan rohani dengan mencakup kemanusiaan kita.

"Reformasi menandakan suatu reorganisasi, perubahan ide dan teori, kebiasaan dan praktek" (White, 1958, hal. 128). Apakah hal ini tidak menggambarkan perubahan dalam berpikir dan bertindak yang dijelaskan di atas? Sama seperti Yesus mencari Petrus untuk memulihkannya, Dia sedang mencari masing-masing kita hari ini untuk tujuan yang sama. Ketika ayam jantan berkokok ketiga kalinya, dan Yesus menatap Petrus dengan kasih sayang, Petrus keluar dan menangis dengan sedihnya. Hatinya akhirnya dihancurkan oleh penyangkalannya terhadap Kristus. Di tempat kepercayaan pada dirinya yang sebelumnya, Petrus menanggapi pertanyaan ketiga Yesus: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau" (Yohanes 21:17). Petrus diperbaharui, belum sempurna, tapi telah diperbaharui. Dasar dari mana ia bekerja bukan lagi diri sendiri, namun suatu kasih tanpa pamrih yang sejati bagi Juruselamatnya.

Agar kebangunan rohani dan reformasi mengambil tempat di antara para anggota gereja Allah, kami menawarkan yang berikut:

1.       Adalah menyakitkan untuk jujur ​​melihat pada diri kita sendiri. Allah sudah melihat kita tentang siapa kita, dan bukan menghancurkannya. Dia tidak merasa senang akan kematian anak-anak-Nya, orang-orang fasik atau orang-orang yang patuh. Jika Saudara berdoa "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Mazmur 139:23-24), Allah akan menjawab doa Saudara. Allah telah menunggu kesediaan Saudara untuk mengijinkan Dia menunjukkan kebenaran tentang diri Saudara.

2.       Mintalah Allah menunjukkan hal-hal spesifik yang terhadapnya Saudara sangat tergantung, yang menghalangi Saudara dari keintiman dengan-Nya dan orang lain. Ketika Allah menunjukkannya kepada Saudara, Saudara harus memutuskan untuk mengizinkannya dimatikan. Allah tidak akan melanggar hak Saudara dalam menyembuhkan Saudara. Dia hanya akan bekerja dalam parameter pilihan Saudara. Bila Saudara siap, secara khusus sebutkan struktur-struktur yang perlu dimatikan, dan mintalah Dia untuk mengurusnya dengan persetujuan Saudara. Kemudian percayalah bahwa Allah telah menjawab doa Saudara. Ingat, iman adalah kemenangan yang mengalahkan dunia. Jika Saudara tidak melihat bukti langsung dari kehidupan baru yang telah berubah, jangan berkecil hati. Kematian yang kepadanya Saudara telah dipanggil adalah kematian setiap hari (1Korintus 15:31). Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (Matius 24:13). Ini melalui latihan setiap hari yang olehnya kita akan diperkuat dan bertumbuh.

3.       Jika Saudara menemukan diri Saudara takut akan apa yang ada di depan Saudara, ingatlah pekabaran Allah kepada Yosua dan buatlah itu menjadi milik Saudara. "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." (Yosua 1:9) “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman” (Mazmur 23:4) membutuhkan keberanian yang besar. Allah akan menguatkan Saudara jika Saudara meminta kepada-Nya.

4.       Sebelum mengundang Saudara untuk menyerahkan diri kepada Allah dalam kematian
32
terhadap diri, Dia akan menawarkan kenyamanan. Allah mengetahui rasa sakit dan nyeri yang
Saudara sudah derita. Allah juga mengetahui rasa sakit dan nyeri yang menunggu Saudara. Mujizat kenyamanan Allah tersedia di mana pun itu dibutuhkan. Sementara seringkali emosi terjebak di tempat yang sangat melukai kita, di sana ada Allah yang akan menyediakan kenyamanan dan penyembuhan dari rasa sakit kita. “Sebab TUHAN menghibur Sion (taruh nama Saudara di sini), menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring." (Yesaya 51:3).

5.       Jangan takut untuk menanyakan kepada Allah pertanyaan-pertanyaan yang sulit, seperti: "Di manakah Engkau saat hal ini terjadi padaku?" Atau "Mengapa Engkau membiarkan hal ini terjadi?" Pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat menjadi tanda dari sebuah keintiman yang berkembang dengan Allah. Dia senang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kita ketika hal itu datang dari hati yang tulus, seperti Ayub yang menanyakan beberapa pertanyaan yang sangat sulit kepada Allah. Saudara harus ingat, "Dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala" (Yesaya 63: 9).

6.       Kebangunan dan pembaharuan hubungan tidak hanya tentang Saudara. Ya, Saudara akan berubah dan diubah. Tapi Saudara diberkati untuk memberkati orang lain. Tidak ada yang dapat membawa kebangunan rohani seperti berbagi cerita dengan orang lain. Ingatlah, "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka...." (Wahyu 12:11). Ceritakan pada orang lain bagaimana Allah telah menyembuhkan dan membebaskan Saudara.

“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang  berada  dalam  bermacam-macam  penderitaan  dengan  penghiburan  yang  kami terima sendiri dari Allah.”  (2 Korintus 1:3-4).

Kita harus menciptakan tempat yang aman di gereja-gereja kita agar penyembuhan ini terjadi. Sejauh ini terlalu banyak gereja kita yang tidak aman bagi saudara dan saudari kita untuk bersikap jujur ​​tentang pergumulan-pergumulan mereka. Anggota-anggota gereja jarang membuka diri bahkan dalam acara-acara kita yang paling akrab seperti Sekolah Sabat atau pertemuan-pertemuan doa. Banyak dari gereja-gereja kita yang tidak memiliki pelayanan kelompok-kelompok kecil yang efektif. Dan ini masih merupakan pengaturan yang perlu dibuat agar aman bagi para anggota gereja kita dalam berbagi rasa sakit dan pergumulan-pergumulan mereka, dan untuk menerima berkat dari doa yang menyembuhkan. Ingatlah, "Hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh” (Yakobus 5:16). Adventist Recovery Ministries (ARMin) menawarkan dua belas tahapan format kelompok yang berdasarkan Alkitab yang tidak diketahui namanya dan terbuka untuk setiap orang yang bergumul dengan perilaku memaksa (sebagian besar dari kita). ARMin beroperasi di bawah naungan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Divisi Amerika Utara. Ketika kita mengetahui rasa sakit dan pergumulan masing-masing, kita dapat dengan lebih bermakna lagi berdoa bagi satu sama lainnya. Dalam kelompok-kelompok yang aman kita dapat menyembuhkan bersama, tumbuh bersama, dan berubah bersama.

