BACAAN
PEKAN DOA PEMUDA 2017
PEMBENTUKAN & PEMBENTUKAN KEMBALI
pembaruan
dari dalam ke luar
8 PELAJARAN
Delapan pelajaran dalam
pembentukan dan pembentukan kembali orang-orang muda untuk melihat usaha
pembaruan dalam kehidupan pribadi, gereja dan komunitas mereka
Ditulis oleh
Debbonnaire Kovacs
Termasuk Pertanyaan-pertanyaan
diskusi Kelompok Kecil harian
Apa yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan identitas batiniah serta
keselamatan kita dan orang-orang yang mengasihi kita, dalam kasih Allah, sambil
memberikan tanggapan secara kreatif terhadap hal-hal yang baru?
PEMBENTUKAN dan PEMBENTUKAN KEMBALI
diperbarui dari dalam ke luar
|
PEKAN DOA PEMUDA 2017
TEMA: DIPERBARUI DARI DALAM KE LUAR
|
Tanggal Resmi Pekan Doa Pemuda: 18-25 Maret 2017
Hari Pemuda Sedunia: 18 Maret 2017
Sabat Reuni: 25 Maret 2017
__________________________________________________________________
HARI KE-1: HANYA ALKITAB SAJA (16)
HARI KE-2: KESELAMATAN HANYA OLEH KASIH KARUNIA (22)
HARI KE-3: YESUS ADALAH PUSAT (28)
HARI KE-4: KEIMAMATAN DARI SEMUA—TUNGGU—SEMUA ORANG PERCAYA? (38)
HARI KE-5: PERSATUAN = PERSEKUTUAN (43)
HARI KE-6: DOSA DAN RASA BERSALAH—DAN PENGAMPUNAN YANG CUMA-CUMA (49)
HARI KE-7: BAPTISAN KE DALAM PERJANJIAN YANG BARU (55)
HARI KE-8: YESUS DATANG KEMBALI (60)
__________________________________________________________________
|
DAFTAR ISI
|
Pedoman Terjemahan……………………………………………....……………………………...4
Tentang Penulis..……………………………………………………............……………………..6
Editorial………………………………………………………………............……………………7
Yesus dan Saya…………………………………………………………............…………………8
Tetap Nyata…..…………………………………………………………............………………..11
Kegiatan dan Catatan…………………..……………………………………….................……..13
Khotbah:
Hari Ke-1……….…………………………............……………………………………..16
Hari Ke-2………..…………...……………............……………………………………..22
Hari Ke-3………………….…………………............…………………………………..29
Hari Ke-4…………………….……………………............……………………………..37
Hari Ke-5……………….……………………............…………………………………..42
Hari Ke-6………………….………………............……………………………………..48
Hari Ke-7………….……………………………............………………………………..54
Hari Ke-8………….………………………............……………………………………..59
Membuat Buku Catatan Doa...………………………............…………………………………...66
Perjanjian Kelompok Kecil.……………………………............………………………………...68
Poster Hari Pemuda Sedunia...……………………………............……………………………...69
Informasi Reuni……………………...…………………............………………………………..70
Tim Pelayanan Pemuda General Conference……………............………………………………71
|
PEDOMAN TERJEMAHAN
|
Untuk memenuhi kebutuhan orang muda kita, para pemimpin orang muda, dan
mereka yang membutuhkan sumber daya dari kami, kami menawarkan kesempatan untuk menerjemahkannya dari
bahasa Inggris ke bahasa lain. Berikut adalah beberapa panduan untuk menolong Anda
menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan budaya.
- Bersikap objektif.
- Setia dan akurat terhadap bahan sumber.
- Terjemahkan makna (bukan kata demi kata), dengan cara yang peka terhadap budaya. Terjemahan harus menjaga isi dan makna dari bahan asli, dengan adaptasi budaya dan bahasa yang diperlukan, sehingga bahan yang diterjemahkan terasa alami serta mudah dipahami dan digunakan oleh para pembaca.
- Jangan terjemahkan secara literal, kata demi kata; ini dapat membingungkan atau menyesatkan. Perhitungkan perbedaan dalam struktur linguistik dan hubungan yang kompleks antara budaya dan bahasa.
- Pekalah terhadap budaya. Adaptasi budaya mungkin diperlukan.
- Perbanyak makna kontekstual yang tepat dari isi dan pekabaran setiap saat tanpa kelalaian atau distorsi. Jangan memperhalus, mempertajam atau mengubah pekabaran yang disampaikan.
- Jangan menukar, mengubah, menambah, atau mengurangi isi. Mengubah isi haruslah dengan persetujuan dari Departemen Pelayanan Pemuda GC.
- Jangan menambah apa yang ditulis atau dikatakan, maupun memberikan penjelasan, komentar, atau membuat rekomendasi yang tidak diinginkan.
- Jangan tunjukkan bias kepada pembaca terhadap dokumen yang diterjemahkan.
- Jangan terjemahkan secara literal (kata demi kata) terhadap ayat-ayat Alkitab. Gunakan terjemahan (versi) Alkitab yang paling dekat dengan yang digunakan dalam dokumen sumber aslinya, dan pastikan untuk mengutip (mereferensikan) versi tersebut.
- Jangan terjemahkan secara literal (kata demi kata) kutipan-kutipan Roh Nubuat. Gunakan kutipan langsung dari buku Roh Nubuat yang sudah diterjemahkan yang dirujuk dalam dokumen asli. Ketika mengutip buku yang sudah diterjemahkan, harap ingat untuk mengubah nomor halaman dengan yang ada di buku (yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Anda).
- Pada halaman Tim Penyusun, harap daftarkan nama-nama berikut:
- Editor: Jonatán Tejel
- Penulis: Debbonnaire Kovacs
- Direktur Perencana: Gilbert Cangy
- Koordinator Perencana: Maria Manderson
- Penyunting Awal: Maria Manderson
- Penyunting Akhir: Sophia Boswell
- Penerjemah: ______________________
- Jika Anda menggunakan salinan editor untuk menyalin hasil pengeditan yang sudah diterjemahkan, nama dan informasi kontak orang tersebut juga HARUS dicantumkan.
Youth Ministry Accent® merupakan cetakan Departemen Pelayanan Pemuda, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,General Conference®. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Copyright © 2016, oleh Departemen Pelayanan Pemuda, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, General Conference. Ini tersedia untuk diunduh secara gratis di website kami, www.gcyouthministries.org.
Izin untuk
memfotokopi edisi Pekan Doa Youth Ministry Accent® ini, diberikan untuk
penggunaan secara lokal di gereja-gereja, kelompok-kelompok pemuda, dan
kegiatan-kegiatan pendidikan Kristen lainnya.
Izin khusus
tidak diperlukan. Namun, isi Pekan Doa ini tidak boleh diperbanyak dalam bentuk
lain tanpa izin tertulis dari penerbit. Hak cipta dilindungi undang-undang.
TIM PENYUSUN:
- Editor: Jonatán Tejel
- Penulis: Debbonnaire Kovacs
- Direktur Perencana: Gilbert Cangy
- Koordinator Perencana: Maria Manderson
- Penyunting Awal: Maria Manderson
- Penyunting Akhir: Sophia Boswell
VERSI ALKITAB YANG DIGUNAKAN:
Kecuali
disebutkan, ayat-ayat Alkitab diambil dari ALKITAB NEW INTERNATIONAL VERSION®,
NIV® Copyright © 1973, 1978, 1984, 2011 oleh Biblica, Inc ® Digunakan dengan
izin. Hak cipta dilindungi Undang-Undang di seluruh dunia.
|
TENTANG PENULIS
|

Debbonnaire
Kovacs telah menulis sejak ia masih anak-anak dan menjual cerita pertamanya kepada
Majalah Guide (dikenal waktu itu
dengan nama Junior Guide) saat ia
masih berusia sebelas tahun. Ketika ia berusia empat belas tahun, dia "dijebak"
(saat ia absen dari acara Sekolah Sabat karena sakit) untuk memberikan khotbah singkat
bagi suatu konvensi pemuda yang besar, dan mereka berpikir, dia pasti panik! Ternyata
tidak, jadi dia menulis khotbahnya sendiri untuk suatu Pekan Doa Pemuda di
Mount Vernon Academy ketika dia berusia tujuh belas tahun. Dia juga dapat
menjalani hal tu!
Sekarang, ia
adalah seorang penulis dan pembicara penuh waktu yang telah menerbitkan 19 buku
termasuk buku pelajaran Alkitab untuk kelas satu, dua, lima dan enam yang
digunakan di sekolah-sekolah Advent di Amerika Utara, dan lebih dari 500 cerita
dan artikel, termasuk banyak cerita untuk kelas Primary. Dia menjadi pembicara pada acara-acara perkemahan
wanita, retret, dan acara-acara lainnya, dan hampir tidak pernah merasa takut
lagi. Puji Tuhan!
Ibu Kovacs sangat mendorong orang-orang muda untuk mengejar impian mereka,
dan tidak menunggu sampai mereka dewasa untuk melakukan sesuatu di mana Allah
memanggil mereka. Doa terbesarnya adalah agar setiap orang yang membaca
tulisannya akan berjalan lebih dekat dengan Yesus. Situs web-nya adalah www.debbonnaire.com. Dia tinggal di sebuah peternakan kecil
di Berea, KY, bersama kambing-kambing menyusui, ayam-ayam, kebun, dan kebun
buah-buahan, dan juga merupakan seorang pengrajin serat yang melakukan
pemintalan, menenun, membuat renda, dan banyak seni tekstil lainnya. Gaela Garden, yang bertema pengampunan
dan rekonsiliasi, adalah novel pertamanya. Ini tersedia di CreateSpace.com, amazon.com
dan barnesandnoble.com. Juga
tersedia bagi Kindle, Nook, atau Kobo.
|
EDITORIAL JONATAN TEJEL
|
ALKITAB—PERATURAN
IMAN SATU-SATUNYA
Kita semua telah mendengar istilah Pembaruan yang telah mengubah secara
drastis cara orang dalam memandang dan melakukan pendekatan terhadap Alkitab.
Kita semua, dalam satu atau lain cara, telah mendengar tentang Pembaruan.
Bagaimanapun, kita telah belajar tentang Martin Luther dan Pembaruan yang telah
mengubah drastis cara pendekatan orang-orang terhadap Alkitab.
Pada awal abad ke-16, berbagai peristiwa terjadi yang menyebabkan apa yang
kita kenal hari ini sebagai "Pembaruan Protestan."
Izinkan saya menyebutkan beberapa di antaranya:
- Gereja memutuskan bahwa agar seseorang dapat menerima pengampunan Allah, ia harus membayar sejumlah uang kepada gereja (ini disebut penebusan dosa). Akibatnya, gereja memberikan pengampunan dosa demi uang.
- Khotbah-khotbah selalu dalam bahasa Latin, sehingga banyak yang tidak memahami pekabaran para Imam.
Pembaruan merupakan gerakan keagamaan terbesar bagi orang Kristen sejak
gereja mula-mula. Itu merupakan kebangkitan teologi Alkitab dan Perjanjian
Baru. Ada kesatuan doktrinal di dalam diri para reformator tersebut:
● Hanya Alkitab ●
Hanya Kristus ● Hanya
Kasih Karunia
● Hanya Iman ●
Hanya Kemuliaan Allah
Para reformator tersebut menyatakan Alkitab adalah satu-satunya aturan
iman. Dan keselamatan tidak terletak pada gereja, tetapi dalam pribadi Yesus
Kristus. Bahwa keselamatan itu sepenuhnya oleh kasih karunia Allah. Iman di
dalam Yesus Kristus akan membawa Keselamatan. Dan tujuan akhir dari segala
sesuatu adalah untuk memuliakan Allah.
Kadang-kadang kita membaca tentang pembaruan dan kita berpikir bahwa itu
adalah sesuatu yang terjadi di masa lalu sehingga kita tidak perlu
memperhatikannya. Dan memang benar, hal itu terjadi di masa lalu, namun...
bacalah kembali lima poin doktrinal yang mengubah persepsi, yang mengubah
konsepsi, yang mengubah sejarah: Alkitab, Kristus, Kasih Karunia, Iman, dan
Kemuliaan Allah... dan sekarang, kita menemukan diri kita dalam situasi yang
sama seperti di masa lalu. Sebagian orang tidak memahami khotbah, dan sebagian
orang tidak mempelajari Alkitab bagi diri mereka sendiri, mereka hanya percaya
pada apa yang dikatakan di atas mimbar.
Kita masih tetap memerlukan pembaruan saat ini. Kembalilah mempelajari
Alkitab setiap hari. Temukan sukacita dalam mengenal Yesus Kristus dengan lebih
baik lagi setiap hari. Ingatlah bahwa Iman dalam Yesus saja yang membawa
keselamatan oleh Rahmat Allah setiap hari.
Buatlah setiap hari menjadi suatu hari pembaruan dalam hidup Anda.
|
YESUS DAN SAYA SOPHIA BOSWELL
|
CELANA JEANS-LUCKY FAVORIT
SAYA
Ketika saya
memikirkan tentang kata pembaruan,
tukang periuk dan tanah liat adalah hal pertama yang datang ke dalam pikiran
saya. Tapi hal berikutnya yang datang ke pikiran saya adalah Lucky-celana jeans
favorit saya.
Menurut kamus
Merriam-Webster, pembaruan adalah kata kerja yang artinya: meningkatkan
(seseorang atau sesuatu) dengan menghapus atau memperbaiki kesalahan-kesalahan,
masalah-masalah, dll. Pembaruan—ya,
itulah yang harus saya lakukan terhadap celana jeans-Lucky klasik berpinggang
tinggi, berwarna biru belel milik saya. Saya harus benar-benar memperbaruinya.
Sesuatu yang
menarik terjadi saat Anda bertumbuh dari gadis kecil menjadi wanita dewasa
(atau anak laki-laki kecil menjadi pria dewasa). "Apa yang terjadi?" Anda bertanya. Ya,
Anda bertumbuh. Bahkan Anda bertumbuh dalam banyak hal. Bukan hanya secara
fisik di luar, tetapi juga di dalam hati: secara spiritual, emosional dan
mental. Merupakan hal yang baik bila bertumbuh dan berkembang seiring dengan
bertambahnya usia; maupun bertumbuh dalam perjalanan kita setiap hari bersama Yesus.
Akan menjadi sedikit mengkhawatirkan jika salah satunya tidak bertumbuh sama
sekali.
Dalam hal ini saya telah bertumbuh secara fisik. Di usia 20-an, metabolisme
Anda tidak bekerja sebaik saat Anda masih remaja. Namun, saya tidak akan
membiarkan hal itu menghentikan saya dari memamerkan celana jeans biru belel
klasik berpinggang tinggi favorit saya. Tidak—tidak sedikit pun! Selama
berbulan-bulan saya memaksa masuk ke dalam celana jeans saya. Menahan napas, (menarik napas), menyelipkan masuk perut
saya, menggeliatkan masuk kaki saya dan (menghembuskan
napas), tada! Saya telah berada di dalam. Itu jauh lebih sulit dari yang
Anda dengar. Jujur, butuh kerja keras, tapi itu layak, hanya agar saya dapat
memakai celana jeans-Lucky favorit saya.
Suatu hari, saat tur di ibukota bersama seorang teman, saya tiba pada
kenyataan yang sulit di mana ini tidak akan berhasil. Saya tidak bisa lagi
mengenakan jeans favorit saya. Tidak nyaman untuk berjalan satu mil dengan
celana ini, dan jika saya harus membungkuk dan mengikat tali sepatu saya,
lupakan saja, saya mungkin akan pingsan karena kekurangan oksigen (untungnya
saya memakai sandal hari itu). Sambil berjalan di suatu tempat di antara
Monumen Washington dan Lincoln Memorial, saya baru tahu itu adalah hari
terakhir saya mengenakan jeans. Mereka tidak cocok lagi untuk saya. Jadi saya
berhenti memakainya.
Hampir dua tahun setelah hari itu, saya memutuskan untuk memperbarui celana
jeans-Lucky favorit saya. Saya akan pergi ke Karibia untuk liburan keluarga dan
saya tidak punya celana pendek jeans. Jadi saya pikir tidak ada waktu yang
lebih baik dari sekarang untuk melakukan proyek Do It Yourself (DIY). Segera,
saya tahu apa yang akan saya daur ulang—celana jeans favorit saya tentu saja.
Saya mengambil perlengkapan menjahit saya lalu duduk dan mulai memotong kembali, membentuk kembali, dan menjahit kembali
jeans tersebut. Saya mulai dengan mengukur tubuh saya dengan ukuran yang baru,
dijamin, celana pendek ini akan cocok untuk postur tubuh saya yang baru.
Saya bekerja keras berhari-hari untuk celana jeans tersebut. Memotong kain
dari lutut ke bawah, merobek kain di bagian pinggang. Kemudian menyatukannya
kembali guna memperbesar celana pendek baru tersebut. Pertama-tama, saya
menjahitnya dengan tangan lalu kemudian menjahitnya dengan mesin jahit. Tapi bukan
hanya itu saja. Langkah selanjutnya adalah membuat rumbai-rumbai pada ujung
celana pendek itu untuk memberikan gaya musim panas. Rumbai-rumbai dibuat
dengan menarik setiap helai kain satu per satu. Ini sangat menantang, begitu
menantangnya hingga kekasih saya berbaik hati dengan meminjamkan tangannya
untuk menyelesaikan tugas tersebut, agar tangan saya bisa beristirahat.
Mengenang masa itu, saya dapat memahami bagaimana perasaan Daud ketika ia
menulis,
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
Menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku
dahsyat dan ajaib;
Ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar
menyadarinya.”
(Mazmur 139:13-14)
Dapatkah Anda membayangkan Tuhan merajut dan menjahit Anda bahkan sebelum
Anda lahir? Ini merupakan suatu pemandangan yang menakjubkan untuk membayangkan
Tuhan semesta alam dengan perlahan, hati-hati, dan dengan sengaja merangkai susunan
tubuh kita. Dan saya percaya Tuhan tidak pernah berhenti merajut diri kita satu
per satu.
Sementara kita bertumbuh secara rohani, Tuhan membentuk kembali karakter kita seperti saya kembali membentuk celana jeans-Lucky
favorit saya menjadi celana pendek. Sementara itu, kita memperoleh pemahaman
yang lebih baik tentang kasih Allah dan kasih karunia Allah yang kekal itu bagi
kita, pemahaman kita akan bertumbuh, dan berbagai hal yang digunakan untuk
menyesuaikan diri kita tidak lagi dilakukan. Hanya, atasilah sifat-sifat yang
lama, perilaku-perilaku lama, dan cara berpikir yang lama, seperti yang sering kita
lakukan dalam mengatasi pakaian kita
Karakter kita sangatlah penting dan merupakan salah satu dari beberapa hal
yang dapat selalu kita pakai di mana saja, termasuk di surga. Nyonya White
mengatakan, "Ciri-ciri karakter yang Anda hidupkan dalam kehidupan ini,
tidak akan diubah oleh kematian ataupun kebangkitan. Anda akan datang dari
kubur dengan watak yang sama dengan yang Anda hidupkan dalam rumah Anda dan di
masyarakat. Yesus tidak mengubah karakter pada kedatangan-Nya. Pekerjaan perubahan
harus dilakukan sekarang. kehidupan kita sehari-hari menentukan nasib kita...
karakter harus dibentuk sementara kita berada di negara percobaan ini, hingga
kita cocok untuk rumah di surga." (White E.G., Character Development).1
Saya sangat gembira oleh karena Allah terus memperbarui dan mengubah diri kita segera setelah kita keluar dari
rahim ibu kita. Dia tidak pernah mencampakkan kita ketika kita tampaknya sudah
tidak cocok di mana kita seharusnya berada, tapi Ia memeliharakan kita. Dia
menuntun kita melalui cobaan-cobaan yang berbeda dan melalui fase belajar dari
kehidupan, yang kadang-kadang kita dapat rasakan seolah-olah Dia sedang merobek
kain kehidupan kita. Tapi Dia tidak melakukannya! Dia membuat kita, membentuk
dan membentuk kita kembali menjadi karya-Nya yang menakjubkan. Ia bekerja keras
untuk kita dengan kasih setia-Nya, dan Allah Bapa bekerja sama dengan Yesus dan
Roh Kudus sebagai satu kesatuan, sampai pekerjaan itu telah diselesaikan.
Ketika saya akhirnya selesai memperbarui celana jeans-Lucky favorit saya
itu, saya mencucinya, membuatnya tampak baru. Tuhan juga membasuh kita, dan
kita menjadi ciptaan baru melalui baptisan. Jadi sekarang ketika Anda
memikirkan pembaruan atau proses pembaruan, saya ingin Anda tidak hanya
memikirkan tukang periuk dan tanah liatnya, tetapi juga membayangkan seorang
perancang dengan kainnya. Membentuk dan membentuk kembali pakaiannya sampai
menjadi ciptaan yang indah yang sudah selesai. Sama seperti Perancang Surgawi
kita yang merajut kita lagi dan lagi.
Ketika Anda menjalani perjalanan hidup Anda, saya mendorong Anda untuk
merangkum saat-saat ketika Allah memperbarui
Anda. Mungkin tidak selalu terasa nyaman dan Anda mungkin tidak selalu memahami
proses perubahan ini. Tapi ingatlah selalu, kehidupan kita sehari-hari
menentukan nasib kita. Dan kita harus disesuaikan untuk rumah surgawi kita bersama
Kristus. Biarkan Perancang Menakjubkan semesta alam itu membentuk Anda kembali sekarang. Maukah Anda memilih Yesus hari ini? Saya
berdoa jawabannya adalah ya.
________________________________________________________________________
1White, E.G. Character
Development. (n.d.). Retrieved 9 November 2016, dari http://www.ellenwhitedefend.com/subjects/char-dev.htm
|
TETAP
NYATA
MARIA MANDERSON
|
MARI KITA
LANJUTKAN…
Di Amerika Serikat, terus-menerus terjadi pertentangan pendidikan seks di
sekolah-sekolah antara metode yang mengajarkan penahanan nafsu melawan metode
"hubungan sex yang aman," yang tampaknya tak pernah berakhir. Di satu
sisi ada banyak orang Kristen yang benar-benar yakin bahwa menahan nafsu
merupakan satu-satunya cara untuk mencegah penyakit menular seksual dan
kehamilan (yang tidak diinginkan) di kalangan remaja yang belum menikah. Di
sisi lain, ada orang-orang yang berpikir bahwa jenis pemikiran inilah yang
menyebabkan masalah. Mereka berpikir bahwa mengubur kepala di dalam pasir dan
berpura-pura bahwa orang yang belum menikah tidak akan berhubungan seks, adalah
naif dan tidak bertanggung jawab, dan merupakan penyebab kenaikan jumlah
kehamilan yang tidak direncanakan di kalangan kaum muda.