Kita berharap pemikiran-pemikiran ini akan dibahas lebih lanjut dalam judul ini, dan memberikan beberapa ide-ide praktis tentang bagaimana cara untuk menyingkirkan semua perbedaan, semua keinginan untuk lebih unggul, dan membawa kita semua bersama-sama menjadi satu kesatuan yang sejati. Hal ini akan memungkinkan kita untuk meniup terompet dengan suara tertentu sementara kita membagikan kabar baik dari pekabaran tiga malaikat ke seluruh dunia.
                                                                                                33

BAHAN KOTBAH/VESPERS JUMAT 17 FEBRUARY 2017

GENGGAMLAH TANGANKU, TUHAN
Oleh Claudio dan Pamela Consuegra

[Aktivitas Pembuka Jemaat]

Tolong angkat salah satu tangan Saudara, setinggi yang Saudara bisa, dan tahan... sampai Saya memberitahu Saudara untuk menurunkannya.

Saya selalu merasa kagum ketika Saya melihat bagaimana anak-anak kecil berjalan atau berdiri, tangan kecil mereka terselip di dalam tangan yang lebih besar dari ibu atau ayah mereka, kakak laki-laki atau kakak perempuan mereka, atau orang dewasa lainnya. Saya tidak tahu bagaimana dengan Saudara, tetapi jika Saya memegang lengan Saya untuk beberapa saat, mungkin akan menjadi sangat lelah dan akan tertidur setelah beberapa menit kemudian. Mungkin akan mulai terasa, dan tak lama kemudian, perlahan-lahan akan terkulai... kecuali Saya menggunakan lengan yang lain atau sesuatu yang lain untuk menahannya.

Tapi anak-anak dapat berjalan atau berdiri memegang tangan orang tua mereka untuk waktu yang lama, dan mereka tampaknya tidak lelah karenanya. Mereka berpegang pada "raksasa" ini yang ada di samping mereka dan tidak menjadi lelah. Sebaliknya, memegang tangan mereka memberi mereka rasa aman dan kedekatan. Sebuah ikatan khusus terjadi setiap kali anak-anak menjangkau ke atas untuk menggenggam tangan orang tuanya. Dan hati orang tua mengalir ke bawah melalui lengan mereka untuk memberikan pada anak mereka kehangatan, cinta, dan bimbingan yang mereka butuhkan.

Ketika seorang anak menyodorkan tangan kecilnya di hati Saudara, mungkin saja itu berlumuran es krim atau jeli, dan mungkin ada kutil di bawah ibu jari tangan kanannya, atau Band-Aid (plester obat) di jari kelingkingnya. Namun, hal yang paling penting tentang tangan kecil ini adalah bahwa itu milik Saudara saat itu, dan Saudara sebagai orangtua memiliki kesempatan dan hak istimewa untuk menjadi yang pertama membuat anak Saudara itu menjadi murid.

Saya pikir itulah cara yang sama yang digunakan Allah. Tidak peduli seberapa kotornya tangan-tangan dewasa kita, Bapa selalu senang mennggenggam tangan anak-Nya. Saat kita menjangkau ke atas kepada-Nya, Dia menjangkau ke bawah dan memegang tangan kita. Mungkin kita tidak selalu merasakannya dan mungkin itulah sebabnya mengapa begitu sering kita merasa lelah menjangkau ke atas lalu menyerah. Dan itulah saatnya kita membutuhkan seseorang untuk datang dan menolong kita. Apakah Saudara ingat kisah bangsa Israel yang mempertahankan diri mereka sendiri dari orang-orang Amalek? (Keluaran 17:8-13) Mari kita membacanya bersama-sama:

Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.

Harun dan Hur datang dan membantu Musa ketika ia mulai lelah mengangkat tangannya. Mengangkat tangannya ke atas bukanlah suatu trik sihir yang dia lakukan untuk membantu Yosua. Ini merupakan hubungannya dengan Yang Maha Kuasa. Allah ingin kita mengetahui bahwa dengan pertolongan-Nya kita dapat
                                                                                34
memenangkan pertempuran kita. Namun Dia juga ingin kita mengetahui bahwa kita perlu saling membantu satu sama lain, saling mendukung satu sama lain, dan saling mendorong satu sama lain. Kita percaya pada Allah, namun kadang-kadang kita juga memerlukan seseorang seperti kita, untuk membantu kita melalui tantangan-tantangan hari ini.

Para orang tua memiliki kesempatan untuk mengajar anak-anak mereka, melalui tindakan-tindakan sederhana, bahwa mereka juga dapat menjangkau ke atas dan menggenggam tangan Allah. Saya ingin menyebutkan hanya beberapa hal pagi ini:

  1. Doa

Saya yakin kita telah mendengar atau membaca kata-kata dari buku kecil yang indah Steps to Christ: “Doa adalah membuka hati kepada Allah sebagai seorang sahabat. Bukan untuk membuat agar Allah mengenal siapa kita, tetapi untuk memungkinkan kita menerima Dia. Doa tidak membawa Allah turun kepada kita, tapi membawa kita naik sampai kepada-Nya.” (White, 1982, hal 93)

Sementara kita berdoa bersama anak-anak kita, kita dapat memberi contoh pada mereka percakapan kita dengan Allah. Bahasa yang kita gunakan, rasa hormat yang kita tunjukkan, bahasa yang sederhana yang kita gunakan dapat berbicara banyak kepada mereka. Kadang-kadang Saya berpikir, sebenarnya anak-anak berdoa jauh lebih baik daripada kita.

Saya teringat kembali ketika Saya membaca kisah seorang pendeta yang memiliki seekor anak kucing yang terjebak di pohon, dan kucing itu tidak mau turun. Pohon itu tidak cukup kokoh untuk dipanjat, sehingga pendeta memutuskan bahwa jika ia mengikatkan tali ke mobil dan ke pohon tersebut, lalu mengendarai mobilnya sampai pohon itu membungkuk, dia kemudian dapat menjangkaunya dan mendapatkan anak kucing itu. Saat ia bergerak agak terlalu jauh, tali itu putus. Pohon itu tersentak tegak dan anak kucing itu langsung melesat ke udara dan hilang dari pandangan. Dia merasa ngeri dan berjalan ke seluruh tetangga, menanyakan pada orang-orang apakah mereka melihat seekor anak kucing. Tidak ada yang melihatnya dan akhirnya ia berdoa, "Tuhan, Saya menyerahkan kucing ini kepada penjagaan-Mu," dan kemudian pergi mengurus urusannya.

Beberapa hari kemudian, ia berada di toko kelontong dan bertemu dengan salah seorang anggota jemaatnya. Di keranjang belanjaannya dia kaget melihat ada makanan kucing. Wanita ini adalah seorang yang tidak suka kucing dan semua orang tahu itu, jadi dia bertanya mengapa ia membeli makanan kucing sementara dia sangat tidak menyukai kucing.

Dia menjawab, "Anda tidak akan percaya, tapi Saya telah menolak untuk membelikan gadis kecilku seekor kucing meskipun dia telah memohon. Akhirnya Saya mengatakan, jika Allah memberimu seekor kucing, aku akan mengizinkanmu memeliharanya. "Saya melihat anak Saya pergi ke halaman, berlutut dan meminta kucing kepada Allah. Sungguh, Pendeta, Anda tidak akan percaya ini, tapi Saya melihat dengan mata Saya sendiri. Seekor kucing tiba-tiba terbang dari langit biru dengan cakar yang mengembang dan mendarat tepat di depannya. Tentu saja Saya harus mengizinkan dia memelihara anak kucing itu karena berasal dari Allah..." (Penulis tidak diketahui.).

Kita memiliki kesempatan besar untuk memperkenalkan anak-anak kita kepada Sahabat kita, Yesus. Kita memiliki hak istimewa untuk menjadi orang-orang yang menunjukkan pada mereka bagaimana untuk berbicara kepada Allah, Bapa kita, dan untuk mempercayai-Nya.

Para orang tua, ulurkanlah tangan Saudara dan genggamlah tangan anak Saudara lalu bersama-sama menjangkau ke atas, kepada-Nya, di dalam doa!

                                                                        35
  1. Studi Alkitab

Para profesional dalam ilmu kesehatan mengatakan bahwa komunikasi yang sehat memiliki dua unsur: berbicara dan mendengarkan. Sebenarnya sedikit lebih dari itu. Itu berarti berbicara dengan tegas, yaitu mengungkapkan dengan jelas apa yang orang pikirkan, rasakan, dan inginkan. Tetapi juga secara aktif mendengarkan, yaitu, memperhatikan apa yang orang lain katakan kepada kita dan memantulkan kembali apa yang kita dengar.

Jika komunikasi yang baik antara manusia memiliki dua komponen, bagaimana dengan komunikasi kita dengan Allah? Sebuah "ketegasan" doa adalah cara kita menyampaikan kepada Allah tentang pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan kita, harapan-harapan dan keinginan-keinginan kita, rasa sakit dan sukacita kita.

Masalahnya adalah bahwa hanya sedikit orang yang benar-benar memiliki hak istimewa yang mau mendengar suara Allah -- Adam dan Hawa, Musa, Elia, para murid di zaman Yesus, Paulus. Jadi bagaimana kita dapat memiliki komunikasi yang baik dengan Allah? Kita tentu dapat berbicara kepada-Nya, tapi bagaimana Dia berbicara kepada kita?  Sekali  lagi, Ellen White membantu kita dengan jawabannya, "Melalui alam dan wahyu, melalui pemeliharaan-Nya, dan oleh pengaruh Roh-Nya, Allah berbicara kepada kita." (White, 1982, hal. 93)

Ketika kita menjangkau ke atas, kepada Allah, dalam doa, Dia menjangkau ke bawah, kepada kita, melalui alam dan melalui Alkitab. Tidak heran iblis ingin mengalihkan pekabaran yang berasal dari dua hal ini. Dia lebih suka kita berpikir seolah-olah alam itulah Allah (panteisme), atau bahwa Allah menciptakan dunia dan mengaturnya dalam gerakan (teisme), atau bahwa Dia tidak menciptakan dunia tetapi bahwa hal itu terjadi secara kebetulan dan berevolusi dari waktu ke waktu (evolusi). Dalam cara yang sama iblis mencoba untuk mengalihkan pekabaran Allah melalui firman-Nya dengan mengatakan pada manusia bahwa Alkitab tidak dapat dipercaya, atau bahwa Alkitab itu penuh dengan mitos dan kontradiksi, atau bahwa tidak ada yang dapat memahami pekabaran yang terkandung dalam Alkitab.

Sebagai orang tua kita memiliki hak istimewa untuk menunjukkan kepada anak-anak kita bahwa Allah berkomunikasi dengan kita melalui Alkitab, tetapi kita tidak bisa melakukannya kecuali kita membaca, mendengar, dan melakukan apa yang Alkitab katakan kepada kita (Wahyu 1:3). Anak-anak bagaikan spons kecil. Mereka menyerap apa yang kita isikan kepada mereka.

Dengarkanlah cerita Alkitab yang diceritakan oleh seorang anak kecil:

Pada mulanya, yang terjadi hampir pada mulanya, tidak ada apapun selain Allah, kegelapan, dan beberapa gas. Allah berkata, 'Berikan Aku terang!" dan seseorang pun melakukannya. Kemudian Allah menciptakan dunia. Dia membagi Adam dan menciptakan Hawa. Adam dan Hawa telanjang, tapi mereka tidak malu karena cermin masih belum ditemukan.

Adam dan Hawa tidak mentaati Allah dengan memakan sebuah apel yang buruk, sehingga mereka diusir dari Taman Eden. Saya tidak yakin apa yang mereka kendarai, karena mereka belum memiliki mobil.

Adam dan Hawa memiliki anak, Kain, yang sudah lama membenci saudaranya Habel. Segera semua orang meninggal dunia, kecuali Metusalah, yang hidup menjadi sama seperti sejuta atau beberapa orang. Salah seorang penting berikutnya adalah Nuh, seorang pria yang baik, tapi salah seorang dari anak-anaknya seperti Ham. Nuh membangun sebuah perahu besar dan menempatkan keluarganya dan beberapa hewan di atasnya. Dia meminta beberapa orang lain untuk bergabung dengannya, tetapi mereka berkata bahwa mereka harus mengambil alat pemeriksa hujan.

Setelah Nuh, datang Abraham, Ishak, dan Yakub. Yakub lebih terkenal dibanding saudaranya, Esau, karena Esau menjual kepada Yakub tanda lahirnya untuk ditukarkan dengan beberapa panci daging panggang.
                                                                                36

Pria penting lainnya dalam Alkitab adalah Musa, yang nama aslinya adalah Charlton Heston. Musa memimpin Israel dengan cahaya keluar dari Mesir dan pergi dari Firaun yang jahat setelah Allah mendatangkan sepuluh tulah kepada orang-orang Firaun.

Allah memberikan cahaya kepada Israel setiap hari dengan manicotti. Lalu ia memberi kepada mereka Sepuluh Perintah-Nya yang terkenal. Termasuk di dalamnya: jangan berbohong, menipu, merokok, berdansa, atau mengingini barang-barang tetanggamu.

Oh, ya, Saya baru saja mengingat satu hal lagi: hiburkanlah Ayah dan Ibumu.

Salah seorang penolong terbaik Musa adalah Yosua yaitu pria Alkitab pertama yang menggunakan mata-mata. Yosua bertempur melawan Geritol dan pagar pun jatuh ke atas kota.

Setelah Yosua, ada Daud. Dia menjadi raja dengan membunuh raksasa dengan ketapel. Dia memiliki anak bernama Salomo yang memiliki sekitar 300 istri dan 500 landak. Kata Ayah Saya ia bijaksana, tapi tak terdengar sangat bijaksana bagi Saya.

Setelah Salomo, ada sekelompok nabi liga utama. Salah satunya adalah Yunus, yang ditelan oleh ikan paus besar dan kemudian dimuntahkan di pantai. Ada juga beberapa nabi liga kecil, tapi Saya rasa kita tidak perlu khawatir tentang mereka.

Setelah Perjanjian Lama, datang Perjanjian Baru. Yesus adalah bintang dalam Perjanjian Baru. Ia dilahirkan di Betlehem di sebuah kandang. (Saya berharap Saya telah lahir di kandang juga, karena ibu Saya selalu berkata kepada Saya, 'Tutup pintu! Apakah kamu lahir di kandang?' Akan menyenangkan mengatakan, 'Memang begitulah kenyataannya').