Minggu ini kita akan mendapatkan pelajaran sejarah yang akan mengingatkan
kita, sebagian dari perjalanan gereja Kristen dan kebutuhan kita akan reformasi
pribadi dalam kehidupan kita. Namun, saya ingin menyisihkan sedikit waktu untuk
melihat langkah-langkah yang sering diabaikan pada tangga pembaruan pribadi,
kebutuhan untuk menggali lebih dalam dan melepaskan diri dari menipu diri
sendiri. Mungkin, bahkan mengetahui kekosongan air rohani yang kita minum dan
mengizinkan kita sendiri untuk menghadapi orang muda zaman ini. Tidak, bukan
hanya pemuda, tapi kita semua.
Secara historis, gereja Kristen selalu mengajarkan bahwa menahan nafsu—kesucian
hingga pernikahan—adalah rencana Allah dan diperlukan bagi martabat manusia
secara individu dan kesehatan yang berkesinambungan dari keluarga manusia. Tapi
ini bukanlah yang dunia ajarkan, orang-orang muda dibombardir dengan informasi
tentang bagaimana cara mendapatkannya dengan "aman." Topik ini
mungkin kasar, tapi nyatanya banyak orang-orang muda kita yang sedang belajar
seni memperoleh dari dan bukannya memperoleh dengan. Bagi mereka itu bukan
tentang kemurnian dan integritas, melainkan tentang seberapa pintar Anda dapat
dan seberapa jauh Anda bisa pergi tanpa pergi terlalu jauh. Dan jika Anda
berpikir ini hanya tentang seks, tidak. Ini adalah perangkap yang berbahaya, ini
adalah perilaku gaya hidup yang ketika dipupuk, muncul di banyak bagian
kehidupan kita—merokok, berbuat curang, mencuri, ketidakjujuran dalam berbagai
bentuk yang berbeda.
Jadi, dalam budaya yang seperti ini, bagaimanakah kita dapat menolong
anak-anak kita menghindari ideologi-ideologi dan praktek-praktek mematikan kemudian
menganut gaya hidup yang murni dan berintegritas?
Saya pikir inilah masalah yang juga Yesus hadapi—orang-orang menghindari
masalah nyata dan menjadi dangkal. Membalut masalah dengan perban, gantinya
pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan. Menipu diri mereka sendiri. Menipu
diri kita sendiri.

Sebagai seorang
pengkhotbah atau guru Yesus berdiri tegas. Tidak ada jalan tengah, pedang-Nya memang bermata
dua. Sebagai contoh, ketika kita melihat interaksi-Nya dengan Perempuan Samaria
di sumur, kita tidak melihat Ia mempermalukan atau merendahkan diri perempuan
itu, juga tidak menceritakan kepada murid-murid bagaimana rusaknya moral
perempuan itu. Juga kita tidak melihat Dia menghindari masalah atau mendorongnya
untuk terus melakukan apa yang dia lakukan. Sebaliknya, Dia langsung menuju ke permasalahannya,
Ia mencontohkan apa yang sudah ia ketahui, ya, di dalam hatinya, perempuan itu mengetahui
apa yang ia lakukan itu adalah salah, ia tahu pria yang sedang tinggal
bersamanya itu bukanlah suaminya. Dengan lemah lembut, Ia menjangkau lebih
dalam ke hati nurani perempuan itu, dan Ia memperlakukannya dengan hormat.
Minggu ini merupakan kesempatan lain untuk menuntun seperti yang Yesus lakukan.
Pelajaran ini ditulis untuk menjangkau orang muda berusia 10-15 tahun. Ini
adalah usia di mana mereka paling terbuka untuk ide-ide baru dan pengalaman-pengalaman
baru. Mereka berani mengambil risiko. Mari kita manfaatkan periode pertumbuhan
mereka ini secara positif dengan menyediakan lingkungan yang aman, di mana
pengalaman-pengalaman baru yang dapat menuntun pada pertumbuhan rohani yang dapat
dibimbing dan diuji. Sama seperti yang Yesus lakukan kepada Perempuan Samaria
itu, marilah kita mengasihi mereka dan memberitakan
kebenaran pada mereka. Doronglah mereka untuk menelusuri jauh ke dalam hati
untuk membuat perubahan. Bantu mereka melihat sampai ke jantung permasalahannya.
Kita sedang berhadapan dengan isu keselamatan—isu hidup dan mati (lihat 2 Korintus
2:14-17). Sediakanlah lingkungan yang aman dan selamat bagi mereka untuk
membahas isu-isu yang ada dalam pikiran mereka. Pada akhir setiap pelajaran ada
pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan, gunakanlah secara bijaksana. Buatlah
Pekan Doa ini menjadi suatu minggu yang mendalam bagi kelompok Anda.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut tentang perencanaan, dan
capailah hasil maksimal dari kelompok-kelompok kecil Anda.
|
KEGIATAN DAN CATATAN
|
PEMBENTUKAN
DAN PEMBENTUKAN KEMBALI
Pilihan
Kegiatan, dll.
|
Catatan: Pemimpin harus membuat sesi interaktif yang
menarik dan alami. Jangan ragu untuk menyesuaikan setiap latihan menurut
besarnya kelompok. Biasakan diri dengan "interaksi" segmen sebelum
sesi dan pastikan untuk menanamkan kegembiraan dalam setiap ilustrasi.
|
Tema Pekan Doa ini adalah Pembaruan. Kita akan menggunakan kerangka
Pembaruan Protestan abad ke-16, terutama karya Martin Luther di dalamnya, tapi
kepentingan terbesar kita adalah membantu orang-orang muda untuk melihat upaya
pembaruan dalam kehidupan pribadi, gereja, dan komunitas mereka. Kita tidak
ingin mereka berpikir bahwa pembaruan itu hanyalah perubahan dari bukan
pengikut Tuhan menjadi pengikut Tuhan. Itu, secara alami, adalah dasar dari
semua reformasi, tetapi dapat dalam bentuk yang berbeda-beda.
Ketika kita membuat suatu permulaan baru, seperti pindah, pergi ke sekolah
baru, mendapat pekerjaan baru (atau pekerjaan pertama kita), atau mulai
berpacaran, kehidupan kita dibentuk kembali, berubah bentuk ke dalam konfigurasi
yang berbeda. Kadang-kadang konfigurasi ini bukan dari perbuatan kita sendiri;
orang tua kita mungkin bercerai atau menikah lagi, atau boleh jadi kita sakit
atau kehilangan orang yang dikasihi.
Ketika pembentukan kembali ini terjadi dalam kehidupan kita, bagaimanakah
tanggapan kita? Siapakah kita sekarang, dalam situasi yang baru ini? Apa yang
dapat kita lakukan untuk mempertahankan identitas batin kita dan keamanan dalam
kasih Allah dan orang-orang yang mengasihi kita, sementara juga merespon secara
kreatif berbagai hal dengan cara--caara yang baru? Pelajaran berikut tidak
mengatasi masalah ini secara aktif, tetapi akan meletakkan dasar untuk
menghadapi semua perubahan
hidup—dasar iman kepada Tuhan dan ketetapan-Nya bagi kita.
Kegiatan
Untuk membantu
memperkuat pekabaran Pekan Doa ini:
- Anda memerlukan berbagai bentuk bahan bangunan mainan yang dapat digunakan ulang. Seperti tanah liat mainan atau adonan mainan, asalkan tetap lembut sepanjang minggu, beberapa bentuk batu bata mainan, mainan tinker, atau jenis lain dari bahan bangunan mainan, atau bahkan barang-barang bekas.
- Setelah presentasi pertama, mintalah orang-orang muda menciptakan sesuatu yang akan mengingatkan mereka tentang ide utama yang mereka terima dari pelajaran tersebut.
- Biarlah mereka tidak menggunakan lem atau mengencangkannya secara permanen dengan cara apapun.
- Setelah masing-masing presentasi, mintalah mereka membongkar apa yang telah mereka buat malam sebelumnya dan menciptakan sesuatu yang baru yang membuat mereka memikirkap apa yang mereka pelajari pada hari itu.
- Mereka dapat mulai melihat bahwa bahan yang sama dapat membuat banyak bentuk berbeda, sebagian lebih baik dari yang lain.
- Pada malam final mintalah mereka memilih ide favorit mereka selama minggu ini lalu membuat sesuatu yang menggambarkan hal tersebut.
- Ide-ide lainnya akan mencakup permainan perang, permainan tim, membuat poster-poster dan kolase, atau membuat kartu-kartu ucapan untuk dibawa ke rumah-rumah sakit, panti-panti jompo, dan panti-panti asuhan.
- Pilihlah lagu-lagu dan doa yang akan membawa pulang kebenaran abadi yang disampaikan dalam pelajaran-pelajaran tersebut.
- Mungkin beberapa orang muda Anda ingin menulis puisi atau lagu-lagu untuk digunakan. Mereka dapat membuat sebuah drama komedi atau program pendek lainnya untuk ditampilkan di gereja setelah minggu itu berakhir.
Catatan Bagi Pemimpin:
- Sebuah kata yang akan sering Anda lihat digunakan adalah api penyucian. Menurut Wikipedia, ensiklopedia bebas, dalam teologi Kristen, dan terutama dalam teologi Katolik, Api Penyucian adalah keadaan antara setelah kematian fisik di mana mereka yang ditakdirkan untuk surga "menjalani pemurnian, sehingga mencapai kesucian yang dibutuhkan untuk memasuki sukacita surga". Hanya mereka yang mati dalam keadaan kasih karunia namun belum memenuhi hukuman sementara karena dosa mereka dapat masuk ke dalam Api Penyucian, dan oleh karena itu tidak ada seorang pun di dalam Api Penyucian akan tinggal selamanya di tempat itu atau masuk ke dalam neraka.
- Kata lain yang akan Anda lihat adalah indulgensi. Menurut Wikipedia, ensiklopedia bebas, Indulgensi (dalam Gereja Katolik Roma) adalah hibah dari Paus terhadap pengampunan hukuman sementara di dalam api penyucian karena dosa-dosa yang masih ada setelah pengampunan. Penjualan indulgensi secara tidak terbatas merupakan suatu penyalahgunaan yang meluas selama Abad Pertengahan.
Silakan mencari cara yang sesuai dengan usia untuk menjelaskan makna yang
benar dari kata-kata, dalam konteks, untuk audiens Anda.
Informasi mengenai CATATAN DOA DAN
PERJANJIAN KELOMPOK KECIL dapat ditemukan di website kami,
gcyouthministries.org. Salinan perjanjian terlampir pada halaman 67, dan
panduan catatan pada halaman 65. Tapi silahkan unduh panduan lengkap dari
website kami untuk informasi lebih lanjut.
Harap mencetak dan memberikan salinan dari perjanjian tersebut bagi anggota
kelompok kecil Anda. Diskusikanlah aturan-aturannya dan minta mereka
menandatangani salinan tersebut di hari pertama pertemuan kelompok kecil Anda.
|
KHOTBAH
|
HARI KE-1
HANYA
ALKITAB SAJA
Pada abad ke-15 dan 16, ketika Reformasi besar Protestan terjadi, kita
berpikir tentang para pembaharu seperti Martin Luther, Jan Hus, Huldrich
Zwingli, dan Jerome dari Praha. Tapi sesungguhnya bukan mereka yang memulai pembaruan
itu.
Allah yang melakukannya!
Sejak hari Allah menciptakan bumi ini dan penduduknya, Roh Kudus telah
aktif. Anda bisa melihatnya dalam Kejadian 1:2: "...dan Roh Allah
melayang-layang di atas permukaan air" (Apakah Anda tahu kata Ibrani yang
diterjemahkan "melayang" adalah kata yang digunakan ketika induk burung
yang sedang duduk di atas telur mereka? Bukankah itu merupakan gambaran yang
menghangatkan hati, Roh Kudus melayang-layang di atas kita dan mengangkat kita demikian
hati-hati seperti induk burung membesarkan anak-anaknya?)
Anda dapat melihat Roh Kudus di seluruh Kitab Perjanjian Lama, memberikan
pekabaran melalui para nabi, memohon agar manusia mau mengikut Tuhan.
Roh Kudus memenuhi Yesus sepanjang hidup-Nya, dan janji terakhir Yesus
kepada murid-murid-Nya pada malam sebelum Dia mati adalah termasuk janji ini:
"Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam
nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan
mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu"(Yohanes
14:26).
Jadi, sepanjang Abad Kegelapan, ketika agama yang tidak berdasarkan Firman
Tuhan terus mencekam sebagian besar dunia ini, Roh Kudus masih tetap aktif. Ia
adalah Roh yang mendorong Luther dan Hus dan semua pembaru lainnya untuk
membaca Alkitab bagi diri mereka sendiri, dan bahkan dalam beberapa kasus,
menerjemahkannya ke dalam bahasa mereka sendiri. Luther menerjemahkan Alkitab
ke dalam bahasa Jerman, dan John Wycliffe ke dalam bahasa Inggris. Itu adalah
Roh yang sama, yang "mengajarkan segala hal dan mengingatkan kita akan apa
yang Yesus ajarkan, "yang menunjukkan bahwa semua iman haruslah
berdasarkan firman Allah, bukan ajaran ciptaan atau plintiran manusia.
Itu adalah Roh Kudus yang menyebabkan semakin banyak orang di seluruh dunia
ini yang menyadari bahwa mereka bisa membaca dan memahami Alkitab bagi diri
mereka sendiri, dan bahwa ketika mereka melakukannya, pembaruan adalah
hasilnya.
Pembaruan. Apa lagi itu? Pembentukan ulang? Memisahkan sesuatu dan
membuatnya berbeda?
Hari ini kita akan menemukan bahwa dengan lebih memahami Firman Tuhan, itu
akan menolong kehidupan kita sendiri. Kita akan melihat tiga kisah pembaruan
dari Alkitab, dan kita akan coba melihat apa makna kisah tersebut bagi
kehidupan pribadi kita dan bagi masyarakat.
Tukang Periuk
Bacalah (atau minta seseorang untuk membacakan)
Yeremia 18:1-6
Dalam kisah ini, Tuhan sedang berbicara kepada seluruh bangsa Israel. Dia
mengingatkan manusia melalui para nabi, bahwa Ia memiliki kuasa dan hak untuk membentuk
kembali bangsa mereka dengan cara apapun yang dilihat-Nya cocok. Namun,
meskipun Dia memiliki hak prerogatif itu, Dia tidak bertindak dengan cara yang
sewenang-wenang. Ketika Dia melihat umat-Nya sesat, Dia selalu meminta mereka
untuk bertobat dan menawarkan pada mereka kesempatan untuk menjadi taat. Hal
ini masih tetap berlaku, tentu saja! Gereja zaman ini dapat menuju ke arah yang
salah, jauh dari Firman Allah dan jauh dari kasih, dan Tuhan dapat menggunakan berbagai
keadaan atau melakukan berbagai hal sekaligus, guna mendapatkan perhatian
mereka sebagai suatu kelompok kemudian memperbarui mereka.
Namun ketika tiba pada hal tersebut, didapati bahwa pembaruan selalu
diawali dengan satu individu.
Martin Luther, Jan Hus, John Wycliffe: masing-masing mereka hanya satu
orang. Masing-masing mempelajari Alkitabnya dan berusaha untuk mengizinkan
Tuhan membentuk kembali (kata lain untuk pembaruan) kehidupannya agar lebih
menyenangkan Tuhan. Masing-masing, tidak diragukan lagi, telah terkejut
mengetahui bagaimana upaya pribadinya untuk lebih mengikut Tuhan akan menyebar
kepada ribuan orang, dan masih akan dibicarakan lagi sekarang ini.
Mari kita melihat kembali pada kisah kita. Apa yang tukang periuk itu
gunakan? Kisah ini sangat baik sebagai contoh, karena tukang periuk itu sedang membuat
sesuatu dari bahan yang Allah gunakan untuk menciptakan kita—dari debu tanah.
Tanah liat saat ini bisa dibeli di toko-toko, sehingga beberapa orang mungkin
tidak tahu bahwa itu berasal dari tanah, sering dari sungai. Di zaman Yeremia,
ada lebih banyak tahapan-tahapan untuk membuat sebuah bejana dari tanah liat.
- Pertama, tukang periuk atau asisten mereka pergi dan mencari tanah liat simpanan lalu menggalinya untuk diri mereka sendiri.
- Kemudian mereka harus memilih batu-batu dan puing-puing, kemudian menguleni tanah liat itu sampai lembut dan dapat dibentuk menjadi sesuatu. Ini kadang-kadang lebih rumit daripada membuat bejana itu sendiri!
- Tukang periuk kemudian membuat bejana-bejana. Jika tidak puas dengan yang pertama, dia bisa menghancurkannya dan membentuknya kembali sampai ia puas.
- Bejana-bejana itu kemudian dikeringkan.
- Bejana tersebut bisa mengkilap atau tidak, tapi akhirnya harus dibakar dalam tungku yang sangat, sangat panas yang disebut kiln, agar kuat dan tidak dapat dipecahkan. Beberapa bejana akan pecah di dalam kiln, dan tidak dapat digunakan, meskipun tukang periuk tersebut telah mengupayakan yang terbaik.
Apa pendapat Anda tentang setiap langkah berarti
dalam kehidupan Kristen? Apakah Tuhan keluar lalu mencari kita? Bagaimanakah
cara-Nya mengeluarkan kotoran dan puing-puing dari dalam kehidupan kita?
Bagaimana Ia membentuk, dan kadang-kadang membentuk kita lagi? Apakah yang
menyerupai api dalam kehidupan yang membuat kita kuat?
Seperti yang Anda lihat dalam kisah Yeremia, bukan seperti tanah liat, kita
punya pilihan. Kita dapat melawan Allah, dan berdebat, dan bahkan menolak untuk
dibentuk atau diperbarui oleh-Nya. (Tolong jangan lakukan itu!) Tapi yang
penting adalah, yang melakukan pembentukan itu adalah Allah, bukan kita. Jika
kita coba merubah sendiri kehidupan kita, kadang-kadang kita justru dapat
melakukan lebih banyak kerusakan daripada jika kita tidak menolak untuk diperbarui.
Seperti semua perumpamaan, ada rincian yang tidak tepat sesuai pengalaman
manusia. Allah tidak menghancurkan kita lalu memulainya dari awal! Dia
menggunakan apa adanya kita kemudian mengarahkan kita. Mungkin itu lebih
seperti pemangkasan—kisah kita yang kedua.
Tukang Kebun Anggur Atau Tukang Kebun
Baca atau mintalah seseorang membacakan Kitab
Yohanes 15:1-8.
Dalam hal ini, seseorang bekerja dengan sesuatu yang hidup. Pokok anggur
diberi makan, disiram, dipupuk, dan diikat ke tiang dengan kawat sehingga
mereka ditopang. Ketika buah-buah anggur muncul, tandannya dipotong dan dimakan
atau digunakan untuk membuat berbagai variasi makanan. Setiap tahun, beberapa
cabang pokok anggur yang sulit untuk bertumbuh, dipotong lalu dibakar. Jika
pokok anggur memiliki perasaan, mungkin ia akan sangat marah dengan hal ini! Tapi
jika ia memiliki perasaan, tukang kebun mungkin dapat menjelaskan bahwa dia
melakukannya agar pokok anggur itu menghasilkan lebih banyak lagi buah anggur. Pokok
anggur secara harfiah dibentuk lagi setiap tahunnya sementara ia bertumbuh
lebih tua dan lebih besar.
Apakah ada pokok anggur (atau tanaman makanan merambat) di mana Anda
tinggal? Apa yang dapat Anda bagikan mengenai perawatan dan produksi mereka?
Sekali lagi, ada langkah-langkahnya. Sekali lagi, kita punya pilihan. Tapi kisah
ini membuat kita lebih mudah untuk melihat bagaimana Tuan Pemilik Kebun Anggur
hati kita menggunakan pola pertumbuhan pribadi kita sendiri untuk menolong kita
menjadi yang terbaik yang kita bisa. Kehilangan dapat menjadi keuntungan,
meskipun saat itu kita tidak dapat merasakannya seperti itu.
Mari kita lihat sebuah kisah yang menunjukkan Allah melakukan pekerjaan ini
terhadap manusia.
Petrus: Dari Besar Mulut Menjadi Besar Hati
Yohanes 1 menunjukkan Petrus segera mengikuti Yesus ketika saudaranya
Andreas berkata padanya, "Kami telah menemukan Mesias!" Lukas 5
menunjukkan dia, bersama saudaranya dan teman-temannya memilih untuk seterusnya
mengikut Yesus. Dari titik tersebut, ada banyak cerita yang menunjukkan bahwa
Petrus cenderung berbicara lebih dulu dan berpikir kemudian. Namun ia adalah
salah satu dari lingkaran tiga murid yang kadang-kadang Yesus bawa saat Dia
meninggalkan yang lain. Petrus ada di sana ketika Yesus membangkitkan anak
perempuan Yairus (Markus 5). Dia ada di sana ketika Yesus berubah rupa (Matius
17; Markus 9).
Mungkin kisah yang menunjukkan yang terbaik dan terburuk dari Petrus adalah
kisah ini. Baca atau mintalah seseorang
membaca Matius 14: 25-33.
Hal terbaik apakah dari diri Petrus dalam kisah ini? Apa yang terburuk?
Apakah menurut Anda Yesus sudah membentuk dan membentuk kembali Petrus?
Kadang-kadang, peristiwa yang membuat kita merasa kita telah dihaluskan
datang dari pilihan kita sendiri. Seperti itulah Petrus. Baca atau mintalah seseorang membaca Lukas 22:31-34. (Biarkan Lukas 22 tetap terbuka).
Ini adalah peringatan keras dari Yesus. Petrus dapat mendengarkan dan tidak
harus mengalami kejatuhan besar malam itu.
Tapi dia tidak melakukannya
Ingatkah Anda apa yang terjadi di pengadilan Imam Besar? Orang-orang terus
mengatakan bahwa Petrus adalah salah seorang pengikut Yesus, dan Petrus
menyangkal mereka lebih dan lebih keras lagi. Sekarang bacalah ayat 60-62.
Jika ada seseorang yang pernah hancur di roda kehidupan tukang periuk, itu
adalah Petrus. Tapi Tuhan tidak melakukannya—Petrus melakukannya pada dirinya sendiri!
Petrus sekarang berada di tempat yang sangat berbahaya secara rohani. Dia
memiliki dua pilihan. Dia bisa meninggalkan Yesus selamanya. (Itu adalah
pilihan yang Yudas buat, pada malam yang sama). Atau ia bisa membiarkan dirinya
harus diperbarui oleh Allah menjadi sesuatu yang lebih berguna daripada yang Petrus
dapat bayangkan.