Selama hidup-Nya, Yesus telah banyak berargumen dengan orang-orang berdosa seperti orang-orang Farisi dan orang-orang Demokrat.

Yesus juga memiliki 12 opossums. Yang paling buruk adalah Yudas Asparagus. Yudas begitu jahat sehingga mereka memberinya nama sayuran yang mengerikan.

Yesus adalah orang besar. Ia menyembuhkan banyak macan tutul dan bahkan berkhotbah kepada beberapa orang Jerman di Bukit. Tapi orang-orang Demokrat dan semua orang membawa Yesus untuk diadili di hadapan Pontius sang Pilot. Sang Pilot tidak membela Yesus. Dia hanya mencuci tangannya sebagai gantinya.

Yesus mati untuk dosa-dosa kita, kemudian kembali hidup lagi. Dia naik ke Surga, tapi akan kembali pada akhir Aluminium. Kedatangan-Nya kembali dinubuatkan dalam kitab Revolusi.

Versi itu membuat kita tersenyum dan Saya yakin bahkan para malaikat pun tersenyum dengan kepolosan dan iman anak-anak kecil. Para orang tua, pastikanlah bahwa Saudara membangun mezbah keluarga di rumah Saudara dengan teguh. Lakukanlah ibadah sehari-hari bersama anak-anak Saudara. Ini akan membentuk pola yang akan mereka bawa sepanjang hidup mereka.

Para orang tua, jangkaulah ke bawah dan genggam tangan anak Saudara dan bersama-sama menjangkau ke atas, kepada-Nya, dalam mempelajari Alkitab.

  1. Membicarakan Dan Menjalani Iman

Penelitian berikut ini dilakukan oleh suatu denominasi besar (Freudenberg dan Lawrence, 1998, hal 17)
                                                                                                37
dan diperkuat oleh studi asal-usul Nilai yang dilakukan di kalangan orang muda Advent, menunjukkan empat praktek-praktek keluarga yang sangat penting dalam menolong kaum muda bertumbuh dalam iman (baik di masa kecil dan remaja): 1) Membicarakan tentang iman bersama ibu mereka; 2) Membicarakan tentang iman bersama ayah mereka; 3) Memiliki ibadah atau doa keluarga; dan 4) Melakukan proyek-proyek keluarga untuk menolong orang lain (Gillespie, V. B, Donahue, MJ, Boyatt, E., dan Gane, B., 2004, hal 255-273).

Penelitian ini jelas tentang empat kegiatan, jika kita sebagai orang tua hendak menularkan iman kita kepada anak-anak kita. Iklan-iklan di televisi mendorong para orang tua berbicara dengan anak-anak mereka tentang narkoba dan alkohol. Iklan-iklan lainnya mendorong para orang tua dan anak-anak untuk berbicara tentang melayani dalam militer. Para orang tua didorong untuk berbicara dengan anak-anak mereka tentang seks. Jadi mengapa tidak membicarakan tentang subjek yang paling penting dalam hidup mereka -- keselamatan mereka?

Itulah yang dimaksud Musa ketika ia memberi instruksi kepada orang Israel: “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6:6-7, penekanan diberikan)

Saya percaya ratusan anak-anak sedang berkata hari ini, "Oh, itulah seseorang yang akan membawa Saya kepada Kristus!" Seorang pendeta sedang mengatakan kepada para orang tua tentang pentingnya menuntun anak-anak mereka dengan tangannya dan memimpin mereka kepada Kristus. Sementara ia berbicara, seorang gadis kecil, yang berumur kira-kira tiga atau empat tahun, melompat dari pangkuan ibunya, dan mengulurkan tangan kecilnya ke atas, berkata, "Maukah engkau membawa Saya kepada Yesus, ibu?" Gadis kecil ini ingin Ibunya membawanya saat itu juga.

Saya percaya banyak anak-anak yang akan mengucapkan kata-kata yang sama, "Maukah engkau membawa Saya kepada Yesus?" Orang tua yang terhormat, jangkaulah ke bawah dan genggam tangan anak Saudara lalu kemudian jangkau ke atas, kepada-Nya, sementara Saudara membicarakan tentang iman dan hidup Saudara! Berjalanlah bergandengan tangan kepada Yesus!

Tambahan / Materi-materi Opsional Yang Boleh Dimasukkan:

Kitab Suci
  • Kejadian 14:22    — Abraham;
  • Mazmur 16:8, 11 — Karunia kebenaran;
  • Mazmur 18:11     — Karunia Sukacita;
  • Mazmur 18:35     — Karunia keselamatan “telah menyokongku”
  • Mazmur 31:5       — Karunia penebusan “di dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku” (Mazmur 44:2, 3)
  • Mazmur 32:4       — Karunia pertobatan (Mazmur 38:2);
  • Mazmur 37:24     — Mengangkat kita — nyanyian: Dia menopangku
  • Matius 14:30, 31  — Petrus (tenggelam) — tertolong ketika dalam kesulitan

Roh Nubuat

 “Dalam urusanmu, dalam kebersamaan selama waktu luang yang berjam-jam, dan dalam persekutuan untuk kehidupan, biarkan semua perkumpulan yang engkau bentuk dimasuki dengan doa yang sungguh-sungguh dan rendah hati. Dengan demikian engkau akan menunjukkan bahwa engkau menghormati Allah, dan Allah akan menghormatimu. Berdoalah saat engkau merasa takut. Saat engkau tidak mempunyai pengharapan, tutuplah bibirmu rapat-rapat terhadap manusia, jangan membayangi jalan orang lain, tapi ceritakan semuanya kepada Yesus. Ulurkan tanganmu ke atas untuk pertolongan. Dalam kelemahanmu, berpeganglah pada  kekuatan yang tak terbatas itu. Mintalah kerendahan hati, kebijaksanaan, keberanian, peningkatan iman,
                                                                                                38
 maka engkau akan melihat sinar dalam cahaya Allah dan bersukacita di dalam kasih-Nya.” (White, 1964a, hal.48).

 “Salib menceritakan kehidupan, dan bukan kematian, bagi jiwa yang percaya pada Yesus. Sambutlah kehidupan yang berharga itu -- yang memberikan cahaya yang memancar dari salib Kalvari. Jangkaulah ke atas agar memperoleh berkat, percayalah agar memperoleh berkat. . . “ (White, 1967, hal 52)

Jika engkau melakukan pekerjaan itu dengan sungguh-sungguh, dan tanpa memaafkan diri atas berbagai dosa, engkau akan menghukum dosa itu di dalam daging dan menjangkau ke atas di dalam iman dan pengharapan untuk rahmat Ilahi dan dengan penilaian yang tepat, engkau dapat mengatasi kekurangan dalam karaktermu yang menghalangimu bekerja di jalan Allah. Engkau belum bertambah maju atau bertambah baik selama bertahun-tahun. Selanjutnya, hari ini engkau berada dalam standar kesempurnaan Kristen, memiliki  kecakapan yang harus ditemukan dalam diri pelayan Injil, lebih dari ketika engkau menerima kebenaran beberapa bulan sebelumnya. (White, 1948a, hal. 465)

Menjangkaulah ke atas dan genggamlah tangan-Nya yang memberi sentuhan bagaikan mengalirimu dengan listrik dan mengisimu dengan perlengkapan-perlengkapan yang manis dari karakter-Nya yang tidak tertandingi. Engkau dapat membuka hatimu untuk mengasihi-Nya, dan membiarkan kuasa-Nya mengubahmu maka kasih karunia-Nya menjadi kekuatanmu. Kemudian engkau akan memiliki pengaruh yang besar bagi kebaikan. Kekuatan moralmu akan setara dengan ujian karakter yang terdekat. Integritasmu akan murni dan dikuduskan. Kemudian cahayamu akan memancar bersama cahaya pagi. (White, 1948b, hal. 63)

Menjangkaulah ke atas, lebih tinggi dan lebih tinggi lagi, tetaplah berpegang pada garis iman satu demi satu. Berjalan dan bekerjalah dalam kasih kepada Allah dan orang-orang miskin yang tertindas, dan Tuhan akan menjadi penolongmu. (White, 1964b, hal. 328).

Kita boleh menjangkau ke atas kepada Yesus Kristus yang adalah Pembela kita di pengadilan surgawi. Kita membutuhkan seorang sahabat di pengadilan. Kita telah berbuat dosa, tidak patuh, menjadi pelanggar-pelanggar, dan itu merupakan kemuliaan tertinggi bagi kita bahwa kita memiliki seorang Sahabat di pengadilan untuk memohonkan kasus kita kepada Bapa. Dia berkata, "apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." Yah, semua akan ditarik? Kristus menarik tetapi akankah mereka menanggapi penarikan itu? Akankah mereka datang? Undangan yang terdapat dalam Kitab Wahyu mengatakan: "Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!" Wahyu 22:17. (White, 1979, hal 223)

Kita belum cukup meminta hal-hal baik yang Allah telah janjikan. Jika kita hendak mencapai lebih tinggi dan mengharapkan lebih, permohonan kita akan membukakan pengaruh percepatan yang datang kepada setiap jiwa yang meminta dengan penuh harapan yang didengar dan dijawab. Tuhan tidak dimuliakan dengan permohonan yang lemah yang menunjukkan bahwa tidak ada yang diharapkan. Dia ingin semua orang yang percaya mendekati tahta kasih karunia dengan kesungguhan dan jaminan (White, 1901, hal.2 (488); 1995, hal 284).







                                                                                                39

BAHAN KHOTBAH – UNTUK SABAT  18 FEBRUARY 2017


KARUNIA YANG  ALLAH JANJIKAN

SEBUAH SERUAN MENDESAK UNTUK KEBANGUNAN, PEMBAHARUAN,
PEMURIDAN DAN PENGINJILAN

Ayat inti boleh di ambil salah satu di bawah ini:
Pemimpin:  Matius 18:2, 3                  Jemaat: Filipi 3:13,14
Pemimpin: Yesaya 40:26                     Jemaat: Yesaya 55:6,7
Pemimpin: 1 Yohanes 2:1                   Jemaat: Mazmur 28:2
AYAT WAHYU 14:6-12


Allah telah memanggil Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh secara khas baik untuk menghidupkan dan mengumandangkan pekabaran akhir zaman-Nya, kasih dan kebenaran-Nya kepada dunia (Wahyu 14:6-12). Tantangan untuk mencapai lebih dari 6 miliar manusia di planet Bumi ini dengan pekabaran akhir zaman-Nya terlihat mustahil. Tugas ini luar biasa. Dari sudut pandang manusia, pemenuhan yang cepat dari Amanat Agung Kristus dalam waktu dekat tampaknya tidak mungkin (Matius 28:19, 20).

Tingkat pertumbuhan Gereja sama sekali tidak sebanding dengan perkembangan populasi dunia. Sebuah penilaian yang jujur terhadap dampak penginjilan kita saat ini di dunia mengarah pada kesimpulan bahwa kecuali ada perubahan dramatis dari diri kita, tidak akan menyelesaikan tugas Surga dalam generasi ini. Meskipun dengan upaya terbaik kita, semua rencana kita, strategi, dan sumber daya kita tidaklah mampu menyelesaikan misi Allah bagi kemuliaan-Nya di bumi.

JANJI KRISTUS BAGI JEMAAT-NYA DALAM PERJANJIAN BARU

Tantangan membawa injil kepada dunia bukanlah hal baru. Para murid menghadapi tantangan ini pada abad pertama. Kita menghadapinya dalam abad kedua puluh satu. Gereja Perjanjian Baru tampaknya dihadapkan dengan tugas yang mustahil. Tapi oleh diberdayakan Roh Kudus, Gereja mengalami ledakan pertumbuhan (Kisah 2:41; 4:4; 6:7; 9:31). Orang-orang Kristen yang mula-mula membagikan iman mereka di mana-mana (Kisah 5:42).

Kasih karunia Allah meluap dari hati mereka kepada keluarga-keluarga mereka, sahabat-sahabat, dan rekan-rekan kerja mereka. Hanya beberapa dekade setelah Penyaliban, Rasul Paulus dapat melaporkan bahwa Injil "dikabarkan di seluruh alam di bawah langit" (Kolose 1:23).* Bagaimana hal itu mungkin bagi kelompok yang tidak jelas dari orang-orang percaya yang relatif tidak penting untuk mempengaruhi dunia dalam waktu yang singkat? Bagaimana mungkin orang Kristen yang hanya sedikit itu akan dipakai Allah untuk mengubah dunia selamanya?

Amanat Agung Kristus disertai oleh janji-Nya yang besar. Juruselamat memerintahkan para murid-Nya untuk tidak "meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa" (Kisah 1:4). Juruselamat yang dijanjikan, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8) .

                                                                                40
Kasih Kristus mengendalikan setiap aspek kehidupan para murid dan menggerakkan mereka kepada suatu  komitmen yang penuh semangat bagi pelayanan-Nya. Mereka mencari Allah akan kuasa yang dijanjikan dalam Roh Kudus dan berlutut di hadapan-Nya dalam pengakuan dan pertobatan yang tulus dan sungguh-sungguh. Mereka menempatkan prioritas pada mencari berkat Surga. Mereka menyisihkan waktu untuk berdoa dan menyelidiki Kitab Suci. Perbedaan-perbedaan mereka yang kecil tertelan dalam semua kerinduan mereka untuk membagikan kasih Kristus kepada setiap orang yang mereka temui. Mereka terserap dalam menjangkau dunia dengan Injil. Tidak ada yang lebih penting dari hal itu. Mereka mengakui bahwa mereka tidak berdaya untuk menyelesaikan misi itu tanpa pencurahan kuasa Roh Kudus.