Petrus menangis. Yesus dibunuh, dan Petrus kembali menangis. Para wanita
melaporkan bahwa kubur Yesus itu kosong dan para malaikat mengatakan Yesus
sudah bangkit. Petrus mengejar Yohanes ke kubur dan mengalahkannya, tapi tidak
tahu apa yang harus dirasakan ketika dia melihat tempat yang kosong.
Yesus tidak berniat membuang Petrus sebagai orang yang tidak berguna,
meskipun Petrus sendiri mungkin berpikir bahwa hal itu pantas baginya. Setiap
kali Anda merasa tidak berguna dan berdosa, bacalah seluruh Kitab Yohanes 21
dan semoga Anda terhibur. Tapi sekarang, bacalah atau mintalah seseorang
membacakan ayat 15-17.
Menurut Anda, mengapa Petrus sekarang siap untuk menggembalakan domba-domba
Yesus? Apakah Anda tahu ia menjadi salah satu pemimpin terbesar dalam gereja mula-mula
setelah Yesus kembali ke surga? Dan itu semua karena ia memilih untuk
membiarkan Tuhan memperbarui dirinya berulang-ulang, sedikit demi sedikit
(sering Tuhan bekerja dengan cara itu) sampai Petrus bisa menjadi yang terbaik.
Penerapan Pribadi
Sekarang, di banyak negara, kita tidak menghargai kebebasan kita untuk
memiliki dan membaca Alkitab dalam bahasa kita sendiri. Jika Anda menggunakan
bahan-bahan dari Departemen Pelayanan Pemuda Advent General Conference, Anda
mungkin berada di negara di mana Anda bisa menjadi seorang Kristen. Tapi
bagaimana jika Anda tidak? Bagaimana jika Anda tinggal di tempat di mana sulit,
atau dianggap ilegal, atau bahkan berbahaya untuk memiliki dan membaca Alkitab?
Ada kemungkinan orang-orang harus berjuang untuk itu agar menghargai Firman
Allah lebih dari mereka yang bisa memperolehnya begitu saja. Salah satu prinsip
terpenting yang Martin Luther ajarkan pada orang-orang di zamannya adalah
"sola scriptura," yaitu, "hanya Alkitab." Dia bermaksud
bahwa kita harus mendasarkan hidup, keyakinan, dan tindakan kita pada apa yang
Allah ajarkan dalam Firman-Nya, bukan pada aturan-aturan atau ritual-ritual
yang dibuat oleh manusia. Tidaklah salah membuat peraturan-peraturan atau
ritual-ritual—tapi itu haruslah menjadi yang sekunder dibanding dengan Firman
Allah.
Bagaimana kita dapat mengetahui jika kita sedang mempelajari kebenaran
seperti yang terdapat dalam Alkitab? Apakah Anda mempercayai pendeta atau guru
Anda? Saya harap demikian. Tapi Anda harus menyelidiki sendiri apa yang Alkitab
ajarkan. Berikut ini adalah sesuatu yang lain yang Nyonya White katakan: "Adalah
pekerjaan dari pendidikan sejati... untuk melatih orang muda untuk menjadi para
pemikir, dan bukan hanya sebagai pemantul
pemikiran orang lain saja." (Pendidikan,
hal.17).1
Setiap orang perlu mengetahui apa yang dia percayai dan mengapa. Ini hanya
diperoleh dari mempelajari Alkitab setiap hari. Komentar dan buku-buku tentang
Alkitab, bahkan pelajaran Sekolah Sabat Anda, dapat menjadi alat yang baik, namun
itu tidak boleh mengambil tempat dari Alkitab itu sendiri. Carilah terjemahan
yang mudah Anda pahami, tapi yang disiapkan dengan hati-hati dari bahasa
aslinya. Anda dapat menggunakan salah satu rencana yang membantu Anda dalam membaca
Alkitab selama satu tahun, tetapi janganlah hal itu hanya membuat Anda
terburu-buru melewati ayat-ayat yang ditugaskan untuk hari tersebut. Jauh lebih
baik Anda mengambil waktu, berdoa, dan memahami apa yang Anda baca, meskipun
dibutuhkan lima tahun, daripada "menyelesaikannya" namun tidak
mengerti apa yang telah Anda baca.
Anda dapat mulai dengan salah satu bagian dalam pelajaran ini. Gunakan
waktumu. Carilah rinciannya. Carilah hal-hal yang khusus yang akan menolong Anda.
Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
- Apa makna ayat ini bagi orang-orang pada masa yang lalu?
- Apa maknanya bagi saya sekarang?
- Apa yang Tuhan minta dari saya?
- Apa yang ingin saya tanyakan pada Tuhan? (Ingat, selalu dapat diterima bila Anda mengakui kepada Allah bahwa Anda tidak mengerti, dan apa yang perlu Anda minta adalah kebijaksanaan! Lihat Yakobus 1:5).
Apapun metode yang Anda gunakan, inilah yang benar-benar penting: Berdoa. Membaca.
Berdoa. Ulangi.
Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan
- Manakah dari kisah pembaruan dari Alkitab yang telah kita baca yang paling berarti bagi Anda sekarang, dan mengapa?
- Diskusikan berbagai jenis pembaruan yang telah Anda alami. Apakah Anda mengubah perilaku atau pilihan dari yang buruk menjadi baik? Apakah hidup Anda tadinya telah "berantakan" dan telah dibentuk kembali menjadi sesuatu yang berbeda? Bagaimana Anda mengatasi hal tersebut?
- Apakah Anda berpikir bahwa gereja atau sekolah sedang memerlukan berbagai bentuk pembaruan? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu?
- Cara-cara yang berbeda apa saja yang Anda gunakan setiap kali Anda mempelajari Alkitab? Buatlah komitmen untuk belajar dengan setia. Anda bisa membentuk teman berdoa / belajar untuk saling mendorong dan membantu satu sama lain. Pastikan ada suatu aturan yang tegas, bahwa: apa yang didoakan bersama teman adalah bersifat rahasia. Jika teman Anda menyampaikan sesuatu yang menurut Anda harus diketahui oleh orang dewasa, desak dia untuk memberitahukan hal itu pada seseorang, atau tawarkan untuk menelusurinya, tapi jangan melanggar kerahasiaan kecuali jika Anda yakin hal itu menyangkut keselamatan dirinya. Dan bahkan kemudian berdoalah sungguh-sungguh dan minta orang dewasa yang Anda sendiri percayai, tanpa membeberkannya secara rinci sampai orang dewasa pikir itu perlu.
______________________________________________________________________________
1White,
E. G. (1952). Education. Mountain View, CA: Pacific Press Pub. Association, 17.
HARI KE-2
KESELAMATAN HANYA OLEH KASIH
KARUNIA
Ketika salah
seorang pembaru besar, Martin Luther, menemukan Alkitab bagi dirinya sendiri,
ia mulai mempelajari bahwa banyak yang telah diajarkan di gereja waktu itu
adalah palsu. Mungkin hal
yang paling penting Luther pelajari adalah keselamatan oleh kasih karunia.
Apa Yang Mereka Percayai
Ketika itu, Gereja Katolik, yang memegang kekuasaan atas sebagian besar
dunia Eropa, mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tidak hanya dengan
kecenderungan untuk berbuat dosa karena kejatuhan Adam dan Hawa, tapi sudah bersalah, seolah-olah mereka telah
melakukan dosa Adam sendiri. Oleh karena itu, jika bayi yang baru lahir
meninggal sebelum dibaptis dengan menaruh air di atas kepalanya, bayi itu akan
masuk ke limbo (tempat pembuangan). Sepanjang hidup mereka, mereka khawatir
terus-menerus tentang dosa, mengadakan pengakuan iman dan melakukan penebusan dosa seperti membaca doa,
membayar uang ke gereja, melakukan perbuatan-perbuatan baik, atau puasa tanpa
makanan atau air untuk sementara waktu.
Tuhan dipandang sebagai Allah yang sangat pemarah dan pendendam. Beberapa
orang bahkan menyiksa diri sebagai usaha untuk mendapatkan pengampunan-Nya. Hal
yang paling umum yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kemurahan Allah
adalah menghadiri misa setiap hari.
Kepercayaan terhadap misa merupakan hal yang fundamental dalam agama
Katolik abad pertengahan. Misa atau Ekaristi, adalah salah satu nama untuk
menyebutkan Perjamuan Tuhan. Selama Misa, imam memberkati anggur dan roti
perjamuan khusus, yang kemudian diyakini menjadi tubuh dan darah Yesus yang
sebenarnya; segera sesudah dikuduskan, elemen-elemen itu berhenti menjadi roti
dan anggur dan benar-benar menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Ketika orang
mengambil bagian dalam misa, mereka mendapatkan "prestasi" di hadapan
Allah.
Bahkan jika seseorang melakukan semua hal ini dengan tepat seumur hidupnya,
keselamatan masih juga belum terjamin. Pada saat kematian, roh seseorang, (yang
menurut mereka hidup selamanya, dengan atau tanpa Allah), hampir tidak pernah
langsung masuk ke surga. Pertama harus pergi dan disiksa dahulu selama
berhari-hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun, bahkan berabad-abad, di tempat
yang disebut api penyucian.
Apa
Yang Luther Temukan
Ketika ia mulai
membaca sendiri Alkitab, Luther membaca tentang Allah yang sangat berbeda. Dia
membaca bahwa Allah mengasihi kita semua, berusaha keras untuk menyelamatkan
kita sepanjang sejarah, dan bahkan ketika ia menghukum, seperti dalam
Perjanjian Lama, Allah menangisi keharusan itu. Allah mengutus Anak-Nya yang kekasih untuk
menanggung semua hukuman dosa kita. Yesus berkata Ia datang "supaya mereka
mempunyai hidup," (Yohanes 10:10) dan ”setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal!” (Yohanes 3:16)
Rasul Paulus, yang menjadi inspirasi khusus bagi Luther, mengatakan
"seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma
1:17) dan bahwa "karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman… itu
bukan hasil pekerjaanmu” jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8, 9
penekanan ditambahkan). Yakobus 2 mengatakan perbuatan baik seseorang akan
menunjukkan iman orang itu, tapi perbuatan-perbuatan itu tidak menyelamatkan
kita.
Luther tidak percaya pada awalnya.
Ada sebuah dekrit bahwa siapa pun yang merangkak berlutut naik tangga
tertentu di Roma akan mendapatkan pengampunan khusus. Tangga ini disebut
"tangga Pilatus." Itu dipercaya sebagai tangga yang Yesus naiki ke
pengadilan Pilatus, dan bahwa tangga tersebut telah secara ajaib pindah dari
Yerusalem ke Roma. Ketika Luther berhasil mendapatkan kerinduan hatinya selama
ini dan pergi ke Roma, dia berpikir dia harus mencob menaiki tangga itu.
Berikut adalah cara Nyonya White menggambarkannya dalam buku Kemenangan Akhir:
Luther pada suatu hari
menaiki tangga itu dengan sungguh-sungguh, pada waktu mana ia tiba-tiba
mendengar satu suara bagaikan geledek yang berkata, “Orang benar akan hidup
oleh iman.” (Roma 1:17). Ia langsung berdiri dan segera meninggalkan tempat itu
dengan malu dan ngeri. Ayat itu tidak pernah kehilangan kuasa atas jiwanya.
Sejak waktu itu ia melihat lebih jelas dari sebelumnya pendapat yang keliru,
yang mempercayai keselamatan diperoleh atas usaha manusia, dan pentingnya iman
yang terus-menerus kepada usaha Kristus. Matanya sekarang terbuka, dan tak akan
pernah lagi tertutup, karena penipuan kepausan. Pada waktu ia memalingkan
wajahnya dari Roma, hatinya juga ikut berpaling, dan sejak waktu itu jurang
perpisahan pun semakin melebar, sampai akhirnya ia memutuskan semua hubungannya
dengan gereja kepausan. (hal.126).1
Apa Yang Kita Percayai?
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mendaftarkan 28 "dasar kepercayaan"
yang telah kita pelajari secara langsung dari Alkitab. Mari kita lihat beberapa
yang menunjukkan apa yang kita percaya tentang hal ini.
- Kepercayaan #7 menyatakan bahwa kita percaya bahwa manusia “mewarisi sifat alamiah kejatuhan [Adam dan Hawa]" dan berada di bawah kematian. "Mereka terlahir dengan kelemahan dan kecenderungan akan kejahatan."
- Keyakinan #9 menyatakan, "Dalam kehidupan Kristus dari ketaatan yang sempurna kepada kehendak Allah, penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Allah menyediakan satu-satunya sarana penebusan dosa manusia, sehingga orang-orang yang dengan iman menerima penebusan ini dapat memiliki hidup yang kekal ... "
- Keyakinan #10 menyatakannya dengan sangat jelas. Berikut adalah kutipannya, dan situs web di mana Anda dapat membaca semua 28 keyakinan mendasar tersebut, jika Anda mau. "Iman yang menyelamatkan ini datang melalui kuasa ilahi Firman dan pemberian kasih karunia Allah."2
Tapi…?
Dalam hidup Anda, Anda telah mendengar atau melihat umat Advent (mungkin
termasuk Anda) yang tampaknya percaya bahwa mereka hanya dapat diselamatkan
jika mereka percaya kepada Yesus dan melakukan sesuatu? Percaya dan juga memelihara hari Sabat. Percaya
dan juga membayar persepuluhan. Percaya dan mencoba untuk menjadi sempurna
sepanjang waktu, dan terus-menerus kuatir apakah Anda sudah cukup baik.
Mari kita melihat lebih dekat pada beberapa ayat Alkitab yang Luther
temukan.
Baca atau mintalah seseorang
membaca Roma 1:17.
Inilah ayat yang berdering di kepala Luther, dan yang ia pegang erat
sepanjang hidupnya. Tapi
tahukah Anda bahwa bukan Paulus yang pertama kali mengatakan hal itu? Anda
mungkin berpikir bahwa itu adalah keyakinan Perjanjian Baru. Banyak orang
berpikir Perjanjian Lama mengajarkan bahwa orang diselamatkan oleh usaha, yaitu
dengan mengikuti hukum kudus dan pengorbanan yang sempurna. (Tanyakan apakah ada yang memiliki Alkitab dengan referensi silang
pada bagian marjin Jika demikian, tanyakan kepada mereka apa yang marjin mereka
katatakan tentang Roma 1:17) Jika tidak ada yang tahu, mintalah seseorang
membuka Kitab Habakuk 2:4.
Benar; Rasul itu mengutip dari seorang nabi Perjanjian Lama yang menulis
ratusan tahun sebelum Yesus lahir di dunia ini. Apakah artinya bahwa orang
benar akan hidup oleh iman"? Kata "hidup" bisa memiliki dua arti
yang berbeda: hidup kekal, diselamatkan; atau hidup sehari-hari. Sehingga dapat
diartikan bahwa orang benar diselamatkan dari dosa-dosa mereka dan akan hidup
selamanya bersama Yesus dengan menggunakan iman—yaitu bergantung pada Allah dan
percaya pada Allah. Atau itu juga berarti orang benar akan hidup setiap hari di
bumi ini dengan bergantung dan percaya pada Allah.
Atau ... itu bisa berarti dua-duanya!
Ini bisa juga berarti bahwa sekali Anda menerima tawaran hidup kekal dari
Yesus, Anda dapat bersantai dan mempercayakan pada-Nya untuk menuntun Anda,
bukannya terus-menerus kuatir tentang apakah Anda terlalu berdosa. Ini bisadiartikan
bahwa gantinya mencoba untuk "menebus" dosa-dosa Anda, Anda menerima
pengampunan Allah dan bersandar pada Yesus untuk menuntun Anda membuat pilihan
yang lebih baik di masa yang akan datang. Hidup yang sangat berarti!
Berikut adalah ayat kedua yang Luther temukan, yang menjelaskan tentang
keselamatan secara lebih rinci. Paulus menuliskannya juga dalam suratnya kepada
jemaat di Efesus. Buku ini luar biasa, dan salah satu hal terbaik yang bisa
Anda pelajari saat Anda belajar untuk mempelajari Alkitab Anda sendiri setiap
hari. Sekarang, kita akan menggali suatu ayat dengan lebih dalam lagi.
Bacalah atau minta seseorang
untuk membacakan Efesus 2: 8-9.
Sebab karena kasih karunia
...
Kasih karunia menjadi pengobatan
yang baik bila Anda tidak layak memperolehnya. Ketika seorang teman hanya
tersenyum setelah Anda memperlakukannya dengan tidak baik, itu adalah kasih
karunia. Kasih karunia seseorang adalah baik—kasih karunia Allah adalah sangat
baik bahkan tidak dapat digambarkan! Allah berkata, "Inilah semua
anak-anak-Ku, berada dalam kekacauan besar yang mereka buat sendiri, namun
mereka tidak mungkin keluar oleh diri mereka sendiri. Aku akan mengorbankan
diri-Ku sendiri untuk mengeluarkan mereka. "
Siapakah yang pantas memperolehnya?
Tak seorang pun.
Tapi Allah melakukannya.
Itulah kasih karunia.
…kamu diselamatkan…
Tunggu—sudah diselamatkan? Baca
kembali. Ya, itulah yang dinyatakan. Yesus mati hanya satu kali saja untuk
semua. (9:28) dan Tuhan tidak mau kehilangan satu orang pun, menurut Petrus (2
Petrus 3:9).—dan Peter harus tahu. Yesus pergi ke berbagai penjuru untuk
mengangkatnya kembali ketika ia jatuh. Jadi, kematian dan kebangkitan Yesus
sudah cukup untuk setiap orang di
planet ini untuk diselamatkan... jika saja mereka tidak berpaling!
…oleh iman…
Ini adalah bagian yang tidak boleh ditolak. Kita harus mengatakan,
"Ya." Allah mengulurkan tangan-Nya ke bawah, rindu untuk
menyelamatkan setiap orang. Yang harus kita lakukan adalah mencari, menjangkau,
menggenggam tangan-Nya. Itu saja. Itu akan sulit, tapi—
...itu bukan hasil usahamu,
tetapi pemberian Allah ...
—bahkan iman pun adalah karunia! Kitab Roma 12:3 mengatakan Allah telah
memberikan kepada semua orang suatu ukuran iman. Dalam khotbah baru-baru ini,
saya mendengar seorang pendeta berkata, "Tahukah Anda arti ”semua
orang" dalam bahasa Yunani? Semua
orang!"
Katakan saja, "Ya." Sungguh.
Dan kemudian saat itulah Anda mulai bekerja keras untuk melakukan segala
sesuatu dengan benar dan sempurna, bukan? Jadi dapatkah Anda menunjukkan kepada
Allah betapa Anda sangat bersyukur? Yah, tidak persis.
...itu
bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Bukan hasil pekerjaanmu. (dalam bahasa Yunani, ’bukan’, juga berarti
’bukan’) BUKAN dengan perbuatan.
Fakta: Anda tidak sempurna.
Fakta: Allah mengasihi Anda lebih dari Dia mengasihi pemikiran untuk
menjaga Anak-Nya aman di surga bersama-Nya. Yesus sangat mengasihi Anda Dia
meninggalkan surga dan mengalami kematian yang mengerikan sehingga Anda tidak perlu mengalaminya!
Ya, tentu saja umat Kristen yang
penuh kasih akan mematuhi ajaran Allah dan menjalani kehidupan mereka yang
penuh kasih dengan cara yang mereka ketahui. Ya, mereka akan mempelajari cara
yang lebih baik dan lebih baik lagi untuk melakukan hal itu. Mereka juga akan
memohon pengampunan Allah dan berjuang melawan dosa ketika hidup mereka
berantakan, dan mereka akan mencoba untuk melakukan yang lebih baik lagi. Itu hanya bisa terjadi di dalam hubungan
yang penuh kepercayaan dan kedamaian antara seorang anak Allah dengan Tuhannya
tercinta. Anda dapat mengetahui Yesus mengasihi Anda. Anda dapat berhenti
merasa kuatir tentang apakah anda sudah menjadi cukup baik dan cobalah untuk
bersikap cukup transparan bahwa segenap kasih yang Yesus curahkan pada Anda
akan tercurah pada semua orang di sekitar Anda.
Penebusan Dosa vs Ganti Rugi
Satu poin penting—mari kita mencoba untuk memahami perbedaan antara
penebusan dosa dan ganti rugi. Penebusan dosa adalah tentang membayar dosa-dosa
Anda. Ini sebenarnya tidak mungkin. Ketika Anda melakukan sesuatu yang salah,
seringkali ada cara yang dapat Anda buat, yaitu apa yang disebut "ganti
rugi." Dengan kata lain, jika Anda mencuri sesuatu, mengembalikannya. Jika
Anda berbohong tentang seseorang, kemudian memberitahukan yang sebenarnya pada
orang yang sama, dan meminta maaf dari mereka serta orang yang sudah Anda
jelekkan. Jika Anda belum membersihkan kamar Anda, pergilah bersihkan!
Tapi ini tidak "membayar" dosa, apalagi membuatnya seolah-olah
itu tidak terjadi. Anda tidak dapat "membatalkan ucapan" atau
"membatalkan perbuatan" anda. Anda juga tidak dapat membayar dosa.
Jika Anda mencuri uang dan membayarnya kembali, Anda membayar uang tersebut,
tetapi Anda bukan membayar dosa yang membuat Anda mengingini dan kemudian
mengambil sesuatu yang menjadi milik anak Allah yang lain.
Intinya adalah, hanya Yesus yang
dapat membayar dosa. Pengampunan-Nya kepada Anda Cuma-cuma. Meskipun Anda
mungkin masih menghadapi konsekuensinya, itu tidak ada hubungannya dengan
pengampunan. Semua orang yang akan masuk surga, masing-masing mereka berada di
sana hanya oleh kasih karunia Allah saja.
Pada tahun 1528, dalam sebuah tulisan yang disebut Dalam Iman Dan Datang Kepada Kristus, Luther menulis, "Jika
seseorang membayangkan bahwa ia mampu melakukan sesuatu yang baik dari kekuatannya
sendiri, ia telah membuat Kristus Tuhan sebagai pembohong."3
Dengan kata lain, Yesus berkata hanya Dia sendiri yang dapat menyelamatkan
kita, oleh kehidupan-Nya yang sempurna, kematian, dan kebangkitan menggantikan
kita. Jika kita berkata bahwa kita harus (atau bahkan kita dapat) menambahkan
apapun, kita sedang menyebut-Nya pembohong.
Penerapan Pribadi
Apakah Anda sudah benar-benar paham bahwa keselamatan adalah karunia Allah
semata, atau pernahkah Anda mencoba mengusahakannya sendiri atau mencari
beberapa cara untuk itu? Jika Anda mempunyai keprihatinan apapun tentang hal
ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.