Menggambarkan pengalaman para murid, Ellen White menulis, "Menyisihkan segala perbedaan, segala keinginan untuk keunggulan, mereka datang bersama-sama dalam persahabatan Kristen. . . . Kesusahan memenuhi hati mereka sementara memikirkan tentang berapa banyak kali mereka telah menyusahkan Dia karena lambannya pengertian mereka, kegagalan mereka untuk mengerti pelajaran yang, demi kebaikan mereka. Ia sedang mencoba untuk mengajarkan mereka. . . . Para murid merasa keperluan rohani mereka dan berseru kepada Tuhan dengan perbuatan dan kesungguh-sungguhan kudus yang akan menyanggupkan mereka untuk pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa. Mereka tidak minta suatu berkat bagi mereka saja. Mereka ditanggungkan beban keselamatan jiwa. Mereka menyadari bahwa Injil harus disampaikan ke seluruh dunia, dan mereka menuntut kuasa yang Kristus telah janjikan" (Kisah Para Rasul, hal 37).

Kristus menggenapi Firman-Nya. Roh Kudus dicurahkan dalam kuasa Pantekosta. Ribuan orang bertobat dalam satu hari. Pekabaran dari kasih Kristus mempengaruhi dunia. Dalam waktu singkat nama Yesus Kristus berada di bibir para pria dan wanita di mana-mana. "Dengan kerjasama dari Roh ilahi, para rasul melakukan pekerjaan  yang  mengguncang  dunia. Untuk setiap bangsa Injil dibawa dalam satu generasi." (Kisah Para Rasul, hal 593).

JANJI KRISTUS PADA JEMAAT-NYA PADA AKHIR ZAMAN

Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dalam hujan awal itu hanya pendahuluan dari apa yang akan datang. Allah telah berjanji untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya dalam kelimpahan di hari-hari terakhir (Yoel 2:23; Zakharia 10:1). Bumi menjadi "terang oleh kemuliaan-Nya" (Wahyu 18:1). Pekerjaan Allah di bumi akan selesai dengan cepat (Matius 24:14; Roma 9:28). Gereja akan mengalami kebangunan rohani dan kepenuhan akan kuasa Roh Kudus seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Berbicara tentang pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, Petrus memberi kita jaminan ini: "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (Kisah 2 : 39). Ellen White menambahkan, "Sebelum penghakiman Allah yang terakhir atas dunia ini, di antara umat Tuhan akan ada kebangunan rohani seperti yang belum pernah disaksikan sebelumnya, sejak zaman rasul-rasul. Roh dan kuasa Allah akan dicurahkan pada anak-anak-Nya. Pada waktu itu banyak yang akan memisahkan diri mereka dari gereja-gereja di mana kasih kepada dunia ini telah menggantikan kasih kepada Allah dan kasih kepada firman-Nya. Baik pendeta-pendeta maupun orang awam pada waktu itu dengan gembira menerima kebenaran agung yang Allah suruh disiarkan kepada dunia ini, untuk menyediakan orang-orang kepada kedatangan Tuhan” (Kemenangan Akhir, hal.485).

Ratusan dari ribuan orang akan menerima pekabaran zaman akhir Allah melalui pengajaran dan pemberitaan firman-Nya. Doa, studi Alkitab dan kesaksian adalah unsur-unsur dari semua kebangunan rohani sejati. Manifestasi Roh Kudus akan diintensifkan sementara kesudahan itu mendekat, "Menjelang akhir penuaian bumi, anugerah khusus dari karunia rohani yang dijanjikan untuk mempersiapkan gereja bagi kedatangan Anak Manusia." (The Faith I Live By, hal. 333) dan "Oleh ribuan suara, di seluruh bumi, peringatan akan diberikan. Mujizat-mujizat akan terjadi, orang-orang sakit akan disembuhkan, dan tanda-tanda dan keajaiban akan mengikuti orang-orang percaya" (The Great Controversy, hal 612).

                                                                                                41
Tidak ada yang lebih penting daripada mengenal Yesus, mempelajari firman-Nya, memahami kebenaran-Nya dan mencari janji-Nya untuk pencurahan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir untuk memenuhi pelaksanaan Injil. Nabi Allah di zaman akhir kepada umat yang sisa menulis dalam kata-kata yang terlalu sederhana untuk disalahpahami, "Sebuah kebangunan rohani akan kesalehan yang sejati di antara kita adalah yang terbesar dan paling mendesak dari semua kebutuhan kita. Untuk mencari hal ini haruslah menjadi pekerjaan kita yang utama" (Selected Messages, jld.1, hal.121).

Jika kebangunan rohani yang sejati adalah yang terbesar dan paling mendesak dari semua kebutuhan kita bukankah seharusnya kita sebagai pemimpin-pemimpin memprioritaskan untuk mencari berkat Surga yang telah dijanjikan itu dengan segenap hati kita?

KEBUTUHAN TERBESAR KITA: KEBANGUNAN ROHANI DAN PEMBAHARUAN

Ketika kita mencari Yesus, Ia memenuhi kita dengan kehadiran-Nya dan menguatkan kita melalui karunia Roh Kudus. Kita rindu untuk mengenal Dia dengan lebih baik. Roh Kudus membangkitkan kembali kemampuan-kemapuan spiritual jiwa yang tertidur. Tidak ada yang lebih kita rindukan dari pada memiliki hubungan yang mendalam dan mengubahkan hidup bersama Yesus. Hati yang dibangunkan kembali mengalami suatu keterhubungan yang sangat penting kepada Yesus melalui doa dan Firman. Pembaharuan adalah perubahan yang sesuai yang datang dalam hidup kita sebagai hasil dari kebangunan rohani.

"Suatu kebangunan rohani dan reformasi harus berlangsung di bawah pertolongan Roh Kudus. Kebangunan rohani dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Kebangunan ditandai dengan pembaruan kehidupan spiritual, suatu percepatan dari kekuatan pikiran dan hati, kebangunan dari kematian rohani. Reformasi berarti suatu pengaturan kembali, suatu perubahan ide-ide dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan praktek-praktek. Reformasi tidak akan mendatangkan buah kebenaran yang baik kecuali dihubungkan dengan kebangunan Roh. Kebangunan rohani dan reformasi ditunjuk untuk melakukan pekerjaan mereka, dan dalam melakukan pekerjaan ini mereka harus menyatu" (Selected Messages, jld.1, hal.128). Reformasi tidak memanifestasikan dirinya dalam sikap benar sendiri yang mengutuk orang-orang lain. Ini adalah perubahan karakter yang mengungkapkan buah-buah Roh dalam kehidupan (Galatia 5:22-24). Ketaatan pada kehendak Allah adalah bukti dari semua kebangunan rohani yang sejati. Tuhan kita merindukan orang-orang yang hidupnya kembali mencerminkan keindahan dari karakter-Nya. Tidak ada yang Yesus inginkan lebih dari orang-orang yang bergairah akan pengenalan pribadi akan kasih-Nya dan membagikan kasih itu kepada orang-orang lain.

KOMITMEN DAN PANGGILAN
Sebagai pemimpin-pemimpin dan perwakilan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang berkumpul di markas besar se-dunia di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, untuk Dewan Tahunan 2010, kita berterima kasih kepada Allah kita yang agung dan mengagumkan atas kesetiaan-Nya dan berkat-berkat berlimpah bagi Gereja-Nya sejak awal. Perluasan yang sangat cepat di seluruh dunia dari Gereja-Nya baik dalam keanggotaan maupun lembaga tidak kekurangan suatu mujizat Allah. Meskipun kita memuji Dia atas pekerjaan luar biasa dalam memenuhi maksud-Nya melalui gereja-Nya, dan bersyukur kepada-Nya atas para pemimpin yang saleh yang telah membimbing umat-Nya di masa yang lalu, kita dengan rendah hati mengakui bahwa oleh karena kelemahan kemanusiaan kita bahkan upaya terbaik kita pun telah tercemar oleh dosa dan memerlukan pembersihan melalui kasih karunia Kristus. Kita mengakui bahwa kita tidak selalu memprioritaskan untuk mencari Allah melalui doa dan Firman-Nya untuk pencurahan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir. Kita dengan rendah hati mengakui bahwa dalam kehidupan pribadi kita, dalam praktek-praktek administratif kita, dan pertemuan-pertemuan komite, terlalu sering kita bekerja dengan kekuatan kita sendiri. Terlalu sering misi Allah menyelamatkan sebuah dunia yang hilang tidak mengambil tempat pertama di hati kita.
                                                                                42
Pada waktu-waktu dalam kesibukan kita melakukan hal-hal yang baik kita telah mengabaikan hal yang paling penting -- mengenal Dia. Terlalu sering kecemburuan, ambisi, dan hubungan pribadi yang telah retak mendesak kerinduan kita akan kebangunan rohani dan reformasi dan menyebabkan kita bekerja dalam kekuatan kemanusiaan kita bukan dalam kuasa ilahi-Nya.

Kami menerima instruksi yang jelas dari Tuhan kita bahwa "selang waktu telah dibuat tanpa ada perubahan dalam janji Kristus yang terpisah untuk mengirim Roh Kudus sebagai perwakilan-Nya. Hal ini bukan karena adanya pembatasan pada bagian Allah bahwa kekayaan kasih karunia-Nya tidak mengalir menuju ke bumi kepada manusia. Jika pemenuhan janji ini tidak terlihat seperti itu, mungkin itu dikarenakan janji yang tidak dihargai sebagaimana yang seharusnya. Jika semua orang bersedia, semua akan dipenuhi dengan Roh Kudus" (Kisah Para Rasul, hal. 50).

Kita yakin bahwa seluruh surga sedang menunggu untuk mencurahkan Roh Kudus dalam kuasa yang tak terbatas untuk menyelesaikan pekerjaan Allah di atas bumi. Kita mengakui bahwa kedatangan Yesus telah tertunda dan bahwa Tuhan kita rindu untuk datang pada dekade-dekade yang lalu. Kita bertobat dari kesuaman kita, keduniawian kita, dan semangat kita yang terbatas bagi Kristus dan misi-Nya. Kita merasakan Kristus memanggil kita bagi suatu hubungan yang lebih mendalam bersama-Nya dalam doa dan mempelajari Alkitab dan komitmen yang lebih bergairah untuk membagikan pekabaran-Nya tentang akhir zaman kepada dunia. Kita bersukacita karena "itu merupakan hak istimewa setiap orang Kristen, bukan hanya untuk mencari, tetapi untuk mempercepat kedatangan Juruselamat" (Kisah Para Rasul, hal. 600).

Oleh karena itu, sebagai perwakilan dari gereja sedunia dan atas nama seluruh anggota kita, kita menyerahkan diri kita sendiri:

  1. Untuk menempatkan secara pribadi prioritas pada mencari Allah bagi kebangunan rohani dan pencurahan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir dalam hidup kita sendiri, keluarga kita, dan pelayanan kita.

  1. Untuk secara pribadi menyisihkan waktu yang cukup setiap hari untuk bersekutu dengan Kristus melalui doa dan belajar Firman Allah.

  1. Untuk menguji hati kita sendiri dan meminta Roh Kudus meyakinkan kita akan apa pun yang dapat menghalangi kita dari mengungkapkan karakter Yesus. Kita rindu menyerahkan hati sehingga tidak ada dalam hidup kita yang menghalangi kepenuhan kuasa Roh Kudus.

  1. Mendorong pelayanan Gereja untuk menghabiskan waktu berdoa, belajar Firman Allah, dan mencari tahu isi hati Allah untuk memahami rencana-Nya bagi Gereja-Nya.

  1. Mendorong setiap organisasi gereja kita untuk menyisihkan waktu bagi para administrator, para pendeta, para petugas kesehatan, para pekerja rumah penerbitan, para pendidik, para siswa, dan semua karyawan untuk bersama-sama mencari Yesus dan pencurahan Roh Kudus yang dijanjikan melalui mempelajari Firman Allah dan doa.

  1. Menggunakan setiap outlet media yang tersedia, konferensi, dan ruang kerja untuk mengundang para anggota gereja untuk mencari suatu hubungan yang lebih mendalam bersama Yesus untuk kebangunan rohani dan reformasi yang dijanjikan.

  1. Untuk segera mengajak dan mengundang seluruh anggota gereja kita untuk bergabung dengan kita dalam membuka hati kita dengan kekuatan yang mengubah kehidupan dari Roh Kudus, yang akan mengubah hidup kita, keluarga kita, organisasi dan masyarakat kita.
43
Kita terutama mengakui bahwa Allah akan menggunakan anak-anak dan para pemuda dalam kebangunan rohani besar yang terakhir ini dan mendorong semua orang muda kita untuk berpartisipasi dalam mencari Allah bagi kebangunan rohani dalam kehidupan mereka sendiri dan pemberdayaan Roh Kudus untuk membagikan iman mereka kepada orang-orang lain.

Kita menyerukan kepada setiap anggota gereja untuk bersatu dengan para pemimpin gereja dan jutaan umat Masehi Advent Hari Ketujuh lainnya yang sedang mencari hubungan yang lebih dalam bersama Yesus dan pencurahan Roh Kudus pada pukul 7:00 setiap pagi atau malam, selama tujuh hari dalam seminggu. Ini adalah panggilan mendesak untuk melingkari dunia dengan doa syafaat yang sungguh-sungguh. Ini merupakan panggilan untuk komitmen total kepada Yesus dan mengalami kekuatan yang mengubahkan hidup dari Roh Kudus yang mana Tuhan kita sedang rindu untuk memberikannya sekarang.

Kita percaya bahwa tujuan dari pencurahan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir adalah untuk menyelesaikan misi Kristus di bumi sehingga Dia bisa datang dengan segera. Menyadari bahwa Tuhan kita hanya akan mencurahkan Roh-Nya dalam kepenuhan pada suatu Gereja yang memiliki kasih terhadap orang-orang yang hilang, kita menentukan untuk menempatkan dan memelihara kebangunan rohani, reformasi, pemuridan, dan penginjilan pada bagian atas semua agenda kegiatan gereja kita. Lebih dari apapun yang lain, kita rindu Yesus datang.