Salah satunya adalah berbicara dengan seorang pendeta yang dapat dipercaya,
guru, atau seorang yang sangat saleh lainnya yang Anda tau dia percaya pada
kasih karunia. Orang-orang ini mungkin terlihat sangat bijaksana bagi Anda,
tetapi mereka semua dulunya juga masih muda, dan mereka dulu juga memiliki
sebagian besar pertanyaan dan keraguan yang sama. Mereka sering dapat mendorong
dan menguatkan Anda.
Hal lain adalah mempelajari subjek dalam Alkitab Anda. Jika Anda membuat
komitmen bahwa Anda akan belajar secara teratur, ini akan menjadi subjek besar
pertama untuk dimulai. Dengan menggunakan konkordansi, Anda setiap kali dapat
melihat semua kata-kata seperti "keselamatan," "iman", atau
"kasih karunia" muncul. Ambil waktu beberapa minggu untuk membaca,
mempelajari dan mendoakan ayat-ayat ini.
Yang paling penting, tentu saja, adalah doa. Katakan pada Yesus betapa
bersyukurnya Anda karena Dia telah menyediakan keselamatan bagi Anda. Katakan
pada-Nya yang sebenarnya jika Anda memiliki keraguan dan pertanyaan atau
mengalami masa sulit. Percayalah, hal itu bisa menjadi semudah itu. Bukan
berarti Dia belum mengetahui hati Anda! Dia dapat menolong Anda lebih baik lagi
jika Anda terbuka pada-Nya dan pada diri Anda sendiri. Minta pada-Nya untuk
menumbuhkan iman Anda dan memberikan ketenangan. Dan sementara itu, ucapkan apa
yang dikatakan oleh seorang ayah dalam Kitab Markus 9:24, "Tuhan, aku percaya.
Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Dengan kata lain, "Aku
mempercayai-Mu! Aku mencoba untuk percaya! Hanya Engkau yang dapat menolong
imanku bertumbuh! "
Terakhir, sediakan waktu bersama orang-orang percaya; orang-orang beriman
dan percaya pada Tuhan atas keselamatan mereka sendiri dan sedang mencoba untuk
belajar hidup seperti yang Kristus kehendaki. Manusia diciptakan untuk
bersosial, dan mereka memiliki banyak pengaruh satu sama lain. Anda
mempengaruhi teman-teman Anda, dan mereka mempengaruhi Anda, setiap hari dalam
hidup Anda. Pastikan bahwa itu adalah pengaruh-pengaruh yang bermanfaat.
Dan jika Anda sudah yakin akan keselamatan Anda di dalam Kristus, Anda
dapat menjadi pertolongan besar bagi teman-teman Anda. Bagikan Kabar Baik ini!
Ini bukan hanya untuk orang-orang kafir; ini merupakan penghiburan dan
pengingat bagi orang-orang percaya juga.
Pertanyaan-Pertanyaan
Untuk Didiskusikan
- Diskusikan reaksi Anda tentang bagian awal pelajaran ini. Menurut Anda, bagaimana jika kita mempercayai apa yang orang-orang percayai pada zaman Martin Luther? Apakah Anda melihat tanda-tanda beberapa keyakinan seperti ini masih ada bahkan di antara sebahagian umat Advent?
- Sekarang diskusikan reaksi Anda tentang bagian kedua dari pelajaran ini. Carilah beberapa ayat selain ayat-ayat Alkitab yang Luther temukan. Apakah Anda memahami secara menyeluruh bahwa keselamatan itu sepenuhnya cuma-cuma—pemberian Allah? Apakah Anda menjawab ya?
- Jika
Anda tidak yakin, apa hal-hal yang akan membantu untuk membuat Anda yakin?
- Jika Anda yakin, bagaimana Anda bisa membantu teman-teman Anda tanpa memaksa mereka?
- Apakah Anda mencoba mentaati Allah dan perintah-perntah-Nya? Mengapa? (Jika Anda mencari motif Anda, itu dapat menolong Anda memahami lebih jelas dan lebih dalam lagi apa yang benar-benar Anda percayai).
- Bersama teman doa / belajar Anda, majulah dengan beberapa hal tertentu yang ingin Anda lakukan atau katakan untuk mendorong orang lain dan mencoba hal-hal tersebut. Anda dapat berbicara kepada teman-teman Anda atau menulis dalam jurnal tentang apa yang terjadi setelah Anda mencoba hal-hal ini.
_____________________________________________________________________________________________
1White,
E. G. (1967). Kemenangan Akhir, Phoenix, AZ: Inspiration Books, 126.
2Apa Yang Perlu Anda Ketahui
Tentang 28 Uraian Doktrin Dasar Alkitabiah. (n.d.). Didapatkan kembali 9
November 2016, dari https://www.adventist.org/fileadmin/adventist.org/files/articles/officialstatements/28Beliefs-Web.pdf
3Luther,
M. (2008). The Essential Martin Luther: The large catechism of Martin Luther,
selected sermons of Martin Luther, Martin Luther's Ninety-five theses. Radford,
VA.: Wilder Publications LLC.
HARI KE-3
YESUS
ADALAH PUSAT
Pada zaman Martin Luther, banyak orang yang jujur dan sungguh-sungguh
berusaha untuk mengikut Tuhan dan menjadi orang Kristen yang baik. Mereka
melakukan apa yang imam dan uskup mereka katakan agar mereka dilakukan, bahkan
mereka pun mau jika harus menyerahkan tabungan seumur hidup untuk mengeluarkan
orang-orang yang dikasihi dari api penyucian atau mencegah agar mereka tidak
masuk ke sana. Mereka setia melakukan segala macam penebusan dosa untuk mencoba
membayar dosa-dosa mereka. Tuhan mengetahui setiap hati individu, dan Dia tahu
orang-orang biasa tidak memiliki akses ke Alkitab. Dia tahu mana yang sedang
berusaha untuk mengikuti-Nya dengan jujur dan mana yang hanya melakukan
berbagai hal oleh karena takut atau agar terlihat baik. Tetapi Dia juga ingin
agar manusia mempelajari kebenaran.
Kita telah melihat dua kebenaran penting yang Martin Luther temukan: bahwa
hanya Alkitab saja aturan iman, bukan apa yang orang lain katakan tentang
Alkitab; dan bahwa keselamatan itu merupakan pemberian cuma-cuma, yang
diberikan oleh kasih karunia dan diterima dengan iman. Hari ini mari kita
memeriksa kebenaran penting lain yang ia temukan.
Yesus Adalah Pusat
Di zaman Luther, gereja merupakan pusat kehidupan masyarakat, dan paus
adalah pusat dari gereja. Ketika Luther mulai membaca Alkitab, ia menyadari itu
semua berpusat pada Yesus. Paus itu bukan pusat. Yesus adalah pusat! Bahkan
Perjanjian Lama penuh dengan nubuat Mesias yang akan datang untuk mengangkut
dosa manusia. Tapi Perjanjian Baru benar-benar hanya satu kisah, dalam dua
bagian.
Kisah ini tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus.
Bagian pertama terdapat dalam empat Injil, dan memberikan empat kesaksian
hidup dan kematian-Nya di dunia ini, berakhir dengan kebangkitan-Nya dan
perintah-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan membagikan kisah ini.
Bagian kedua adalah bagaimana orang mematuhi perintah itu. Anda bisa saja
melihat ini sebagai suatu kisah yang terpisah—kisah tentang gereja mula-mula. Tapi
semuanya masih tentang Yesus. Semua yang mereka lakukan itu menceritakan
kisah-Nya, berulang-ulang, di negeri-negeri yang berbeda, dalam bahasa yang
berbeda, menggunakan metode yang berbeda.
Yesus adalah segalanya bagi
mereka. Dan Dia telah berjanji bahwa segera setelah mereka memberitakan
kisah-Nya kepada semua orang di seluruh dunia, Dia akan datang kembali. Mereka
tidak bisa menunggu! Mereka mengira Dia mungkin akan datang sewaktu-waktu. Kita
umat Advent tahu bagaimana rasanya ketika berpikir, "Mungkin tahun
ini!"... Tahun demi tahun demi tahun. Tahukah Anda bahwa orang-orang sudah
tidak sabar selama 100 tahun setelah Yesus mati? Petrus meyakinkan orang-orang,
"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang
menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia
menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang
berbalik dan bertobat." (2 Petrus 3:9). Menurut buku Bible Commentary, jld.7, hal.548, ini kemungkinan ditulis pada pertengahan
tahun enam puluhan AD, hanya tiga puluh sekian tahun setelah kematian dan
kebangkitan Yesus, dan orang-orang merasa bahwa Yesus sudah terlalu lama.
Saat ia membaca dan mempelajari semua itu, Luther menyadari orang-orang ini
mengasihi Yesus dengan semangat yang sama dengan dia dalam mengasihi gerejanya.
Ia mulai menyadari bahwa baik Paus maupun gereja harus menjadi pusat kehidupan.
Orang-orang Kristen yang mula-mula menghabiskan waktu mereka berdoa kepada
Yesus, waktu untuk membicarakan tentang Dia, waktu belajar untuk hidup
sebagaimana Dia dulu hidup. keinginan terbesar mereka adalah untuk tetap membuat
Dia berada di tengah-tengah kehidupan
mereka dan memimpin orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Luther ingin melakukannya juga.
Yesus Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuhm
Ada beberapa cara di mana gereja kita sendiri telah melalui sedikit
pembaruan tentang hal ini. Tentu
saja para pendiri awal tahun 1800-an sudah percaya bahwa Yesus adalah pusat
dari agama Kristen. Tapi mereka begitu bersemangat untuk mempelajari
berkat-berkat dari seluruh hukum termasuk hari Sabat dan bahwa mereka cenderung
untuk membicarakan dan banyak yang menulis tentang Sepuluh Perintah, dan orang-orang
mulai membuat hukum sebagai pusat, bukan Yesus. Dengan cepat, James dan Ellen
White menyadari hal ini. Anda dapat melihat bahwa ada peristiwa tertentu ketika
kisah tersebut muncul.
Pada tanggal 27 Mei, 1873 Review and
Herald, koran gereja kita yang mula-mula yang sekarang menjadi Adventist Review, mengiklankan gambar
khusus yang disebut "Jalan Kehidupan Dari Firdaus Yang Hilang Kepada
Firdaus Yang Telah Dipulihkan." Ini dirancang dan hak ciptanya oleh Dr.
MG. Kellogg, dan pada tahun yang sama ia menerbitkan sebuah buklet 15 halaman
yang menjelaskan semua bagian dari gambar itu.
Ini gambarnya.

KRISTUS,
JALAN KEHIDUPAN
DARI FIRDAUS
YANG HILANG KEPADA FIRDAUS YANG DIPULIHKAN
Sumber : Ellen G. White Estate
Gambar itu
dimaksudkan untuk menunjukkan seluruh kisah Injil. Anda dapat melihat Adam dan
Hawa diusir dari taman, dan Kain membunuh Habel untuk menunjukkan seberapa
cepat dosa mengambil alih. Di tengah adapohon yang disebut "pohon
pengetahuan baik dan jahat," dengan Sepuluh Perintah tergantung di sana.
Perhatikan bahwa pohon tersebut memiliki empat cabang di sebelah kiri, yang
mewakili empat perintah tentang kasih kepada Allah, dan enam cabang di sebelah
kanan, menunjukkan enam perintah tentang kasih kepada sesama manusia. Sistem pengorbanan, dengan Hari Penebusannya
mewakili kematian Kristus bagi kita ditampilkan di bawah pohon hukum. Anda
dapat melihat Yesus dibaptis oleh Yohanes (awal pelayanan-Nya di bumi) dan
perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya (akhir pelayanan-Nya di bumi). Di
bagian tengah adalah kematian Yesus di kayu salib, dan ke kanan, jalan terbuka
yang mengarah kembali ke "firdaus yang dipulihkan"— hidup yang
sempurna bersama Allah.
Menurut Ellen White Estate, "Gambar itu langsung sukses, dan terbukti
menjadi bantuan besar bagi para penginjil Advent dalam upaya mereka untuk
menyajikan dengan benar hubungan antara hukum dan Injil."1
Tapi! Dapatkah Anda melihat ada masalah dengan gambar tersebut? Apa yang
paling besar dalam gambar itu? Gambar pusatnya apa ?
Beberapa perbaikan telah direncanakan dalam beberapa tahun ini, tapi tahun
1880, gambar itu berubah secara substansial. Elder White menulis kepada
istrinya, "Saya juga memiliki sketsa dari gambar yang baru, 'Lihatlah Anak
Domba Allah." Inilah perbedaannya dari gambar Jalan Kehidupan: Pohon
pengetahuan baik dan jahatnya sudah dihapus. Kristus di kayu salib dibuat
besar, dan ditempatkan di tengah-tengah. "
Ini gambar yang baru:

KRISTUS, JALAN KEHIDUPAN
Sumber : Ellen G. White Estate
Ketika Anda membandingkan dua gambar itu, apa pendapat Anda? Apakah hukum
sudah hilang? Apakah itu tidak penting? Tentu saja tidak. Tapi Yesus adalah pusat.
Membuat Yesus Tetap Menjadi
Pusat
Bagaimana Anda membuat seseorang yang tidak dapat Anda lihat menjadi pusat kehidupan
Anda, Anda tidak dapat melihat, mendengar, atau menyentuhnya? Sulit bagi
orang-orang muda saat ini untuk memahami bagaimana rasanya hidup beberapa
dekade yang lalu, tanpa media sosial atau ponsel. Sekarang ini, Anda dapat
melihat wajah dan mendengar suara seseorang di bagian lain planet ini!
Ketika kakek-nenek Anda masih muda, jika seseorang bepergian, bahkan dalam
negara yang sama, mereka harus menulis surat, menunggu berhari-hari sampai
surat-surat itu terkirim, lalu orang tersebut membalasnya, dan mereka menunggu
berhari-hari lagi untuk jawaban surat mereka. Lalu kemudian kita memiliki
telepon, jadi setidaknya kita bisa saling mendengar suara satu sama lain—tetapi
hanya sekali-sekali saja, karena biaya panggilan jarak jauh masih mahal.
Petrus, pada abad pertama, dan Luther, pada abad ke-16, benar-benar
memiliki sedikit kesamaan sejauh gaya hidup. Satu-satunya jenis transportasi
dalam mengadakan perjalanan zaman itu adalah naik hewan, naik kereta atau
gerobak dari beberapa jenis, atau naik perahu. Itulah mengapa surat-surat butuh
waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, atau bahkan tidak pernah sampai di
tujuannya. Selain itu, kebanyakan orang tidak bisa membaca atau menulis. Pada
zaman itu, jika seseorang yang mereka cintai pergi, mungkin tidak akan pernah
bertemu lagi dalam kehidupan ini. Orang-orang mungkin pergi untuk misi
perdagangan, menaiki kereta panjang keledai dan bagal ribuan mil ke Asia atau
Spanyol. Mereka mungkin pergi jauh berlayar—meskipun, laut terbesar yang mereka
seberangi adalah Mediterania. Mereka yang pindah ke negara baru mengetahui bahwa
mereka tidak akan pernah melihat keluarga mereka lagi.
Jadi mungkin, bagi mereka, konsep Yesus "akan kembali kepada
Bapa" (Yohanes 14:3, 12, 28, dll) mungkin belum begitu sulit dimengerti,
meskipun tentu saja mereka tahu Dia tidak akan pergi ke tempat lain di bumi
ini.
Mereka harus menjaga hubungan jarak jauh dengan-Nya melalui Dia Yang
Dijanjikan yang misterius yang akan datang kepada mereka: Roh Kudus. Hal ini
dijelaskan dalam beberapa pasal pertama Kisah Para Rasul bahwa mereka langsung mengerti
bahwa hubungan ini akan membutuhkan banyak doa dan belajar Alkitab. Mereka bisa
berbicara dengan Tuhan dan Tuhan akan "berbicara kembali kepada
mereka" melalui Firman-Nya dan melalui Roh Kudus.
Penerapan Pribadi
Bagi suatu generasi yang biasa berhubungan dan berkomunikasi secara
konstan, mungkin ada satu cara yang sebenarnya lebih mudah bagi kita untuk dipahami daripada yang mereka
pahami. Anda mungkin tahu bagaimana saling berkirim pesan kepada teman
sepanjang hari, sambil Anda melakukan kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti itulah
hubungan Anda dengan Yesus.
Doa
Doa tidak harus selalu berupa permohonan resmi sambil Anda berlutut di
gereja atau di samping tempat tidur pada pagi dan malam hari. Ini juga penting,
dan saya harap Anda tidak mengabaikannya. Tapi doa sepanjang hari sama
pentingnya. Sepanjang hari, Anda bisa "mengirim pesan” doa cepat kepada
Yesus.
"Wow, Tuhan, sungguh matahari terbit yang luar biasa!"
"Terima kasih, Tuhan, sudah menolong saya mengikuti tes tersebut."
"Oh, Yesus, apa yang harus saya lakukan terhadap semua ini?"
"Di sini ada orang yang saya suka / tidak suka. Apa yang harus saya
katakan, Tuhan? "
"Oh, Tuhan, saya sangat menyesal saya telah mengatakan / melakukan hal
itu! Tolong saya untuk meminta maaf dengan rendah hati dan mencari tahu apa
yang dapat saya lakukan untuk memperbaikinya!"
Anda akan belajar untuk menyadari bahwa Yesus ada bersama Anda sepanjang
waktu melalui Roh Kudus, dan kadang-kadang Anda harus berhati-hati terhadap
tuntunan atau "kata" tertentu—Anda akan memiliki gagasan apa yang
harus dilakukan dalam kesulitan Anda, atau tahu menggunakan kata-kata yang
cocok kepada teman (atau musuh) Anda. Anda akan dimampukan untuk meminta maaf
dengan tulus dan menemukan cara untuk melakukan pemulihan jika perlu. Tapi cara
utama yang Tuhan gunakan untuk berbicara kepada Anda adalah melalui firman-Nya.
Inilah sebabnya mengapa waktu setiap hari bersama Alkitab sangat diperlukan.
Belajar Alkitab
Ada dua tujuan yang utama dalam membaca Alkitab. Salah satunya adalah untuk
belajar dan mempelajari informasi. Yang lain adalah untuk penyembahan—guna
mendekatkan diri kepada Allah dan mendengar suara-Nya melalui firman-Nya. Keduanya penting. Sebagai orang muda, Anda
tetap sibuk menyimpan sebanyak mungkin firman Allah dalam hati dan pikiran Anda.
Anda perlu belajar sebanyak mungkin tentang Alkitab—apa yang dikatakan,
bagaimana ia mengatakan itu, apa makna yang dapat ditemukan di bagian yang
sama. Tapi untuk tujuan kita di sini, untuk mengembangkan persahabatan dengan
Yesus, membaca Alkitab dengan tujuan penyembahan adalah yang paling penting. Ini
berarti membaca kisah atau ayat-ayat untuk mencari tahu apa arti ayat-ayat itu
bagi Anda secara pribadi.
Kadang-kadang ini sederhana. Jika Anda seorang gadis yang kesepian,
katakanlah begitu, dan Anda membaca tentang bagaimana Maria Magdalena
diperlakukan sebagai orang penting oleh teman dan Gurunya, Yesus, Anda dapat
menyimpan gambar tersebut di hati Anda, mengetahui bahwa Yesus juga menganggap
Anda orang penting, tidak peduli apa yang orang lain pikirkan. Jika Anda adalah
seorang anak laki-laki yang merasa hanya memiliki sedikit untuk dipersembahkan,
kisah anak dengan makan siangnya dari roti dan ikan, dapat mendorong Anda untuk
memberikan apa yang harus Anda berikan kepada Tuhan dan menunggu untuk melihat
apa yang akan Dia lakukan dengan itu. (Tak satu pun dari cerita ini untuk
gender tertentu. Anak laki-laki kesepian dapat belajar dari hubungan Yesus
dengan Maria, dan anak perempuan yang merasa memiliki sedikit untuk
dipersembahkan juga bisa memberikan apa yang mereka miliki kepada Yesus).
Kadang-kadang sedikit lebih rumit. Anda membaca Mazmur 1, mungkin. Apa
artinya tidak berdiri di jalan orang berdosa atau duduk di kursi pengejek-pengejek?
Apa artinya bagi Anda, hari ini, dalam situasi yang khusus, menjadi seperti
pohon, yang ditanam di aliran air, memberikan buahnya pada musimnya? Setiap
kali Anda membaca ayat-ayat seperti ini dalam waktu yang berbeda dari kehidupan
Anda, itu akan memberikan suatu arti yang terasa baru karena Anda berada dalam
situasi yang berbeda dan perlu mendengar kata yang sedikit berbeda dari
dorongan atau kasih atau saran dari Allah.
Hal ini hanya akan terjadi jika percakapan Anda dua arah, bukan hanya
sesuatu yang Anda simpan di kepala Anda dengan apa yang Anda pikir merupakan
arti dari suatu ayat tertentu, atau apa maksud yang pendeta katakana itu, atau
apa komentar atau yang pelajaran Sekolah Sabat maksudkan. Semua itu bisa sangat
berharga, tetapi Anda juga perlu berbicara dengan Tuhan secara langsung.
Lebih Banyak Doa
Bahkan sebelum Anda membuka Alkitab, berdoalah meminta Roh Kudus menuntun
Anda. Ketika Anda membaca, biarkan pikiran Anda tetap terbuka untuk
pimpinan-Nya. Berbicaralah dengan-Nya tentang pertanyaan-pertanyaan, ide-ide,
dan wawasan Anda. Jika Anda memiliki gagasan untuk melakukan apa yang
dimaksudkan ayat-ayat tersebut bagi Anda, tanyakan lebih lanjut pada Allah
tentang hal itu. Buatlah rencana khusus untuk melakukan apa yang Anda terpanggil
untuk lakukan, dan berdoalah juga tentang hal itu.
Belajar Alkitab dan berdoa bersifat individu dan dapat berbeda bagi
masing-masing orang
Sebagai contoh, mari kita mengatakan bahwa dua orang muda, April dan
Chombo, sedang membaca Kitab Mazmur 1. Sementara April membaca dengan penuh doa,
dia teringat dia telah menyindir beberapa gadis lain di sekolah, pada minggu
ini. Dia merasa bersalah karena dia menyadari Roh Kudus mengingatkan dia saat
ini untuk menunjukkan bahwa pada kenyataannya, ia telah duduk di kursi para
pengejek. Dia mengatakan pada Allah, dia menyesal, meminta-Nya untuk
membersihkan dirinya dari ketidakbenaran, dan berjanji untuk menjangkau
gadis-gadis itu, meminta maaf dan meminta pengampunan, dan berusaha untuk
menciptakan hubungan yang lebih baik dengan mereka.
Keesokan harinya di sekolah, April merasa gugup dan malu. Apakah dia
benar-benar harus pergi langsung kepada gadis-gadis itu dan meminta maaf? Apa
yang akan mereka pikirkan? Saat ia kembali berdoa di dalam hati, dia mengerti
bahwa setan sedang menggoda dia untuk meragukan apa yang dia ketahui di dalam
hatinya yang Allah telah tunjukkan kepadanya ketika mempelajari Alkitab dan
berdoa. Dia meminta Tuhan untuk mengatur kata-kata dan tindakannya, dan ia
menetapkan untuk meminta maaf dan berharap dapat berteman kembali. (Orang lain
mungkin tidak selalu menyambut, tapi kita tetap melakukan upaya terbaik kita).
Di sisi lain, Chombo, sementara membaca Alkitab dengan penuh doa, ia merasa
kosong dan tidak bahagia akhir-akhir ini. Dia belajar Alkitab hanya karena dia telah
berjanji akan melakukannya. Dia merasa bahwa apa yang sedang dia pikirkan itu
membuatnya merasa tidak "rohani." Dia tiba pada frase tentang menjadi seperti pohon
yang ditanam di aliran air kehidupan. Dia merasa sedih. Dia tidak seperti pohon, dan hidupnya terasa seperti
padang pasir yang kering, bukan seperti tepian sungai! Dia menundukkan kepalanya
ketika ia mencoba untuk berdoa. Dia meminta Tuhan untuk menunjukkan kepadanya
apa yang salah, dan menolong dia untuk menemukan air hidup bagi jiwanya.
Roh Kudus datang sangat dekat pada Chombo. Mungkin ada semacam trauma atau
pelecehan yang terjadi dalam hidupnya. Mungkin dia memiliki depresi atau
penyakit lainnya. Atau mungkin dia hanya merasa rendah dan kering. Kita semua
kadang-kadang mengalaminya.
Tetapi sementara ia berdoa, dan saat ia mendengarkan suara Tuhan, Chombo
tidak menyerah. Perlahan, ia merasakan kedamaian diam-diam mulai memasuki
hatinya. Dia menyadari bahwa Allah benar-benar mengasihi dia, jika tidak, Yesus
adalah pembohong, dan dia tahu itu
tidak benar! Mungkin air yang diperlukan jiwanya hanya ini—berdoa lebih banyak,
membaca Alkitab lebih banyak. Ketika ia berjalan pergi, Chombo telah terpanggil
untuk melakukan bukan di luar dirinya, seperti membuat teman-teman baru. Hanya
Tuhan dan dia yang akan tahu apa yang dia lakukan. Tapi dia tidak akan
menyerah. Dan itu akan mengubah hidupnya.
Inilah bagian terbaik dari semuanya: seperti Martin Luther pada zaman
dahulu, hubungan pribadi April dan Chombo dengan Tuhan akan mengubah dunia di
sekitar mereka juga. Mereka mungkin tidak pernah menjadi terkenal, mungkin
tidak ada gerakan atas nama mereka, atau tidak ada artikel Wikipedia tentang
mereka. Tetapi Yesus tahu. Dan teman-teman mereka akan melihat. Ketika mereka
berada di sekitar April atau Chombo, mereka merasa dikasihi.
Pertanyaan-Pertanyaan Untuk
Didiskusikan
- Apa yang Anda percayai pertama kali dalam hidup Anda? Apa yang akan pertama kali teman atau keluarga Anda katakan dalam hidup Anda? Jika alien yang tak terlihat bisa menyaksikan apa yang Anda lakukan dan bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda, apa yang akan alien itu katakan yang paling penting bagi Anda?
- Diskusikan kedua gambar dalam pelajaran ini. Bagikan reaksi, wawasan, atau ide-ide Anda tentang keduanya. Mengapa mereka melukiskannya dengan cara yang mereka lakukan, dan mengapa mereka berubah? Apakah menurut Anda gambar itu sebenarnya salah? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa yang telah Anda dapatkan ketika mempelajari Alkitab Anda?
- Hal-hal apa sajakah yang terjadi ketika Anda berdoa?
- Apa saja yang Anda doakan?
- Bersama teman belajar / berdoa Anda, carilah beberapa ayat Alkitab tentang doa dan berdoalah tentang hal itu bersama-sama.

________________________________________________________________________
1Way
of Life Picture. (n.d.). Retrieved from http://ellenwhite.org/content/file/way-lifepicture#
document
HARI KE-4
KEIMAMATAN
DARI— TUNGGU—DARI SEMUA
UMAT
PERCAYA? SAYA JUGA?
Semakin Martin Luther mempelajari Alkitab, semakin ia menyadari bahwa
seluruh organisasi gereja pada zamannya keluar dari keselarasan yang dikatakan
Alkitab, setidaknya Perjanjian Baru.
Gerejanya memiliki orang-orang di jajaran—paus, yang paling dekat dengan
Tuhan, kemudian para kardinal, kemudian para uskup agung, para uskup, biarawan
dan biarawati, dan akhirnya orang-orang biasa. Tuhan pasti tampak sangat jauh
dari orang percaya biasa.
Memang benar bahwa dalam Kitab Perjanjian Lama, Tuhan yang mengurapi
seorang imam, dalam arti mereka berdiri di antara manusia dan Tuhan. Bukan
dalam cara keagamaan yang benar manapun—semua umat Allah di seluruh dunia dalam
segala zaman telah mampu berdoa secara langsung kepada Pencipta mereka. Namun
dalam sistem korban, untuk mengajarkan orang-orang akan perbedaan yang jelas
antara hal-hal yang kudus dan umum, para imam lah satu-satunya orang yang
diperbolehkan untuk membuat pengorbanan, dan bahkan kemudian, setelah mereka
menjalani ritual pengudusan. Dan hanya Imam Besar saja yang boleh masuk ke
Tempat Maha Kudus, di mana Tabut Perjanjian berada. Tabut mewakili ruang takhta
Allah, dan Allah ingin orang-orang memahami bahwa ketika Adam dan Hawa memilih
untuk mengikuti penguasa yang berbeda (Setan), dan semua keturunan mereka
membuat pilihan yang sama, maka akhirnya hubungan mereka dengan Allah terputus.
Tapi mereka tidak pernah tersingkir dari hati Allah. Dia selalu datang
kepada mereka, dalam penglihatan, dalam mimpi, dalam kata-kata para nabi, dalam
mujizat-mujizat. Anda dapat mencari kisah yang tak ada habisnya di dalam
Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Tuhan selalu sangat dekat dengan anak-anak-Nya,
dan kadang-kadang, sebahagian dari mereka menyadari hal itu.
Meskipun demikian, terlalu sering orang berpikir bahwa Allah itu sangat jauh.
Yesus datang untuk mengubah semua itu—untuk "menebus" bumi ini dari
setan dan menempatkan kembali manusia agar dapat berhubungan langsung dengan
Tuhan. Luther melihat bahwa ketika Yesus mati, tirai yang memisahkan Tempat
Maha Kudus terbelah dari atas ke bawah, membukanya agar dapat dilihat (Matius
27:51, Markus 15:38, dan Lukas 23:45).
Kitab Ibrani secara khusus ditulis untuk menjelaskan aturan baru tentang
berbagai hal dari sistem pengorbanan yang orang-orang Yahudi telah ikuti
sepanjang hidup mereka. Mari kita lihat lebih dekat pasal 9 dan 10. (Mintalah semua orang membuka Alkitab mereka
pada Ibrani 9). Sepuluh ayat pertama menguraikan sistem pengorbanan seperti
yang sudah Tuhan atur ketika Dia membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan
di Mesir. (Bacalah atau minta seseorang
membaca ayat 11).
Apa pendapat Anda mengenai "kemah yang lebih besar dan yang lebih
sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusi"? Ketika Allah memberikan
petunjuk kepada Musa untuk membangun Kemah Suci, Dia meminta Musa membangun
sebuah salinan duniawi dari kaabah yang asli di surga! Kemah Suci memiliki
gambar bordir malaikat pada tirai, tapi surga memiliki yang nyata. Tahta kasih
karunia di atas tabut itu mewakili takhta Allah, dan Allah memiliki tahta yang
asli.
Sekarang bacalah ayat 12. Yesus adalah Imam Besar yang asli, dan bukan
hanya itu, Dia juga adalah korbannya! Tidak ada imam di dunia yang bisa
melakukan hal ini. (Sekarang bacalah ayat
15). Bukankah itu menakjubkan? Kita dibebaskan, dan dijanjikan
"warisan kekal," semuanya karena Yesus!
Dalam ayat 26 dikatakan bahwa Yesus "satu kali
saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh
korban-Nya." Satu kali unuk semua. Satu kali berarti satu kali. Dia tidak
harus mati berulang-ulang, dan tentunya Dia juga kita tidak perlu membuat
semacam pengorbanan atau penebusan dosa guna mencoba untuk membayar dosa-dosa
kita sendiri. Dan semua berarti semua. Ada cukup keselamatan tersedia untuk
setiap orang yang pernah atau pernah akan hidup. Sedih bukan, bila ada beberapa
orang menolaknya? Tapi apa yang harus dilakukan dengan imamat semua orang
percaya?
Ya, kita telah mempelajari bahwa tidak ada lagi Imam di dunia, tidak ada
seorang pun di dunia ini yang kepadanya gereja berpusat, atau kepada siapa kita
harus mengabdikan kesetiaan kita secara total. Ada pemimpin-pemimpin duniawi,
dan mereka patut kita hormati, tetapi hanya
Yesus lah Imam Besar dari perjanjian baru.
Mari kita beralih ke Ibrani 10. Sebagian besar pasal ini hanya mengulangi
bahwa Yesus adalah satu-satunya korban yang menggantikan tempat semua
pengorbanan yang harus diulang-ulang, tidak ada yang cukup untuk membersihkan
kita, selain darah-Nya saja. Pasti sulit bagi banyak orang Yahudi untuk
menerima hal ini. Setelah selama ini, Tuhan memberikan kepada mereka sistem
korban. Mereka harus belajar secara mendalam dan memastikan bahwa cara yang baru
ini benar. Kitab Ibrani menunjukkan bahwa kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus
adalah merupakan pemenuhan korban-korban yang telah ditunjuk selama ini. Ayat
19 sampai ke poin yang kita cari. (Baca
atau mintalah seseorang membacakan ayat 19-23).
Sekarang mari kita memikirkan hal ini. Siapakah satu-satunya yang biasanya
diizinkan masuk ke dalam tempat kudus? Tabut yang ada di dalam mewakili takhta
Allah, dan manusia berdosa yang belum dibersihkan dari dosa akan mati jika
mereka masuk. Dan itu hanyalah mewakili
tahta Allah. Apa yang akan terjadi jika seorang berdosa yang tidak kudus
memasuki ruang takhta yang sebenarnya di surga? Sangat penting untuk dipahami—Allah tidak akan membunuh orang itu.
Kehadiran Allah yang murni dan suci akan secara otomatis mematikan bagi orang
itu. Tapi sekarang, apa yang ayat 19 katakan? (Tunggu hingga seseorang mengatakan bahwa kita bisa masuk ke dalam
Tempat Yang Maha Kudus). Dan apa alasan yang diberikan oleh ayat 20? (Yesus
membuka jalan, bahkan Tubuhnya adalah tirai).
Kita bisa masuk ke dalam Tempat Maha Kudus! Hal itu membuat kita menjadi imam!
Yesus membuka jalan bagi kita ke hadirat Bapa-Nya, dan sekarang ketika kita
masuk ke dalam Tempat Maha Kudus itu, kita berada di dalam kesempurnaan Yesus
dan bisa berada di sana dengan aman, tanpa takut.
Betapa indahnya!
Luther bahkan menemukan bahwa Petrus (yang pernah menjadi murid yang agak
nakal) sekarang mengajarkan bahwa kita adalah imamat yang rajani. Mari kita
pergi ke 1 Petrus 2:9 dan menghabiskan beberapa menit di sana. (Mintalah seseorang untuk membacakannya).
tetapi kamulah…
Sekali lagi, perhatikan bahwa itu kalimat present tense. Tetapi kamulah.
Sekarang. Kita tidak perlu menunggu surga.
... bangsa yang terpilih ...
Ini adalah cara bangsa Yahudi melihat diri mereka sendiri. Ketika Allah
memilih keluarga Abraham, Dia melakukan hal itu agar mereka bisa menjadi berkat
bagi semua orang di bumi (lihat Kejadian 12:1-3). Tapi sebaliknya, mereka telah
menjadi tertutup dan memuliakan diri sendiri, menolak semua “yang di luar.”
Yesus datang untuk mengingatkan kita bahwa kita semua telah dipilih oleh Allah, untuk suatu tujuan. Untuk mengasihi
orang lain. Pertanyaannya adalah, maukah kita
memilih Allah?
... Imamat yang rajani ...
Seorang imamat yang rajani! Putra
dan putri mahkota, masing-masing kita adalah anak-anak Allah!
... bangsa yang kudus ...
Sekaranglah kesempatan kita untuk memahami apa yang dimaksud dengan
"bangsa yang kudus." Pertama-tama, itu bukan realitas politik,
seperti Ghana atau Inggris atau Kanada. Itu adalah bangsa orang-orang saleh
yang tersebar di seluruh bangsa di bumi. Kedua, itu bukan kudus dalam arti
"kami lebih baik dari Anda"—itu kudus dengan cara Yesus, guna
menjangkau setiap orang, Dia mendatangi, membagikan kasih Allah sepanjang hari
setiap hari.
... umat kepunyaan Allah
sendiri
Betapa indah rasanya. Seperti Kolose 3:12, yang menyebut kita
"orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi."
Hal ini memungkinkan kita untuk memulai pembaruan kehidupan kita,
membiarkan Roh Kudus membentuknya seperti kehidupan Yesus. Karena kita tidak
takut dan bersalah sepanjang waktu, kita bebas untuk belajar mengasihi.
Dan kita tidak memerlukan imamat manusia campur tangan antara kita dan
Allah yang murka. Kita semua dipanggil untuk membagikan kasih Allah dan
menuntun orang lain kepada terang.
Pastilah hal ini menjadi luar biasa bagi Martin Luther, yang kepadanya
telah diajarkan bahwa seluruh hidupnya harus menghormati imam-imam, dan yang
telah ditahbiskan bagi dirinya sendiri. Kepadanya telah diajarkan bahwa imam-imam berdiri di antara manusia dan
Allah, dan Paus berdiri di antara para imam dan Allah. Sekarang ia belajar
bahwa semua pengikut Yesus dipanggil
untuk menjadi imam-Nya.
Ya, Anda juga!
Penerapan Pribadi
Tapi apa artinya? Apakah kita semua membaptis, atau memimpin dalam
persekutuan? Bisakah kita menikahkan orang, atau mempunyai otoritas terhadap
mereka?
Sebagaimana dijelaskan oleh Luther, Allah memanggil semua orang percaya
untuk melakukan pelayanan dalam hal karunia rohani mereka. Dia juga menyebutkan
beberapa kepemimpinan, pengajaran, dan posisi administrasi dalam tubuh Kristus.
Sebagian besar adalah pendeta dari gereja-gereja lokal, meskipun ada juga
banyak pengurus lainnya, seperti penginjil, pendeta, para pemimpin akademi dan
perguruan, guru, dan sebagainya, yang dapat dipegang oleh para pelayan ini. Di kantor-kantor mereka berfungsi sebagai
pemimpin-pelayan, dengan otoritas rohani dalam gereja. Tetapi ada perbedaan
penting antara memiliki otoritas spiritual dan "menjalankan
kekuasaan."
Nasihat Paulus kepada Timotius menolong untuk membuatnya jelas. Dalam 1
Timotius 1:3, Paulus mengatakan pada Timotius untuk "menasihatkan"
orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain. Dalam
beberapa kasus, pendeta itu seperti gembala, melindungi domba dari serigala-serigala.
Tapi ia juga menggunakan kata-kata seperti "mengepalai" dan "mengurus"
(1 Timotius 3:4-5,13) dan "melayani".
Kecuali kita dipanggil untuk pelayanan khusus ini, fakta bahwa kita adalah
"imam" bagi Allah bukan berarti kita memiliki kekuasaan. Untungnya,
sisa dari ayat ini menjelaskan apa yang Petrus maksudkan: "...supaya kamu
memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu
keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."
Salah satu pekerjaan yang paling penting yang dimiliki oleh seorang
imam—jantung dari segala hal yang mana imam dipanggil untuk melakukannya—adalah
untuk memberitakan pada orang-orang tentang Yesus. Untuk "menyatakan
pujian kepada Allah." Untuk memberitakan Dia yang telah memanggi Anda—dan saya—keluar dari kegelapan menuju terang.
Dan ya, saya bisa melakukannya! Anda juga bisa!
Bagaimana? Yesus, tentu saja, adalah teladan yang paling utama. Dia lemah
lembut dan rendah hati, mendengarkan orang lain, berjalan dan berbicara dan
makan dengan mereka, dan apakah Anda tahu orang-orang yang paling dicatat
sebagai teguran adalah para pemimpin gereja?
Setiap orang dari kita dapat mendengarkan dengan kasih rasa keprihatinan
dan kekhawatiran serta sukacita dari mereka yang kita dekati. Kita dapat
menawarkan bantuan ketika dibutuhkan, dan bersukacita ketika orang lain bersemangat,
dan berkabung bersama mereka ketika mereka berkabung. Kita dapat melayani
mereka. Dan kita dapat membagikan pengalaman kita sendiri, kekhawatiran, dan
kegembiraan kita. Ketika seorang teman mengalami krisis keluarga, dan Anda
mendengarkan serta berdoa bersama mereka, dan menawarkan bantuan bila
diperlukan, yang merupakan berkat yang besar dan membuat teman Anda merasa dikasihi
dan terhibur, meskipun Anda mungkin tidak dapat "memperbaiki" situasi
tersebut. Bila Anda mengalami krisis
keluarga, dan Anda berbagi cerita, dan meminta mereka untuk berdoa bersama
Anda, dan ketika Anda mampu untuk berbagi dengan mereka betapa itu akan memberi
rasa nyaman pada Anda untuk dapat menyerahkan masalah Anda kepada sang Raja
Semesta; ketika mereka melihat Anda sangat menjaga kedamaian bahkan ketika Anda
berada dalam kesulitan dan kesedihan, hal
itu akan "menyatakan pujian kepada Allah." Itu bisa menyebabkan
teman Anda "keluar dari kegelapan menuju terang."
Hal itu akan membuat Allah akan berkata kepada Anda suatu hari nanti,
"Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia."
Karena pada akhirnya, demikianlah seorang imam—seorang hamba Allah dan manusia.
Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan
- Apakah perbedaan utama yang Anda lihat antara imam Perjanjian Lama dan imam Perjanjian Baru?
- Pernahkah Anda berpikir tentang diri Anda sebagai seorang imam sebelumnya? Bagaimana hal itu akan mengubah sikap atau perilaku Anda?
- Apa artinya bagi Anda untuk dapat "masuk ke dalam Tempat Maha Kudus"? Apakah Anda pernah mencoba membayangkan dalam hati Anda bahwa Anda akan melalui tirai yang menuju ke ruang takhta Allah ketika Anda berdoa? Cobalah, dan ceritakan kepada teman-teman Anda bagaimana rasanya.
- Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda akan dipanggil untuk pelayanan? Bagaimana Anda tahu pasti?
- Bersama teman belajar / berdoa Anda, sediakanlah lebih banyak waktu dalam Ibrani 9 dan 10, dan pikirkan bagaimana Anda dapat menjadi imam Allah minggu ini, menyatakan pujian bagi-Nya dan memberitakan bagaimana Dia telah membawa Anda dari kegelapan menuju terang.
HARI KE-5
PERSATUAN = PERSEKUTUAN
"Communion,"
"community," dan "common" semua memiliki satu hal... ya,
kesamaan! Mereka semua diawali
dengan "com," yang berarti "bersama-sama," dan semua
berakhir dengan "uni" atau "on", yang berarti
"satu." Dengan kata lain, semuanya berarti "bersama menjadi satu."
Konsep kebersamaan menjadi satu sering disalahpahami. Orang-orang, termasuk
banyak pada zaman Martin Luther dan banyak di zaman kita saat ini, berpikir
bahwa "satu" berarti "sama." Mereka percaya bahwa setiap
orang harus persis sama dalam berpikir, berbicara, bertindak, dan percaya. Jika
beberapa orang tidak setuju tentang sesuatu hal, bahkan hal penting seperti
doktrin, pasti akan ada seseorang yang mengatakan bahwa mereka
"menyebabkan perpecahan." Ini bisa saja benar. Tapi seringkali tidak.
Seringkali, itu hanya merupakan tindakan pribadi sebagai individu yang unik yang
Allah ciptakan. (Apakah Anda melihat "uni" pada kata
"unik"? Unik berarti ’khas’ tidak memiliki persamaan dengan yang lain.
Dan Anda hanya ada satu. Anda unik).
Jangan sampai kita salah paham akan hal ini, Rasul Paulus menjelaskan apa sebenarnya
kesatuan itu ketika ia menulis 1 Korintus 12 dengan menggunakan perumpamaan
tubuh. Kita adalah satu tubuh, katanya, satu-satunya tubuh secara fisik yang Kristus
miliki di bumi sekarang. Tapi tubuh bukanlah satu hal. Ini lebih seperti satu
koleksi. Memiliki sistem saraf, sistem pencernaan, sistem kerangka, sistem
peredaran darah, dan banyak lagi... dan bahkan sistem-sistem ini terdiri dari
jutaan sel, masing-masing melakukan tugas
mereka yang unik. Dapatkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi jika
sel-sel Anda bingung apa tugas mereka? Kita menyebutnya kanker. Sel-sel kanker berpikir
bahwa mereka harus tumbuh, dan tumbuh... dan tumbuh! Dan mengambil alih semua
sel yang ada di dekatnya.
Jenis kesatuan palsu yang membunuh.
Setiap orang percaya merupakan satu
bagian kecil dari tubuh Kristus di bumi, dan masing-masing memiliki tugas
untuk dilakukan. Kesalahan lain adalah, kita melakukannya dengan cara kita
sendiri. "Yah," kita bisa mengatakan, "Allah memberi saya
pekerjaan untuk dilakukan yang berbeda dengan yang diberikan-Nya pada Anda,
jadi marilah kita melakukan pekerjaan kita sendiri. Sampai jumpa lagi!"