Kami mendesak setiap administrator gereja, pemimpin departemen, pekerja kelembagaan, tenaga kesehatan, penginjil literatur, pendeta, pendidik, dan anggota gereja untuk bergabung dengan kami dalam membuat kebangunan rohani, reformasi, pemuridan, dan penginjilan menjadi prioritas yang paling penting dan mendesak dari kehidupan pribadi kita dan bidang pelayanan kita. Kami yakin bahwa ketika kita mencari-Nya bersama-sama, Allah akan mencurahkan Roh Kudus-Nya dalam ukuran yang berlimpah, pekerjaan Allah di bumi akan selesai, dan Yesus akan datang. Bersama rasul Yohanes di Pulau Patmos kita berseru, "Amin, datanglah, Tuhan Yesus!" (Wahyu 22:20).

* Semua ayat-ayat Alkitab diambil dari Alkitab  Terjemahan Baru, Lembaga Alkitab Indonesia. Departemen Pelayanan Rumah Tangga General Conference Ministries telah memutuskan, untuk mengadopsi dan mengintegrasikan pekabaran dari dokumen ini untuk pekerjaan kita sebagai Pemimpin-Pemimpin Pelayanan Rumah Tangga.
















                                                                                                44



CERITA ANAK – ANAK


Khotbah Pendek Sabat 18 February 2017

PEJUANG DOA KECIL KUBA
Oleh Linda Koh

Bantuan Visual Yang Dianjurkan: Gambar seorang gadis muda yang sedang bernyanyi dan / atau buku lagu anak-anak

Yausselof Kuba adalah seorang gadis cantik saat dia dilahirkan. Dia memiliki rambut panjang yang indah dan bercahaya, mata berbinar. Dia sangat suka menyanyi tentang Yesus. Suara indahnya sering mengisi rumahnya dan gereja ketika ia menyanyikan banyak lagu yang telah dia pelajari di Sekolah Sabat.

Suatu hari saat sedang bermain, Yaussel tiba-tiba merasakan nyeri yang hebat di seluruh tubuhnya dan terasa begitu sakit. Dia mulai bertanya-tanya apa yang terjadi pada tubuhnya. Ia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya.

"Oh, Mama, itu menyakitkan! Ini menyakitkan! Tolong! Tolong!" teriak Yaussel tak berdaya.

"Oh, Sayang, ada apa? Mari Mama gosok kamu dengan minyak dan kami akan segera membawamu ke dokter," jawab Mama sambil sedikit menghibur Yaussel.

Keesokan harinya Ny. Abreu membawa putrinya, Yaussel, ke rumah sakit. Sepertinya hari yang sangat panjang di rumah sakit itu, Yaussel harus menjalani serangkaian tes yang banyak.

                "Saya sangat menyesal, Ny. Abreu," Dokter berkata, "Putri Anda menderita penyakit yang sangat langka yang disebut Periarteritis Nodosa," lanjutnya.

                "Apa itu? Apa artinya ini bagi Yaussel, Dokter? "Tanya Mama sedih," Ini tidak adil bagi gadis kecilku!"

 "Saya benar-benar sangat menyesal," jawab dokter, "Itu hanya terjadi pada satu dari ribuan anak."

"Akan ada peradangan pembuluh darah yang akan menyebabkannya menjadi bengkak. Jadi dia akan selalu mengalami rasa yang sangat sakit di seluruh tubuhnya," Dokter menjelaskan dengan hati-hati.

                Selama berminggu-minggu Mama menangis dan menangis, dan Yaussel bisa melihat kesedihan di wajah Mama-nya. Tapi suatu hari Mama merasa terkejut.

"Mama, dapatkah kita berdoa kepada Yesus untuk meminta kepada-Nya agar menyembuhkan aku?" Tanya Yaussel penuh semangat, "Aku tahu Dia akan menyembuhkanku."

"Oh, ya, gadisku, Yesus akan mendengar kita!" Mama menjawab penuh percaya diri.

Yaussel berdoa kepada Yesus setiap hari. Dia tahu Yesus mengasihi dia dan akan menyembuhkannya menurut kehendak-Nya. Beberapa hari dia merasa sehat, tapi di hari-hari lainnya ia menderita sakit yang parah di seluruh tubuhnya. Tapi Yaussel menemukan rahasia sukacita yang lain! "Mama, bolehkah kita pergi ke acara
                                                                                45
'Jam Ceritaku’ malam ini?" Tanya Yaussel bersemangat.

"Kakak berkata kita bisa belajar lebih banyak tentang Alkitab," lanjutnya.

"Tentu saja, Sayang, tapi apakah kamu yakin kamu bisa menghadirinya? Apakah kamu akan duduk baik-baik saja selama satu jam?" jawab Ibu dengan agak prihatin.

                "Aku akan baik-baik, Mama! Yesus akan menjagaku ketika aku mempelajari Firman-Nya," Yaussel berseri-seri. Yaussel menikmati berdoa kepada Yesus dan mencari ayat-ayat Alkitab dan membaca dari Alkitab setiap kali dia bisa. Ketika ia merasa lebih baik, ia akan menemani ibunya dan kakak perempuannya ke acara 'Jam Ceritaku' dan juga ke kelompok kecil studi Alkitab mingguan di kotanya di Matanzas.

"Aku suka cerita-cerita Alkitab! Cerita-cerita itu menceritakan tentang kasih Allah dan rencana-Nya bagiku" Yaussel berseri-seri!

Kesehatan Yassuel terus memburuk sehingga keluarganya harus membawanya ke rumah sakit yang lebih baik di ibu kota Havana. Kali ini ia harus tinggal di rumah sakit, dia tinggal di rumah sakit dari hari ke minggu ke bulan. Keluarganya merasa menyesal karena Yaussel harus sangat menderita dan tidak pernah dapat benar-benar menikmati masa kanak-kanaknya.

"Aku mengasihi Yesus, dan aku suka menyanyi bagi-Nya," kata Yaussel bersemangat, "Ini membuatku bahagia dan membuat orang lain juga berbahagia."

"Aku juga banyak berdoa kepada-Nya bagi anak-anak lain yang sakit sepertiku," lanjut Yaussel dengan sukacita di wajahnya, "Bahkan, aku mengenal Yesus dengan lebih baik ketika aku berdoa kepada-Nya dan juga membaca Alkitab."

Hari ini, Yaussel terus berdoa dan mempelajari Alkitab, menyanyi dengan indahnya di gereja-gereja sambil menunggu Yesus datang dan menyembuhkannya sepenuhnya dari rasa sakit dan nyeri! Ia menemukan kedamaian dan sukacita dalam Menjangkau Ke Atas Kepada Yesus!

Berdoa: Ya Yesus, terima kasih karena telah mendengarkan doaku. Terima kasih karena telah membuatku istimewa. Tolonglah aku untuk selalu mempercayai-Mu dan memiliki iman di dalam-Mu. Amin.














                                                                                                46

Tidak ada komentar:

Posting Komentar