Ketahuilah, bahwa itu akan menjadi masalah jika semua sel dalam tubuh kita
memutuskan untuk melakukan hal yang sama! Bagaimanapun, seluruh jutaan atau
miliaran sel itu masing-masing melakukan pekerjaan mereka sendiri dan semua
bekerja bersama-sama, semua pada waktu yang sama!
Upacara yang kita sebut Perjamuan Kudus atau Perjamuan Tuhan, dapat
menolong. Mari kita lihat.
Apa Yang Mereka Percayai
Di zaman Luther, diyakini bahwa ritual memiliki kekuatan dalam dan dari
diri mereka sendiri. Baptisan secara literal membasuh dosa. Bahkan bayi yang
baru lahir pun harus dibaptis untuk membasuh dosa yang mereka yakini dibawa
sejak lahir, supaya nantinya ia tidak masuk ke neraka jika mati. Pada upacara
pengampunan dosa, imam memberikan kepada seseorang setelah mereka mengaku
dosa-dosa mereka— menyebutkan Doa Bapa Kami dan Doa Salam Maria sepuluh kali,
misalnya—yang memiliki kekuatan untuk membasuh dosa-dosa.
Perjamuan Kudus, yang mereka sebut misa, memiliki kekuatan untuk mengubah
roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Yesus, dan yang ikut ambil bagian
dalamnya memiliki kekuatan untuk memberikan “pahala” kepada orang tersebut. Imam
melakukan banyak misa dengan punggung menghadap kepada orang-orang, menghadap
Allah di tempat mereka. Itu bukanlah tempat orang berbagi, setidaknya tidak
sepenuhnya, meskipun imam menaruh roti di lidah mereka. Juga, upacara ini semua
dilakukan dalam bahasa Latin, yang sangat sedikit orang mengerti.
Tidak ada lagi banyak "perjamuan kudus” di gereja.
Apa Yang Luther Pelajari
Luther melihat bahwa perjamuan kudus dimulai oleh Yesus dan murid-murid-Nya
ketika berbagi makanan bersama-sama. Jemaat yang mula-mula "memecahkan
roti bersama-sama," juga. Mereka berbagi segala hal, mengadakan "perjamuan,"
begitulah umat, seolah-olah mereka semua satu keluarga. Beberapa bahkan diberi
karunia berbicara dalam berbagai bahasa.
Setelah Luther menulis dan berkhotbah, dibentuklah gereja-gereja baru yang
kemudian disebut "Protestan" karena mereka memprotes perbuatan yang
keterlaluan dari Gereja Katolik abad pertengahan. Di gereja-gereja ini,
orang-orang membagikan pengalaman-pengalaman rohani yang indah dari Perjamuan
Tuhan, dan juga melakukan upacara dalam bahasa mereka sendiri, Jerman. Gantinya
hanya menjadi penonton yang menonton imam mengadakan perjamuan kudus dengan
Allah, orang-orang juga ikut terlibat. Luther juga mengatakan satu-satunya
ritual yang gereja harus ikuti adalah yang Yesus sendiri perintahkan, seperti
perjamuan kudus. Gereja boleh menambahkan ritual dan upacara-upacara lainnya,
tetapi hal itu sebenarnya tidak perlu.
Apa Yang Yesus Ajarkan
Tentang Perjamuan Kudus?
Ingat, kata komuni yang artinya bersama menjadi satu. Salah satu cara yang
paling umum dan penting orang lakukan dalam mempraktekkan bersatu atau
bersekutu dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan makan bersama-sama. Dan
pelayanan persekutuan, atau Perjamuan Kudus, dimulai dengan makan bersama.
Ritual makan yang paling penting dalam kalender Yahudi adalah Seder atau makan
malam Paskah, yang telah ditentukan oleh Allah secara rinci. Dalam Keluaran 12,
Allah menjelaskannya kepada Musa, apa yang harus dimakan, bahkan bagaimana
harus mempersiapkannya, dan bahwa semuanya harus dimakan dalam sekali makan,
jadi jika keluarga itu terlalu kecil untuk memakan seluruh domba, mereka harus
berbagi, mengundang cukup banyak orang untuk memakan semuanya. Dia kemudian melanjutkan
hari suci ini dengan perayaan selama seminggu yang disebut Hari Raya Roti Tidak
Beragi.
Makan Paskah dijelaskan beberapa kali dalam Perjanjian Lama, dan disebutkan
bahkan lebih banyak lagi. Selama berabad-abad, orang-orang Yahudi telah menambahkan
lebih banyak ritual dan doa-doa khusus untuk makanan ini, dan jika Anda belum
pernah mengikuti upacara Messianic Seder, yang diadakan untuk merayakan fakta
bahwa Yesus menggenapi semua jenis Paskah, Anda harus mengikutinya. Ini merupakan
suatu pengalaman persekutuan yang indah.
Yesus memenuhi golongan-golongan tersebut dengan mati sebagai Domba Paskah
yang sebenarnya, pada hari Paskah. Dia berbagi Seder dengan murid-murid-Nya
malam sebelumnya. Dia tahu ini bukan hanya waktu perayaan bersama yang penting,
tapi merupakan kesempatan terakhir-Nya untuk makan bersama mereka sebelum ia
mati. Tetapi murid-murid tidak begitu peduli. Yang pasti, mereka bukan
"bersama menjadi satu." Persekutuan yang sesungguhnya sebenarnya
tidak terjadi.
Kisah ini diceritakan dalam setiap kitab Injil. Anda dapat menemukannya
dalam Kitab Matius 26:17-30, Markus 14:12-26, Lukas 22:7-39, dan Yohanes 13:1-26.
Anda harus membaca semuanya untuk mendapatkan semua rincian penting malam itu.
Para murid berada dalam suasana hati yang argumentatif. Situasi itu tidak
diperbaiki oleh fakta bahwa tidak ada seorang pun yang ingat untuk menyewa
seseorang untuk mencuci kaki-kaki yang berdebu. Dalam usaha menarik semua hati
mereka kepada-Nya, termasuk hati Yudas, Yesus mengambil alih tugas itu bagi
diri-Nya dan membasuh semua kaki mereka.
Sulit bagi orang-orang yang tinggal di Barat untuk memahami betapa hal ini
sangat mengejutkan, tetapi jika Anda tinggal di Timur Tengah atau di
negara-negara lain di mana kaki dianggap sangat rendah dan haram, Anda akan
mengerti mengapa Petrus menolak pada awalnya. Dapatkah Anda membayangkan Yesus
sedang berlutut hendak mencuci kaki Anda?
Petrus, segera setelah ia mengerti pentingnya hal itu, ia sangat
bersemangat di mana sebelumnya dia sangat enggan, tapi pikiran Yudas tidak
berubah. Ketika Yesus memberkati dan memecah-mecahkan roti, sambil berkata,
"Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu," Yudas mengambilnya
beberapa. Ketika Yesus kemudian memberkati cawan itu, mengatakan kepada mereka
dalam bahasa yang jelas bahwa ini adalah ”darah perjanjian baru, yang
ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa," Yudas meminumnya.
Tapi ia tidak bersekutu. Nyonya White menjelaskan seperti ini: "Ia
menerima dari Yesus lambang tubuh-Nya yang sudah dipecah-pecahkan serta
darah-Nya yang sudah ditumpahkan. Ia mendengar perkataan, “Perbuatlah demikian
menjadi suatu peringatan akan Aku." Dan sambil duduk di situ di hadirat
Anak Domba Allah, si pengkhianat itu merenungkan niatnya sendiri yang gelap itu,
serta menaruh pikiran yang murung dan penuh rasa dendam." (Kerinduan
Segala Zaman, hal.653).1
Penting untuk dicatat bahwa Nyonya White melanjutkan dengan mengajarkan
bahwa ini adalah contoh bagaimana kita harus memperlakukan orang-orang yang
mungkin kita pikir tidak "pantas" bersekutu. Pada halaman 656 dia
mengatakan, "Mungkin datang ke sana orang-orang yang tidak dalam kebenaran dan kekudusan,
mungkin ingin turut ambil bagian dalam upacara itu. Mereka tidak boleh
dilarang. "
Yesus mencoba apa saja yang dapat Dia lakukan untuk memenangkan hati Yudas.
Kita juga harus mencoba segala hal yang dapat kita lakukan untuk memenangkan hati orang-orang di sekitar
kita.
Yesus mendapat perhatian mereka ketika Dia akhirnya mengatakan bahwa ada pengkhianat
yang hadir. Setelah Yudas bangkit dan pergi, sulit untuk membayangkan bagaimana
pikiran kelompok itu melupakan hal itu. Apakah ada yang lebih dari kebersamaan?
Atau apakah mereka semua sangat marah karena perjamuan itu menjadi hancur?
Ketika mereka menyanyikan sebuah lagu dan pergi, mereka semakin dekat satu sama
lain, waktu yang paling diberkati bersama Tuhan mereka yang pernah mereka
rasakan. Yesus ingin sekali memberikan beberapa kata-kata terakhir yang berupa
penghiburan, nasehat dan peringatan. Mereka masih tidak mengerti bahwa Dia akan
mati, tetapi Dia mengetahuinya. Hanya Yohanes yang menjelaskan apa yang mereka
bicarakan malam itu, dalam Yohanes 13 sampai 16 Kemudian ia mencatat doa yang
indah yang Yesus doakan bagi semua pengikut-Nya,
termasuk kita, dalam Yohanes 17. Sebuah era baru dimulai, tapi tak seorang pun mengetahuinya.
Orang-orang tak menyadarinya.
Penerapan Pribadi
Seperti orang-orang pada zaman Luther, kita saat ini kadang-kadang lebih
menekankan pada ritual itu sendiri dari pada maknanya yang lebih dalam. Kita
dapat menggunakan kata "persekutuan" hanya untuk upacara tertentu,
dan tidak pernah benar-benar bersekutu
sama sekali. Kita mengkhawatirkan tentang kaki siapa yang akan kita cuci, dan merasa
gelisah sementara lagu sedang dimainkan. Kita bisa minum air anggur dan makan
roti perjamuan tanpa memikirkannya kecuali untuk menyelesaikannya dan pergi
makan siang.
Jika kita melakukan hal itu, kita telah benar-benar menyalahgunakan kata
tersebut. Komuni bukanlah layanan. Ini adalah sikap hati. Ketika kita sedang mempersiapkan
hati kita, kita berkomunikasi dengan Tuhan. Ketika kita membasuh kaki seorang
teman atau pengunjung, kita bisa benar-benar menyatu dengan orang itu. Kita
bisa melihat ke dalam mata mereka. Kita dapat berdoa bersama. Ketika kaki kita
sedang dicuci, kita bisa berada dalam persekutuan bukan hanya dengan orang yang
melakukan pelayanan yang rendah hati ini bagi kita, tetapi juga bagi Allah. Hal
ini dapat menjadi perpanjangan kecil sumpah baptisan kita.
Apakah ”kaki-kaki” rohani kita kotor dan berdebu?
Apakah ada dosa-dosa yang perlu kita akui, pertobatan dan pembaruan yang
akan kita buat?
Apa yang Roh Kudus bisikkan pada waktu itu?
Hal ini dapat sangat bermakna jika kita saling mencuci kaki dengan anggota
keluarga. Dalam satu hal, mungkin merasa "lebih aman," mengurangi
merasa malu. Tapi ingat, mereka adalah orang-orang cenderung paling kita sakiti,
dalam hal yang kecil—kadang dalam hal yang besar. Kita bisa membisikkan
kata-kata pertobatan dan pengampunan satu sama lain dan memutuskan untuk membuat
rumah kita lebih berpusat pada Kristus. Namun, jika kita membasuh kaki tamu
atau seseorang yang kita tidak kenal dengan baik, kita masih bisa memberi
teladan kasih Allah kepada mereka dan berdoa dengan dan untuk mereka.
Ketika kita masuk kembali ke dalam gereja, biasanya ada permainan musik
lembut. Di beberapa gereja, ini adalah waktu kesaksian. Bagaimanapun cara gereja
Anda melakukannya, ini merupakan waktu yang istimewa untuk bersekutu dengan Allah
dan antara satu dengan yang lainnya, dan juga dengan para malaikat yang kita
tahu juga hadir. Mungkin Anda teringat pada seseorang yang ingin Anda doakan
atau beberapa perubahan yang Anda ingin Allah lakukan, agar kehidupan Anda
kembali ”diperbarui.”
Ketika kita mengambil roti, kita bisa mengambilnya dengan hormat,
ketahuilah bahwa roti ini yang dibuat dari biji-bijian yang Allah ciptakan kemudian
ditanam oleh manusia, kemudian dipanggang dan dihancurkan untuk kita, adalah
simbol tubuh Yesus, yang datang dan tinggal serta diremukkan bagi kita.
Ketika kita mengambil air anggur, kita bisa membayangkan darah-Nya yang
tercurah bagi kita. Dan ketika kita memasukkan sedikit makanan badani ini ke
dalam tubuh kita, kita dapat berdoa agar cara berpikir Yesus, keberadaannya dan
sikapnya yang penuh kasih akan tumbuh ke dalam hati kita sebagaimana roti dan anggur
perjamuan akan tumbuh menjadi tulang, kulit dan darah kita.
Komuni dapat benar-benar menjadi komunitas.
Pertanyaan-Pertanyaan Untuk
Didiskusikan
- Pernahkah Anda berpikir tentang hubungan kata "cummunion," "community," dan "common”? Apa reaksi Anda terhadap apa yang Anda pelajari pada bagian ini?
- Apakah gereja Anda tampaknya memiliki masalah mengenai persatuan dan perpecahan? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu?
- Pernahkah Anda mengikuti acara Mesianik Seder? Jika pernah, bagikan pengalaman Anda. Jika belum, Anda mungkin ingin mengetahui apakah ada kesempatan untuk melakukannya.
- Pernahkah Anda mengikuti upacara Perjamuan Kudus di mana hati Anda terasa dingin dan tidak harmonis, seperti yang dialami oleh murid-murid? Apa yang akan Anda lakukan?
- Apakah Anda ingat akan suatu upacara Perjamuan Kudus yang lebih mirip ritual, bukannya persekutuan yang sebenarnya bersama Tuhan dan antara satu sama lain? Jika ada, perubahan apakah yang akan Anda buat?
- Bersama teman belajar / berdoa Anda, bacalah kisah-kisah dari Perjamuan Terakhir dan berdoalah bagi setiap hati. Jika mungkin, jadilah teman bagi siapa saja pada Perjamuan berikutnya di gereja Anda.
______________________________________________________________________________
1White,
E. G. (1940). Kerinduan Segala Zaman.
Mountain View, CA, Portland, Or.: Pacific Press Pub. Association, 653.
HARI KE-6
DOSA DAN
RASA BERSALAH—DAN PENGAMPUNAN CUMA-CUMA
Salah satu kepercayaan terpenting yang diperbarui (yaitu, diperbarui
kembali ke ajaran asli Alkitab) pada Reformasi Protestan adalah konsep dosa dan
rasa bersalah.
Apa Yang Mereka Percayai
Kembali ke zaman Luther, orang-orang mempercayai bahwa bayi dilahirkan bukan
hanya dengan sifat lemah dan berdosa, tapi juga sudah bersalah, seolah-olah
mereka telah melakukan dosa Adam dan Hawa. Juga, karena orang-orang yang sangat takut terhadap
Allah yang pemarah dan pendendam seperti mereka, mereka kemudian merasa
bersalah sepanjang waktu. Mereka mengaku dosa-dosa mereka kepada para imam dan
melakukan pengampunan dosa, tapi percaya bahwa mereka juga masih harus
menderita di dalam api penyucian.
Apa Yang Luther (Dan Para
Reformator Lainnya) Pelajari
Saat mempelajari Alkitab, Luther menemukan ayat-ayat seperti Yehezkiel
18:20, "Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan
ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar
akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung
atasnya.”
Bahkan yang lebih penting lagi, dia mempelajari bahwa pengampunan
sepenuhnya dan cuma-cuma ditawarkan oleh Allah kepada mereka yang memintanya. Yesus
mengajar para pengikut-Nya untuk mengampuni berulang-ulang, tidak peduli berapa
kali seseorang memintanya. Bahkan, dalam kitab Matius saja, Yesus dicatat
berbicara tentang pengampunan 17 kali! Dia mengampuni orang yang ia sembuhkan,
mengatakan pada kita untuk mengampuni saudara-saudara kita (dan bukan hanya
saudara dan saudari dalam keluarga kita sendiri), dan dalam Doa Tuhan Yesus,
Dia mengatakan Allah mengampuni kita seperti kita mengampuni orang lain.
Yesus menceritakan seluruh perumpamaan tentang pengampunan dalam Matius 18.
Seorang pria diampuni dari hutang yang sangat besar yang tidak mampu dibayarnya,
tapi kemudian ia menolak untuk mengampuni orang lain yang berutang hanya
beberapa dolar kepadanya. Dia pun akhirnya dimasukkan ke dalam penjara, dan
Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan "Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat
demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni
saudaramu dengan segenap hatimu." (Matius 18:35). Salah satu ayat yang
paling indah dan meyakinkan dari Alkitab mengatakan, (Anda mungkin mengetahuinya
di dalam hati), "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan
adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari
segala kejahatan" (1 Yohanes 1: 9).
Ayat-ayat ini dengan sendirinya, mengandung banyak pengajaran tentang dosa
dan rasa bersalah. Mari kita lihat lebih dekat lagi.
Jika kita mengaku ...
Di zaman Luther orang percaya bahwa mereka harus mengaku dosa mereka kepada
imam, karena hanya seorang imam yang bisa mengampuni mereka (meskipun dia
mungkin juga memberi mereka surat penebusan dosa untuk "membayar"
dosa-dosa mereka sendiri). Tetapi Yakobus 5:16 mengatakan, "Karena itu
hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa
orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Ayat-ayat Alkitab ini mengajar kita agar tidak membiarkan apapun menghambat
kita untuk datang menjadi anggota tubuh Kristus; itu mendorong kita untuk
selalu menyadari kapan kita menyinggung perasaan seseorang dan untuk melakukan
hal yang benar. Mungkin ada saatnya kita perlu berbicara pada seorang pendeta
atau penasihat tentang suatu kesalahan yang telah kita lakukan. Mungkin ada
situasi di mana orang yang kepadanya Anda bersalah akan terluka oleh pengakuan
Anda daripada tidak mengetahuinya sama sekali; orang dewasa yang dipercaya atau
pemimpin spiritual dapat membantu Anda memproses hal ini. Pada saat seperti
itu, Anda mungkin harus berbagi hanya dengan pendeta atau penasehat yang
dipercaya, dan hanya mengaku kepada Allah. Tapi secara umum, tentu saja kita harus
saling mengakui apa yang telah kita lakukan terhadap satu sama lain. Yakobus
5:16 membuatnya jelas bahwa bukan hanya doa seorang imam saja yang kuat dan
efektif. Setiap orang yang benar, bersama Kristus, dihitung sebagai orang
benar, dan doa orang itu sangatlah efektif.
... Dosa-dosa kita ...
Anda akan melihat Yohanes tidak mengatakan kita tidak berdosa. Kita adalah
makhluk berdosa, dan kita dilahirkan dengan dosa warisan yang menginginkan apa
yang kita inginkan ketika kita menginginkannya. (Anda telah memperhatikan hal
itu, bukan?) Roma 3, seluruh pasal, tetapi terutama ayat 23, mengajarkan bahwa
"semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
Seluruh Alkitab ini hanyalah berisi satu kisah—kisah tentang manusia yang
memutuskan untuk tidak mengikut Tuhan dan melakukan apa yang kita inginkan, dan
Allah datang dari surga ke bumi untuk menjemput kita kembali.
Kita adalah orang-orang berdosa.
Kita perlu mengakui hal itu. Lalu:
...Ia adalah setia dan adil,
sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita….
Sekarang, hal ini sedikit mengejutkan jika Anda melihatnya secara dekat.
"Setia," ya. Tuhan sangat setia, jauh melebihi diri kita, selalu, dan
selalu siap untuk mengampuni walau setiap menit kita lari kepada-Nya. Tapi,
"keadilan"? Bukankah keadilan Allah merupakan aspek sifat-Nya yang
memastikan segala sesuatunya adil? Bukankah kita mendengar tentang Tuhan yang
tidak bisa tunduk pada dosa dan akhirnya akan membakarnya dari seluruh alam
semesta, bersama dengan orang-orang yang menolak untuk melepaskannya? Bagaimana
mungkin pengampunan Allah itu adil? Mari kita hadapi—ini bukan karena kita
layak!
Tetapi Allah sendiri yang datang, karena Ia tahu kita tidak pernah bisa
menutupi dosa-dosa kita. Keadilan Allah lah yang mengutus Anak-Nya, karena jika
Dia mati, Dia akan bangkit kembali, meskipun Dia mengalami mati pada
"kematian yang kedua," yaitu, kematian kekal. Bagaimana? Itu adalah
misteri. Kita hanya tahu bahwa Allah yang memiliki hidup dalam diri-Nya, dapat
melakukannya, dan mau melakukannya.
Sekarang, keadilan Allah lah yang membuat kita dapat menjalani hidup kita
dalam kesempurnaan Kristus, dan keadilan-Nya yang mengampuni kita dan
melepaskan kita dengan cuma-cuma oleh karena Yesus, "Dia yang ”tidak
mengenal dosa” telah dibuat-Nya “menjadi dosa” karena kita, supaya dalam Dia
kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5:21).
Sekarang itu menakjubkan!
Tapi itu belum semua yang ada di ayat ini.
... Dan menyucikan kita dari
segala kejahatan.
Kita adalah orang-orang berdosa, tetapi kita bisa membuat pilihan baru.
Kitab 1 Yohanes berbicara banyak tentang tidak memilih untuk berbuat dosa.
Dengan kata lain, oleh karena pengampunan itu cuma-cuma, tidak membuatnya mudah
atau murah. Yesus mati untuk itu, dan kita harus melakukan yang terbaik untuk
mencari tahu apa kesalahan yang telah kita lakukan kemudian memperbaikinya.
Ini adalah perbedaan besar antara pengampunan manusia dan pengampunan
Allah. Ketika kita berdosa terhadap satu sama lain, kita perlu saling
memaafkan. Ini bukan berarti memaafkan dosa atau berpura-pura itu tidak pernah terjadi.
Itu bahkan tidak berarti "lupa," dalam arti biasa lupa. Kita tidak
akan melupakan hal yang sudah terjadi. Tapi kita akan melepaskannya dan
berhenti memikirkannya. Terutama, kita berhenti berusaha memikirkan cara untuk "membalas
dendam." Tidak bisa dilakukan, meskipun Anda sudah mencobanya. Seluruh perang
telah terjadi karena si A melakukan sesuatu yang si B tidak suka, lalu si B balas
dendam, kemudian si A semakin marah lalu membawa teman-temannya dan melakukan
sesuatu yang lebih buruk untuk membalas dendam, lalu.... Anda mendapatkan
gambarannya
Ketika kita mengampuni, kita membebaskan orang itu dari setiap upaya untuk
"membayar" dosa tersebut. Meskipun ada konsekuensinya, tetapi tidak
akan menghapus dosa itu. Kita dapat bersikap penuh kasih dan tegas terhadap
orang itu. Kita bisa melakukan yang terbaik untuk menolong dia membuat pilihan
yang lebih baik. Tapi kita tidak bisa
membersihkannya dari ketidakbenaran atau mengubah sifatnya.
Allah bisa. Dan Dia berjanji, dalam ayat ini, bahwa Dia mau.
Penerapan Pribadi
Seperti kebanyakan orang Kristen, umat Advent kadang-kadang masih menyerah
pada godaan untuk percaya bahwa kita dapat menebus dosa-dosa kita, entah
bagaimana caranya. Yang lebih mudah adalah melihat hal ini sebagai kesalahan
yang serius, lalu berhenti melakukannya, jika kita melihat dengan jelas, maka
dengan bersikap seperti ini berarti kita berpikir bahwa pengorbanan Yesus belumlah
cukup.
Sungguh? Apakah kita ingin mengatakan hal itu? Tentu saja tidak! Ibrani 10:10
mengatakan, "Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh
persembahan tubuh Yesus Kristus." Dan ayat 14 menambahkan bahwa, "Sebab
oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang
Ia kuduskan."
Anda lihat ? TELAH dibuat sempurna SELAMANYA ??
Inilah bagian yang membuatnya jelas: "mereka
yang Ia kuduskan."
Aha. Jadi meskipun pengorbanan Kristus telah membuat kita dihitung sempurna
dalam catatan Allah, kita masih sedang dikuduskan. Masih belajar bagaimana
hidup sebagai anak Allah. Masih harus mengakui, dan meminta pengampunan, dan
belajar untuk membuat pilihan yang lebih baik.
Apa artinya semua ini bagi Anda secara pribadi? Mungkin Anda "dikejar-kejar
oleh dosa" tampaknya Anda tidak pernah bisa mengelak. Anda mungkin perlu
bantuan dari seorang pendeta atau penasehat yang dipercaya untuk membantu Anda
dengan penuh doa menemukan akar masalahnya dan mengijinkan Tuhan untuk mengusir
mereka sekali dan untuk selamanya.
Atau mungkin ada seseorang yang tidak bisa Anda maafkan. Mungkin apa yang
orang itu lakukan begitu merusak sehingga memaafkannya terasa seperti
"membiarkan mereka pergi begitu saja" atau menyatakan bahwa kita
tidak peduli. Jika itu yang terjadi, Anda perlu memahami sesuatu yang sangat
penting—mengampuni bukanlah memaafkan! Jika Anda bertemu seseorang di ambang
pintu, Anda mungkin berkata, "Oh, maaf!" Tapi Anda bukan sedang mengaku
dosa—itu adalah kesalahan yang tidak bersalah. Orang lain mengatakan,
"Tidak apa-apa." Ya, memang demikian. Tidak ada dosa, tidak ada
pengampunan yang diperlukan.
Satu-satunya waktu di mana Anda butuh pengampunan adalah ketika tidak ada maaf. Ketika itu adalah dosa,
murni dan sederhana. Semakin besar dosa, semakin besar kebutuhan akan
pengampunan. Jika orang tersebut masih berbahaya berada di sekitar Anda, maka
Anda tidak harus berada di sekitar mereka. Anda bisa mengampuninya, bebaskan jiwa
Anda dari belitan kemarahan dan rasa sakit Anda oleh karena dosa mereka,
sehingga itu tidak akan terus menyakiti Anda. Anda dapat berdoa agar Allah menuntun
orang itu kepada kebenaran. Tapi Anda tidak perlu terus berada di dekatnya.
Pikirkan cara ini: Jika orang itu tidak mengizinkan Allah berkuasa
sepenuhnya dan akan terus menyakiti orang lain, lalu, apakah itu disebut benar-benar
mengasihi bila tetap membuat diri Anda disakiti lagi oleh mereka? Atau mungkin
Anda adalah orang yang paling sulit untuk mengampuni. Jika demikian, Anda tidak
sendirian. Umat kristen sangat ingin menghormati Allah, sehingga ketika mereka salah,
mereka sering merasa sulit untuk melepaskan rasa bersalah mereka sendiri. Tapi Allah
memberi kita rasa bersalah hanya karena satu alasan. Seperti rasa sakit yang
memberitahu Anda bahwa Anda telah terbakar dan Anda harus menggerakkan tangan. Anda
merasa bersalah, itu memberitahu Anda bahwa Anda telah melakukan kesalahan, dan
harus berhenti. Anda kemudian mengaku kepada siapa Anda harus mengakui, meminta
maaf, membayar kerugian jika Anda bisa (harap dipahami, ini bukan untuk
membayar dosa), lalu Anda membuat pilihan yang berbeda dan membiarkan rasa bersalah itu pergi!
Jika Anda tidak bisa mengampuni diri sendiri, apakah Anda mengatakan
pengorbanan Yesus tidak cukup untuk Anda? Kita adalah orang-orang berdosa. Kita
membutuhkan Allah. Dan Allah ada untuk kita. Setiap
saat.
Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan
- Diskusikan perbedaan antara mengampuni dan memaafkan sampai Anda berpikir bahwa semua yang ada di dalam kelompok telah memahaminya dengan baik.
- Apa yang salah dengan berada dekat-dekat dengan perasaan bersalah? Apakah itu tidak membuat Anda lebih berhati-hati untuk melakukan yang benar?
- Mengapa kadang-kadang mengampuni itu sangat sulit? Apakah ada yang dapat membuatnya lebih mudah?
- Apakah menurut Anda, kadang-kadang orang terlalu mudah dan cepat mengampuni? Mengapa atau mengapa tidak?
- Mengapa begitu sulit untuk mengampuni diri sendiri? Apakah itu suatu kebanggaan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana Anda tahu kapan Anda membutuhkan bantuan dari seorang pendeta atau penasehat atau orang dewasa terpercaya lainnya?
- Bersama teman belajar / berdoa Anda, pertimbangkanlah hal berikut dan usahakan untuk membantu dan mendukung satu sama lain bila diperlukan:
a.
Sebuah.
Apakah ada seseorang yang kepadanya Anda perlu untuk mengakui? Kapan Anda akan
melakukan hal itu?
b. Apakah ada seseorang yang perlu Anda
ampuni? Kapan Anda akan melakukan hal itu?

HARI KE-7
BAPTISAN KE
DALAM PERJANJIAN BARU
Apa Yang Mereka Percaya
Kita telah menemukan bahwa pada zaman Martin Luther, orang percaya bahwa
baptisan itu membasuh habis dosa, dan bahwa tidak ada orang yang bisa
diselamatkan jika dia tidak dibaptis bahkan bayi yang baru lahir sekalipun.
Luther sendiri terus percaya bahwa bayi harus dibaptis. Dia menyatakan bahwa
"sakramen" (bagi orang-orang zaman itu, tindakan ini mengandung unsur
yang hampir sama dengan kekuatan magis), sehingga sakramen "tidak menjadi
tidak sah meskipun diterima atau dipekerjakan secara salah"—dengan kata
lain, bahkan jika orang dewasa yang tidak percaya dibaptis, itu akan tetap berlaku,
sehingga tidak masalah jika bayi percaya atau tidak (Katekismus besar, oleh Martin Luther, dikutip dalam Proyek Wittenberg)1
Saya mengadakan percakapan dengan seseorang (bukan Katolik) yang merasa
ngeri karena Advent tidak membaptis sampai batas usia di mana orang tersebut
dapat membuat keputusan sendiri. "Bagaimana bisa Anda menahan keselamatan
dari anak-anak Anda?" Ia bertanya. Dia benar-benar percaya bahwa anak-anak
tidak diselamatkan kecuali mereka dibaptis, dan bahwa baptisan itu membawa keselamatan.
Dia menunjukkan bahwa Alkitab mengatakan "Siapa yang percaya dan dibaptis
akan diselamatkan." Dia tampaknya tidak menyadari bahwa ayat-ayat (Markus
16:16 dan Kisah Rasul 16:31, misalnya) berkata "Percaya dan dibaptis dan
Anda akan diselamatkan." Bagaimana bayi bisa percaya?
Bahkan, dalam Kisah Para Rasul, Paulus secara khusus mengatakan kepada
kepala penjara (pemenjaranya) dan keluarganya, "Jawab mereka:
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat," Lalu
ia mengajarkan mereka cerita tentang Yesus, dan kemudian mereka dibaptis.
Apa Yang Kita Percaya
Kita tidak pernah bisa mengulanginya berkali-kali: Keselamatan hanyalah oleh
kasih karunia, terpisah sepenuhnya dari usaha, termasuk usaha yang
diperintahkan Allah, seperti baptisan. Semua usaha kita merupakan sambutan
dan bukti dari keselamatan yang kita peroleh dengan anugerah, melalui iman.
Sudah pasti kita memahami dan menerima apa yang telah Yesus lakukan bagi
kita dan menerima karunia keselamatan yang cuma-cumakita akan memilih untuk
dibaptis.
Mengapa?
Pertama, itu adalah apa yang Yesus lakukan, dan Dia adalah Teladan Agung
kita. Ini adalah salah satu kisah yang sangat penting yang keempat Injil itu
ceritakan pada merkea. Kita
akan melihat Kitab Matius.
Baca atau mintalah seseorang
membacakan Matius 3:11. Mengapa
Yohanes mengatakan bahwa ia membaptis?
Sekarang bacalah ayat 13-15. Mengapa Yohanes mencoba untuk mencegah Yesus dibaptis? Apakah Yesus perlu
bertobat? Mengapa Yesus mengatakan pada Yohanes untuk melanjutkan dan membaptiskan-Nya?
Akhirnya, bacalah ayat 16. Jelas Allah tidak ingin ada yang ketinggalan
fakta bahwa Yesus telah melakukan hal yang benar dan Allah berkenan dengan-Nya.
Ada tempat-tempat lain di
dalam Alkitab yang masuk ke baptisan dengan lebih teliti.
Bacalah atau minta seseorang
membacakan Roma 6:3-4. Apa
yang Paulus katakan yang dilambangkan oleh baptisan? Keseluruhan pasal ini dan
kemudian dua pasal berikutnya, semua tentang bagaimana belajar suatu menjalani
kehidupan yang kudus di dalam Kristus meskipun kita memiliki sifat-sifat dosa.
Jadi Paulus, meskipun ia tidak percaya tindakan baptisan itu sendiri memiliki
kekuatan khusus, tentu kita ingin memahami bahwa tindakan iman dan penerimaan
keselamatan yang baptisan tunjukkan kepada publik membawa kita berhubungan
dengan kuasa yang nyatadan luar biasa. Ketika Anda bisa, Anda harus mempelajari
pasal-pasal ini secara penuh, terutama jika Anda khawatir tentang dosa yang
mengendalikan hidup Anda. Sekarang, kita melompat ke Roma 8:10 dan bacalah. Apa
kuasa yang membasuh dosa dan mengajarkan kita untuk menjalani suatu kehidupan yang
baru dalam perjanjian baru?
Dia mengatakan hal itu bahkan lebih jelas dalam Kolose 2:12 (jika orang
mengalihkan Anda ke sana, ingatkan mereka untuk tetap mempertahankan jari-jari
mereka pada Kitab Roma 8): "karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam
baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu
kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati." Apa
yang telah membangkitkan Yesus dan sekarang membangkitkan kita? Hati-hati—nanti
bisa terlihat seolah-olah ayat-ayat tersebut mengatakan itu iman kita, tetapi
perhatikanlah ia mengatakan melalui
iman kita dalam kerja Allah. Allah
membangkitkan Yesus, dan Allah membangkitkan kita. Baptisan hanya menunjukkan
dunia kita sudah mengatakan Ya.
Kemudian Apa
Banyak orang, tua dan muda, percaya bahwa baptisan entah bagaimana akan
membuat kita lebih mudah untuk menjalani hidup kekristenan. Perhatikan saja—Apa
yang terjadi kepada Yesus tepat setelah baptisannya? Puasa enam minggu, diikuti
oleh pencobaan yang berat! Kadang-kadang hidup semakin susah, tidak semakin
mudah. Setan tidak suka apabila anak-anak Allah memproklamirkan iman mereka. Dia
berketetapan untuk menjatuhkan kita.
Membaca atau memiliki seseorang membaca Roma 8:11. Paulus mengatakan bahwa
Roh Kudus hidup di dalam kita!
Berikut adalah kisah yang akan menolong kita untuk memahami prinsip. Bayangkan
Anda adalah orang yang selalu rindu bermain biola. Sekarang, bayangkan bahwa
Stradivari, mungkin pembuat biola terbesar yang pernah hidup, datang di pintu
Anda dan menawarkan pada Anda salah satu dari biola-biolanya yang luar biasa,
gratis. Apakah Anda mengatakan "ya, terima kasih!" Atau Anda berargumentasi
bahwa entah bagaimana, anda akan mencoba membayarnya?
Tentu saja Anda mengatakan ya. Dia memberikan biola ke tangan Anda, dan itu milikmu.
"Sekarang Anda pemain biola," katanya pada Anda.
Mengagumkan!
Tapi ada masalah. Anda memegang biola itu dan menggeseknya dengan menirukan
cara terbaik dari orang lain yang pernah Anda saksikan bermain. Anda menarik
busur di senarnya, dan ratapan paling mengerikan keluar. Hebat!. Anda sendiri
memiliki biola pibadi, tetapi Anda tidak bisa memainkannya!
Stradivari bertanya, "Apakah Anda ingin saya ajar memainkannya? Itu
bagian dari tawar-menawar. Anda mendapatkan biola gratis, dan Anda mendapatkan
petunjuk-petunjuknya secara cuma-cuma."
Apa sambutan Anda?
Pelajaran satu minggu ini berbicara tentang kebenaran, piker Anda. Tapi
Stradivari mengatakan tidak, itu tidak cukup untuk membuat Anda seorang pemain
biola seperti dirinya. "Saya akan tinggal bersamamu. Jika Anda tidak
keberatan ... "
Dan masih tanpa biaya? Jika Anda adalah orang yang selalu rindu untuk
bermain biola, apakah Anda akan menolaknya?
Kita umat Kristen memiliki tawaran yang lebih baik. Kita diberikan hidup
yang kekal, gratis. Mari kita menuju ke pelajaran mingguan (kami menyebutnya
Sekolah Sabat dan Gereja) tapi itu tidak cukup untuk membuat kita hidup dalam
kasih yang suci seperti yang kita rindu untuk dilakukan. Kita diberikan
instruktur yang sempurna 24 jam selama 7 hari gratis!
Tapi bukan hanya itu saja. Keamanan yang diberikan oleh Istruktur tersebut
masih tetap bukan atas seberapa baik kita belajar hidup kudus. Itu berdasar—selamanya—pada hidup-Nya sendiri yang
sempurna dan tanpa dosa. Seolah-olah Stradivari mengajarkan Anda untuk bermain,
tapi setiap kali Anda bermain, ia menaryh tangannya di atas tangan Anda dan yang
didengar oleh semua orang adalah permainannya yang sempurna.
Ini rumit. Bukankah itu berarti bahwa kita menjadi seperti boneka. Kita
memiliki pilihan gratis dan juga untuk selamanya. Kita belajar untuk melakukan
berbagai hal yang Allah ajarkan pada kita, dan menjadi lebih penuh kasih dan
baik (definisi kesempurnaan diberikan dalam Lukas 6:36) Keselamatan kita dan
kehidupan yang kekal tidak berdasarkan—selamanya—pada apa yang kita lakukan, bahkan di dalam Roh Kudus sekalipun.
Jika Anda sudah dibaptis dan sekarang Anda menyadari bahwa Anda telah tiba
pada pemahaman yang lebih dalam dan Anda mungkin telah membuat pilihan tanpa
benar-benar memahaminya, jangan takut. Allah ada bersama Anda dan membawa Anda
ke tempat ini. Tidak pernah terlalu terlambat untuk menegaskan kembali
keputusan Anda dan meminta pada Allah bahwa baptisan Anda menerima pengalaman
perasaan hati yang nyata. Adalah hak istimewa dan karunia Anda untuk meminta
Roh Kudus tinggal di dalam diri Anda dan mengajarkan untuk mengasihi semua
orang, setiap saat, di semua tempat. Anda juga dapat menggunakan kesempatan
berikutnya untuk menerima perjamuan kudus sebagai upacara mengulangi komitmen
antara Anda dan Tuhan.
Ada berbagai alasan mengapa orang dibaptis:
- Karena teman-teman mereka.
- Karena mereka telah mencapai usia tertentu atau kelas tertentu di sekolah.
- Karena guru mereka, ibu, atau pendeta berpikir mereka harus dibaptis.
- Karena mereka pikir hidup akan lebih mudah atau mereka akan lebih mampu menahan godaan.
Semua alasan ini bisa memiliki beberapa validitas dalam diri mereka, namun
semuanya itu tidak akan pernah merupakan alasan yang sebenarnya; hanya ada satu
alasan untuk membuat pilihan penting ini: Anda telah memahami bahwa Yesus mati
untuk Anda, bangkit dan naik ke surga untuk menjadi perantara dan untuk
mempersiapkan tempat bagi Anda. Akibatnya, Anda ingin menunjukkan kepada semua
orang yang telah mengatakan Ya untuk karunia-Nya dan ingin belajar hidup di
bawah perjanjian baru-Nya.
Jangan salah paham. anak-anak muda juga bisa di bawah pemerintahan Yesus
dan belajar menjadi lebih dan lebih penuh kasih. Saya harap Anda juga demikian!
Tapi ini adalah sebuah tahapan baru—menyeberang dari ambang batas antara iman
anak-anak dan iman orang dewasa. Bawalah itu ketika Anda berdoa dan belajar dan
bicarakan dengan Tuhan dan percaya bahwa sekaranglah saatnya menerimanya.
Bicarakan juga dengan keluarga Anda—jika mungkin. Jika Anda salah satu dari
orang-orang yang keluarganya akan menentang baptisan atau bahkan menghukum atau
mengusir Anda, Tuhan memberkati Anda! Anda akan membutuhkan doa ekstra dan
dukungan ekstra dari komunitas Kristen Anda. Diskusikanlah masalah tersebut
dengan guru atau pendeta yang dipercaya. Allah akan menunjukkan apakah Anda
harus menunggu beberapa saat lagi atau pergi ke depan dalam iman—masing-masing
situasi berbeda. Kebanyakan dari semua, berusaha untuk tetap dalam tuntunan Roh
dan tetap sabar, rendah hati, dan penuh kasih. Hal ini mungkin bisa membawa
keselamatan pada keluarga Anda juga.
Di manapun Anda berada dalam perjalanan ini, Tuhan memberkati Anda
masing-masing.
Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan
- Apa yang Anda percayai tentang baptisan? Sudahkah pandangan Anda berubah sejak Anda muda? Bagaimana?
- Apakah pelajaran ini menolong Anda? Jika demikian, bagaimana?
- Apa pendapat Anda tentang kisah biola? Bagikanlah beberapa ide yang diberikan oleh pelajaran itu kepada Anda. Bagaimana layanan ilahi mingguan seperti pelajaran musik? Bagaimana pengalaman hidup sehari-hari seperti praktek? Jika ada yang memainkannya atau menyanyi, orang tersebut dapat membagikan beberapa wawasan tentang bagaimana hal ini dapat / tidak dapat dibandingkan dengan kehidupan Kristen.
- Apakah Anda sudah dibaptis? Jika bersedia, bagikan beberapa alasan Anda, dan beberapa hal yang telah Anda pelajari sejak saat itu.
- Apakah Anda belum dibaptis? Jika bersedia, bagikan alasan Anda dan di mana Anda berada sekarang dalam proses pengambilan keputusan.
- Baik sudah dibaptis maupun belum, apakah Anda berkomitmen untuk mengikuti kehendak Allah dalam hidup Anda dan mengizinkan Roh Kudus masuk sepenuhnya? Apakah Anda akan menggunakan "pelajaran biola" ini dalam cara hidup yang mengasihi?
- Dalam privasi hubungan teman belajar / berdoa Anda, pertimbangkanlah hal berikut:
- Apakah Anda perlu memperbaharui komitmen Anda kepada Roh Kudus? Bagaimana Anda dapat menolong orang lain?
- Jika Anda merupakan salah satu di antara mereka yang akan menghadapi kesulitan untuk dibaptis karena berlawanan dengan keluarga atau untuk alasan lain, mintalah doa khusus dan kebijaksanaan seperti keputusan Anda. (Berkonsultasilah juga dengan orang dewasa yang terpercaya).
______________________________________________________________________________
1The Large Catechism, oleh Martin Luther. (1921). Didapatkan
kembali dari http://www.iclnet.org/pub/resources/text/wittenberg/luther/catechism/web/cat-13a.html.
HARI KE-8
YESUS
DATANG KEMBALI!
Tujuan utama yang memungkinkan Allah untuk memperbarui gereja kita dan kita
secara pribadi, dari dalam ke luar, adalah agar alam semesta dapat dikembalikan
(diperbarui) kepada keadaan awal seperti ketika diciptakan. Allah memiliki
kesabaran yang tak terkatakan terhadap umat manusia karena mengetahui bahwa Dia
benar-benar hanya membuat peraturan untuk kebaikan yang terbaik. Dia tidak
pernah menjadi Allah yang sewenang-wenang, suka memerintah atau pemarah. Dia
tidak menciptakan apapun perintah yang tidak diperlukan untuk menjaga
anak-anak-Nya supaya aman. Suatu hari, akhir dari semua kesabaran ini akan
datang. Yesus akan datang kembali, dan bukan sebagai seorang tukang kayu lembut
dari Galilea, Dia akan menjadi penguasa yang berkuasa penuh yang tak
terkatakan—Allah yang Maha Tinggi.
Apa yang harus kita pikirkan tentang hal ini?
Apa Yang Mereka Percaya
Karena kebanyakan orang pada zaman Martin Luther berpikir bahwa Allah itu
pemarah dan pendendam, tidak hanya membuat aturan yang Ia inginkan, tetapi juga
selalu mengawasi setiap pelanggaran yang sekecil apapun, mereka sangat takut
terhadap Hari Besar Penghakiman itu. Itulah alasan Martin Luther yang masih
muda itu berusaha keras untuk tidak melakukan dosa, dan menghukum dirinya
sendiri jika ia berbuat dosa, karena ia berpikir bahwa jika tidak, dia harus
menghabiskan waktu yang lama dihukum dengan jauh lebih buruk di api penyucian
sebelum ia bisa masuk ke surga. Lebih dari apa pun, ia takut akan hari ketika
Allah akan datang untuk menghakimi orang-orang fasik. Karena ia cukup yakin
bahwa dia jahat.
Apa Yang Luther Pelajari
Ketika Luther belajar tentang kasih karunia, dan menyadari betapa Allah
yang kita miliki itu penuh kasih, semuanya berubah. Dia mempelajari bahwa ya,
dia jahat, tapi Yesus telah datang untuk menyelamatkannya saat ia masih seorang
berdosa (Roma 5:6), bahwa keselamatan sepenuhnya oleh kasih karunia Allah—karunia—dan
bahwa hanya Yesus dan Roh Kudus lah yang memiliki kekuatan untuk membuat Luther
menjadi penuh kasih gantinya jahat. Bahkan, ketika ia mengkhawatirkan
dosa-dosanya sendiri sepanjang waktu, ia tidak memiliki energi yang tersisa
untuk mengasihi orang lain! Pernahkah Anda memperhatikan hal demikian?
Ketika Luther mempelajari semua ini, akhirnya ia berhenti menjadi takut.
Dia tahu bahwa penghakiman itu cocok dengan semua ajaran lain; bahwa
penghakiman itu hanyalah akhir dari apa yang telah dimulai oleh Allah, dan
hanya perlu ditakuti jika sudah memutuskan untuk menolak Allah.
Ia bahkan menyebut Hari Terakhir "lieber jüngster tag," yang
secara harfiah berarti "hari paling baru yang tercinta." Suatu
perputaran yang menarik—tampaknya hari yang paling terakhir dari sepanjang masa
akan dianggap sebagai hari yang tua, bukan muda. Tapi Luther tahu hari terakhir
juga hari pertama—hari pertama masa di mana semua hal akan menjadi baru.
Apa Yang Yesus Katakan
Setelah Perjamuan Terakhir bersama murid-murid-Nya, Yesus merasa sangat
sedih, karena Dia tahu waktu-Nya bersama mereka akan segera berakhir, dan
pemahaman mereka masih sangat sedikit tentang apa yang Dia telah coba ajarkan
pada mereka. Pada waktu yang telah ditentukan bagi mereka untuk berjalan dari
ruang atas tempat mereka makan Paskah ke Taman Getsemani, meskipun mereka hanya
tahu sedikit tentang hal itu, Yesus akan menghadapi pertempuran terbesar-Nya,
Dia mencoba untuk mengajar mereka tentang semua hal yang Dia ingin mereka
pahami. Salah satunya adalah bahwa Dia akan datang kembali.
Bacalah atau minta seseorang
untuk membacakan Yohanes 14: 1-3. Kita semua sudah biasa dengan ayat-ayat ini. Anda mungkin ingin membacanya
bersama-sama dengan pembaca, bahkan jika versi yang sedikit berbeda. Bagian ini
mengatakan hal yang sama dalam bahasa apapun:
Jangan takut.
- Anda bisa mempercayai baik Bapa-Ku maupun Aku.
- Rumahnya memiliki cukup ruang untuk semua orang yang akan datang.
- Saya akan mempersiapkan tempat bagi Anda.
- Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku!
[Anda mungkin memiliki seorang juru tulis
untuk menuliskan ini pada papan atau poster. Masing-masing Anda boleh
menuliskannya pada kartu atau kertas dan meletakkannya di suatu tempat yang
dapat sering Anda lihat].
Ketika dunia mulai melemahkan kita, ketika berbagai hal terlihat begitu
salah, sulit untuk percaya bahwa segala sesuatu akan berubah selamanya, kita
bisa menghibur diri sendiri dengan membaca kata-kata ini kembali. Bukan para
murid yang mengatakan hal itu.
Yesus. Itu bukan kata-kata dari Petrus atau Paulus atau Yakobus yang untuk
mendorong kita. Yesus sendiri yang mengatakan kata-kata ini.
Yesus.
Anda bisa mempercayai janji ini.
Apa Yang Murid-Murid Katakan
Tentu saja, hal ini juga mendorong untuk membaca apa yang dikatakan para pengikut
Yesus tentang subjek ini. Mari kita lihat
2 Petrus 3:8-9. Apa saja hal-hal yang menggembirakan yang Petrus ingatkan
pada para pembacanya?
Bersama Allah, 1000 tahun berlalu seperti satu hari. Namun, Dia dapat
melakukan dalam satu hari sebanyak yang kita dapat lakukan dalam 1000 tahun,
mendengarkan setiap doa di banyak dunia, menolong jutaan pengikut, memanggil
jutaan orang berdosa.
- Allah tidak lalai, Ia sabar.
- Allah tidak ingin satu orang pun hilang.
Ketika tampaknya seolah-olah Yesus terlalu lama, dan tidak akan pernah
sampai di sini, baca kembali ayat-ayat ini. Kemudian tanyakan apa yang dapat
Anda lakukan untuk membantu orang lain agar "bertobat."
Sekarang lihat 1 Tesalonika
4:16-18. Dalam ayat-ayat
yang tepat sebelum ini, jelaslah bahwa Paulus mendorong orang-orang yang telah
kehilangan orang yang dikasihi dalam kematian. Apakah Anda telah kehilangan
orang yang Anda kasihi? Sulit, bukan? Bayangkan saja betapa sulitnya jika Anda
tidak tahu apakah Anda akan pernah melihat wajah mereka lagi.
Beberapa orang yang sedang membaca surat Paulus merasa tidak yakin. Mungkin
kadang-kadang Anda tidak yakin. Ketika itu terjadi, bacalah kembali kata-kata
ini.
- Kedatangan Yesus adalah suatu Peristiwa Besar. Riuh, dengan suara terompet yang nyaring dan suara penghulu malaikat.
- Yang telah mati di dalam Kristus bangkit untuk menemui-Nya di awan-awan. (Dapatkah Anda bayangkan reuni itu?)
- Lalu orang-orang yang masih hidup di bumi "diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan."
- Kita akan bersama dengan Tuhan selamanya.
Selama-lamanya! Ini sangat menarik untuk dibayangkan, dan kita benar-benar
tidak tahu sama sekali seperti apa itu nantinya.
tapi…
Bagaimana Kita Ke Sana?
Mari kita kembali kepada Kitab Yohanes 14. Jika kita melanjutkan percakapan
Yesus bersama murid-murid-Nya, kita akan menemukan jawaban untuk pertanyaan
ini. Bacalah atau minta seseorang
membacakan Yohanes 14: 4-6.
Apa pertanyaan yang Tomas tanyakan? Pernahkah Anda menanyakan pertanyaan
itu?
Apa jawaban Yesus?
AKULAH Jalan. Dua
kata pertama, Anda tahu, adalah nama keluarga Allah. Dalam bahasa Ibrani, itu
YHWH, sering diucapkan Yahweh atau Yehuwa, dan itu berarti "saya"
atau "Saya bahwa saya." Dalam hal ini, Yesus menjawab pertanyaan
Tomas 'dengan mengatakan, "Saya tahu bagaimana untuk sampai ke sana. Cukup
ikuti Saya. "
Dalam satu cara, Yesus adalah satu-satunya yang kita ikuti. Kami ingin
mengikuti jalan-Nya dan hidup sebagaimana Dia hidup. Dengan cara lain, Dia
adalah Jalan. Ingatkah ketika kita menemukan dalam bahasa Ibrani bahwa Tubuhnya
adalah tirai yang robek sehingga kita bisa masuk ke hadirat Allah?
Jika Anda membaca beberapa ayat berikutnya, Anda akan melihat Yesus sedang
mencoba menjelaskan bahwa segala sesuatu yang Dia lakukan dalam hidup-Nya di
bumi, itu dilakukan karena Dia tinggal di dalam Bapa dan Bapa tinggal di dalam
Dia. Ini bukanlah hal yang kita sebagai manusia benar-benar bisa mengerti, tapi
itu adalah realitas yang dimungkinkan melalui kehadiran kuat dari Roh Kudus
dalam hidup kita. Kita hanya bisa menerimanya dan meminta untuk menjadi
kenyataan bagi kita. Dengan demikian, pada akhirnya ketika Yesus datang untuk
membawa kita pulang, itu akan menjadi hidup kekal, kehidupan abadi yang akan kita mulai hidupkan
di sini sekarang.
Jika kita hidup dalam Yesus, dan Yesus tinggal di dalam kita, setiap hari
dari kehidupan kita, maka ketika Ia pulang, Dia akan membawa kita bersama-Nya.
Mempersiapkan Diri
Umat Advent sering membicarakan tentang "mempersiapkan diri bagi
kedatangan Yesus." Kadang-kadang hal ini menuntun kita kepada kecemasan yang
sama yang Luther dan orang-orang pada zamannya alami. Bagaimana jika saya tidak
melakukan cukup, atau tidak melakukannya dengan benar? Bagaimana jika saya
berbuat dosa dan bahkan tidak mengetahuinya? Bagaimana jika saya melakukan
sesuatu yang salah dan saat itu saya mati, atau Yesus datang? Saya tidak akan
pernah cukup baik!
Ketika gadis kecil saya berumur tujuh tahun, pulang dari sekolah gereja,
dia takut jangan-jangan dia "belum siap" ketika Yesus dating nanti.
Saya akan menanyakan pada Anda apa yang saya tanyakan padanya:
Apakah engkau percaya bahwa Yesus sudah mati bagimu Anda dan ingin
menyelamatkanmu?
Apakah engkau percaya bahwa Dia mengasihimu?
Apakah engkau juga mengasihi Dia?
Pernahkah engkau meminta-Nya untuk hidup di dalam hatimu?
Apakah engkau belajar untuk mendengarkan-Nya setiap hari?
Anda siap. Titik.
Hari terakhir bukanlah sesuatu yang menakutkan dan ngeri. Bahkan Perjanjian
Lama, dalam Kitab Daniel 7:22, mengatakan bahwa Allah akan menghakimi "dan
keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi." Itu adalah
Anda. Itu adalah saya. Jika kita telah menerima Tuhan dan membiarkan Dia hidup
di dalam diri kita dan melakukan kehendak-Nya, Dia akan menghakimi untuk memberikan
keadilan pada kita!
Martin Luther akan menyukai buku Ellen White yang ditulis 300 tahun setelah
waktunya: Kemenangan Akhir. Bagian
terakhir dari buku yang merupakan salah satu yang paling disukai dari semua
tulisan Ny White.
"Pertikaian besar telah
berakhir. Dosa dan orang-orang berdosa tidak ada lagi. Seluruh alam semesta
sudah bersih. Suatu denyut keharmonisan dan kesukaan berdetak di seluruh alam
kejadian. Dari Dia yang menciptakan semuanya, mengalir kehidupan dan terang dan
kesukaan ke seluruh jagad raya yang tidak ada batasnya ini. Dari atom yang
paling kecil sampai kepada dunia yang paling besar, segala sesuatu, yang
bergerak atau yang tidak bergerak, dalam keindahan yang tak terselubung dan
kesukaan yang sempurna menyatakan bahwa Allah itu kasih adanya.” (hlm. 678).1
Allah itu kasih. Itulah inti keseluruhannya. Itulah setiap prinsip yang
Luther temukan, setiap prinsip yang telah kita lihat selama Pekan Doa ini.
Karena Allah adalah kasih, Ia telah memberi kita Alkitab-Nya, dan kita
dapat mempercayainya lebih dari apa pun yang manusia pernah katakan.
Karena Allah adalah kasih, Ia telah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan
kita, tidak ada alasan lain selain karena Dia sangat mengasihi kita!
Karena Allah adalah kasih, Yesus dapat menjadi pusat kehidupan kita dan doa
dapat menjadi bahan bakar yang membuat kita menyala terang di dunia yang gelap.
Karena Allah adalah kasih, Ia memanggil semua pengikut-Nya untuk menjadi
imam oleh kasih karunia-Nya, bagikanlah berita sukacita ini kepada semua orang.
Karena Allah adalah kasih, Dia memberi kita sebuah upacara yang indah yang
kita sebut Perjamuan Kudus, dan itu dapat menolong kita untuk mengembangkan
komunitas cinta sejati.
Karena Allah adalah kasih, Dia mengampuni segala dosa yang kita akui, tanpa
memarahi atau menghukum (meskipun mungkin masih ada konsekuensi dari dosa kita.
Itu juga adalah kasih).
Karena Allah adalah kasih, kita dapat memilih untuk dibaptis ke dalam
tubuh-Nya dan hidup dalam kesatuan dengan Roh-Nya di dalam hati kita yang
membawa kita "ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:13).
Karena Allah adalah kasih, Ia tidak akan pernah meninggalkan kita di sini.
Yesus akan datang untuk menjemput kita dan membawa kita pulang selamanya!
Bahwa, sebagaimana yang Luther
pelajari, itu bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti. Ini adalah sesuatu hal
untuk memandang ke depan dengan sukacita.
Pertantaan-Pertanyaan Untuk
Didiskusikan
- Ketika Anda memikirkan tentang Kedatangan Kedua kali dan Hari Penghakiman, bagaimanakah perasaan Anda? Mengapa? (Katakan yang sebenarnya. Jika Anda takut, ini adalah tempat yang aman dan waktu untuk membicarakannya).
- Apakah pelajaran ini mengubah sikap Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Adalah
wajar bila manusia yang berdosa merasa
takut terhadap penghakiman Allah yang Kudus. Apakah satu-satunya hal yang memungkinkan
kita untuk tidak takut?
- Apa yang Anda lakukan setiap hari untuk memastikan bahwa Anda memperhatikan tuntunan Roh Kudus?
- Mana yang menjadi favorit Anda dari ayat-ayat tentang Kedatangan Kedua kali? Apakah ada yang lain yang sangat Anda senangi?
- Sekarang, di akhir Pekan Doa ini, apakah Anda telah membuat suatu keputusan untuk mengikut Tuhan setiap saat dalam hidup Anda? Jika tidak, apa yang akan menolong Anda untuk mengambil keputusan itu? Dengan penuh doa, bicarakanlah hal ini bersama teman belajar / doa Anda.
______________________________________________________________________________
1White,
E. G. (1967). The Great Controversy. Phoenix, AZ: Inspiration Books, 678.
Mempengaruhi Eropa
Kongres
Pelayanan Pemuda Sedunia
Stuttgard,
Jerman
30 Juli s/d
4 Agustus 2018
Memperlengkapi,
Memberdayakan, dan Melibatkan
Para
Pemimpin Generasi Yang Dipenuhi Oleh Roh Kudus
untuk menyampaikan Warisan Reformasi
Setiap orang muda dipanggil dan dibutuhkan untuk
kepemimpinan
|
MEMBUAT
BUKU CATATAN DOA PRIBADI ANDA
|
(Catatan
untuk pemimpin / perancang: jika Anda mencetak ini dalam bentuk buku,
sebaiknya ini ditempatkan di bagian belakang buku atau di suatu tempat di mana
dapat diakses dengan mudah oleh para pelajar)
Kami sangat menyarankan agar Anda membuat Buku Catatan Doa karena dalam
beberapa hari, minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun, Anda dapat melihat kembali
dan merenungkan cara-cara yang berbeda di mana Allah telah menjawab permohonan
doa-doa Anda.
- AMBIL SEBUAH BUKU CATATAN / 3-RING BINDER. Buku catatan (notebook) apa saja atau binder dapat digunakan, asalkan kertas tersebut tidak ada tulisan di dalamnya. Boleh sebuah buku latihan, atau kertas tulis lepas (loose-leaf writing paper), atau buku catatan harian (diary) dengan jumlah halaman yang layak di dalamnya, setidaknya 100 halaman (50 lembar) sehingga cukup untuk satu tahun (sekitar 4 hari / halaman).
- MENCARI TEMPAT BERSEMBUNYI. Tuhan tidak ingin Anda untuk pamer berdoa, jadi jangan pergi membual tentang hal itu. Anda dapat menuliskan doa-doa Anda di sini, bahkan orang-orang pribadi yang Anda tidak ingin orang lain ketahui. Ada baiknya jika tidak ada yang pernah mengetahui di mana jurnal Anda. Bahkan lebih baik lagi jika mereka tidak pernah tahu bahwa itu ada. Anda tidak akan menemukan sesuatu yang tidak Anda cari. Jika ada anggota keluarga yang menemukannya, (Anda tidak ingin mereka mengetahui semua rahasia Anda) katakan pada mereka dengan sopan untuk tidak membacanya dan tidak memberitahu orang lain tentang jurnal Anda. Katakan kepada mereka bahwa itu sangat istimewa dan bahwa Anda akan sangat menghargai jika itu semua hanya antara Tuhan dan Anda.
- BUAT CATATAN ENTRY. Tidak masalah bagaimana cara Anda menulis. Tulis saja. Pastikan untuk memulai setiap catatan dengan tanggal, kemudian permohonan. Sisakan 2-3 baris di bawah setiap entri untuk menulis kapan doa-doa itu dijawab—berikan tanda silang atau warnai dengan stabile dan tambahkan jawaban serta tanggal saat doa itu dijawab.
Ketika Anda sedang menulis, jangan meninggalkan
apapun. Sampaikan doa Anda hanya melalui pikiran Anda. Nanti Anda akan ingin
mengenang apa yang terjadi pada hari yang Anda tulis. Tuliskan apa yang akan
Anda katakan jika Anda sedang berbicara kepada-Nya muka dengan muka. Berbicaralah
hanya kepada Tuhan. Ya, Anda dapat menceritakan semua tujuan, impian, dan kerinduan
yang Allah taruh dalam hati Anda dan saksikan Dia bekerja dalam hidup Anda.
TIPS: Menuliskannya di buku catatan / notebook Anda adalah cara lain untuk
menyampaikan doa kepada Allah. Anda tidak perlu mengulangi hal-hal yang membuat
Anda benar-benar khawatir; Allah menjawab bahkan sebelum kita pikirkan atau
minta: "Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika
mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya" (Yesaya 65:24). Inti
keseluruhan dari doa adalah Anda berbagi segala hal dengan Allah; setiap hal
baru yang Anda sampaikan akan membuat Anda berdua lebih dekat satu sama lain
dari hari ke hari dan minggu ke minggu.
- DOA-DOA YANG DIJAWAB. Mulai sekarang dan seterusnya, mungkin setiap bulan, setiap kwartal, buka dan baca kembali buku catatan / notebook Anda. Pastikan untuk menuliskan jawaban yang Anda terima. Anda akan menyadari bahwa doa itu memang berhasil. Saat Allah telah menjawab doa Anda, kadang-kadang Anda akan tahu, tapi di lain waktu, Anda tidak akan tahu karena mungkin berbeda dari apa yang Anda inginkan atau harapkan. Bagi Anda penggemar teknologi, silahkan cari di google "membuat jurnal doa atau buku catatan doa,” dan temukan ide-ide untuk membuat punya Anda sendiri. Anda bahkan dapat mengubah kalender di ponsel atau komputer ke dalam notebook doa.
Berikut adalah dua website yang akan sangat
menolong dalam membuat buku catatan doa Anda sendiri.
Cara Membuat Buku Catatan Iman:
Kotak Kartu Ucapan Doa:

Perjanjian Kelompok Kecil Kami
Saya setuju
bahwa grup ini hadir sebagai tempat yang aman bagi saya untuk menjadi diri saya
sendiri, bertanya tentang iman saya, belajar mengasihi orang lain, dan mendapat
dukungan serta penghiburan dalam perjalanan hidup saya bersama Tuhan
KAMI SETUJU UNTUK :
- Saling mengasihi
- Harmonis satu sama lain
- Membicarakan yang benar dalam kasih
- Menyambut dan menerima masing-masing pribadi
- Bersikap baik kepada orang lain
- Tidak menghakimi orang lain
- Saling mendoakan
- Menghadiri setiap pertemuan kelompok kecil, jika bisa
- Tidak saling membenci
- Menghargai setiap opini orang lain (tidak ada pertanyaan yang bodoh)
- Saling mendukung dan saling membangun
- Kurangi memberikan nasehat
- Saling mengampuni
- Tidak saling menggerutu
- Tidak meninggalkan pertemuan bersama
- Tidak membicarakan anggota grup saat mereka tidak hadir
__________________ ________________ _________________
Nama Tanda Tangan
Tanggal
HARI PEMUDA SEDUNIA
18 Maret 2017

...Jadilah
Khotbah...

gcyouthministries.org•globalyouthday.org•facebook.com/AdventistGlobalYouthDay•#globalyouthday

Rencanakan suatu
Perayaan Reuni
Bentuklah Grup Pendukung Barnabas
Alkitab berkata, "Karena Barnabas adalah
orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada
Tuhan.” (Kisah 11:24). Barnabas sangat yakin dalam memberikan kesempatan kedua
kepada orang lain. Ketika Paulus bertobat Gereja merasa takut bahkan untuk
membuka pintu dan membiarkannya masuk. Barnabas membuat reputasinya dalam
bahaya demi Paulus, seorang teroris yang bertobat menjadi Kristen. Ketika
Paulus memutuskan bahwa ia tidak mau membawa Yohanes Markus pada perjalanan
bersamanya, sebab Yohanes Markus telah mengecewakan dirinya sebelumnya,
Barnabas memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua kepada Yohanes Markus
yang masih muda itu, yang oleh beberapa orang itu dianggap sebagai kegagalan
bagi Barnabas. Perselisihan mereka sangat hebat sehingga Barnabas dan Paulus
berpisah untuk sementara waktu. Kemudian Paulus melihat nilai-nilai positif
dalam diri pemuda itu, lalu mengutusnya untuk menolongnya dalam perjalanan
misinya.
Kadang-kadang orang-orang muda yang melakukan
kesalahan hanya membutuhkan seseorang untuk percaya pada mereka. Bentuklah Grup Pendukung
Barnabas untuk mendorong dan menolong orang-orang yang mungkin telah
bertumbuh dalam gereja, tetapi kemudian memutuskan untuk meninggalkan gereja. Anda
tidak perlu mengetahui alasannya. Berdoa saja, lima menit sehari, setiap hari
untuk setiap orang muda yang Anda tahu telah meninggalkan gereja, lalu
rencanakanlah suatu cara terbaik untuk menjangkau mereka kembali. Carilah cara
untuk membagikan kesaksian tentang Hari Pemuda Sedunia dan Pekan Doa pada
mereka dan undang mereka untuk datang pada acara penutupan.
Maukah anda menjadi Barnabas?
maukah Anda mendorong orang-orang
muda kembali ke rumah?
Bantu mereka menemukan jalan pulang ke rumah!
untuk ide perencanaan acara Reuni
anda, kunjungi:
gcyouthministries.org
|
TIM
PELAYANAN PEMUDA GENERAL CONFERENCE
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar