Kamis, 18 Mei 2017

Bacaan Pekan Doa Pemuda



BACAAN PEKAN DOA PEMUDA 2017




PEMBENTUKAN & PEMBENTUKAN KEMBALI
pembaruan dari dalam ke luar


8 PELAJARAN
Delapan pelajaran dalam pembentukan dan pembentukan kembali orang-orang muda untuk melihat usaha pembaruan dalam kehidupan pribadi, gereja dan komunitas mereka


Ditulis oleh
Debbonnaire Kovacs
Termasuk Pertanyaan-pertanyaan diskusi Kelompok Kecil harian


Apa yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan identitas batiniah serta keselamatan kita dan orang-orang yang mengasihi kita, dalam kasih Allah, sambil memberikan tanggapan secara kreatif terhadap hal-hal yang baru?

PEMBENTUKAN dan PEMBENTUKAN KEMBALI
diperbarui dari dalam ke luar


PEKAN DOA PEMUDA 2017
TEMA: DIPERBARUI DARI DALAM KE LUAR







Tanggal Resmi Pekan Doa Pemuda: 18-25 Maret 2017
Hari Pemuda Sedunia: 18 Maret 2017
Sabat Reuni: 25 Maret 2017






__________________________________________________________________


HARI KE-1: HANYA ALKITAB SAJA (16)
HARI KE-2: KESELAMATAN HANYA OLEH KASIH KARUNIA (22)
HARI KE-3: YESUS ADALAH PUSAT (28)
HARI KE-4: KEIMAMATAN DARI SEMUA—TUNGGU—SEMUA ORANG PERCAYA? (38)
HARI KE-5: PERSATUAN = PERSEKUTUAN (43)
HARI KE-6: DOSA DAN RASA BERSALAH—DAN PENGAMPUNAN YANG CUMA-CUMA (49)
HARI KE-7: BAPTISAN KE DALAM PERJANJIAN YANG BARU (55)
HARI KE-8: YESUS DATANG KEMBALI (60)

__________________________________________________________________


DAFTAR ISI



Pedoman Terjemahan……………………………………………....……………………………...4

Tentang Penulis..……………………………………………………............……………………..6

Editorial………………………………………………………………............……………………7

Yesus dan Saya…………………………………………………………............…………………8

Tetap Nyata…..…………………………………………………………............………………..11

Kegiatan dan Catatan…………………..……………………………………….................……..13

Khotbah:

Hari Ke-1……….…………………………............……………………………………..16

Hari Ke-2………..…………...……………............……………………………………..22

Hari Ke-3………………….…………………............…………………………………..29

Hari Ke-4…………………….……………………............……………………………..37

Hari Ke-5……………….……………………............…………………………………..42

Hari Ke-6………………….………………............……………………………………..48

Hari Ke-7………….……………………………............………………………………..54

Hari Ke-8………….………………………............……………………………………..59

Membuat Buku Catatan Doa...………………………............…………………………………...66

Perjanjian Kelompok Kecil.……………………………............………………………………...68

Poster Hari Pemuda Sedunia...……………………………............……………………………...69

Informasi Reuni……………………...…………………............………………………………..70

Tim Pelayanan Pemuda General Conference……………............………………………………71



PEDOMAN TERJEMAHAN



Untuk memenuhi kebutuhan orang muda kita, para pemimpin orang muda, dan mereka yang membutuhkan sumber daya dari kami, kami menawarkan kesempatan untuk menerjemahkannya dari bahasa Inggris ke bahasa lain. Berikut adalah beberapa panduan untuk menolong Anda menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan budaya.

  1. Bersikap objektif.

  1. Setia dan akurat terhadap bahan sumber.

  1. Terjemahkan makna (bukan kata demi kata), dengan cara yang peka terhadap budaya. Terjemahan harus menjaga isi dan makna dari bahan asli, dengan adaptasi budaya dan bahasa yang diperlukan, sehingga bahan yang diterjemahkan terasa alami serta mudah dipahami dan digunakan oleh para pembaca.

  1. Jangan terjemahkan secara literal, kata demi kata; ini dapat membingungkan atau menyesatkan. Perhitungkan perbedaan dalam struktur linguistik dan hubungan yang kompleks antara budaya dan bahasa.

  1. Pekalah terhadap budaya. Adaptasi budaya mungkin diperlukan.

  1. Perbanyak makna kontekstual yang tepat dari isi dan pekabaran setiap saat tanpa kelalaian atau distorsi. Jangan memperhalus, mempertajam atau mengubah pekabaran yang disampaikan.

  1. Jangan menukar, mengubah, menambah, atau mengurangi isi. Mengubah isi haruslah dengan persetujuan dari Departemen Pelayanan Pemuda GC.

  1. Jangan menambah apa yang ditulis atau dikatakan, maupun memberikan penjelasan, komentar, atau membuat rekomendasi yang tidak diinginkan.

  1. Jangan tunjukkan bias kepada pembaca terhadap dokumen yang diterjemahkan.

  1. Jangan terjemahkan secara literal (kata demi kata) terhadap ayat-ayat Alkitab. Gunakan terjemahan (versi) Alkitab yang paling dekat dengan yang digunakan dalam dokumen sumber aslinya, dan pastikan untuk mengutip (mereferensikan) versi tersebut.

  1. Jangan terjemahkan secara literal (kata demi kata) kutipan-kutipan Roh Nubuat. Gunakan kutipan langsung dari buku Roh Nubuat yang sudah diterjemahkan yang dirujuk dalam dokumen asli. Ketika mengutip buku yang sudah diterjemahkan, harap ingat untuk mengubah nomor halaman dengan yang ada di buku (yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Anda).

  1. Pada halaman Tim Penyusun, harap daftarkan nama-nama berikut:
    • Editor: Jonatán Tejel
    • Penulis: Debbonnaire Kovacs
    • Direktur Perencana: Gilbert Cangy
    • Koordinator Perencana: Maria Manderson
    • Penyunting Awal: Maria Manderson
    • Penyunting Akhir: Sophia Boswell
    • Penerjemah: ______________________
    • Jika Anda menggunakan salinan editor untuk menyalin hasil pengeditan yang sudah diterjemahkan, nama dan informasi kontak orang tersebut juga HARUS dicantumkan.

Youth Ministry Accent® merupakan cetakan Departemen Pelayanan Pemuda, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,General Conference®. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Copyright © 2016, oleh Departemen Pelayanan Pemuda, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, General Conference. Ini tersedia untuk diunduh secara gratis di website kami, www.gcyouthministries.org.

Izin untuk memfotokopi edisi Pekan Doa Youth Ministry Accent® ini, diberikan untuk penggunaan secara lokal di gereja-gereja, kelompok-kelompok pemuda, dan kegiatan-kegiatan pendidikan Kristen lainnya.

Izin khusus tidak diperlukan. Namun, isi Pekan Doa ini tidak boleh diperbanyak dalam bentuk lain tanpa izin tertulis dari penerbit. Hak cipta dilindungi undang-undang.

TIM PENYUSUN:
  • Editor: Jonatán Tejel
  • Penulis: Debbonnaire Kovacs
  • Direktur Perencana: Gilbert Cangy
  • Koordinator Perencana: Maria Manderson
  • Penyunting Awal: Maria Manderson
  • Penyunting Akhir: Sophia Boswell

VERSI ALKITAB YANG DIGUNAKAN:

Kecuali disebutkan, ayat-ayat Alkitab diambil dari ALKITAB NEW INTERNATIONAL VERSION®, NIV® Copyright © 1973, 1978, 1984, 2011 oleh Biblica, Inc ® Digunakan dengan izin. Hak cipta dilindungi Undang-Undang di seluruh dunia.







TENTANG PENULIS


Debbonnaire Kovacs telah menulis sejak ia masih anak-anak dan menjual cerita pertamanya kepada Majalah Guide (dikenal waktu itu dengan nama Junior Guide) saat ia masih berusia sebelas tahun. Ketika ia berusia empat belas tahun, dia "dijebak" (saat ia absen dari acara Sekolah Sabat karena sakit) untuk memberikan khotbah singkat bagi suatu konvensi pemuda yang besar, dan mereka berpikir, dia pasti panik! Ternyata tidak, jadi dia menulis khotbahnya sendiri untuk suatu Pekan Doa Pemuda di Mount Vernon Academy ketika dia berusia tujuh belas tahun. Dia juga dapat menjalani hal tu!

Sekarang, ia adalah seorang penulis dan pembicara penuh waktu yang telah menerbitkan 19 buku termasuk buku pelajaran Alkitab untuk kelas satu, dua, lima dan enam yang digunakan di sekolah-sekolah Advent di Amerika Utara, dan lebih dari 500 cerita dan artikel, termasuk banyak cerita untuk kelas Primary. Dia menjadi pembicara pada acara-acara perkemahan wanita, ​​retret, dan acara-acara lainnya, dan hampir tidak pernah merasa takut lagi. Puji Tuhan!

Ibu Kovacs sangat mendorong orang-orang muda untuk mengejar impian mereka, dan tidak menunggu sampai mereka dewasa untuk melakukan sesuatu di mana Allah memanggil mereka. Doa terbesarnya adalah agar setiap orang yang membaca tulisannya akan berjalan lebih dekat dengan Yesus. Situs web-nya adalah www.debbonnaire.com. Dia tinggal di sebuah peternakan kecil di Berea, KY, bersama kambing-kambing menyusui, ayam-ayam, kebun, dan kebun buah-buahan, dan juga merupakan seorang pengrajin serat yang melakukan pemintalan, menenun, membuat renda, dan banyak seni tekstil lainnya. Gaela Garden, yang bertema pengampunan dan rekonsiliasi, adalah novel pertamanya. Ini tersedia di CreateSpace.com, amazon.com dan barnesandnoble.com. Juga tersedia bagi Kindle, Nook, atau Kobo.
















EDITORIAL                                                                        JONATAN TEJEL


ALKITAB—PERATURAN IMAN SATU-SATUNYA



Kita semua telah mendengar istilah Pembaruan yang telah mengubah secara drastis cara orang dalam memandang dan melakukan pendekatan terhadap Alkitab.

Kita semua, dalam satu atau lain cara, telah mendengar tentang Pembaruan. Bagaimanapun, kita telah belajar tentang Martin Luther dan Pembaruan yang telah mengubah drastis cara pendekatan orang-orang terhadap Alkitab.

Pada awal abad ke-16, berbagai peristiwa terjadi yang menyebabkan apa yang kita kenal hari ini sebagai "Pembaruan Protestan."

Izinkan saya menyebutkan beberapa di antaranya:
  1. Gereja memutuskan bahwa agar seseorang dapat menerima pengampunan Allah, ia harus membayar sejumlah uang kepada gereja (ini disebut penebusan dosa). Akibatnya, gereja memberikan pengampunan dosa demi uang.
  2. Khotbah-khotbah selalu dalam bahasa Latin, sehingga banyak yang tidak memahami pekabaran para Imam.

Pembaruan merupakan gerakan keagamaan terbesar bagi orang Kristen sejak gereja mula-mula. Itu merupakan kebangkitan teologi Alkitab dan Perjanjian Baru. Ada kesatuan doktrinal di dalam diri para reformator tersebut:
● Hanya Alkitab                     ● Hanya Kristus                      ● Hanya Kasih Karunia
● Hanya Iman                         ● Hanya Kemuliaan Allah

Para reformator tersebut menyatakan Alkitab adalah satu-satunya aturan iman. Dan keselamatan tidak terletak pada gereja, tetapi dalam pribadi Yesus Kristus. Bahwa keselamatan itu sepenuhnya oleh kasih karunia Allah. Iman di dalam Yesus Kristus akan membawa Keselamatan. Dan tujuan akhir dari segala sesuatu adalah untuk memuliakan Allah.

Kadang-kadang kita membaca tentang pembaruan dan kita berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang terjadi di masa lalu sehingga kita tidak perlu memperhatikannya. Dan memang benar, hal itu terjadi di masa lalu, namun... bacalah kembali lima poin doktrinal yang mengubah persepsi, yang mengubah konsepsi, yang mengubah sejarah: Alkitab, Kristus, Kasih Karunia, Iman, dan Kemuliaan Allah... dan sekarang, kita menemukan diri kita dalam situasi yang sama seperti di masa lalu. Sebagian orang tidak memahami khotbah, dan sebagian orang tidak mempelajari Alkitab bagi diri mereka sendiri, mereka hanya percaya pada apa yang dikatakan di atas mimbar.

Kita masih tetap memerlukan pembaruan saat ini. Kembalilah mempelajari Alkitab setiap hari. Temukan sukacita dalam mengenal Yesus Kristus dengan lebih baik lagi setiap hari. Ingatlah bahwa Iman dalam Yesus saja yang membawa keselamatan oleh Rahmat Allah setiap hari.

Buatlah setiap hari menjadi suatu hari pembaruan dalam hidup Anda.
YESUS DAN SAYA                                                        SOPHIA BOSWELL


CELANA JEANS-LUCKY FAVORIT SAYA



Ketika saya memikirkan tentang kata pembaruan, tukang periuk dan tanah liat adalah hal pertama yang datang ke dalam pikiran saya. Tapi hal berikutnya yang datang ke pikiran saya adalah Lucky-celana jeans favorit saya.

Menurut kamus Merriam-Webster, pembaruan adalah kata kerja yang artinya: meningkatkan (seseorang atau sesuatu) dengan menghapus atau memperbaiki kesalahan-kesalahan, masalah-masalah, dll. Pembaruan—ya, itulah yang harus saya lakukan terhadap celana jeans-Lucky klasik berpinggang tinggi, berwarna biru belel milik saya. Saya harus benar-benar memperbaruinya.

Sesuatu yang menarik terjadi saat Anda bertumbuh dari gadis kecil menjadi wanita dewasa (atau anak laki-laki kecil menjadi pria dewasa). "Apa yang terjadi?" Anda bertanya. Ya, Anda bertumbuh. Bahkan Anda bertumbuh dalam banyak hal. Bukan hanya secara fisik di luar, tetapi juga di dalam hati: secara spiritual, emosional dan mental. Merupakan hal yang baik bila bertumbuh dan berkembang seiring dengan bertambahnya usia; maupun bertumbuh dalam perjalanan kita setiap hari bersama Yesus. Akan menjadi sedikit mengkhawatirkan jika salah satunya tidak bertumbuh sama sekali.

Dalam hal ini saya telah bertumbuh secara fisik. Di usia 20-an, metabolisme Anda tidak bekerja sebaik saat Anda masih remaja. Namun, saya tidak akan membiarkan hal itu menghentikan saya dari memamerkan celana jeans biru belel klasik berpinggang tinggi favorit saya. Tidak—tidak sedikit pun! Selama berbulan-bulan saya memaksa masuk ke dalam celana jeans saya. Menahan napas, (menarik napas), menyelipkan masuk perut saya, menggeliatkan masuk kaki saya dan (menghembuskan napas), tada! Saya telah berada di dalam. Itu jauh lebih sulit dari yang Anda dengar. Jujur, butuh kerja keras, tapi itu layak, hanya agar saya dapat memakai celana jeans-Lucky favorit saya.

Suatu hari, saat tur di ibukota bersama seorang teman, saya tiba pada kenyataan yang sulit di mana ini tidak akan berhasil. Saya tidak bisa lagi mengenakan jeans favorit saya. Tidak nyaman untuk berjalan satu mil dengan celana ini, dan jika saya harus membungkuk dan mengikat tali sepatu saya, lupakan saja, saya mungkin akan pingsan karena kekurangan oksigen (untungnya saya memakai sandal hari itu). Sambil berjalan di suatu tempat di antara Monumen Washington dan Lincoln Memorial, saya baru tahu itu adalah hari terakhir saya mengenakan jeans. Mereka tidak cocok lagi untuk saya. Jadi saya berhenti memakainya.

Hampir dua tahun setelah hari itu, saya memutuskan untuk memperbarui celana jeans-Lucky favorit saya. Saya akan pergi ke Karibia untuk liburan keluarga dan saya tidak punya celana pendek jeans. Jadi saya pikir tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk melakukan proyek Do It Yourself (DIY). Segera, saya tahu apa yang akan saya daur ulang—celana jeans favorit saya tentu saja. Saya mengambil perlengkapan menjahit saya lalu duduk dan mulai memotong kembali, membentuk kembali, dan menjahit kembali jeans tersebut. Saya mulai dengan mengukur tubuh saya dengan ukuran yang baru, dijamin, celana pendek ini akan cocok untuk postur tubuh saya yang baru.

Saya bekerja keras berhari-hari untuk celana jeans tersebut. Memotong kain dari lutut ke bawah, merobek kain di bagian pinggang. Kemudian menyatukannya kembali guna memperbesar celana pendek baru tersebut. Pertama-tama, saya menjahitnya dengan tangan lalu kemudian menjahitnya dengan mesin jahit. Tapi bukan hanya itu saja. Langkah selanjutnya adalah membuat rumbai-rumbai pada ujung celana pendek itu untuk memberikan gaya musim panas. Rumbai-rumbai dibuat dengan menarik setiap helai kain satu per satu. Ini sangat menantang, begitu menantangnya hingga kekasih saya berbaik hati dengan meminjamkan tangannya untuk menyelesaikan tugas tersebut, agar tangan saya bisa beristirahat.

Mengenang masa itu, saya dapat memahami bagaimana perasaan Daud ketika ia menulis,

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
Menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib;
Ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”
(Mazmur 139:13-14)

Dapatkah Anda membayangkan Tuhan merajut dan menjahit Anda bahkan sebelum Anda lahir? Ini merupakan suatu pemandangan yang menakjubkan untuk membayangkan Tuhan semesta alam dengan perlahan, hati-hati, dan dengan sengaja merangkai susunan tubuh kita. Dan saya percaya Tuhan tidak pernah berhenti merajut diri kita satu per satu.

Sementara kita bertumbuh secara rohani, Tuhan membentuk kembali karakter kita seperti saya kembali membentuk celana jeans-Lucky favorit saya menjadi celana pendek. Sementara itu, kita memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kasih Allah dan kasih karunia Allah yang kekal itu bagi kita, pemahaman kita akan bertumbuh, dan berbagai hal yang digunakan untuk menyesuaikan diri kita tidak lagi dilakukan. Hanya, atasilah sifat-sifat yang lama, perilaku-perilaku lama, dan cara berpikir yang lama, seperti yang sering kita lakukan dalam mengatasi pakaian kita

Karakter kita sangatlah penting dan merupakan salah satu dari beberapa hal yang dapat selalu kita pakai di mana saja, termasuk di surga. Nyonya White mengatakan, "Ciri-ciri karakter yang Anda hidupkan dalam kehidupan ini, tidak akan diubah oleh kematian ataupun kebangkitan. Anda akan datang dari kubur dengan watak yang sama dengan yang Anda hidupkan dalam rumah Anda dan di masyarakat. Yesus tidak mengubah karakter pada kedatangan-Nya. Pekerjaan perubahan harus dilakukan sekarang. kehidupan kita sehari-hari menentukan nasib kita... karakter harus dibentuk sementara kita berada di negara percobaan ini, hingga kita cocok untuk rumah di surga." (White E.G., Character Development).1

Saya sangat gembira oleh karena Allah terus memperbarui dan mengubah diri kita segera setelah kita keluar dari rahim ibu kita. Dia tidak pernah mencampakkan kita ketika kita tampaknya sudah tidak cocok di mana kita seharusnya berada, tapi Ia memeliharakan kita. Dia menuntun kita melalui cobaan-cobaan yang berbeda dan melalui fase belajar dari kehidupan, yang kadang-kadang kita dapat rasakan seolah-olah Dia sedang merobek kain kehidupan kita. Tapi Dia tidak melakukannya! Dia membuat kita, membentuk dan membentuk kita kembali menjadi karya-Nya yang menakjubkan. Ia bekerja keras untuk kita dengan kasih setia-Nya, dan Allah Bapa bekerja sama dengan Yesus dan Roh Kudus sebagai satu kesatuan, sampai pekerjaan itu telah diselesaikan.

Ketika saya akhirnya selesai memperbarui celana jeans-Lucky favorit saya itu, saya mencucinya, membuatnya tampak baru. Tuhan juga membasuh kita, dan kita menjadi ciptaan baru melalui baptisan. Jadi sekarang ketika Anda memikirkan pembaruan atau proses pembaruan, saya ingin Anda tidak hanya memikirkan tukang periuk dan tanah liatnya, tetapi juga membayangkan seorang perancang dengan kainnya. Membentuk dan membentuk kembali pakaiannya sampai menjadi ciptaan yang indah yang sudah selesai. Sama seperti Perancang Surgawi kita yang merajut kita lagi dan lagi.

Ketika Anda menjalani perjalanan hidup Anda, saya mendorong Anda untuk merangkum saat-saat ketika Allah memperbarui Anda. Mungkin tidak selalu terasa nyaman dan Anda mungkin tidak selalu memahami proses perubahan ini. Tapi ingatlah selalu, kehidupan kita sehari-hari menentukan nasib kita. Dan kita harus disesuaikan untuk rumah surgawi kita bersama Kristus. Biarkan Perancang Menakjubkan semesta alam itu membentuk Anda kembali sekarang. Maukah Anda memilih Yesus hari ini? Saya berdoa jawabannya adalah ya.






















________________________________________________________________________
1White, E.G. Character Development. (n.d.). Retrieved 9  November 2016, dari http://www.ellenwhitedefend.com/subjects/char-dev.htm
TETAP NYATA                                                    MARIA MANDERSON


MARI KITA LANJUTKAN…



Di Amerika Serikat, terus-menerus terjadi pertentangan pendidikan seks di sekolah-sekolah antara metode yang mengajarkan penahanan nafsu melawan metode "hubungan sex yang aman," yang tampaknya tak pernah berakhir. Di satu sisi ada banyak orang Kristen yang benar-benar yakin bahwa menahan nafsu merupakan satu-satunya cara untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan (yang tidak diinginkan) di kalangan remaja yang belum menikah. Di sisi lain, ada orang-orang yang berpikir bahwa jenis pemikiran inilah yang menyebabkan masalah. Mereka berpikir bahwa mengubur kepala di dalam pasir dan berpura-pura bahwa orang yang belum menikah tidak akan berhubungan seks, adalah naif dan tidak bertanggung jawab, dan merupakan penyebab kenaikan jumlah kehamilan yang tidak direncanakan di kalangan kaum muda.

Minggu ini kita akan mendapatkan pelajaran sejarah yang akan mengingatkan kita, sebagian dari perjalanan gereja Kristen dan kebutuhan kita akan reformasi pribadi dalam kehidupan kita. Namun, saya ingin menyisihkan sedikit waktu untuk melihat langkah-langkah yang sering diabaikan pada tangga pembaruan pribadi, kebutuhan untuk menggali lebih dalam dan melepaskan diri dari menipu diri sendiri. Mungkin, bahkan mengetahui kekosongan air rohani yang kita minum dan mengizinkan kita sendiri untuk menghadapi orang muda zaman ini. Tidak, bukan hanya pemuda, tapi kita semua.

Secara historis, gereja Kristen selalu mengajarkan bahwa menahan nafsu—kesucian hingga pernikahan—adalah rencana Allah dan diperlukan bagi martabat manusia secara individu dan kesehatan yang berkesinambungan dari keluarga manusia. Tapi ini bukanlah yang dunia ajarkan, orang-orang muda dibombardir dengan informasi tentang bagaimana cara mendapatkannya dengan "aman." Topik ini mungkin kasar, tapi nyatanya banyak orang-orang muda kita yang sedang belajar seni memperoleh dari dan bukannya memperoleh dengan. Bagi mereka itu bukan tentang kemurnian dan integritas, melainkan tentang seberapa pintar Anda dapat dan seberapa jauh Anda bisa pergi tanpa pergi terlalu jauh. Dan jika Anda berpikir ini hanya tentang seks, tidak. Ini adalah perangkap yang berbahaya, ini adalah perilaku gaya hidup yang ketika dipupuk, muncul di banyak bagian kehidupan kita—merokok, berbuat curang, mencuri, ketidakjujuran dalam berbagai bentuk yang berbeda.

Jadi, dalam budaya yang seperti ini, bagaimanakah kita dapat menolong anak-anak kita menghindari ideologi-ideologi dan praktek-praktek mematikan kemudian menganut gaya hidup yang murni dan berintegritas?

Saya pikir inilah masalah yang juga Yesus hadapi—orang-orang menghindari masalah nyata dan menjadi dangkal. Membalut masalah dengan perban, gantinya pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan. Menipu diri mereka sendiri. Menipu diri kita sendiri.


Sebagai seorang pengkhotbah atau guru Yesus berdiri tegas. Tidak ada jalan tengah, pedang-Nya memang bermata dua. Sebagai contoh, ketika kita melihat interaksi-Nya dengan Perempuan Samaria di sumur, kita tidak melihat Ia mempermalukan atau merendahkan diri perempuan itu, juga tidak menceritakan kepada murid-murid bagaimana rusaknya moral perempuan itu. Juga kita tidak melihat Dia menghindari masalah atau mendorongnya untuk terus melakukan apa yang dia lakukan. Sebaliknya, Dia langsung menuju ke permasalahannya, Ia mencontohkan apa yang sudah ia ketahui, ya, di dalam hatinya, perempuan itu mengetahui apa yang ia lakukan itu adalah salah, ia tahu pria yang sedang tinggal bersamanya itu bukanlah suaminya. Dengan lemah lembut, Ia menjangkau lebih dalam ke hati nurani perempuan itu, dan Ia memperlakukannya dengan hormat.

Minggu ini merupakan kesempatan lain untuk menuntun seperti yang Yesus lakukan. Pelajaran ini ditulis untuk menjangkau orang muda berusia 10-15 tahun. Ini adalah usia di mana mereka paling terbuka untuk ide-ide baru dan pengalaman-pengalaman baru. Mereka berani mengambil risiko. Mari kita manfaatkan periode pertumbuhan mereka ini secara positif dengan menyediakan lingkungan yang aman, di mana pengalaman-pengalaman baru yang dapat menuntun pada pertumbuhan rohani yang dapat dibimbing dan diuji. Sama seperti yang Yesus lakukan kepada Perempuan Samaria itu, marilah kita mengasihi mereka  dan memberitakan kebenaran pada mereka. Doronglah mereka untuk menelusuri jauh ke dalam hati untuk membuat perubahan. Bantu mereka melihat sampai ke jantung permasalahannya. Kita sedang berhadapan dengan isu keselamatan—isu hidup dan mati (lihat 2 Korintus 2:14-17). Sediakanlah lingkungan yang aman dan selamat bagi mereka untuk membahas isu-isu yang ada dalam pikiran mereka. Pada akhir setiap pelajaran ada pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan, gunakanlah secara bijaksana. Buatlah Pekan Doa ini menjadi suatu minggu yang mendalam bagi kelompok Anda.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut tentang perencanaan, dan capailah hasil maksimal dari kelompok-kelompok kecil Anda.


KEGIATAN DAN CATATAN


PEMBENTUKAN DAN PEMBENTUKAN KEMBALI

Pilihan Kegiatan, dll.



Catatan: Pemimpin harus membuat sesi interaktif yang menarik dan alami. Jangan ragu untuk menyesuaikan setiap latihan menurut besarnya kelompok. Biasakan diri dengan "interaksi" segmen sebelum sesi dan pastikan untuk menanamkan kegembiraan dalam setiap ilustrasi.

Tema Pekan Doa ini adalah Pembaruan. Kita akan menggunakan kerangka Pembaruan Protestan abad ke-16, terutama karya Martin Luther di dalamnya, tapi kepentingan terbesar kita adalah membantu orang-orang muda untuk melihat upaya pembaruan dalam kehidupan pribadi, gereja, dan komunitas mereka. Kita tidak ingin mereka berpikir bahwa pembaruan itu hanyalah perubahan dari bukan pengikut Tuhan menjadi pengikut Tuhan. Itu, secara alami, adalah dasar dari semua reformasi, tetapi dapat dalam bentuk yang berbeda-beda.

Ketika kita membuat suatu permulaan baru, seperti pindah, pergi ke sekolah baru, mendapat pekerjaan baru (atau pekerjaan pertama kita), atau mulai berpacaran, kehidupan kita dibentuk kembali, berubah bentuk ke dalam konfigurasi yang berbeda. Kadang-kadang konfigurasi ini bukan dari perbuatan kita sendiri; orang tua kita mungkin bercerai atau menikah lagi, atau boleh jadi kita sakit atau kehilangan orang yang dikasihi.

Ketika pembentukan kembali ini terjadi dalam kehidupan kita, bagaimanakah tanggapan kita? Siapakah kita sekarang, dalam situasi yang baru ini? Apa yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan identitas batin kita dan keamanan dalam kasih Allah dan orang-orang yang mengasihi kita, sementara juga merespon secara kreatif berbagai hal dengan cara--caara yang baru? Pelajaran berikut tidak mengatasi masalah ini secara aktif, tetapi akan meletakkan dasar untuk menghadapi semua perubahan hidup—dasar iman kepada Tuhan dan ketetapan-Nya bagi kita.

Kegiatan

Untuk membantu memperkuat pekabaran Pekan Doa ini:

  1. Anda memerlukan berbagai bentuk bahan bangunan mainan yang dapat digunakan ulang. Seperti tanah liat mainan atau adonan mainan, asalkan tetap lembut sepanjang minggu, beberapa bentuk batu bata mainan, mainan tinker, atau jenis lain dari bahan bangunan mainan, atau bahkan barang-barang bekas.

    1. Setelah presentasi pertama, mintalah orang-orang muda menciptakan sesuatu yang akan mengingatkan mereka tentang ide utama yang mereka terima dari pelajaran tersebut.

    1. Biarlah mereka tidak menggunakan lem atau mengencangkannya secara permanen dengan cara apapun.

    1. Setelah masing-masing presentasi, mintalah mereka membongkar apa yang telah mereka buat malam sebelumnya dan menciptakan sesuatu yang baru yang membuat mereka memikirkap apa yang mereka pelajari pada hari itu.

    1. Mereka dapat mulai melihat bahwa bahan yang sama dapat membuat banyak bentuk berbeda, sebagian lebih baik dari yang lain.

    1. Pada malam final mintalah mereka memilih ide favorit mereka selama minggu ini lalu membuat sesuatu yang menggambarkan hal tersebut.

  1. Ide-ide lainnya akan mencakup permainan perang, permainan tim, membuat poster-poster dan kolase, atau membuat kartu-kartu ucapan untuk dibawa ke rumah-rumah sakit, panti-panti jompo, dan panti-panti asuhan.

  1. Pilihlah lagu-lagu dan doa yang akan membawa pulang kebenaran abadi yang disampaikan dalam pelajaran-pelajaran tersebut.

  1. Mungkin beberapa orang muda Anda ingin menulis puisi atau lagu-lagu untuk digunakan. Mereka dapat membuat sebuah drama komedi atau program pendek lainnya untuk ditampilkan di gereja setelah minggu itu berakhir.

Catatan Bagi Pemimpin:

  1. Sebuah kata yang akan sering Anda lihat digunakan adalah api penyucian. Menurut Wikipedia, ensiklopedia bebas, dalam teologi Kristen, dan terutama dalam teologi Katolik, Api Penyucian adalah keadaan antara setelah kematian fisik di mana mereka yang ditakdirkan untuk surga "menjalani pemurnian, sehingga mencapai kesucian yang dibutuhkan untuk memasuki sukacita surga". Hanya mereka yang mati dalam keadaan kasih karunia namun belum memenuhi hukuman sementara karena dosa mereka dapat masuk ke dalam Api Penyucian, dan oleh karena itu tidak ada seorang pun di dalam Api Penyucian akan tinggal selamanya di tempat itu atau masuk ke dalam neraka.

  1. Kata lain yang akan Anda lihat adalah indulgensi. Menurut Wikipedia, ensiklopedia bebas, Indulgensi (dalam Gereja Katolik Roma) adalah hibah dari Paus terhadap pengampunan hukuman sementara di dalam api penyucian karena dosa-dosa yang masih ada setelah pengampunan. Penjualan indulgensi secara tidak terbatas merupakan suatu penyalahgunaan yang meluas selama Abad Pertengahan.

Silakan mencari cara yang sesuai dengan usia untuk menjelaskan makna yang benar dari kata-kata, dalam konteks, untuk audiens Anda.

Informasi mengenai CATATAN DOA DAN PERJANJIAN KELOMPOK KECIL dapat ditemukan di website kami, gcyouthministries.org. Salinan perjanjian terlampir pada halaman 67, dan panduan catatan pada halaman 65. Tapi silahkan unduh panduan lengkap dari website kami untuk informasi lebih lanjut.

Harap mencetak dan memberikan salinan dari perjanjian tersebut bagi anggota kelompok kecil Anda. Diskusikanlah aturan-aturannya dan minta mereka menandatangani salinan tersebut di hari pertama pertemuan kelompok kecil Anda.





                                                                





























KHOTBAH


HARI KE-1

HANYA ALKITAB SAJA



Pada abad ke-15 dan 16, ketika Reformasi besar Protestan terjadi, kita berpikir tentang para pembaharu seperti Martin Luther, Jan Hus, Huldrich Zwingli, dan Jerome dari Praha. Tapi sesungguhnya bukan mereka yang memulai pembaruan itu.

Allah yang melakukannya!

Sejak hari Allah menciptakan bumi ini dan penduduknya, Roh Kudus telah aktif. Anda bisa melihatnya dalam Kejadian 1:2: "...dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air" (Apakah Anda tahu kata Ibrani yang diterjemahkan "melayang" adalah kata yang digunakan ketika induk burung yang sedang duduk di atas telur mereka? Bukankah itu merupakan gambaran yang menghangatkan hati, Roh Kudus melayang-layang di atas kita dan mengangkat kita demikian hati-hati seperti induk burung membesarkan anak-anaknya?)

Anda dapat melihat Roh Kudus di seluruh Kitab Perjanjian Lama, memberikan pekabaran melalui para nabi, memohon agar manusia mau mengikut Tuhan.

Roh Kudus memenuhi Yesus sepanjang hidup-Nya, dan janji terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya pada malam sebelum Dia mati adalah termasuk janji ini: "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu"(Yohanes 14:26).

Jadi, sepanjang Abad Kegelapan, ketika agama yang tidak berdasarkan Firman Tuhan terus mencekam sebagian besar dunia ini, Roh Kudus masih tetap aktif. Ia adalah Roh yang mendorong Luther dan Hus dan semua pembaru lainnya untuk membaca Alkitab bagi diri mereka sendiri, dan bahkan dalam beberapa kasus, menerjemahkannya ke dalam bahasa mereka sendiri. Luther menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, dan John Wycliffe ke dalam bahasa Inggris. Itu adalah Roh yang sama, yang "mengajarkan segala hal dan mengingatkan kita akan apa yang Yesus ajarkan, "yang menunjukkan bahwa semua iman haruslah berdasarkan firman Allah, bukan ajaran ciptaan atau plintiran manusia.

Itu adalah Roh Kudus yang menyebabkan semakin banyak orang di seluruh dunia ini yang menyadari bahwa mereka bisa membaca dan memahami Alkitab bagi diri mereka sendiri, dan bahwa ketika mereka melakukannya, pembaruan adalah hasilnya.

Pembaruan. Apa lagi itu? Pembentukan ulang? Memisahkan sesuatu dan membuatnya berbeda?

Hari ini kita akan menemukan bahwa dengan lebih memahami Firman Tuhan, itu akan menolong kehidupan kita sendiri. Kita akan melihat tiga kisah pembaruan dari Alkitab, dan kita akan coba melihat apa makna kisah tersebut bagi kehidupan pribadi kita dan bagi masyarakat.

Tukang Periuk

Bacalah (atau minta seseorang untuk membacakan) Yeremia 18:1-6

Dalam kisah ini, Tuhan sedang berbicara kepada seluruh bangsa Israel. Dia mengingatkan manusia melalui para nabi, bahwa Ia memiliki kuasa dan hak untuk membentuk kembali bangsa mereka dengan cara apapun yang dilihat-Nya cocok. Namun, meskipun Dia memiliki hak prerogatif itu, Dia tidak bertindak dengan cara yang sewenang-wenang. Ketika Dia melihat umat-Nya sesat, Dia selalu meminta mereka untuk bertobat dan menawarkan pada mereka kesempatan untuk menjadi taat. Hal ini masih tetap berlaku, tentu saja! Gereja zaman ini dapat menuju ke arah yang salah, jauh dari Firman Allah dan jauh dari kasih, dan Tuhan dapat menggunakan berbagai keadaan atau melakukan berbagai hal sekaligus, guna mendapatkan perhatian mereka sebagai suatu kelompok kemudian memperbarui mereka.

Namun ketika tiba pada hal tersebut, didapati bahwa pembaruan selalu diawali dengan satu individu.

Martin Luther, Jan Hus, John Wycliffe: masing-masing mereka hanya satu orang. Masing-masing mempelajari Alkitabnya dan berusaha untuk mengizinkan Tuhan membentuk kembali (kata lain untuk pembaruan) kehidupannya agar lebih menyenangkan Tuhan. Masing-masing, tidak diragukan lagi, telah terkejut mengetahui bagaimana upaya pribadinya untuk lebih mengikut Tuhan akan menyebar kepada ribuan orang, dan masih akan dibicarakan lagi sekarang ini.

Mari kita melihat kembali pada kisah kita. Apa yang tukang periuk itu gunakan? Kisah ini sangat baik sebagai contoh, karena tukang periuk itu sedang membuat sesuatu dari bahan yang Allah gunakan untuk menciptakan kita—dari debu tanah. Tanah liat saat ini bisa dibeli di toko-toko, sehingga beberapa orang mungkin tidak tahu bahwa itu berasal dari tanah, sering dari sungai. Di zaman Yeremia, ada lebih banyak tahapan-tahapan untuk membuat sebuah bejana dari tanah liat.

  1. Pertama, tukang periuk atau asisten mereka pergi dan mencari tanah liat simpanan lalu menggalinya untuk diri mereka sendiri.

  1. Kemudian mereka harus memilih batu-batu dan puing-puing, kemudian menguleni tanah liat itu sampai lembut dan dapat dibentuk menjadi sesuatu. Ini kadang-kadang lebih rumit daripada membuat bejana itu sendiri!

  1. Tukang periuk kemudian membuat bejana-bejana. Jika tidak puas dengan yang pertama, dia bisa menghancurkannya dan membentuknya kembali sampai ia puas.

  1. Bejana-bejana itu kemudian dikeringkan.

  1. Bejana tersebut bisa mengkilap atau tidak, tapi akhirnya harus dibakar dalam tungku yang sangat, sangat panas yang disebut kiln, agar kuat dan tidak dapat dipecahkan. Beberapa bejana akan pecah di dalam kiln, dan tidak dapat digunakan, meskipun tukang periuk tersebut telah mengupayakan yang terbaik.

Apa pendapat Anda tentang setiap langkah berarti dalam kehidupan Kristen? Apakah Tuhan keluar lalu mencari kita? Bagaimanakah cara-Nya mengeluarkan kotoran dan puing-puing dari dalam kehidupan kita? Bagaimana Ia membentuk, dan kadang-kadang membentuk kita lagi? Apakah yang menyerupai api dalam kehidupan yang membuat kita kuat?

Seperti yang Anda lihat dalam kisah Yeremia, bukan seperti tanah liat, kita punya pilihan. Kita dapat melawan Allah, dan berdebat, dan bahkan menolak untuk dibentuk atau diperbarui oleh-Nya. (Tolong jangan lakukan itu!) Tapi yang penting adalah, yang melakukan pembentukan itu adalah Allah, bukan kita. Jika kita coba merubah sendiri kehidupan kita, kadang-kadang kita justru dapat melakukan lebih banyak kerusakan daripada jika kita tidak menolak untuk diperbarui.

Seperti semua perumpamaan, ada rincian yang tidak tepat sesuai pengalaman manusia. Allah tidak menghancurkan kita lalu memulainya dari awal! Dia menggunakan apa adanya kita kemudian mengarahkan kita. Mungkin itu lebih seperti pemangkasan—kisah kita yang kedua.

Tukang Kebun Anggur Atau Tukang Kebun

Baca atau mintalah seseorang membacakan Kitab Yohanes 15:1-8.

Dalam hal ini, seseorang bekerja dengan sesuatu yang hidup. Pokok anggur diberi makan, disiram, dipupuk, dan diikat ke tiang dengan kawat sehingga mereka ditopang. Ketika buah-buah anggur muncul, tandannya dipotong dan dimakan atau digunakan untuk membuat berbagai variasi makanan. Setiap tahun, beberapa cabang pokok anggur yang sulit untuk bertumbuh, dipotong lalu dibakar. Jika pokok anggur memiliki perasaan, mungkin ia akan sangat marah dengan hal ini! Tapi jika ia memiliki perasaan, tukang kebun mungkin dapat menjelaskan bahwa dia melakukannya agar pokok anggur itu menghasilkan lebih banyak lagi buah anggur. Pokok anggur secara harfiah dibentuk lagi setiap tahunnya sementara ia bertumbuh lebih tua dan lebih besar.

Apakah ada pokok anggur (atau tanaman makanan merambat) di mana Anda tinggal? Apa yang dapat Anda bagikan mengenai perawatan dan produksi mereka?

Sekali lagi, ada langkah-langkahnya. Sekali lagi, kita punya pilihan. Tapi kisah ini membuat kita lebih mudah untuk melihat bagaimana Tuan Pemilik Kebun Anggur hati kita menggunakan pola pertumbuhan pribadi kita sendiri untuk menolong kita menjadi yang terbaik yang kita bisa. Kehilangan dapat menjadi keuntungan, meskipun saat itu kita tidak dapat merasakannya seperti itu.

Mari kita lihat sebuah kisah yang menunjukkan Allah melakukan pekerjaan ini terhadap manusia.

Petrus: Dari Besar Mulut Menjadi Besar Hati

Yohanes 1 menunjukkan Petrus segera mengikuti Yesus ketika saudaranya Andreas berkata padanya, "Kami telah menemukan Mesias!" Lukas 5 menunjukkan dia, bersama saudaranya dan teman-temannya memilih untuk seterusnya mengikut Yesus. Dari titik tersebut, ada banyak cerita yang menunjukkan bahwa Petrus cenderung berbicara lebih dulu dan berpikir kemudian. Namun ia adalah salah satu dari lingkaran tiga murid yang kadang-kadang Yesus bawa saat Dia meninggalkan yang lain. Petrus ada di sana ketika Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus (Markus 5). Dia ada di sana ketika Yesus berubah rupa (Matius 17; Markus 9).

Mungkin kisah yang menunjukkan yang terbaik dan terburuk dari Petrus adalah kisah ini. Baca atau mintalah seseorang membaca Matius 14: 25-33.

Hal terbaik apakah dari diri Petrus dalam kisah ini? Apa yang terburuk?

Apakah menurut Anda Yesus sudah membentuk dan membentuk kembali Petrus?

Kadang-kadang, peristiwa yang membuat kita merasa kita telah dihaluskan datang dari pilihan kita sendiri. Seperti itulah Petrus. Baca atau mintalah seseorang membaca Lukas 22:31-34. (Biarkan Lukas 22 tetap terbuka).

Ini adalah peringatan keras dari Yesus. Petrus dapat mendengarkan dan tidak harus mengalami kejatuhan besar malam itu.

Tapi dia tidak melakukannya

Ingatkah Anda apa yang terjadi di pengadilan Imam Besar? Orang-orang terus mengatakan bahwa Petrus adalah salah seorang pengikut Yesus, dan Petrus menyangkal mereka lebih dan lebih keras lagi. Sekarang bacalah ayat 60-62.

Jika ada seseorang yang pernah hancur di roda kehidupan tukang periuk, itu adalah Petrus. Tapi Tuhan tidak melakukannya—Petrus melakukannya pada dirinya sendiri!

Petrus sekarang berada di tempat yang sangat berbahaya secara rohani. Dia memiliki dua pilihan. Dia bisa meninggalkan Yesus selamanya. (Itu adalah pilihan yang Yudas buat, pada malam yang sama). Atau ia bisa membiarkan dirinya harus diperbarui oleh Allah menjadi sesuatu yang lebih berguna daripada yang Petrus dapat bayangkan.

Petrus menangis. Yesus dibunuh, dan Petrus kembali menangis. Para wanita melaporkan bahwa kubur Yesus itu kosong dan para malaikat mengatakan Yesus sudah bangkit. Petrus mengejar Yohanes ke kubur dan mengalahkannya, tapi tidak tahu apa yang harus dirasakan ketika dia melihat tempat yang kosong.

Yesus tidak berniat membuang Petrus sebagai orang yang tidak berguna, meskipun Petrus sendiri mungkin berpikir bahwa hal itu pantas baginya. Setiap kali Anda merasa tidak berguna dan berdosa, bacalah seluruh Kitab Yohanes 21 dan semoga Anda terhibur. Tapi sekarang, bacalah atau mintalah seseorang membacakan ayat 15-17.

Menurut Anda, mengapa Petrus sekarang siap untuk menggembalakan domba-domba Yesus? Apakah Anda tahu ia menjadi salah satu pemimpin terbesar dalam gereja mula-mula setelah Yesus kembali ke surga? Dan itu semua karena ia memilih untuk membiarkan Tuhan memperbarui dirinya berulang-ulang, sedikit demi sedikit (sering Tuhan bekerja dengan cara itu) sampai Petrus bisa menjadi yang terbaik.

Penerapan Pribadi

Sekarang, di banyak negara, kita tidak menghargai kebebasan kita untuk memiliki dan membaca Alkitab dalam bahasa kita sendiri. Jika Anda menggunakan bahan-bahan dari Departemen Pelayanan Pemuda Advent General Conference, Anda mungkin berada di negara di mana Anda bisa menjadi seorang Kristen. Tapi bagaimana jika Anda tidak? Bagaimana jika Anda tinggal di tempat di mana sulit, atau dianggap ilegal, atau bahkan berbahaya untuk memiliki dan membaca Alkitab?

Ada kemungkinan orang-orang harus berjuang untuk itu agar menghargai Firman Allah lebih dari mereka yang bisa memperolehnya begitu saja. Salah satu prinsip terpenting yang Martin Luther ajarkan pada orang-orang di zamannya adalah "sola scriptura," yaitu, "hanya Alkitab." Dia bermaksud bahwa kita harus mendasarkan hidup, keyakinan, dan tindakan kita pada apa yang Allah ajarkan dalam Firman-Nya, bukan pada aturan-aturan atau ritual-ritual yang dibuat oleh manusia. Tidaklah salah membuat peraturan-peraturan atau ritual-ritual—tapi itu haruslah menjadi yang sekunder dibanding dengan Firman Allah.

Bagaimana kita dapat mengetahui jika kita sedang mempelajari kebenaran seperti yang terdapat dalam Alkitab? Apakah Anda mempercayai pendeta atau guru Anda? Saya harap demikian. Tapi Anda harus menyelidiki sendiri apa yang Alkitab ajarkan. Berikut ini adalah sesuatu yang lain yang Nyonya White katakan: "Adalah pekerjaan dari pendidikan sejati... untuk melatih orang muda untuk menjadi para pemikir, dan bukan hanya sebagai pemantul pemikiran orang lain saja." (Pendidikan, hal.17).1

Setiap orang perlu mengetahui apa yang dia percayai dan mengapa. Ini hanya diperoleh dari mempelajari Alkitab setiap hari. Komentar dan buku-buku tentang Alkitab, bahkan pelajaran Sekolah Sabat Anda, dapat menjadi alat yang baik, namun itu tidak boleh mengambil tempat dari Alkitab itu sendiri. Carilah terjemahan yang mudah Anda pahami, tapi yang disiapkan dengan hati-hati dari bahasa aslinya. Anda dapat menggunakan salah satu rencana yang membantu Anda dalam membaca Alkitab selama satu tahun, tetapi janganlah hal itu hanya membuat Anda terburu-buru melewati ayat-ayat yang ditugaskan untuk hari tersebut. Jauh lebih baik Anda mengambil waktu, berdoa, dan memahami apa yang Anda baca, meskipun dibutuhkan lima tahun, daripada "menyelesaikannya" namun tidak mengerti apa yang telah Anda baca.

Anda dapat mulai dengan salah satu bagian dalam pelajaran ini. Gunakan waktumu. Carilah rinciannya. Carilah hal-hal yang khusus yang akan menolong Anda.

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
  • Apa makna ayat ini bagi orang-orang pada masa yang lalu?
  • Apa maknanya bagi saya sekarang?
  • Apa yang Tuhan minta dari saya?
  • Apa yang ingin saya tanyakan pada Tuhan? (Ingat, selalu dapat diterima bila Anda mengakui kepada Allah bahwa Anda tidak mengerti, dan apa yang perlu Anda minta adalah kebijaksanaan! Lihat Yakobus 1:5).

Apapun metode yang Anda gunakan, inilah yang benar-benar penting: Berdoa. Membaca. Berdoa. Ulangi.

Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Manakah dari kisah pembaruan dari Alkitab yang  telah kita baca yang paling berarti bagi Anda sekarang, dan mengapa?

  1. Diskusikan berbagai jenis pembaruan yang telah Anda alami. Apakah Anda mengubah perilaku atau pilihan dari yang buruk menjadi baik? Apakah hidup Anda tadinya telah "berantakan" dan telah dibentuk kembali menjadi sesuatu yang berbeda? Bagaimana Anda mengatasi hal tersebut?

  1. Apakah Anda berpikir bahwa gereja atau sekolah sedang memerlukan berbagai bentuk pembaruan? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu?

  1. Cara-cara yang berbeda apa saja yang Anda gunakan setiap kali Anda mempelajari Alkitab? Buatlah komitmen untuk belajar dengan setia. Anda bisa membentuk teman berdoa / belajar untuk saling mendorong dan membantu satu sama lain. Pastikan ada suatu aturan yang tegas, bahwa: apa yang didoakan bersama teman adalah bersifat rahasia. Jika teman Anda menyampaikan sesuatu yang menurut Anda harus diketahui oleh orang dewasa, desak dia untuk memberitahukan hal itu pada seseorang, atau tawarkan untuk menelusurinya, tapi jangan melanggar kerahasiaan kecuali jika Anda yakin hal itu menyangkut keselamatan dirinya. Dan bahkan kemudian berdoalah sungguh-sungguh dan minta orang dewasa yang Anda sendiri percayai, tanpa membeberkannya secara rinci sampai orang dewasa pikir itu perlu.







______________________________________________________________________________
1White, E. G. (1952). Education. Mountain View, CA: Pacific Press Pub. Association, 17.
HARI KE-2

KESELAMATAN HANYA OLEH KASIH KARUNIA



Ketika salah seorang pembaru besar, Martin Luther, menemukan Alkitab bagi dirinya sendiri, ia mulai mempelajari bahwa banyak yang telah diajarkan di gereja waktu itu adalah palsu. Mungkin hal yang paling penting Luther pelajari adalah keselamatan oleh kasih karunia.

Apa Yang Mereka Percayai

Ketika itu, Gereja Katolik, yang memegang kekuasaan atas sebagian besar dunia Eropa, mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tidak hanya dengan kecenderungan untuk berbuat dosa karena kejatuhan Adam dan Hawa, tapi sudah bersalah, seolah-olah mereka telah melakukan dosa Adam sendiri. Oleh karena itu, jika bayi yang baru lahir meninggal sebelum dibaptis dengan menaruh air di atas kepalanya, bayi itu akan masuk ke limbo (tempat pembuangan). Sepanjang hidup mereka, mereka khawatir terus-menerus tentang dosa, mengadakan pengakuan iman dan melakukan penebusan dosa seperti membaca doa, membayar uang ke gereja, melakukan perbuatan-perbuatan baik, atau puasa tanpa makanan atau air untuk sementara waktu.

Tuhan dipandang sebagai Allah yang sangat pemarah dan pendendam. Beberapa orang bahkan menyiksa diri sebagai usaha untuk mendapatkan pengampunan-Nya. Hal yang paling umum yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kemurahan Allah adalah menghadiri misa setiap hari.

Kepercayaan terhadap misa merupakan hal yang fundamental dalam agama Katolik abad pertengahan. Misa atau Ekaristi, adalah salah satu nama untuk menyebutkan Perjamuan Tuhan. Selama Misa, imam memberkati anggur dan roti perjamuan khusus, yang kemudian diyakini menjadi tubuh dan darah Yesus yang sebenarnya; segera sesudah dikuduskan, elemen-elemen itu berhenti menjadi roti dan anggur dan benar-benar menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Ketika orang mengambil bagian dalam misa, mereka mendapatkan "prestasi" di hadapan Allah.

Bahkan jika seseorang melakukan semua hal ini dengan tepat seumur hidupnya, keselamatan masih juga belum terjamin. Pada saat kematian, roh seseorang, (yang menurut mereka hidup selamanya, dengan atau tanpa Allah), hampir tidak pernah langsung masuk ke surga. Pertama harus pergi dan disiksa dahulu selama berhari-hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun, bahkan berabad-abad, di tempat yang disebut api penyucian.

Apa Yang Luther Temukan

Ketika ia mulai membaca sendiri Alkitab, Luther membaca tentang Allah yang sangat berbeda. Dia membaca bahwa Allah mengasihi kita semua, berusaha keras untuk menyelamatkan kita sepanjang sejarah, dan bahkan ketika ia menghukum, seperti dalam Perjanjian Lama, Allah menangisi keharusan itu. Allah mengutus Anak-Nya yang kekasih untuk menanggung semua hukuman dosa kita. Yesus berkata Ia datang "supaya mereka mempunyai hidup," (Yohanes 10:10) dan ”setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal!” (Yohanes 3:16)

Rasul Paulus, yang menjadi inspirasi khusus bagi Luther, mengatakan "seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17) dan bahwa "karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman… itu bukan hasil pekerjaanmu” jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8, 9 penekanan ditambahkan). Yakobus 2 mengatakan perbuatan baik seseorang akan menunjukkan iman orang itu, tapi perbuatan-perbuatan itu tidak menyelamatkan kita.

Luther tidak percaya pada awalnya.

Ada sebuah dekrit bahwa siapa pun yang merangkak berlutut naik tangga tertentu di Roma akan mendapatkan pengampunan khusus. Tangga ini disebut "tangga Pilatus." Itu dipercaya sebagai tangga yang Yesus naiki ke pengadilan Pilatus, dan bahwa tangga tersebut telah secara ajaib pindah dari Yerusalem ke Roma. Ketika Luther berhasil mendapatkan kerinduan hatinya selama ini dan pergi ke Roma, dia berpikir dia harus mencob menaiki tangga itu. Berikut adalah cara Nyonya White menggambarkannya dalam buku Kemenangan Akhir:

Luther pada suatu hari menaiki tangga itu dengan sungguh-sungguh, pada waktu mana ia tiba-tiba mendengar satu suara bagaikan geledek yang berkata, “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Ia langsung berdiri dan segera meninggalkan tempat itu dengan malu dan ngeri. Ayat itu tidak pernah kehilangan kuasa atas jiwanya. Sejak waktu itu ia melihat lebih jelas dari sebelumnya pendapat yang keliru, yang mempercayai keselamatan diperoleh atas usaha manusia, dan pentingnya iman yang terus-menerus kepada usaha Kristus. Matanya sekarang terbuka, dan tak akan pernah lagi tertutup, karena penipuan kepausan. Pada waktu ia memalingkan wajahnya dari Roma, hatinya juga ikut berpaling, dan sejak waktu itu jurang perpisahan pun semakin melebar, sampai akhirnya ia memutuskan semua hubungannya dengan gereja kepausan. (hal.126).1

Apa Yang Kita Percayai?

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mendaftarkan 28 "dasar kepercayaan" yang telah kita pelajari secara langsung dari Alkitab. Mari kita lihat beberapa yang menunjukkan apa yang kita percaya tentang hal ini.

  • Kepercayaan #7 menyatakan bahwa kita percaya bahwa manusia “mewarisi sifat alamiah kejatuhan [Adam dan Hawa]" dan berada di bawah kematian. "Mereka terlahir dengan kelemahan dan kecenderungan akan kejahatan."

  • Keyakinan #9 menyatakan, "Dalam kehidupan Kristus dari ketaatan yang sempurna kepada kehendak Allah, penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Allah menyediakan satu-satunya sarana penebusan dosa manusia, sehingga orang-orang yang dengan iman menerima penebusan ini dapat memiliki hidup yang kekal ... "

  • Keyakinan #10 menyatakannya dengan sangat jelas. Berikut adalah kutipannya, dan situs web di mana Anda dapat membaca semua 28 keyakinan mendasar tersebut, jika Anda mau. "Iman yang menyelamatkan ini datang melalui kuasa ilahi Firman dan pemberian kasih karunia Allah."2

Tapi…?

Dalam hidup Anda, Anda telah mendengar atau melihat umat Advent (mungkin termasuk Anda) yang tampaknya percaya bahwa mereka hanya dapat diselamatkan jika mereka percaya kepada Yesus dan melakukan sesuatu? Percaya dan juga memelihara hari Sabat. Percaya dan juga membayar persepuluhan. Percaya dan mencoba untuk menjadi sempurna sepanjang waktu, dan terus-menerus kuatir apakah Anda sudah cukup baik.

Mari kita melihat lebih dekat pada beberapa ayat Alkitab yang Luther temukan.

Baca atau mintalah seseorang membaca Roma 1:17.

Inilah ayat yang berdering di kepala Luther, dan yang ia pegang erat sepanjang hidupnya. Tapi tahukah Anda bahwa bukan Paulus yang pertama kali mengatakan hal itu? Anda mungkin berpikir bahwa itu adalah keyakinan Perjanjian Baru. Banyak orang berpikir Perjanjian Lama mengajarkan bahwa orang diselamatkan oleh usaha, yaitu dengan mengikuti hukum kudus dan pengorbanan yang sempurna. (Tanyakan apakah ada yang memiliki Alkitab dengan referensi silang pada bagian marjin Jika demikian, tanyakan kepada mereka apa yang marjin mereka katatakan tentang Roma 1:17) Jika tidak ada yang tahu, mintalah seseorang membuka Kitab Habakuk 2:4.

Benar; Rasul itu mengutip dari seorang nabi Perjanjian Lama yang menulis ratusan tahun sebelum Yesus lahir di dunia ini. Apakah artinya bahwa orang benar akan hidup oleh iman"? Kata "hidup" bisa memiliki dua arti yang berbeda: hidup kekal, diselamatkan; atau hidup sehari-hari. Sehingga dapat diartikan bahwa orang benar diselamatkan dari dosa-dosa mereka dan akan hidup selamanya bersama Yesus dengan menggunakan iman—yaitu bergantung pada Allah dan percaya pada Allah. Atau itu juga berarti orang benar akan hidup setiap hari di bumi ini dengan bergantung dan percaya pada Allah.

Atau ... itu bisa berarti dua-duanya!

Ini bisa juga berarti bahwa sekali Anda menerima tawaran hidup kekal dari Yesus, Anda dapat bersantai dan mempercayakan pada-Nya untuk menuntun Anda, bukannya terus-menerus kuatir tentang apakah Anda terlalu berdosa. Ini bisadiartikan bahwa gantinya mencoba untuk "menebus" dosa-dosa Anda, Anda menerima pengampunan Allah dan bersandar pada Yesus untuk menuntun Anda membuat pilihan yang lebih baik di masa yang akan datang. Hidup yang sangat berarti!

Berikut adalah ayat kedua yang Luther temukan, yang menjelaskan tentang keselamatan secara lebih rinci. Paulus menuliskannya juga dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Buku ini luar biasa, dan salah satu hal terbaik yang bisa Anda pelajari saat Anda belajar untuk mempelajari Alkitab Anda sendiri setiap hari. Sekarang, kita akan menggali suatu ayat dengan lebih dalam lagi.

Bacalah atau minta seseorang untuk membacakan Efesus 2: 8-9.

Sebab karena kasih karunia ...

Kasih karunia menjadi  pengobatan yang baik bila Anda tidak layak memperolehnya. Ketika seorang teman hanya tersenyum setelah Anda memperlakukannya dengan tidak baik, itu adalah kasih karunia. Kasih karunia seseorang adalah baik—kasih karunia Allah adalah sangat baik bahkan tidak dapat digambarkan! Allah berkata, "Inilah semua anak-anak-Ku, berada dalam kekacauan besar yang mereka buat sendiri, namun mereka tidak mungkin keluar oleh diri mereka sendiri. Aku akan mengorbankan diri-Ku sendiri untuk mengeluarkan mereka. "

Siapakah yang pantas memperolehnya?

Tak seorang pun.

Tapi Allah melakukannya.

Itulah kasih karunia.

…kamu diselamatkan…

Tunggu—sudah diselamatkan? Baca kembali. Ya, itulah yang dinyatakan. Yesus mati hanya satu kali saja untuk semua. (9:28) dan Tuhan tidak mau kehilangan satu orang pun, menurut Petrus (2 Petrus 3:9).—dan Peter harus tahu. Yesus pergi ke berbagai penjuru untuk mengangkatnya kembali ketika ia jatuh. Jadi, kematian dan kebangkitan Yesus sudah cukup untuk setiap orang di planet ini untuk diselamatkan... jika saja mereka tidak berpaling!

…oleh iman…

Ini adalah bagian yang tidak boleh ditolak. Kita harus mengatakan, "Ya." Allah mengulurkan tangan-Nya ke bawah, rindu untuk menyelamatkan setiap orang. Yang harus kita lakukan adalah mencari, menjangkau, menggenggam tangan-Nya. Itu saja. Itu akan sulit, tapi—

...itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah ...

—bahkan iman pun adalah karunia! Kitab Roma 12:3 mengatakan Allah telah memberikan kepada semua orang suatu ukuran iman. Dalam khotbah baru-baru ini, saya mendengar seorang pendeta berkata, "Tahukah Anda arti ”semua orang" dalam bahasa Yunani? Semua orang!"

Katakan saja, "Ya." Sungguh.

Dan kemudian saat itulah Anda mulai bekerja keras untuk melakukan segala sesuatu dengan benar dan sempurna, bukan? Jadi dapatkah Anda menunjukkan kepada Allah betapa Anda sangat bersyukur? Yah, tidak persis.

...itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Bukan hasil pekerjaanmu. (dalam bahasa Yunani, ’bukan’, juga berarti ’bukan’) BUKAN dengan perbuatan.

Fakta: Anda tidak sempurna.

Fakta: Allah mengasihi Anda lebih dari Dia mengasihi pemikiran untuk menjaga Anak-Nya aman di surga bersama-Nya. Yesus sangat mengasihi Anda Dia meninggalkan surga dan mengalami kematian yang mengerikan sehingga Anda tidak perlu mengalaminya!

Ya, tentu saja umat Kristen yang penuh kasih akan mematuhi ajaran Allah dan menjalani kehidupan mereka yang penuh kasih dengan cara yang mereka ketahui. Ya, mereka akan mempelajari cara yang lebih baik dan lebih baik lagi untuk melakukan hal itu. Mereka juga akan memohon pengampunan Allah dan berjuang melawan dosa ketika hidup mereka berantakan, dan mereka akan mencoba untuk melakukan yang lebih baik lagi. Itu hanya bisa terjadi di dalam hubungan yang penuh kepercayaan dan kedamaian antara seorang anak Allah dengan Tuhannya tercinta. Anda dapat mengetahui Yesus mengasihi Anda. Anda dapat berhenti merasa kuatir tentang apakah anda sudah menjadi cukup baik dan cobalah untuk bersikap cukup transparan bahwa segenap kasih yang Yesus curahkan pada Anda akan tercurah pada semua orang di sekitar Anda.

Penebusan Dosa vs Ganti Rugi

Satu poin penting—mari kita mencoba untuk memahami perbedaan antara penebusan dosa dan ganti rugi. Penebusan dosa adalah tentang membayar dosa-dosa Anda. Ini sebenarnya tidak mungkin. Ketika Anda melakukan sesuatu yang salah, seringkali ada cara yang dapat Anda buat, yaitu apa yang disebut "ganti rugi." Dengan kata lain, jika Anda mencuri sesuatu, mengembalikannya. Jika Anda berbohong tentang seseorang, kemudian memberitahukan yang sebenarnya pada orang yang sama, dan meminta maaf dari mereka serta orang yang sudah Anda jelekkan. Jika Anda belum membersihkan kamar Anda, pergilah bersihkan!

Tapi ini tidak "membayar" dosa, apalagi membuatnya seolah-olah itu tidak terjadi. Anda tidak dapat "membatalkan ucapan" atau "membatalkan perbuatan" anda. Anda juga tidak dapat membayar dosa. Jika Anda mencuri uang dan membayarnya kembali, Anda membayar uang tersebut, tetapi Anda bukan membayar dosa yang membuat Anda mengingini dan kemudian mengambil sesuatu yang menjadi milik anak Allah yang lain.

Intinya adalah, hanya Yesus yang dapat membayar dosa. Pengampunan-Nya kepada Anda Cuma-cuma. Meskipun Anda mungkin masih menghadapi konsekuensinya, itu tidak ada hubungannya dengan pengampunan. Semua orang yang akan masuk surga, masing-masing mereka berada di sana hanya oleh kasih karunia Allah saja.

Pada tahun 1528, dalam sebuah tulisan yang disebut Dalam Iman Dan Datang Kepada Kristus, Luther menulis, "Jika seseorang membayangkan bahwa ia mampu melakukan sesuatu yang baik dari kekuatannya sendiri, ia telah membuat Kristus Tuhan sebagai pembohong."3 Dengan kata lain, Yesus berkata hanya Dia sendiri yang dapat menyelamatkan kita, oleh kehidupan-Nya yang sempurna, kematian, dan kebangkitan menggantikan kita. Jika kita berkata bahwa kita harus (atau bahkan kita dapat) menambahkan apapun, kita sedang menyebut-Nya pembohong.

Penerapan Pribadi

Apakah Anda sudah benar-benar paham bahwa keselamatan adalah karunia Allah semata, atau pernahkah Anda mencoba mengusahakannya sendiri atau mencari beberapa cara untuk itu? Jika Anda mempunyai keprihatinan apapun tentang hal ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

Salah satunya adalah berbicara dengan seorang pendeta yang dapat dipercaya, guru, atau seorang yang sangat saleh lainnya yang Anda tau dia percaya pada kasih karunia. Orang-orang ini mungkin terlihat sangat bijaksana bagi Anda, tetapi mereka semua dulunya juga masih muda, dan mereka dulu juga memiliki sebagian besar pertanyaan dan keraguan yang sama. Mereka sering dapat mendorong dan menguatkan Anda.

Hal lain adalah mempelajari subjek dalam Alkitab Anda. Jika Anda membuat komitmen bahwa Anda akan belajar secara teratur, ini akan menjadi subjek besar pertama untuk dimulai. Dengan menggunakan konkordansi, Anda setiap kali dapat melihat semua kata-kata seperti "keselamatan," "iman", atau "kasih karunia" muncul. Ambil waktu beberapa minggu untuk membaca, mempelajari dan mendoakan ayat-ayat ini.

Yang paling penting, tentu saja, adalah doa. Katakan pada Yesus betapa bersyukurnya Anda karena Dia telah menyediakan keselamatan bagi Anda. Katakan pada-Nya yang sebenarnya jika Anda memiliki keraguan dan pertanyaan atau mengalami masa sulit. Percayalah, hal itu bisa menjadi semudah itu. Bukan berarti Dia belum mengetahui hati Anda! Dia dapat menolong Anda lebih baik lagi jika Anda terbuka pada-Nya dan pada diri Anda sendiri. Minta pada-Nya untuk menumbuhkan iman Anda dan memberikan ketenangan. Dan sementara itu, ucapkan apa yang dikatakan oleh seorang ayah dalam Kitab Markus 9:24, "Tuhan, aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Dengan kata lain, "Aku mempercayai-Mu! Aku mencoba untuk percaya! Hanya Engkau yang dapat menolong imanku bertumbuh! "

Terakhir, sediakan waktu bersama orang-orang percaya; orang-orang beriman dan percaya pada Tuhan atas keselamatan mereka sendiri dan sedang mencoba untuk belajar hidup seperti yang Kristus kehendaki. Manusia diciptakan untuk bersosial, dan mereka memiliki banyak pengaruh satu sama lain. Anda mempengaruhi teman-teman Anda, dan mereka mempengaruhi Anda, setiap hari dalam hidup Anda. Pastikan bahwa itu adalah pengaruh-pengaruh yang bermanfaat.

Dan jika Anda sudah yakin akan keselamatan Anda di dalam Kristus, Anda dapat menjadi pertolongan besar bagi teman-teman Anda. Bagikan Kabar Baik ini! Ini bukan hanya untuk orang-orang kafir; ini merupakan penghiburan dan pengingat bagi orang-orang percaya juga.

Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Diskusikan reaksi Anda tentang bagian awal pelajaran ini. Menurut Anda, bagaimana jika kita mempercayai apa yang orang-orang percayai pada zaman Martin Luther? Apakah Anda melihat tanda-tanda beberapa keyakinan seperti ini masih ada bahkan di antara sebahagian umat Advent?

  1. Sekarang diskusikan reaksi Anda tentang bagian kedua dari pelajaran ini. Carilah beberapa ayat selain ayat-ayat Alkitab yang Luther temukan. Apakah Anda memahami secara menyeluruh bahwa keselamatan itu sepenuhnya cuma-cuma—pemberian Allah? Apakah Anda menjawab ya?

  1. Jika Anda tidak yakin, apa hal-hal yang akan membantu untuk membuat Anda yakin?

  2. Jika Anda yakin, bagaimana Anda bisa membantu teman-teman Anda tanpa memaksa mereka?

  1. Apakah Anda mencoba mentaati Allah dan perintah-perntah-Nya? Mengapa? (Jika Anda mencari motif Anda, itu dapat menolong Anda memahami lebih jelas dan lebih dalam lagi apa yang benar-benar Anda percayai).

  1. Bersama teman doa / belajar Anda, majulah dengan beberapa hal tertentu yang ingin Anda lakukan atau katakan untuk mendorong orang lain dan mencoba hal-hal tersebut. Anda dapat berbicara kepada teman-teman Anda atau menulis dalam jurnal tentang apa yang terjadi setelah Anda mencoba hal-hal ini.
















_____________________________________________________________________________________________
1White, E. G. (1967). Kemenangan Akhir, Phoenix, AZ: Inspiration Books, 126.

2Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 Uraian Doktrin Dasar Alkitabiah. (n.d.). Didapatkan kembali 9 November 2016, dari https://www.adventist.org/fileadmin/adventist.org/files/articles/officialstatements/28Beliefs-Web.pdf

3Luther, M. (2008). The Essential Martin Luther: The large catechism of Martin Luther, selected sermons of Martin Luther, Martin Luther's Ninety-five theses. Radford, VA.: Wilder Publications LLC.
HARI KE-3

YESUS ADALAH PUSAT



Pada zaman Martin Luther, banyak orang yang jujur ​​dan sungguh-sungguh berusaha untuk mengikut Tuhan dan menjadi orang Kristen yang baik. Mereka melakukan apa yang imam dan uskup mereka katakan agar mereka dilakukan, bahkan mereka pun mau jika harus menyerahkan tabungan seumur hidup untuk mengeluarkan orang-orang yang dikasihi dari api penyucian atau mencegah agar mereka tidak masuk ke sana. Mereka setia melakukan segala macam penebusan dosa untuk mencoba membayar dosa-dosa mereka. Tuhan mengetahui setiap hati individu, dan Dia tahu orang-orang biasa tidak memiliki akses ke Alkitab. Dia tahu mana yang sedang ​​berusaha untuk mengikuti-Nya dengan jujur dan mana yang hanya melakukan berbagai hal oleh karena takut atau agar terlihat baik. Tetapi Dia juga ingin agar manusia mempelajari kebenaran.

Kita telah melihat dua kebenaran penting yang Martin Luther temukan: bahwa hanya Alkitab saja aturan iman, bukan apa yang orang lain katakan tentang Alkitab; dan bahwa keselamatan itu merupakan pemberian cuma-cuma, yang diberikan oleh kasih karunia dan diterima dengan iman. Hari ini mari kita memeriksa kebenaran penting lain yang ia temukan.

Yesus Adalah Pusat

Di zaman Luther, gereja merupakan pusat kehidupan masyarakat, dan paus adalah pusat dari gereja. Ketika Luther mulai membaca Alkitab, ia menyadari itu semua berpusat pada Yesus. Paus itu bukan pusat. Yesus adalah pusat! Bahkan Perjanjian Lama penuh dengan nubuat Mesias yang akan datang untuk mengangkut dosa manusia. Tapi Perjanjian Baru benar-benar hanya satu kisah, dalam dua bagian.

Kisah ini tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus.

Bagian pertama terdapat dalam empat Injil, dan memberikan empat kesaksian hidup dan kematian-Nya di dunia ini, berakhir dengan kebangkitan-Nya dan perintah-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan membagikan kisah ini.

Bagian kedua adalah bagaimana orang mematuhi perintah itu. Anda bisa saja melihat ini sebagai suatu kisah yang terpisah—kisah tentang gereja mula-mula. Tapi semuanya masih tentang Yesus. Semua yang mereka lakukan itu menceritakan kisah-Nya, berulang-ulang, di negeri-negeri yang berbeda, dalam bahasa yang berbeda, menggunakan metode yang berbeda.

Yesus adalah segalanya bagi mereka. Dan Dia telah berjanji bahwa segera setelah mereka memberitakan kisah-Nya kepada semua orang di seluruh dunia, Dia akan datang kembali. Mereka tidak bisa menunggu! Mereka mengira Dia mungkin akan datang sewaktu-waktu. Kita umat Advent tahu bagaimana rasanya ketika berpikir, "Mungkin tahun ini!"... Tahun demi tahun demi tahun. Tahukah Anda bahwa orang-orang sudah tidak sabar selama 100 tahun setelah Yesus mati? Petrus meyakinkan orang-orang, "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." (2 Petrus 3:9). Menurut buku Bible Commentary, jld.7, hal.548, ini kemungkinan ditulis pada pertengahan tahun enam puluhan AD, hanya tiga puluh sekian tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus, dan orang-orang merasa bahwa Yesus sudah terlalu lama.

Saat ia membaca dan mempelajari semua itu, Luther menyadari orang-orang ini mengasihi Yesus dengan semangat yang sama dengan dia dalam mengasihi gerejanya. Ia mulai menyadari bahwa baik Paus maupun gereja harus menjadi pusat kehidupan. Orang-orang Kristen yang mula-mula menghabiskan waktu mereka berdoa kepada Yesus, waktu untuk membicarakan tentang Dia, waktu belajar untuk hidup sebagaimana Dia dulu hidup. keinginan terbesar mereka adalah untuk tetap membuat Dia berada di tengah-tengah kehidupan mereka dan memimpin orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Luther ingin melakukannya juga.

Yesus Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuhm

Ada beberapa cara di mana gereja kita sendiri telah melalui sedikit pembaruan tentang hal ini. Tentu saja para pendiri awal tahun 1800-an sudah percaya bahwa Yesus adalah pusat dari agama Kristen. Tapi mereka begitu bersemangat untuk mempelajari berkat-berkat dari seluruh hukum termasuk hari Sabat dan bahwa mereka cenderung untuk membicarakan dan banyak yang menulis tentang Sepuluh Perintah, dan orang-orang mulai membuat hukum sebagai pusat, bukan Yesus. Dengan cepat, James dan Ellen White menyadari hal ini. Anda dapat melihat bahwa ada peristiwa tertentu ketika kisah tersebut muncul.

Pada tanggal 27 Mei, 1873 Review and Herald, koran gereja kita yang mula-mula yang sekarang menjadi Adventist Review, mengiklankan gambar khusus yang disebut "Jalan Kehidupan Dari Firdaus Yang Hilang Kepada Firdaus Yang Telah Dipulihkan." Ini dirancang dan hak ciptanya oleh Dr. MG. Kellogg, dan pada tahun yang sama ia menerbitkan sebuah buklet 15 halaman yang menjelaskan semua bagian dari gambar itu.

Ini gambarnya.


KRISTUS, JALAN KEHIDUPAN
DARI  FIRDAUS YANG HILANG KEPADA FIRDAUS YANG DIPULIHKAN
Sumber : Ellen G. White Estate
Gambar itu dimaksudkan untuk menunjukkan seluruh kisah Injil. Anda dapat melihat Adam dan Hawa diusir dari taman, dan Kain membunuh Habel untuk menunjukkan seberapa cepat dosa mengambil alih. Di tengah adapohon yang disebut "pohon pengetahuan baik dan jahat," dengan Sepuluh Perintah tergantung di sana. Perhatikan bahwa pohon tersebut memiliki empat cabang di sebelah kiri, yang mewakili empat perintah tentang kasih kepada Allah, dan enam cabang di sebelah kanan, menunjukkan enam perintah tentang kasih kepada sesama manusia. Sistem pengorbanan, dengan Hari Penebusannya mewakili kematian Kristus bagi kita ditampilkan di bawah pohon hukum. Anda dapat melihat Yesus dibaptis oleh Yohanes (awal pelayanan-Nya di bumi) dan perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya (akhir pelayanan-Nya di bumi). Di bagian tengah adalah kematian Yesus di kayu salib, dan ke kanan, jalan terbuka yang mengarah kembali ke "firdaus yang dipulihkan"— hidup yang sempurna bersama Allah.

Menurut Ellen White Estate, "Gambar itu langsung sukses, dan terbukti menjadi bantuan besar bagi para penginjil Advent dalam upaya mereka untuk menyajikan dengan benar hubungan antara hukum dan Injil."1

Tapi! Dapatkah Anda melihat ada masalah dengan gambar tersebut? Apa yang paling besar dalam gambar itu? Gambar pusatnya apa ?

Beberapa perbaikan telah direncanakan dalam beberapa tahun ini, tapi tahun 1880, gambar itu berubah secara substansial. Elder White menulis kepada istrinya, "Saya juga memiliki sketsa dari gambar yang baru, 'Lihatlah Anak Domba Allah." Inilah perbedaannya dari gambar Jalan Kehidupan: Pohon pengetahuan baik dan jahatnya sudah dihapus. Kristus di kayu salib dibuat besar, dan ditempatkan di tengah-tengah. "

Ini gambar yang baru:


KRISTUS, JALAN KEHIDUPAN
Sumber : Ellen G. White Estate
Ketika Anda membandingkan dua gambar itu, apa pendapat Anda? Apakah hukum sudah hilang? Apakah itu tidak penting? Tentu saja tidak. Tapi Yesus adalah pusat.

Membuat Yesus Tetap Menjadi Pusat

Bagaimana Anda membuat seseorang yang tidak dapat Anda lihat menjadi pusat kehidupan Anda, Anda tidak dapat melihat, mendengar, atau menyentuhnya? Sulit bagi orang-orang muda saat ini untuk memahami bagaimana rasanya hidup beberapa dekade yang lalu, tanpa media sosial atau ponsel. Sekarang ini, Anda dapat melihat wajah dan mendengar suara seseorang di bagian lain planet ini!

Ketika kakek-nenek Anda masih muda, jika seseorang bepergian, bahkan dalam negara yang sama, mereka harus menulis surat, menunggu berhari-hari sampai surat-surat itu terkirim, lalu orang tersebut membalasnya, dan mereka menunggu berhari-hari lagi untuk jawaban surat mereka. Lalu kemudian kita memiliki telepon, jadi setidaknya kita bisa saling mendengar suara satu sama lain—tetapi hanya sekali-sekali saja, karena biaya panggilan jarak jauh masih mahal.

Petrus, pada abad pertama, dan Luther, pada abad ke-16, benar-benar memiliki sedikit kesamaan sejauh gaya hidup. Satu-satunya jenis transportasi dalam mengadakan perjalanan zaman itu adalah naik hewan, naik kereta atau gerobak dari beberapa jenis, atau naik perahu. Itulah mengapa surat-surat butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, atau bahkan tidak pernah sampai di tujuannya. Selain itu, kebanyakan orang tidak bisa membaca atau menulis. Pada zaman itu, jika seseorang yang mereka cintai pergi, mungkin tidak akan pernah bertemu lagi dalam kehidupan ini. Orang-orang mungkin pergi untuk misi perdagangan, menaiki kereta panjang keledai dan bagal ribuan mil ke Asia atau Spanyol. Mereka mungkin pergi jauh berlayar—meskipun, laut terbesar yang mereka seberangi adalah Mediterania. Mereka yang pindah ke negara baru mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah melihat keluarga mereka lagi.

Jadi mungkin, bagi mereka, konsep Yesus "akan kembali kepada Bapa" (Yohanes 14:3, 12, 28, dll) mungkin belum begitu sulit dimengerti, meskipun tentu saja mereka tahu Dia tidak akan pergi ke tempat lain di bumi ini.

Mereka harus menjaga hubungan jarak jauh dengan-Nya melalui Dia Yang Dijanjikan yang misterius yang akan datang kepada mereka: Roh Kudus. Hal ini dijelaskan dalam beberapa pasal pertama Kisah Para Rasul bahwa mereka langsung mengerti bahwa hubungan ini akan membutuhkan banyak doa dan belajar Alkitab. Mereka bisa berbicara dengan Tuhan dan Tuhan akan "berbicara kembali kepada mereka" melalui Firman-Nya dan melalui Roh Kudus.

Penerapan Pribadi

Bagi suatu generasi yang biasa berhubungan dan berkomunikasi secara konstan, mungkin ada satu cara yang sebenarnya lebih mudah bagi kita untuk dipahami daripada yang mereka pahami. Anda mungkin tahu bagaimana saling berkirim pesan kepada teman sepanjang hari, sambil Anda melakukan kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti itulah hubungan Anda dengan Yesus.

Doa

Doa tidak harus selalu berupa permohonan resmi sambil Anda berlutut di gereja atau di samping tempat tidur pada pagi dan malam hari. Ini juga penting, dan saya harap Anda tidak mengabaikannya. Tapi doa sepanjang hari sama pentingnya. Sepanjang hari, Anda bisa "mengirim pesan” doa cepat kepada Yesus.

"Wow, Tuhan, sungguh matahari terbit yang luar biasa!"

"Terima kasih, Tuhan, sudah menolong saya mengikuti tes tersebut."

"Oh, Yesus, apa yang harus saya lakukan terhadap semua ini?"

"Di sini ada orang yang saya suka / tidak suka. Apa yang harus saya katakan, Tuhan? "

"Oh, Tuhan, saya sangat menyesal saya telah mengatakan / melakukan hal itu! Tolong saya untuk meminta maaf dengan rendah hati dan mencari tahu apa yang dapat saya lakukan untuk memperbaikinya!"

Anda akan belajar untuk menyadari bahwa Yesus ada bersama Anda sepanjang waktu melalui Roh Kudus, dan kadang-kadang Anda harus berhati-hati terhadap tuntunan atau "kata" tertentu—Anda akan memiliki gagasan apa yang harus dilakukan dalam kesulitan Anda, atau tahu menggunakan kata-kata yang cocok kepada teman (atau musuh) Anda. Anda akan dimampukan untuk meminta maaf dengan tulus dan menemukan cara untuk melakukan pemulihan jika perlu. Tapi cara utama yang Tuhan gunakan untuk berbicara kepada Anda adalah melalui firman-Nya. Inilah sebabnya mengapa waktu setiap hari bersama Alkitab sangat diperlukan.

Belajar Alkitab

Ada dua tujuan yang utama dalam membaca Alkitab. Salah satunya adalah untuk belajar dan mempelajari informasi. Yang lain adalah untuk penyembahan—guna mendekatkan diri kepada Allah dan mendengar suara-Nya melalui firman-Nya. Keduanya penting. Sebagai orang muda, Anda tetap sibuk menyimpan sebanyak mungkin firman Allah dalam hati dan pikiran Anda. Anda perlu belajar sebanyak mungkin tentang Alkitab—apa yang dikatakan, bagaimana ia mengatakan itu, apa makna yang dapat ditemukan di bagian yang sama. Tapi untuk tujuan kita di sini, untuk mengembangkan persahabatan dengan Yesus, membaca Alkitab dengan tujuan penyembahan adalah yang paling penting. Ini berarti membaca kisah atau ayat-ayat untuk mencari tahu apa arti ayat-ayat itu bagi Anda secara pribadi.

Kadang-kadang ini sederhana. Jika Anda seorang gadis yang kesepian, katakanlah begitu, dan Anda membaca tentang bagaimana Maria Magdalena diperlakukan sebagai orang penting oleh teman dan Gurunya, Yesus, Anda dapat menyimpan gambar tersebut di hati Anda, mengetahui bahwa Yesus juga menganggap Anda orang penting, tidak peduli apa yang orang lain pikirkan. Jika Anda adalah seorang anak laki-laki yang merasa hanya memiliki sedikit untuk dipersembahkan, kisah anak dengan makan siangnya dari roti dan ikan, dapat mendorong Anda untuk memberikan apa yang harus Anda berikan kepada Tuhan dan menunggu untuk melihat apa yang akan Dia lakukan dengan itu. (Tak satu pun dari cerita ini untuk gender tertentu. Anak laki-laki kesepian dapat belajar dari hubungan Yesus dengan Maria, dan anak perempuan yang merasa memiliki sedikit untuk dipersembahkan juga bisa memberikan apa yang mereka miliki kepada Yesus).

Kadang-kadang sedikit lebih rumit. Anda membaca Mazmur 1, mungkin. Apa artinya tidak berdiri di jalan orang berdosa atau duduk di kursi pengejek-pengejek? Apa artinya bagi Anda, hari ini, dalam situasi yang khusus, menjadi seperti pohon, yang ditanam di aliran air, memberikan buahnya pada musimnya? Setiap kali Anda membaca ayat-ayat seperti ini dalam waktu yang berbeda dari kehidupan Anda, itu akan memberikan suatu arti yang terasa baru karena Anda berada dalam situasi yang berbeda dan perlu mendengar kata yang sedikit berbeda dari dorongan atau kasih atau saran dari Allah.

Hal ini hanya akan terjadi jika percakapan Anda dua arah, bukan hanya sesuatu yang Anda simpan di kepala Anda dengan apa yang Anda pikir merupakan arti dari suatu ayat tertentu, atau apa maksud yang pendeta katakana itu, atau apa komentar atau yang pelajaran Sekolah Sabat maksudkan. Semua itu bisa sangat berharga, tetapi Anda juga perlu berbicara dengan Tuhan secara langsung.

Lebih Banyak Doa

Bahkan sebelum Anda membuka Alkitab, berdoalah meminta Roh Kudus menuntun Anda. Ketika Anda membaca, biarkan pikiran Anda tetap terbuka untuk pimpinan-Nya. Berbicaralah dengan-Nya tentang pertanyaan-pertanyaan, ide-ide, dan wawasan Anda. Jika Anda memiliki gagasan untuk melakukan apa yang dimaksudkan ayat-ayat tersebut bagi Anda, tanyakan lebih lanjut pada Allah tentang hal itu. Buatlah rencana khusus untuk melakukan apa yang Anda terpanggil untuk lakukan, dan berdoalah juga tentang hal itu.

Belajar Alkitab dan berdoa bersifat individu dan dapat berbeda bagi masing-masing orang

Sebagai contoh, mari kita mengatakan bahwa dua orang muda, April dan Chombo, sedang membaca Kitab Mazmur 1. Sementara April membaca dengan penuh doa, dia teringat dia telah menyindir beberapa gadis lain di sekolah, pada minggu ini. Dia merasa bersalah karena dia menyadari Roh Kudus mengingatkan dia saat ini untuk menunjukkan bahwa pada kenyataannya, ia telah duduk di kursi para pengejek. Dia mengatakan pada Allah, dia menyesal, meminta-Nya untuk membersihkan dirinya dari ketidakbenaran, dan berjanji untuk menjangkau gadis-gadis itu, meminta maaf dan meminta pengampunan, dan berusaha untuk menciptakan hubungan yang lebih baik dengan mereka.

Keesokan harinya di sekolah, April merasa gugup dan malu. Apakah dia benar-benar harus pergi langsung kepada gadis-gadis itu dan meminta maaf? Apa yang akan mereka pikirkan? Saat ia kembali berdoa di dalam hati, dia mengerti bahwa setan sedang menggoda dia untuk meragukan apa yang dia ketahui di dalam hatinya yang Allah telah tunjukkan kepadanya ketika mempelajari Alkitab dan berdoa. Dia meminta Tuhan untuk mengatur kata-kata dan tindakannya, dan ia menetapkan untuk meminta maaf dan berharap dapat berteman kembali. (Orang lain mungkin tidak selalu menyambut, tapi kita tetap melakukan upaya terbaik kita).

Di sisi lain, Chombo, sementara membaca Alkitab dengan penuh doa, ia merasa kosong dan tidak bahagia akhir-akhir ini. Dia belajar Alkitab hanya karena dia telah berjanji akan melakukannya. Dia merasa bahwa apa yang sedang dia pikirkan itu membuatnya merasa tidak "rohani." Dia tiba pada frase tentang menjadi seperti pohon yang ditanam di aliran air kehidupan. Dia merasa sedih. Dia tidak seperti pohon, dan hidupnya terasa seperti padang pasir yang kering, bukan seperti tepian sungai! Dia menundukkan kepalanya ketika ia mencoba untuk berdoa. Dia meminta Tuhan untuk menunjukkan kepadanya apa yang salah, dan menolong dia untuk menemukan air hidup bagi jiwanya.

Roh Kudus datang sangat dekat pada Chombo. Mungkin ada semacam trauma atau pelecehan yang terjadi dalam hidupnya. Mungkin dia memiliki depresi atau penyakit lainnya. Atau mungkin dia hanya merasa rendah dan kering. Kita semua kadang-kadang mengalaminya.

Tetapi sementara ia berdoa, dan saat ia mendengarkan suara Tuhan, Chombo tidak menyerah. Perlahan, ia merasakan kedamaian diam-diam mulai memasuki hatinya. Dia menyadari bahwa Allah benar-benar mengasihi dia, jika tidak, Yesus adalah pembohong, dan dia tahu itu tidak benar! Mungkin air yang diperlukan jiwanya hanya ini—berdoa lebih banyak, membaca Alkitab lebih banyak. Ketika ia berjalan pergi, Chombo telah terpanggil untuk melakukan bukan di luar dirinya, seperti membuat teman-teman baru. Hanya Tuhan dan dia yang akan tahu apa yang dia lakukan. Tapi dia tidak akan menyerah. Dan itu akan mengubah hidupnya.

Inilah bagian terbaik dari semuanya: seperti Martin Luther pada zaman dahulu, hubungan pribadi April dan Chombo dengan Tuhan akan mengubah dunia di sekitar mereka juga. Mereka mungkin tidak pernah menjadi terkenal, mungkin tidak ada gerakan atas nama mereka, atau tidak ada artikel Wikipedia tentang mereka. Tetapi Yesus tahu. Dan teman-teman mereka akan melihat. Ketika mereka berada di sekitar April atau Chombo, mereka merasa dikasihi.

Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Apa yang Anda percayai pertama kali dalam hidup Anda? Apa yang akan pertama kali teman atau keluarga Anda katakan dalam hidup Anda? Jika alien yang tak terlihat bisa menyaksikan apa yang Anda lakukan dan bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda, apa yang akan alien itu katakan yang paling penting bagi Anda?

  1. Diskusikan kedua gambar dalam pelajaran ini. Bagikan reaksi, wawasan, atau ide-ide Anda tentang keduanya. Mengapa mereka melukiskannya dengan cara yang mereka lakukan, dan mengapa mereka berubah? Apakah menurut Anda gambar itu sebenarnya salah? Mengapa atau mengapa tidak?

  1. Apa yang telah Anda dapatkan ketika mempelajari Alkitab Anda?

  1. Hal-hal apa sajakah yang terjadi ketika Anda berdoa?

  1. Apa saja yang Anda doakan?

  1. Bersama teman belajar / berdoa Anda, carilah beberapa ayat Alkitab tentang doa dan berdoalah tentang hal itu bersama-sama.




















________________________________________________________________________
1Way of Life Picture. (n.d.). Retrieved from http://ellenwhite.org/content/file/way-lifepicture# document
HARI KE-4

KEIMAMATAN DARI TUNGGUDARI SEMUA
UMAT PERCAYA? SAYA JUGA?



Semakin Martin Luther mempelajari Alkitab, semakin ia menyadari bahwa seluruh organisasi gereja pada zamannya keluar dari keselarasan yang dikatakan Alkitab, setidaknya Perjanjian Baru.

Gerejanya memiliki orang-orang di jajaran—paus, yang paling dekat dengan Tuhan, kemudian para kardinal, kemudian para uskup agung, para uskup, biarawan dan biarawati, dan akhirnya orang-orang biasa. Tuhan pasti tampak sangat jauh dari orang percaya biasa.

Memang benar bahwa dalam Kitab Perjanjian Lama, Tuhan yang mengurapi seorang imam, dalam arti mereka berdiri di antara manusia dan Tuhan. Bukan dalam cara keagamaan yang benar manapun—semua umat Allah di seluruh dunia dalam segala zaman telah mampu berdoa secara langsung kepada Pencipta mereka. Namun dalam sistem korban, untuk mengajarkan orang-orang akan perbedaan yang jelas antara hal-hal yang kudus dan umum, para imam lah satu-satunya orang yang diperbolehkan untuk membuat pengorbanan, dan bahkan kemudian, setelah mereka menjalani ritual pengudusan. Dan hanya Imam Besar saja yang boleh masuk ke Tempat Maha Kudus, di mana Tabut Perjanjian berada. Tabut mewakili ruang takhta Allah, dan Allah ingin orang-orang memahami bahwa ketika Adam dan Hawa memilih untuk mengikuti penguasa yang berbeda (Setan), dan semua keturunan mereka membuat pilihan yang sama, maka akhirnya hubungan mereka dengan Allah terputus.

Tapi mereka tidak pernah tersingkir dari hati Allah. Dia selalu datang kepada mereka, dalam penglihatan, dalam mimpi, dalam kata-kata para nabi, dalam mujizat-mujizat. Anda dapat mencari kisah yang tak ada habisnya di dalam Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Tuhan selalu sangat dekat dengan anak-anak-Nya, dan kadang-kadang, sebahagian dari mereka menyadari hal itu.

Meskipun demikian, terlalu sering orang berpikir bahwa Allah itu sangat jauh. Yesus datang untuk mengubah semua itu—untuk "menebus" bumi ini dari setan dan menempatkan kembali manusia agar dapat berhubungan langsung dengan Tuhan. Luther melihat bahwa ketika Yesus mati, tirai yang memisahkan Tempat Maha Kudus terbelah dari atas ke bawah, membukanya agar dapat dilihat (Matius 27:51, Markus 15:38, dan Lukas 23:45).

Kitab Ibrani secara khusus ditulis untuk menjelaskan aturan baru tentang berbagai hal dari sistem pengorbanan yang orang-orang Yahudi telah ikuti sepanjang hidup mereka. Mari kita lihat lebih dekat pasal 9 dan 10. (Mintalah semua orang membuka Alkitab mereka pada Ibrani 9). Sepuluh ayat pertama menguraikan sistem pengorbanan seperti yang sudah Tuhan atur ketika Dia membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. (Bacalah atau minta seseorang membaca ayat 11).

Apa pendapat Anda mengenai "kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusi"? Ketika Allah memberikan petunjuk kepada Musa untuk membangun Kemah Suci, Dia meminta Musa membangun sebuah salinan duniawi dari kaabah yang asli di surga! Kemah Suci memiliki gambar bordir malaikat pada tirai, tapi surga memiliki yang nyata. Tahta kasih karunia di atas tabut itu mewakili takhta Allah, dan Allah memiliki tahta yang asli.

Sekarang bacalah ayat 12. Yesus adalah Imam Besar yang asli, dan bukan hanya itu, Dia juga adalah korbannya! Tidak ada imam di dunia yang bisa melakukan hal ini. (Sekarang bacalah ayat 15). Bukankah itu menakjubkan? Kita dibebaskan, dan dijanjikan "warisan kekal," semuanya karena Yesus!

Dalam ayat 26 dikatakan bahwa Yesus "satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya." Satu kali unuk semua. Satu kali berarti satu kali. Dia tidak harus mati berulang-ulang, dan tentunya Dia juga kita tidak perlu membuat semacam pengorbanan atau penebusan dosa guna mencoba untuk membayar dosa-dosa kita sendiri. Dan semua berarti semua. Ada cukup keselamatan tersedia untuk setiap orang yang pernah atau pernah akan hidup. Sedih bukan, bila ada beberapa orang menolaknya? Tapi apa yang harus dilakukan dengan imamat semua orang percaya?

Ya, kita telah mempelajari bahwa tidak ada lagi Imam di dunia, tidak ada seorang pun di dunia ini yang kepadanya gereja berpusat, atau kepada siapa kita harus mengabdikan kesetiaan kita secara total. Ada pemimpin-pemimpin duniawi, dan mereka patut kita hormati, tetapi hanya Yesus lah Imam Besar dari perjanjian baru.

Mari kita beralih ke Ibrani 10. Sebagian besar pasal ini hanya mengulangi bahwa Yesus adalah satu-satunya korban yang menggantikan tempat semua pengorbanan yang harus diulang-ulang, tidak ada yang cukup untuk membersihkan kita, selain darah-Nya saja. Pasti sulit bagi banyak orang Yahudi untuk menerima hal ini. Setelah selama ini, Tuhan memberikan kepada mereka sistem korban. Mereka harus belajar secara mendalam dan memastikan bahwa cara yang baru ini benar. Kitab Ibrani menunjukkan bahwa kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus adalah merupakan pemenuhan korban-korban yang telah ditunjuk selama ini. Ayat 19 sampai ke poin yang kita cari. (Baca atau mintalah seseorang membacakan ayat 19-23).

Sekarang mari kita memikirkan hal ini. Siapakah satu-satunya yang biasanya diizinkan masuk ke dalam tempat kudus? Tabut yang ada di dalam mewakili takhta Allah, dan manusia berdosa yang belum dibersihkan dari dosa akan mati jika mereka masuk. Dan itu hanyalah mewakili tahta Allah. Apa yang akan terjadi jika seorang berdosa yang tidak kudus memasuki ruang takhta yang sebenarnya di surga? Sangat penting untuk dipahami—Allah tidak akan membunuh orang itu. Kehadiran Allah yang murni dan suci akan secara otomatis mematikan bagi orang itu. Tapi sekarang, apa yang ayat 19 katakan? (Tunggu hingga seseorang mengatakan bahwa kita bisa masuk ke dalam Tempat Yang Maha Kudus). Dan apa alasan yang diberikan oleh ayat 20? (Yesus membuka jalan, bahkan Tubuhnya adalah tirai).

Kita bisa masuk ke dalam Tempat Maha Kudus! Hal itu membuat kita menjadi imam! Yesus membuka jalan bagi kita ke hadirat Bapa-Nya, dan sekarang ketika kita masuk ke dalam Tempat Maha Kudus itu, kita berada di dalam kesempurnaan Yesus dan bisa berada di sana dengan aman, tanpa takut.

Betapa indahnya!

Luther bahkan menemukan bahwa Petrus (yang pernah menjadi murid yang agak nakal) sekarang mengajarkan bahwa kita adalah imamat yang rajani. Mari kita pergi ke 1 Petrus 2:9 dan menghabiskan beberapa menit di sana. (Mintalah seseorang untuk membacakannya).

tetapi kamulah…

Sekali lagi, perhatikan bahwa itu kalimat present tense. Tetapi kamulah. Sekarang. Kita tidak perlu menunggu surga.

... bangsa yang terpilih ...

Ini adalah cara bangsa Yahudi melihat diri mereka sendiri. Ketika Allah memilih keluarga Abraham, Dia melakukan hal itu agar mereka bisa menjadi berkat bagi semua orang di bumi (lihat Kejadian 12:1-3). Tapi sebaliknya, mereka telah menjadi tertutup dan memuliakan diri sendiri, menolak semua “yang di luar.” Yesus datang untuk mengingatkan kita bahwa kita semua telah dipilih oleh Allah, untuk suatu tujuan. Untuk mengasihi orang lain. Pertanyaannya adalah, maukah kita memilih Allah?

... Imamat yang rajani ...

Seorang imamat yang rajani! Putra dan putri mahkota, masing-masing kita adalah anak-anak Allah!

... bangsa yang kudus ...

Sekaranglah kesempatan kita untuk memahami apa yang dimaksud dengan "bangsa yang kudus." Pertama-tama, itu bukan realitas politik, seperti Ghana atau Inggris atau Kanada. Itu adalah bangsa orang-orang saleh yang tersebar di seluruh bangsa di bumi. Kedua, itu bukan kudus dalam arti "kami lebih baik dari Anda"—itu kudus dengan cara Yesus, guna menjangkau setiap orang, Dia mendatangi, membagikan kasih Allah sepanjang hari setiap hari.

... umat kepunyaan Allah sendiri

Betapa indah rasanya. Seperti Kolose 3:12, yang menyebut kita "orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi."

Hal ini memungkinkan kita untuk memulai pembaruan kehidupan kita, membiarkan Roh Kudus membentuknya seperti kehidupan Yesus. Karena kita tidak takut dan bersalah sepanjang waktu, kita bebas untuk belajar mengasihi.

Dan kita tidak memerlukan imamat manusia campur tangan antara kita dan Allah yang murka. Kita semua dipanggil untuk membagikan kasih Allah dan menuntun orang lain kepada terang.

Pastilah hal ini menjadi luar biasa bagi Martin Luther, yang kepadanya telah diajarkan bahwa seluruh hidupnya harus menghormati imam-imam, dan yang telah ditahbiskan bagi dirinya sendiri. Kepadanya telah diajarkan bahwa imam-imam berdiri di antara manusia dan Allah, dan Paus berdiri di antara para imam dan Allah. Sekarang ia belajar bahwa semua pengikut Yesus dipanggil untuk menjadi imam-Nya.

Ya, Anda juga!

Penerapan Pribadi

Tapi apa artinya? Apakah kita semua membaptis, atau memimpin dalam persekutuan? Bisakah kita menikahkan orang, atau mempunyai otoritas terhadap mereka?

Sebagaimana dijelaskan oleh Luther, Allah memanggil semua orang percaya untuk melakukan pelayanan dalam hal karunia rohani mereka. Dia juga menyebutkan beberapa kepemimpinan, pengajaran, dan posisi administrasi dalam tubuh Kristus. Sebagian besar adalah pendeta dari gereja-gereja lokal, meskipun ada juga banyak pengurus lainnya, seperti penginjil, pendeta, para pemimpin akademi dan perguruan, guru, dan sebagainya, yang dapat dipegang oleh para pelayan ini. Di kantor-kantor mereka berfungsi sebagai pemimpin-pelayan, dengan otoritas rohani dalam gereja. Tetapi ada perbedaan penting antara memiliki otoritas spiritual dan "menjalankan kekuasaan."

Nasihat Paulus kepada Timotius menolong untuk membuatnya jelas. Dalam 1 Timotius 1:3, Paulus mengatakan pada Timotius untuk "menasihatkan" orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain. Dalam beberapa kasus, pendeta itu seperti gembala, melindungi domba dari serigala-serigala. Tapi ia juga menggunakan kata-kata seperti "mengepalai" dan "mengurus" (1 Timotius 3:4-5,13) dan "melayani".

Kecuali kita dipanggil untuk pelayanan khusus ini, fakta bahwa kita adalah "imam" bagi Allah bukan berarti kita memiliki kekuasaan. Untungnya, sisa dari ayat ini menjelaskan apa yang Petrus maksudkan: "...supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."

Salah satu pekerjaan yang paling penting yang dimiliki oleh seorang imam—jantung dari segala hal yang mana imam dipanggil untuk melakukannya—adalah untuk memberitakan pada orang-orang tentang Yesus. Untuk "menyatakan pujian kepada Allah." Untuk memberitakan Dia yang telah memanggi Anda—dan saya—keluar dari kegelapan menuju terang.

Dan ya, saya bisa melakukannya! Anda juga bisa!

Bagaimana? Yesus, tentu saja, adalah teladan yang paling utama. Dia lemah lembut dan rendah hati, mendengarkan orang lain, berjalan dan berbicara dan makan dengan mereka, dan apakah Anda tahu orang-orang yang paling dicatat sebagai teguran adalah para pemimpin gereja?

Setiap orang dari kita dapat mendengarkan dengan kasih rasa keprihatinan dan kekhawatiran serta sukacita dari mereka yang kita dekati. Kita dapat menawarkan bantuan ketika dibutuhkan, dan bersukacita ketika orang lain bersemangat, dan berkabung bersama mereka ketika mereka berkabung. Kita dapat melayani mereka. Dan kita dapat membagikan pengalaman kita sendiri, kekhawatiran, dan kegembiraan kita. Ketika seorang teman mengalami krisis keluarga, dan Anda mendengarkan serta berdoa bersama mereka, dan menawarkan bantuan bila diperlukan, yang merupakan berkat yang besar dan membuat teman Anda merasa dikasihi dan terhibur, meskipun Anda mungkin tidak dapat "memperbaiki" situasi tersebut. Bila Anda mengalami krisis keluarga, dan Anda berbagi cerita, dan meminta mereka untuk berdoa bersama Anda, dan ketika Anda mampu untuk berbagi dengan mereka betapa itu akan memberi rasa nyaman pada Anda untuk dapat menyerahkan masalah Anda kepada sang Raja Semesta; ketika mereka melihat Anda sangat menjaga kedamaian bahkan ketika Anda berada dalam kesulitan dan kesedihan, hal itu akan "menyatakan pujian kepada Allah." Itu bisa menyebabkan teman Anda "keluar dari kegelapan menuju terang."

Hal itu akan membuat Allah akan berkata kepada Anda suatu hari nanti, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia." Karena pada akhirnya, demikianlah seorang imam—seorang hamba Allah dan manusia.

Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Apakah perbedaan utama yang Anda lihat antara imam Perjanjian Lama dan imam Perjanjian Baru?

  1. Pernahkah Anda berpikir tentang diri Anda sebagai seorang imam sebelumnya? Bagaimana hal itu akan mengubah sikap atau perilaku Anda?

  1. Apa artinya bagi Anda untuk dapat "masuk ke dalam Tempat Maha Kudus"? Apakah Anda pernah mencoba membayangkan dalam hati Anda bahwa Anda akan melalui tirai yang menuju ke ruang takhta Allah ketika Anda berdoa? Cobalah, dan ceritakan kepada teman-teman Anda bagaimana rasanya.

  1. Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda akan dipanggil untuk pelayanan? Bagaimana Anda tahu pasti?

  1. Bersama teman belajar / berdoa Anda, sediakanlah lebih banyak waktu dalam Ibrani 9 dan 10, dan pikirkan bagaimana Anda dapat menjadi imam Allah minggu ini, menyatakan pujian bagi-Nya dan memberitakan bagaimana Dia telah membawa Anda dari kegelapan menuju terang.






HARI KE-5

PERSATUAN = PERSEKUTUAN



"Communion," "community," dan "common" semua memiliki satu hal... ya, kesamaan! Mereka semua diawali dengan "com," yang berarti "bersama-sama," dan semua berakhir dengan "uni" atau "on", yang berarti "satu." Dengan kata lain, semuanya berarti "bersama menjadi satu."

Konsep kebersamaan menjadi satu sering disalahpahami. Orang-orang, termasuk banyak pada zaman Martin Luther dan banyak di zaman kita saat ini, berpikir bahwa "satu" berarti "sama." Mereka percaya bahwa setiap orang harus persis sama dalam berpikir, berbicara, bertindak, dan percaya. Jika beberapa orang tidak setuju tentang sesuatu hal, bahkan hal penting seperti doktrin, pasti akan ada seseorang yang mengatakan bahwa mereka "menyebabkan perpecahan." Ini bisa saja benar. Tapi seringkali tidak. Seringkali, itu hanya merupakan tindakan pribadi sebagai individu yang unik yang Allah ciptakan. (Apakah Anda melihat "uni" pada kata "unik"? Unik berarti ’khas’ tidak memiliki persamaan dengan yang lain. Dan Anda hanya ada satu. Anda unik).

Jangan sampai kita salah paham akan hal ini, Rasul Paulus menjelaskan apa sebenarnya kesatuan itu ketika ia menulis 1 Korintus 12 dengan menggunakan perumpamaan tubuh. Kita adalah satu tubuh, katanya, satu-satunya tubuh secara fisik yang Kristus miliki di bumi sekarang. Tapi tubuh bukanlah satu hal. Ini lebih seperti satu koleksi. Memiliki sistem saraf, sistem pencernaan, sistem kerangka, sistem peredaran darah, dan banyak lagi... dan bahkan sistem-sistem ini terdiri dari jutaan sel, masing-masing melakukan tugas mereka yang unik. Dapatkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi jika sel-sel Anda bingung apa tugas mereka? Kita menyebutnya kanker. Sel-sel kanker berpikir bahwa mereka harus tumbuh, dan tumbuh... dan tumbuh! Dan mengambil alih semua sel yang ada di dekatnya.

Jenis kesatuan palsu yang membunuh.

Setiap orang percaya merupakan satu bagian kecil dari tubuh Kristus di bumi, dan masing-masing memiliki tugas untuk dilakukan. Kesalahan lain adalah, kita melakukannya dengan cara kita sendiri. "Yah," kita bisa mengatakan, "Allah memberi saya pekerjaan untuk dilakukan yang berbeda dengan yang diberikan-Nya pada Anda, jadi marilah kita melakukan pekerjaan kita sendiri. Sampai jumpa lagi!"

Ketahuilah, bahwa itu akan menjadi masalah jika semua sel dalam tubuh kita memutuskan untuk melakukan hal yang sama! Bagaimanapun, seluruh jutaan atau miliaran sel itu masing-masing melakukan pekerjaan mereka sendiri dan semua bekerja bersama-sama, semua pada waktu yang sama!

Upacara yang kita sebut Perjamuan Kudus atau Perjamuan Tuhan, dapat menolong. Mari kita lihat.


Apa Yang Mereka Percayai

Di zaman Luther, diyakini bahwa ritual memiliki kekuatan dalam dan dari diri mereka sendiri. Baptisan secara literal membasuh dosa. Bahkan bayi yang baru lahir pun harus dibaptis untuk membasuh dosa yang mereka yakini dibawa sejak lahir, supaya nantinya ia tidak masuk ke neraka jika mati. Pada upacara pengampunan dosa, imam memberikan kepada seseorang setelah mereka mengaku dosa-dosa mereka— menyebutkan Doa Bapa Kami dan Doa Salam Maria sepuluh kali, misalnya—yang memiliki kekuatan untuk membasuh dosa-dosa.

Perjamuan Kudus, yang mereka sebut misa, memiliki kekuatan untuk mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Yesus, dan yang ikut ambil bagian dalamnya memiliki kekuatan untuk memberikan “pahala” kepada orang tersebut. Imam melakukan banyak misa dengan punggung menghadap kepada orang-orang, menghadap Allah di tempat mereka. Itu bukanlah tempat orang berbagi, setidaknya tidak sepenuhnya, meskipun imam menaruh roti di lidah mereka. Juga, upacara ini semua dilakukan dalam bahasa Latin, yang sangat sedikit orang mengerti.

Tidak ada lagi banyak "perjamuan kudus” di gereja.

Apa Yang Luther Pelajari

Luther melihat bahwa perjamuan kudus dimulai oleh Yesus dan murid-murid-Nya ketika berbagi makanan bersama-sama. Jemaat yang mula-mula "memecahkan roti bersama-sama," juga. Mereka berbagi segala hal, mengadakan "perjamuan," begitulah umat, seolah-olah mereka semua satu keluarga. Beberapa bahkan diberi karunia berbicara dalam berbagai bahasa.

Setelah Luther menulis dan berkhotbah, dibentuklah gereja-gereja baru yang kemudian disebut "Protestan" karena mereka memprotes perbuatan yang keterlaluan dari Gereja Katolik abad pertengahan. Di gereja-gereja ini, orang-orang membagikan pengalaman-pengalaman rohani yang indah dari Perjamuan Tuhan, dan juga melakukan upacara dalam bahasa mereka sendiri, Jerman. Gantinya hanya menjadi penonton yang menonton imam mengadakan perjamuan kudus dengan Allah, orang-orang juga ikut terlibat. Luther juga mengatakan satu-satunya ritual yang gereja harus ikuti adalah yang Yesus sendiri perintahkan, seperti perjamuan kudus. Gereja boleh menambahkan ritual dan upacara-upacara lainnya, tetapi hal itu sebenarnya tidak perlu.

Apa Yang Yesus Ajarkan Tentang Perjamuan Kudus?

Ingat, kata komuni yang artinya bersama menjadi satu. Salah satu cara yang paling umum dan penting orang lakukan dalam mempraktekkan bersatu atau bersekutu dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan makan bersama-sama. Dan pelayanan persekutuan, atau Perjamuan Kudus, dimulai dengan makan bersama.

Ritual makan yang paling penting dalam kalender Yahudi adalah Seder atau makan malam Paskah, yang telah ditentukan oleh Allah secara rinci. Dalam Keluaran 12, Allah menjelaskannya kepada Musa, apa yang harus dimakan, bahkan bagaimana harus mempersiapkannya, dan bahwa semuanya harus dimakan dalam sekali makan, jadi jika keluarga itu terlalu kecil untuk memakan seluruh domba, mereka harus berbagi, mengundang cukup banyak orang untuk memakan semuanya. Dia kemudian melanjutkan hari suci ini dengan perayaan selama seminggu yang disebut Hari Raya Roti Tidak Beragi.

Makan Paskah dijelaskan beberapa kali dalam Perjanjian Lama, dan disebutkan bahkan lebih banyak lagi. Selama berabad-abad, orang-orang Yahudi telah menambahkan lebih banyak ritual dan doa-doa khusus untuk makanan ini, dan jika Anda belum pernah mengikuti upacara Messianic Seder, yang diadakan untuk merayakan fakta bahwa Yesus menggenapi semua jenis Paskah, Anda harus mengikutinya. Ini merupakan suatu pengalaman persekutuan yang indah.

Yesus memenuhi golongan-golongan tersebut dengan mati sebagai Domba Paskah yang sebenarnya, pada hari Paskah. Dia berbagi Seder dengan murid-murid-Nya malam sebelumnya. Dia tahu ini bukan hanya waktu perayaan bersama yang penting, tapi merupakan kesempatan terakhir-Nya untuk makan bersama mereka sebelum ia mati. Tetapi murid-murid tidak begitu peduli. Yang pasti, mereka bukan "bersama menjadi satu." Persekutuan yang sesungguhnya sebenarnya tidak terjadi.

Kisah ini diceritakan dalam setiap kitab Injil. Anda dapat menemukannya dalam Kitab Matius 26:17-30, Markus 14:12-26, Lukas 22:7-39, dan Yohanes 13:1-26. Anda harus membaca semuanya untuk mendapatkan semua rincian penting malam itu.

Para murid berada dalam suasana hati yang argumentatif. Situasi itu tidak diperbaiki oleh fakta bahwa tidak ada seorang pun yang ingat untuk menyewa seseorang untuk mencuci kaki-kaki yang berdebu. Dalam usaha menarik semua hati mereka kepada-Nya, termasuk hati Yudas, Yesus mengambil alih tugas itu bagi diri-Nya dan membasuh semua kaki mereka.

Sulit bagi orang-orang yang tinggal di Barat untuk memahami betapa hal ini sangat mengejutkan, tetapi jika Anda tinggal di Timur Tengah atau di negara-negara lain di mana kaki dianggap sangat rendah dan haram, Anda akan mengerti mengapa Petrus menolak pada awalnya. Dapatkah Anda membayangkan Yesus sedang berlutut hendak mencuci kaki Anda?

Petrus, segera setelah ia mengerti pentingnya hal itu, ia sangat bersemangat di mana sebelumnya dia sangat enggan, tapi pikiran Yudas tidak berubah. Ketika Yesus memberkati dan memecah-mecahkan roti, sambil berkata, "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu," Yudas mengambilnya beberapa. Ketika Yesus kemudian memberkati cawan itu, mengatakan kepada mereka dalam bahasa yang jelas bahwa ini adalah ”darah perjanjian baru, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa," Yudas meminumnya.

Tapi ia tidak bersekutu. Nyonya White menjelaskan seperti ini: "Ia menerima dari Yesus lambang tubuh-Nya yang sudah dipecah-pecahkan serta darah-Nya yang sudah ditumpahkan. Ia mendengar perkataan, “Perbuatlah demikian menjadi suatu peringatan akan Aku." Dan sambil duduk di situ di hadirat Anak Domba Allah, si pengkhianat itu merenungkan niatnya sendiri yang gelap itu, serta menaruh pikiran yang murung dan penuh rasa dendam." (Kerinduan Segala Zaman, hal.653).1

Penting untuk dicatat bahwa Nyonya White melanjutkan dengan mengajarkan bahwa ini adalah contoh bagaimana kita harus memperlakukan orang-orang yang mungkin kita pikir tidak "pantas" bersekutu. Pada halaman 656 dia mengatakan, "Mungkin datang ke sana orang-orang  yang tidak dalam kebenaran dan kekudusan, mungkin ingin turut ambil bagian dalam upacara itu. Mereka tidak boleh dilarang. "

Yesus mencoba apa saja yang dapat Dia lakukan untuk memenangkan hati Yudas. Kita juga harus mencoba segala hal yang dapat kita lakukan  untuk memenangkan hati orang-orang di sekitar kita.

Yesus mendapat perhatian mereka ketika Dia akhirnya mengatakan bahwa ada pengkhianat yang hadir. Setelah Yudas bangkit dan pergi, sulit untuk membayangkan bagaimana pikiran kelompok itu melupakan hal itu. Apakah ada yang lebih dari kebersamaan? Atau apakah mereka semua sangat marah karena perjamuan itu menjadi hancur? Ketika mereka menyanyikan sebuah lagu dan pergi, mereka semakin dekat satu sama lain, waktu yang paling diberkati bersama Tuhan mereka yang pernah mereka rasakan. Yesus ingin sekali memberikan beberapa kata-kata terakhir yang berupa penghiburan, nasehat dan peringatan. Mereka masih tidak mengerti bahwa Dia akan mati, tetapi Dia mengetahuinya. Hanya Yohanes yang menjelaskan apa yang mereka bicarakan malam itu, dalam Yohanes 13 sampai 16 Kemudian ia mencatat doa yang indah yang Yesus doakan bagi semua pengikut-Nya, termasuk kita, dalam Yohanes 17. Sebuah era baru dimulai, tapi tak seorang pun mengetahuinya. Orang-orang tak menyadarinya.

Penerapan Pribadi

Seperti orang-orang pada zaman Luther, kita saat ini kadang-kadang lebih menekankan pada ritual itu sendiri dari pada maknanya yang lebih dalam. Kita dapat menggunakan kata "persekutuan" hanya untuk upacara tertentu, dan tidak pernah benar-benar bersekutu sama sekali. Kita mengkhawatirkan tentang kaki siapa yang akan kita cuci, dan merasa gelisah sementara lagu sedang dimainkan. Kita bisa minum air anggur dan makan roti perjamuan tanpa memikirkannya kecuali untuk menyelesaikannya dan pergi makan siang.

Jika kita melakukan hal itu, kita telah benar-benar menyalahgunakan kata tersebut. Komuni bukanlah layanan. Ini adalah sikap hati. Ketika kita sedang mempersiapkan hati kita, kita berkomunikasi dengan Tuhan. Ketika kita membasuh kaki seorang teman atau pengunjung, kita bisa benar-benar menyatu dengan orang itu. Kita bisa melihat ke dalam mata mereka. Kita dapat berdoa bersama. Ketika kaki kita sedang dicuci, kita bisa berada dalam persekutuan bukan hanya dengan orang yang melakukan pelayanan yang rendah hati ini bagi kita, tetapi juga bagi Allah. Hal ini dapat menjadi perpanjangan kecil sumpah baptisan kita.

Apakah ”kaki-kaki” rohani kita kotor dan berdebu?

Apakah ada dosa-dosa yang perlu kita akui, pertobatan dan pembaruan yang akan kita buat?

Apa yang Roh Kudus bisikkan pada waktu itu?

Hal ini dapat sangat bermakna jika kita saling mencuci kaki dengan anggota keluarga. Dalam satu hal, mungkin merasa "lebih aman," mengurangi merasa malu. Tapi ingat, mereka adalah orang-orang cenderung paling kita sakiti, dalam hal yang kecil—kadang dalam hal yang besar. Kita bisa membisikkan kata-kata pertobatan dan pengampunan satu sama lain dan memutuskan untuk membuat rumah kita lebih berpusat pada Kristus. Namun, jika kita membasuh kaki tamu atau seseorang yang kita tidak kenal dengan baik, kita masih bisa memberi teladan kasih Allah kepada mereka dan berdoa dengan dan untuk mereka.

Ketika kita masuk kembali ke dalam gereja, biasanya ada permainan musik lembut. Di beberapa gereja, ini adalah waktu kesaksian. Bagaimanapun cara gereja Anda melakukannya, ini merupakan waktu yang istimewa untuk bersekutu dengan Allah dan antara satu dengan yang lainnya, dan juga dengan para malaikat yang kita tahu juga hadir. Mungkin Anda teringat pada seseorang yang ingin Anda doakan atau beberapa perubahan yang Anda ingin Allah lakukan, agar kehidupan Anda kembali ”diperbarui.”

Ketika kita mengambil roti, kita bisa mengambilnya dengan hormat, ketahuilah bahwa roti ini yang dibuat dari biji-bijian yang Allah ciptakan kemudian ditanam oleh manusia, kemudian dipanggang dan dihancurkan untuk kita, adalah simbol tubuh Yesus, yang datang dan tinggal serta diremukkan bagi kita.

Ketika kita mengambil air anggur, kita bisa membayangkan darah-Nya yang tercurah bagi kita. Dan ketika kita memasukkan sedikit makanan badani ini ke dalam tubuh kita, kita dapat berdoa agar cara berpikir Yesus, keberadaannya dan sikapnya yang penuh kasih akan tumbuh ke dalam hati kita sebagaimana roti dan anggur perjamuan akan tumbuh menjadi tulang, kulit dan darah kita.

Komuni dapat benar-benar menjadi komunitas.

Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Pernahkah Anda berpikir tentang hubungan kata "cummunion," "community," dan "common”? Apa reaksi Anda terhadap apa yang Anda pelajari pada bagian ini?

  1. Apakah gereja Anda tampaknya memiliki masalah mengenai persatuan dan perpecahan? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu?

  1. Pernahkah Anda mengikuti acara Mesianik Seder? Jika pernah, bagikan pengalaman Anda. Jika belum, Anda mungkin ingin mengetahui apakah ada kesempatan untuk melakukannya.

  1. Pernahkah Anda mengikuti upacara Perjamuan Kudus di mana hati Anda terasa dingin dan tidak harmonis, seperti yang dialami oleh murid-murid? Apa yang akan Anda lakukan?

  1. Apakah Anda ingat akan suatu upacara Perjamuan Kudus yang lebih mirip ritual, bukannya persekutuan yang sebenarnya bersama Tuhan dan antara satu sama lain? Jika ada, perubahan apakah yang akan Anda buat?

  1. Bersama teman belajar / berdoa Anda, bacalah kisah-kisah dari Perjamuan Terakhir dan berdoalah bagi setiap hati. Jika mungkin, jadilah teman bagi siapa saja pada Perjamuan berikutnya di gereja Anda.





































______________________________________________________________________________
1White, E. G. (1940). Kerinduan Segala Zaman. Mountain View, CA, Portland, Or.: Pacific Press Pub. Association, 653.
HARI KE-6

DOSA DAN RASA BERSALAH—DAN PENGAMPUNAN CUMA-CUMA



Salah satu kepercayaan terpenting yang diperbarui (yaitu, diperbarui kembali ke ajaran asli Alkitab) pada Reformasi Protestan adalah konsep dosa dan rasa bersalah.

Apa Yang Mereka Percayai

Kembali ke zaman Luther, orang-orang mempercayai bahwa bayi dilahirkan bukan hanya dengan sifat lemah dan berdosa, tapi juga sudah bersalah, seolah-olah mereka telah melakukan dosa Adam dan Hawa. Juga, karena orang-orang yang sangat takut terhadap Allah yang pemarah dan pendendam seperti mereka, mereka kemudian merasa bersalah sepanjang waktu. Mereka mengaku dosa-dosa mereka kepada para imam dan melakukan pengampunan dosa, tapi percaya bahwa mereka juga masih harus menderita di dalam api penyucian.

Apa Yang Luther (Dan Para Reformator  Lainnya) Pelajari

Saat mempelajari Alkitab, Luther menemukan ayat-ayat seperti Yehezkiel 18:20, "Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”

Bahkan yang lebih penting lagi, dia mempelajari bahwa pengampunan sepenuhnya dan cuma-cuma ditawarkan oleh Allah kepada mereka yang memintanya. Yesus mengajar para pengikut-Nya untuk mengampuni berulang-ulang, tidak peduli berapa kali seseorang memintanya. Bahkan, dalam kitab Matius saja, Yesus dicatat berbicara tentang pengampunan 17 kali! Dia mengampuni orang yang ia sembuhkan, mengatakan pada kita untuk mengampuni saudara-saudara kita (dan bukan hanya saudara dan saudari dalam keluarga kita sendiri), dan dalam Doa Tuhan Yesus, Dia mengatakan Allah mengampuni kita seperti kita mengampuni orang lain.

Yesus menceritakan seluruh perumpamaan tentang pengampunan dalam Matius 18. Seorang pria diampuni dari hutang yang sangat besar yang tidak mampu dibayarnya, tapi kemudian ia menolak untuk mengampuni orang lain yang berutang hanya beberapa dolar kepadanya. Dia pun akhirnya dimasukkan ke dalam penjara, dan Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan "Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." (Matius 18:35). Salah satu ayat yang paling indah dan meyakinkan dari Alkitab mengatakan, (Anda mungkin mengetahuinya di dalam hati), "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1: 9).

Ayat-ayat ini dengan sendirinya, mengandung banyak pengajaran tentang dosa dan rasa bersalah. Mari kita lihat lebih dekat lagi.

Jika kita mengaku ...

Di zaman Luther orang percaya bahwa mereka harus mengaku dosa mereka kepada imam, karena hanya seorang imam yang bisa mengampuni mereka (meskipun dia mungkin juga memberi mereka surat penebusan dosa untuk "membayar" dosa-dosa mereka sendiri). Tetapi Yakobus 5:16 mengatakan, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Ayat-ayat Alkitab ini mengajar kita agar tidak membiarkan apapun menghambat kita untuk datang menjadi anggota tubuh Kristus; itu mendorong kita untuk selalu menyadari kapan kita menyinggung perasaan seseorang dan untuk melakukan hal yang benar. Mungkin ada saatnya kita perlu berbicara pada seorang pendeta atau penasihat tentang suatu kesalahan yang telah kita lakukan. Mungkin ada situasi di mana orang yang kepadanya Anda bersalah akan terluka oleh pengakuan Anda daripada tidak mengetahuinya sama sekali; orang dewasa yang dipercaya atau pemimpin spiritual dapat membantu Anda memproses hal ini. Pada saat seperti itu, Anda mungkin harus berbagi hanya dengan pendeta atau penasehat yang dipercaya, dan hanya mengaku kepada Allah. Tapi secara umum, tentu saja kita harus saling mengakui apa yang telah kita lakukan terhadap satu sama lain. Yakobus 5:16 membuatnya jelas bahwa bukan hanya doa seorang imam saja yang kuat dan efektif. Setiap orang yang benar, bersama Kristus, dihitung sebagai orang benar, dan doa orang itu sangatlah efektif.

... Dosa-dosa kita ...

Anda akan melihat Yohanes tidak mengatakan kita tidak berdosa. Kita adalah makhluk berdosa, dan kita dilahirkan dengan dosa warisan yang menginginkan apa yang kita inginkan ketika kita menginginkannya. (Anda telah memperhatikan hal itu, bukan?) Roma 3, seluruh pasal, tetapi terutama ayat 23, mengajarkan bahwa "semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Seluruh Alkitab ini hanyalah berisi satu kisah—kisah tentang manusia yang memutuskan untuk tidak mengikut Tuhan dan melakukan apa yang kita inginkan, dan Allah datang dari surga ke bumi untuk menjemput kita kembali.

Kita adalah orang-orang berdosa.

Kita perlu mengakui hal itu. Lalu:

...Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita….

Sekarang, hal ini sedikit mengejutkan jika Anda melihatnya secara dekat. "Setia," ya. Tuhan sangat setia, jauh melebihi diri kita, selalu, dan selalu siap untuk mengampuni walau setiap menit kita lari kepada-Nya. Tapi, "keadilan"? Bukankah keadilan Allah merupakan aspek sifat-Nya yang memastikan segala sesuatunya adil? Bukankah kita mendengar tentang Tuhan yang tidak bisa tunduk pada dosa dan akhirnya akan membakarnya dari seluruh alam semesta, bersama dengan orang-orang yang menolak untuk melepaskannya? Bagaimana mungkin pengampunan Allah itu adil? Mari kita hadapi—ini bukan karena kita layak!

Tetapi Allah sendiri yang datang, karena Ia tahu kita tidak pernah bisa menutupi dosa-dosa kita. Keadilan Allah lah yang mengutus Anak-Nya, karena jika Dia mati, Dia akan bangkit kembali, meskipun Dia mengalami mati pada "kematian yang kedua," yaitu, kematian kekal. Bagaimana? Itu adalah misteri. Kita hanya tahu bahwa Allah yang memiliki hidup dalam diri-Nya, dapat melakukannya, dan mau melakukannya.

Sekarang, keadilan Allah lah yang membuat kita dapat menjalani hidup kita dalam kesempurnaan Kristus, dan keadilan-Nya yang mengampuni kita dan melepaskan kita dengan cuma-cuma oleh karena Yesus, "Dia yang ”tidak mengenal dosa” telah dibuat-Nya “menjadi dosa” karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5:21).

Sekarang itu menakjubkan!

Tapi itu belum semua yang ada di ayat ini.

... Dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Kita adalah orang-orang berdosa, tetapi kita bisa membuat pilihan baru. Kitab 1 Yohanes berbicara banyak tentang tidak memilih untuk berbuat dosa. Dengan kata lain, oleh karena pengampunan itu cuma-cuma, tidak membuatnya mudah atau murah. Yesus mati untuk itu, dan kita harus melakukan yang terbaik untuk mencari tahu apa kesalahan yang telah kita lakukan kemudian memperbaikinya.

Ini adalah perbedaan besar antara pengampunan manusia dan pengampunan Allah. Ketika kita berdosa terhadap satu sama lain, kita perlu saling memaafkan. Ini bukan berarti memaafkan dosa atau berpura-pura itu tidak pernah terjadi. Itu bahkan tidak berarti "lupa," dalam arti biasa lupa. Kita tidak akan melupakan hal yang sudah terjadi. Tapi kita akan melepaskannya dan berhenti memikirkannya. Terutama, kita berhenti berusaha memikirkan cara untuk "membalas dendam." Tidak bisa dilakukan, meskipun Anda sudah mencobanya. Seluruh perang telah terjadi karena si A melakukan sesuatu yang si B tidak suka, lalu si B balas dendam, kemudian si A semakin marah lalu membawa teman-temannya dan melakukan sesuatu yang lebih buruk untuk membalas dendam, lalu.... Anda mendapatkan gambarannya

Ketika kita mengampuni, kita membebaskan orang itu dari setiap upaya untuk "membayar" dosa tersebut. Meskipun ada konsekuensinya, tetapi tidak akan menghapus dosa itu. Kita dapat bersikap penuh kasih dan tegas terhadap orang itu. Kita bisa melakukan yang terbaik untuk menolong dia membuat pilihan yang lebih baik. Tapi kita tidak bisa membersihkannya dari ketidakbenaran atau mengubah sifatnya.

Allah bisa. Dan Dia berjanji, dalam ayat ini, bahwa Dia mau.

Penerapan Pribadi

Seperti kebanyakan orang Kristen, umat Advent kadang-kadang masih menyerah pada godaan untuk percaya bahwa kita dapat menebus dosa-dosa kita, entah bagaimana caranya. Yang lebih mudah adalah melihat hal ini sebagai kesalahan yang serius, lalu berhenti melakukannya, jika kita melihat dengan jelas, maka dengan bersikap seperti ini berarti kita berpikir bahwa pengorbanan Yesus belumlah cukup.

Sungguh? Apakah kita ingin mengatakan hal itu? Tentu saja tidak! Ibrani 10:10 mengatakan, "Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus." Dan ayat 14 menambahkan bahwa, "Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan."

Anda lihat ? TELAH dibuat sempurna SELAMANYA ??

Inilah bagian yang membuatnya jelas: "mereka yang Ia kuduskan."

Aha. Jadi meskipun pengorbanan Kristus telah membuat kita dihitung sempurna dalam catatan Allah, kita masih sedang dikuduskan. Masih belajar bagaimana hidup sebagai anak Allah. Masih harus mengakui, dan meminta pengampunan, dan belajar untuk membuat pilihan yang lebih baik.

Apa artinya semua ini bagi Anda secara pribadi? Mungkin Anda "dikejar-kejar oleh dosa" tampaknya Anda tidak pernah bisa mengelak. Anda mungkin perlu bantuan dari seorang pendeta atau penasehat yang dipercaya untuk membantu Anda dengan penuh doa menemukan akar masalahnya dan mengijinkan Tuhan untuk mengusir mereka sekali dan untuk selamanya.

Atau mungkin ada seseorang yang tidak bisa Anda maafkan. Mungkin apa yang orang itu lakukan begitu merusak sehingga memaafkannya terasa seperti "membiarkan mereka pergi begitu saja" atau menyatakan bahwa kita tidak peduli. Jika itu yang terjadi, Anda perlu memahami sesuatu yang sangat penting—mengampuni bukanlah memaafkan! Jika Anda bertemu seseorang di ambang pintu, Anda mungkin berkata, "Oh, maaf!" Tapi Anda bukan sedang mengaku dosa—itu adalah kesalahan yang tidak bersalah. Orang lain mengatakan, "Tidak apa-apa." Ya, memang demikian. Tidak ada dosa, tidak ada pengampunan yang diperlukan.

Satu-satunya waktu di mana Anda butuh pengampunan adalah ketika tidak ada maaf. Ketika itu adalah dosa, murni dan sederhana. Semakin besar dosa, semakin besar kebutuhan akan pengampunan. Jika orang tersebut masih berbahaya berada di sekitar Anda, maka Anda tidak harus berada di sekitar mereka. Anda bisa mengampuninya, bebaskan jiwa Anda dari belitan kemarahan dan rasa sakit Anda oleh karena dosa mereka, sehingga itu tidak akan terus menyakiti Anda. Anda dapat berdoa agar Allah menuntun orang itu kepada kebenaran. Tapi Anda tidak perlu terus berada di dekatnya.

Pikirkan cara ini: Jika orang itu tidak mengizinkan Allah berkuasa sepenuhnya dan akan terus menyakiti orang lain, lalu, apakah itu disebut benar-benar mengasihi bila tetap membuat diri Anda disakiti lagi oleh mereka? Atau mungkin Anda adalah orang yang paling sulit untuk mengampuni. Jika demikian, Anda tidak sendirian. Umat kristen sangat ingin menghormati Allah, sehingga ketika mereka salah, mereka sering merasa sulit untuk melepaskan rasa bersalah mereka sendiri. Tapi Allah memberi kita rasa bersalah hanya karena satu alasan. Seperti rasa sakit yang memberitahu Anda bahwa Anda telah terbakar dan Anda harus menggerakkan tangan. Anda merasa bersalah, itu memberitahu Anda bahwa Anda telah melakukan kesalahan, dan harus berhenti. Anda kemudian mengaku kepada siapa Anda harus mengakui, meminta maaf, membayar kerugian jika Anda bisa (harap dipahami, ini bukan untuk membayar dosa), lalu Anda membuat pilihan yang berbeda dan membiarkan rasa bersalah itu pergi!

Jika Anda tidak bisa mengampuni diri sendiri, apakah Anda mengatakan pengorbanan Yesus tidak cukup untuk Anda? Kita adalah orang-orang berdosa. Kita membutuhkan Allah. Dan Allah ada untuk kita. Setiap saat.

Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Diskusikan perbedaan antara mengampuni dan memaafkan sampai Anda berpikir bahwa semua yang ada di dalam kelompok telah memahaminya dengan baik.

  1. Apa yang salah dengan berada dekat-dekat dengan perasaan bersalah? Apakah itu tidak membuat Anda lebih berhati-hati untuk melakukan yang benar?

  1. Mengapa kadang-kadang mengampuni itu sangat sulit? Apakah ada yang dapat membuatnya lebih mudah?

  1. Apakah menurut Anda, kadang-kadang orang terlalu mudah dan cepat mengampuni? Mengapa atau mengapa tidak?

  1. Mengapa begitu sulit untuk mengampuni diri sendiri? Apakah itu suatu kebanggaan? Mengapa atau mengapa tidak?

  1. Bagaimana Anda tahu kapan Anda membutuhkan bantuan dari seorang pendeta atau penasehat atau orang dewasa terpercaya lainnya?

  1. Bersama teman belajar / berdoa Anda, pertimbangkanlah hal berikut dan usahakan untuk membantu dan mendukung satu sama lain bila diperlukan:

a.       Sebuah. Apakah ada seseorang yang kepadanya Anda perlu untuk mengakui? Kapan Anda akan melakukan hal itu?

b.      Apakah ada seseorang yang perlu Anda ampuni? Kapan Anda akan melakukan hal itu?





HARI KE-7

BAPTISAN KE DALAM PERJANJIAN BARU


Apa Yang Mereka Percaya

Kita telah menemukan bahwa pada zaman Martin Luther, orang percaya bahwa baptisan itu membasuh habis dosa, dan bahwa tidak ada orang yang bisa diselamatkan jika dia tidak dibaptis bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Luther sendiri terus percaya bahwa bayi harus dibaptis. Dia menyatakan bahwa "sakramen" (bagi orang-orang zaman itu, tindakan ini mengandung unsur yang hampir sama dengan kekuatan magis), sehingga sakramen "tidak menjadi tidak sah meskipun diterima atau dipekerjakan secara salah"—dengan kata lain, bahkan jika orang dewasa yang tidak percaya dibaptis, itu akan tetap berlaku, sehingga tidak masalah jika bayi percaya atau tidak (Katekismus besar, oleh Martin Luther, dikutip dalam Proyek Wittenberg)1

Saya mengadakan percakapan dengan seseorang (bukan Katolik) yang merasa ngeri karena Advent tidak membaptis sampai batas usia di mana orang tersebut dapat membuat keputusan sendiri. "Bagaimana bisa Anda menahan keselamatan dari anak-anak Anda?" Ia bertanya. Dia benar-benar percaya bahwa anak-anak tidak diselamatkan kecuali mereka dibaptis, dan bahwa baptisan itu membawa keselamatan. Dia menunjukkan bahwa Alkitab mengatakan "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan." Dia tampaknya tidak menyadari bahwa ayat-ayat (Markus 16:16 dan Kisah Rasul 16:31, misalnya) berkata "Percaya dan dibaptis dan Anda akan diselamatkan." Bagaimana bayi bisa percaya?

Bahkan, dalam Kisah Para Rasul, Paulus secara khusus mengatakan kepada kepala penjara (pemenjaranya) dan keluarganya, "Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat," Lalu ia mengajarkan mereka cerita tentang Yesus, dan kemudian mereka dibaptis.

Apa Yang Kita Percaya

Kita tidak pernah bisa mengulanginya berkali-kali: Keselamatan hanyalah oleh kasih karunia, terpisah sepenuhnya dari usaha, termasuk usaha yang diperintahkan Allah, seperti baptisan. Semua usaha kita merupakan sambutan dan bukti dari keselamatan yang kita peroleh dengan anugerah, melalui iman.

Sudah pasti kita memahami dan menerima apa yang telah Yesus lakukan bagi kita dan menerima karunia keselamatan yang cuma-cumakita akan memilih untuk dibaptis.

Mengapa?

Pertama, itu adalah apa yang Yesus lakukan, dan Dia adalah Teladan Agung kita. Ini adalah salah satu kisah yang sangat penting yang keempat Injil itu ceritakan pada merkea. Kita akan melihat Kitab Matius.

Baca atau mintalah seseorang membacakan Matius 3:11. Mengapa Yohanes mengatakan bahwa ia membaptis?

Sekarang bacalah ayat 13-15. Mengapa Yohanes mencoba untuk mencegah Yesus dibaptis? Apakah Yesus perlu bertobat? Mengapa Yesus mengatakan pada Yohanes untuk melanjutkan dan membaptiskan-Nya?

Akhirnya, bacalah ayat 16. Jelas Allah tidak ingin ada yang ketinggalan fakta bahwa Yesus telah melakukan hal yang benar dan Allah berkenan dengan-Nya. Ada tempat-tempat lain di dalam Alkitab yang masuk ke baptisan dengan lebih teliti.

Bacalah atau minta seseorang membacakan Roma 6:3-4. Apa yang Paulus katakan yang dilambangkan oleh baptisan? Keseluruhan pasal ini dan kemudian dua pasal berikutnya, semua tentang bagaimana belajar suatu menjalani kehidupan yang kudus di dalam Kristus meskipun kita memiliki sifat-sifat dosa. Jadi Paulus, meskipun ia tidak percaya tindakan baptisan itu sendiri memiliki kekuatan khusus, tentu kita ingin memahami bahwa tindakan iman dan penerimaan keselamatan yang baptisan tunjukkan kepada publik membawa kita berhubungan dengan kuasa yang nyatadan luar biasa. Ketika Anda bisa, Anda harus mempelajari pasal-pasal ini secara penuh, terutama jika Anda khawatir tentang dosa yang mengendalikan hidup Anda. Sekarang, kita melompat ke Roma 8:10 dan bacalah. Apa kuasa yang membasuh dosa dan mengajarkan kita untuk menjalani suatu kehidupan yang baru dalam perjanjian baru?

Dia mengatakan hal itu bahkan lebih jelas dalam Kolose 2:12 (jika orang mengalihkan Anda ke sana, ingatkan mereka untuk tetap mempertahankan jari-jari mereka pada Kitab Roma 8): "karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati." Apa yang telah membangkitkan Yesus dan sekarang membangkitkan kita? Hati-hati—nanti bisa terlihat seolah-olah ayat-ayat tersebut mengatakan itu iman kita, tetapi perhatikanlah ia mengatakan melalui iman kita dalam kerja Allah. Allah membangkitkan Yesus, dan Allah membangkitkan kita. Baptisan hanya menunjukkan dunia kita sudah mengatakan Ya.

Kemudian Apa

Banyak orang, tua dan muda, percaya bahwa baptisan entah bagaimana akan membuat kita lebih mudah untuk menjalani hidup kekristenan. Perhatikan saja—Apa yang terjadi kepada Yesus tepat setelah baptisannya? Puasa enam minggu, diikuti oleh pencobaan yang berat! Kadang-kadang hidup semakin susah, tidak semakin mudah. Setan tidak suka apabila anak-anak Allah memproklamirkan iman mereka. Dia berketetapan untuk menjatuhkan kita.

Membaca atau memiliki seseorang membaca Roma 8:11. Paulus mengatakan bahwa Roh Kudus hidup di dalam kita!

Berikut adalah kisah yang akan menolong kita untuk memahami prinsip. Bayangkan Anda adalah orang yang selalu rindu bermain biola. Sekarang, bayangkan bahwa Stradivari, mungkin pembuat biola terbesar yang pernah hidup, datang di pintu Anda dan menawarkan pada Anda salah satu dari biola-biolanya yang luar biasa, gratis. Apakah Anda mengatakan "ya, terima kasih!" Atau Anda berargumentasi bahwa entah bagaimana, anda akan mencoba membayarnya?

Tentu saja Anda mengatakan ya. Dia memberikan biola ke tangan Anda, dan itu milikmu.

"Sekarang Anda pemain biola," katanya pada Anda.

Mengagumkan!

Tapi ada masalah. Anda memegang biola itu dan menggeseknya dengan menirukan cara terbaik dari orang lain yang pernah Anda saksikan bermain. Anda menarik busur di senarnya, dan ratapan paling mengerikan keluar. Hebat!. Anda sendiri memiliki biola pibadi, tetapi Anda tidak bisa memainkannya!

Stradivari bertanya, "Apakah Anda ingin saya ajar memainkannya? Itu bagian dari tawar-menawar. Anda mendapatkan biola gratis, dan Anda mendapatkan petunjuk-petunjuknya secara cuma-cuma."

Apa sambutan Anda?

Pelajaran satu minggu ini berbicara tentang kebenaran, piker Anda. Tapi Stradivari mengatakan tidak, itu tidak cukup untuk membuat Anda seorang pemain biola seperti dirinya. "Saya akan tinggal bersamamu. Jika Anda tidak keberatan ... "

Dan masih tanpa biaya? Jika Anda adalah orang yang selalu rindu untuk bermain biola, apakah Anda akan menolaknya?

Kita umat Kristen memiliki tawaran yang lebih baik. Kita diberikan hidup yang kekal, gratis. Mari kita menuju ke pelajaran mingguan (kami menyebutnya Sekolah Sabat dan Gereja) tapi itu tidak cukup untuk membuat kita hidup dalam kasih yang suci seperti yang kita rindu untuk dilakukan. Kita diberikan instruktur yang sempurna 24 jam selama 7 hari gratis!

Tapi bukan hanya itu saja. Keamanan yang diberikan oleh Istruktur tersebut masih tetap bukan atas seberapa baik kita belajar hidup kudus. Itu berdasar—selamanya—pada hidup-Nya sendiri yang sempurna dan tanpa dosa. Seolah-olah Stradivari mengajarkan Anda untuk bermain, tapi setiap kali Anda bermain, ia menaryh tangannya di atas tangan Anda dan yang didengar oleh semua orang adalah permainannya yang sempurna.

Ini rumit. Bukankah itu berarti bahwa kita menjadi seperti boneka. Kita memiliki pilihan gratis dan juga untuk selamanya. Kita belajar untuk melakukan berbagai hal yang Allah ajarkan pada kita, dan menjadi lebih penuh kasih dan baik (definisi kesempurnaan diberikan dalam Lukas 6:36) Keselamatan kita dan kehidupan yang kekal tidak berdasarkan—selamanyapada apa yang kita lakukan, bahkan di dalam Roh Kudus sekalipun.

Jika Anda sudah dibaptis dan sekarang Anda menyadari bahwa Anda telah tiba pada pemahaman yang lebih dalam dan Anda mungkin telah membuat pilihan tanpa benar-benar memahaminya, jangan takut. Allah ada bersama Anda dan membawa Anda ke tempat ini. Tidak pernah terlalu terlambat untuk menegaskan kembali keputusan Anda dan meminta pada Allah bahwa baptisan Anda menerima pengalaman perasaan hati yang nyata. Adalah hak istimewa dan karunia Anda untuk meminta Roh Kudus tinggal di dalam diri Anda dan mengajarkan untuk mengasihi semua orang, setiap saat, di semua tempat. Anda juga dapat menggunakan kesempatan berikutnya untuk menerima perjamuan kudus sebagai upacara mengulangi komitmen antara Anda dan Tuhan.

Ada berbagai alasan mengapa orang dibaptis:

  • Karena teman-teman mereka.
  • Karena mereka telah mencapai usia tertentu atau kelas tertentu di sekolah.
  • Karena guru mereka, ibu, atau pendeta berpikir mereka harus dibaptis.
  • Karena mereka pikir hidup akan lebih mudah atau mereka akan lebih mampu menahan godaan.

Semua alasan ini bisa memiliki beberapa validitas dalam diri mereka, namun semuanya itu tidak akan pernah merupakan alasan yang sebenarnya; hanya ada satu alasan untuk membuat pilihan penting ini: Anda telah memahami bahwa Yesus mati untuk Anda, bangkit dan naik ke surga untuk menjadi perantara dan untuk mempersiapkan tempat bagi Anda. Akibatnya, Anda ingin menunjukkan kepada semua orang yang telah mengatakan Ya untuk karunia-Nya dan ingin belajar hidup di bawah perjanjian baru-Nya.

Jangan salah paham. anak-anak muda juga bisa di bawah pemerintahan Yesus dan belajar menjadi lebih dan lebih penuh kasih. Saya harap Anda juga demikian! Tapi ini adalah sebuah tahapan baru—menyeberang dari ambang batas antara iman anak-anak dan iman orang dewasa. Bawalah itu ketika Anda berdoa dan belajar dan bicarakan dengan Tuhan dan percaya bahwa sekaranglah saatnya menerimanya.

Bicarakan juga dengan keluarga Anda—jika mungkin. Jika Anda salah satu dari orang-orang yang keluarganya akan menentang baptisan atau bahkan menghukum atau mengusir Anda, Tuhan memberkati Anda! Anda akan membutuhkan doa ekstra dan dukungan ekstra dari komunitas Kristen Anda. Diskusikanlah masalah tersebut dengan guru atau pendeta yang dipercaya. Allah akan menunjukkan apakah Anda harus menunggu beberapa saat lagi atau pergi ke depan dalam iman—masing-masing situasi berbeda. Kebanyakan dari semua, berusaha untuk tetap dalam tuntunan Roh dan tetap sabar, rendah hati, dan penuh kasih. Hal ini mungkin bisa membawa keselamatan pada keluarga Anda juga.

Di manapun Anda berada dalam perjalanan ini, Tuhan memberkati Anda masing-masing.

Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Apa yang Anda percayai tentang baptisan? Sudahkah pandangan Anda berubah sejak Anda muda? Bagaimana?

  1. Apakah pelajaran ini menolong Anda? Jika demikian, bagaimana?

  1. Apa pendapat Anda tentang kisah biola? Bagikanlah beberapa ide yang diberikan oleh pelajaran itu kepada Anda. Bagaimana layanan ilahi mingguan seperti pelajaran musik? Bagaimana pengalaman hidup sehari-hari seperti praktek? Jika ada yang memainkannya atau menyanyi, orang tersebut dapat membagikan beberapa wawasan tentang bagaimana hal ini dapat / tidak dapat dibandingkan dengan kehidupan Kristen.

  1. Apakah Anda sudah dibaptis? Jika bersedia, bagikan beberapa alasan Anda, dan beberapa hal yang telah Anda pelajari sejak saat itu.

  1. Apakah Anda belum dibaptis? Jika bersedia, bagikan alasan Anda dan di mana Anda berada sekarang dalam proses pengambilan keputusan.

  1. Baik sudah dibaptis maupun belum, apakah Anda berkomitmen untuk mengikuti kehendak Allah dalam hidup Anda dan mengizinkan Roh Kudus masuk sepenuhnya? Apakah Anda akan menggunakan "pelajaran biola" ini dalam cara hidup yang mengasihi?

  1. Dalam privasi hubungan teman belajar / berdoa Anda, pertimbangkanlah hal berikut:

  1. Apakah Anda perlu memperbaharui komitmen Anda kepada Roh Kudus? Bagaimana Anda dapat menolong orang lain?

  1. Jika Anda merupakan salah satu di antara mereka yang akan menghadapi kesulitan untuk dibaptis karena berlawanan dengan keluarga atau untuk alasan lain, mintalah doa khusus dan kebijaksanaan seperti keputusan Anda. (Berkonsultasilah juga dengan orang dewasa yang terpercaya).

















______________________________________________________________________________
1The Large Catechism, oleh Martin Luther. (1921). Didapatkan kembali dari http://www.iclnet.org/pub/resources/text/wittenberg/luther/catechism/web/cat-13a.html.


HARI KE-8
YESUS DATANG KEMBALI!



Tujuan utama yang memungkinkan Allah untuk memperbarui gereja kita dan kita secara pribadi, dari dalam ke luar, adalah agar alam semesta dapat dikembalikan (diperbarui) kepada keadaan awal seperti ketika diciptakan. Allah memiliki kesabaran yang tak terkatakan terhadap umat manusia karena mengetahui bahwa Dia benar-benar hanya membuat peraturan untuk kebaikan yang terbaik. Dia tidak pernah menjadi Allah yang sewenang-wenang, suka memerintah atau pemarah. Dia tidak menciptakan apapun perintah yang tidak diperlukan untuk menjaga anak-anak-Nya supaya aman. Suatu hari, akhir dari semua kesabaran ini akan datang. Yesus akan datang kembali, dan bukan sebagai seorang tukang kayu lembut dari Galilea, Dia akan menjadi penguasa yang berkuasa penuh yang tak terkatakan—Allah yang Maha Tinggi.

Apa yang harus kita pikirkan tentang hal ini?

Apa Yang Mereka Percaya

Karena kebanyakan orang pada zaman Martin Luther berpikir bahwa Allah itu pemarah dan pendendam, tidak hanya membuat aturan yang Ia inginkan, tetapi juga selalu mengawasi setiap pelanggaran yang sekecil apapun, mereka sangat takut terhadap Hari Besar Penghakiman itu. Itulah alasan Martin Luther yang masih muda itu berusaha keras untuk tidak melakukan dosa, dan menghukum dirinya sendiri jika ia berbuat dosa, karena ia berpikir bahwa jika tidak, dia harus menghabiskan waktu yang lama dihukum dengan jauh lebih buruk di api penyucian sebelum ia bisa masuk ke surga. Lebih dari apa pun, ia takut akan hari ketika Allah akan datang untuk menghakimi orang-orang fasik. Karena ia cukup yakin bahwa dia jahat.

Apa Yang Luther Pelajari

Ketika Luther belajar tentang kasih karunia, dan menyadari betapa Allah yang kita miliki itu penuh kasih, semuanya berubah. Dia mempelajari bahwa ya, dia jahat, tapi Yesus telah datang untuk menyelamatkannya saat ia masih seorang berdosa (Roma 5:6), bahwa keselamatan sepenuhnya oleh kasih karunia Allah—karunia—dan bahwa hanya Yesus dan Roh Kudus lah yang memiliki kekuatan untuk membuat Luther menjadi penuh kasih gantinya jahat. Bahkan, ketika ia mengkhawatirkan dosa-dosanya sendiri sepanjang waktu, ia tidak memiliki energi yang tersisa untuk mengasihi orang lain! Pernahkah Anda memperhatikan hal demikian?

Ketika Luther mempelajari semua ini, akhirnya ia berhenti menjadi takut. Dia tahu bahwa penghakiman itu cocok dengan semua ajaran lain; bahwa penghakiman itu hanyalah akhir dari apa yang telah dimulai oleh Allah, dan hanya perlu ditakuti jika sudah memutuskan untuk menolak Allah.

Ia bahkan menyebut Hari Terakhir "lieber jüngster tag," yang secara harfiah berarti "hari paling baru yang tercinta." Suatu perputaran yang menarik—tampaknya hari yang paling terakhir dari sepanjang masa akan dianggap sebagai hari yang tua, bukan muda. Tapi Luther tahu hari terakhir juga hari pertama—hari pertama masa di mana semua hal akan menjadi baru.

Apa Yang Yesus Katakan

Setelah Perjamuan Terakhir bersama murid-murid-Nya, Yesus merasa sangat sedih, karena Dia tahu waktu-Nya bersama mereka akan segera berakhir, dan pemahaman mereka masih sangat sedikit tentang apa yang Dia telah coba ajarkan pada mereka. Pada waktu yang telah ditentukan bagi mereka untuk berjalan dari ruang atas tempat mereka makan Paskah ke Taman Getsemani, meskipun mereka hanya tahu sedikit tentang hal itu, Yesus akan menghadapi pertempuran terbesar-Nya, Dia mencoba untuk mengajar mereka tentang semua hal yang Dia ingin mereka pahami. Salah satunya adalah bahwa Dia akan datang kembali.

Bacalah atau minta seseorang untuk membacakan Yohanes 14: 1-3. Kita semua sudah biasa dengan ayat-ayat ini. Anda mungkin ingin membacanya bersama-sama dengan pembaca, bahkan jika versi yang sedikit berbeda. Bagian ini mengatakan hal yang sama dalam bahasa apapun:

Jangan takut.

  1. Anda bisa mempercayai baik Bapa-Ku maupun Aku.
  2. Rumahnya memiliki cukup ruang untuk semua orang yang akan datang.
  3. Saya akan mempersiapkan tempat bagi Anda.
  4. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku!

 [Anda mungkin memiliki seorang juru tulis untuk menuliskan ini pada papan atau poster. Masing-masing Anda boleh menuliskannya pada kartu atau kertas dan meletakkannya di suatu tempat yang dapat sering Anda lihat].

Ketika dunia mulai melemahkan kita, ketika berbagai hal terlihat begitu salah, sulit untuk percaya bahwa segala sesuatu akan berubah selamanya, kita bisa menghibur diri sendiri dengan membaca kata-kata ini kembali. Bukan para murid yang mengatakan hal itu.

Yesus. Itu bukan kata-kata dari Petrus atau Paulus atau Yakobus yang untuk mendorong kita. Yesus sendiri yang mengatakan kata-kata ini.

Yesus.

Anda bisa mempercayai janji ini.

Apa Yang Murid-Murid Katakan

Tentu saja, hal ini juga mendorong untuk membaca apa yang dikatakan para pengikut Yesus tentang subjek ini. Mari kita lihat 2 Petrus 3:8-9. Apa saja hal-hal yang menggembirakan yang Petrus ingatkan pada para pembacanya?

Bersama Allah, 1000 tahun berlalu seperti satu hari. Namun, Dia dapat melakukan dalam satu hari sebanyak yang kita dapat lakukan dalam 1000 tahun, mendengarkan setiap doa di banyak dunia, menolong jutaan pengikut, memanggil jutaan orang berdosa.

  • Allah tidak lalai, Ia sabar.

  • Allah tidak ingin satu orang pun hilang.

Ketika tampaknya seolah-olah Yesus terlalu lama, dan tidak akan pernah sampai di sini, baca kembali ayat-ayat ini. Kemudian tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu orang lain agar "bertobat."

Sekarang lihat 1 Tesalonika 4:16-18. Dalam ayat-ayat yang tepat sebelum ini, jelaslah bahwa Paulus mendorong orang-orang yang telah kehilangan orang yang dikasihi dalam kematian. Apakah Anda telah kehilangan orang yang Anda kasihi? Sulit, bukan? Bayangkan saja betapa sulitnya jika Anda tidak tahu apakah Anda akan pernah melihat wajah mereka lagi.

Beberapa orang yang sedang membaca surat Paulus merasa tidak yakin. Mungkin kadang-kadang Anda tidak yakin. Ketika itu terjadi, bacalah kembali kata-kata ini.

  • Kedatangan Yesus adalah suatu Peristiwa Besar. Riuh, dengan suara terompet yang nyaring dan suara penghulu malaikat.

  • Yang telah mati di dalam Kristus bangkit untuk menemui-Nya di awan-awan. (Dapatkah Anda bayangkan reuni itu?)

  • Lalu orang-orang yang masih hidup di bumi "diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan."

  • Kita akan bersama dengan Tuhan selamanya.

Selama-lamanya! Ini sangat menarik untuk dibayangkan, dan kita benar-benar tidak tahu sama sekali seperti apa itu nantinya.

tapi…

Bagaimana Kita Ke Sana?

Mari kita kembali kepada Kitab Yohanes 14. Jika kita melanjutkan percakapan Yesus bersama murid-murid-Nya, kita akan menemukan jawaban untuk pertanyaan ini. Bacalah atau minta seseorang membacakan Yohanes 14: 4-6.

Apa pertanyaan yang Tomas tanyakan? Pernahkah Anda menanyakan pertanyaan itu?

Apa jawaban Yesus?

AKULAH Jalan. Dua kata pertama, Anda tahu, adalah nama keluarga Allah. Dalam bahasa Ibrani, itu YHWH, sering diucapkan Yahweh atau Yehuwa, dan itu berarti "saya" atau "Saya bahwa saya." Dalam hal ini, Yesus menjawab pertanyaan Tomas 'dengan mengatakan, "Saya tahu bagaimana untuk sampai ke sana. Cukup ikuti Saya. "

Dalam satu cara, Yesus adalah satu-satunya yang kita ikuti. Kami ingin mengikuti jalan-Nya dan hidup sebagaimana Dia hidup. Dengan cara lain, Dia adalah Jalan. Ingatkah ketika kita menemukan dalam bahasa Ibrani bahwa Tubuhnya adalah tirai yang robek sehingga kita bisa masuk ke hadirat Allah?

Jika Anda membaca beberapa ayat berikutnya, Anda akan melihat Yesus sedang mencoba menjelaskan bahwa segala sesuatu yang Dia lakukan dalam hidup-Nya di bumi, itu dilakukan karena Dia tinggal di dalam Bapa dan Bapa tinggal di dalam Dia. Ini bukanlah hal yang kita sebagai manusia benar-benar bisa mengerti, tapi itu adalah realitas yang dimungkinkan melalui kehadiran kuat dari Roh Kudus dalam hidup kita. Kita hanya bisa menerimanya dan meminta untuk menjadi kenyataan bagi kita. Dengan demikian, pada akhirnya ketika Yesus datang untuk membawa kita pulang, itu akan menjadi hidup kekal,  kehidupan abadi yang akan kita mulai hidupkan di sini sekarang.

Jika kita hidup dalam Yesus, dan Yesus tinggal di dalam kita, setiap hari dari kehidupan kita, maka ketika Ia pulang, Dia akan membawa kita bersama-Nya.

Mempersiapkan Diri

Umat Advent sering membicarakan tentang "mempersiapkan diri bagi kedatangan Yesus." Kadang-kadang hal ini menuntun kita kepada kecemasan yang sama yang Luther dan orang-orang pada zamannya alami. Bagaimana jika saya tidak melakukan cukup, atau tidak melakukannya dengan benar? Bagaimana jika saya berbuat dosa dan bahkan tidak mengetahuinya? Bagaimana jika saya melakukan sesuatu yang salah dan saat itu saya mati, atau Yesus datang? Saya tidak akan pernah cukup baik!

Ketika gadis kecil saya berumur tujuh tahun, pulang dari sekolah gereja, dia takut jangan-jangan dia "belum siap" ketika Yesus dating nanti. Saya akan menanyakan pada Anda apa yang saya tanyakan padanya:

Apakah engkau percaya bahwa Yesus sudah mati bagimu Anda dan ingin menyelamatkanmu?

Apakah engkau percaya bahwa Dia mengasihimu?

Apakah engkau juga mengasihi Dia?

Pernahkah engkau meminta-Nya untuk hidup di dalam hatimu?

Apakah engkau belajar untuk mendengarkan-Nya setiap hari?

Anda siap. Titik.

Hari terakhir bukanlah sesuatu yang menakutkan dan ngeri. Bahkan Perjanjian Lama, dalam Kitab Daniel 7:22, mengatakan bahwa Allah akan menghakimi "dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi." Itu adalah Anda. Itu adalah saya. Jika kita telah menerima Tuhan dan membiarkan Dia hidup di dalam diri kita dan melakukan kehendak-Nya, Dia akan menghakimi untuk memberikan keadilan pada kita!

Martin Luther akan menyukai buku Ellen White yang ditulis 300 tahun setelah waktunya: Kemenangan Akhir. Bagian terakhir dari buku yang merupakan salah satu yang paling disukai dari semua tulisan Ny White.

"Pertikaian besar telah berakhir. Dosa dan orang-orang berdosa tidak ada lagi. Seluruh alam semesta sudah bersih. Suatu denyut keharmonisan dan kesukaan berdetak di seluruh alam kejadian. Dari Dia yang menciptakan semuanya, mengalir kehidupan dan terang dan kesukaan ke seluruh jagad raya yang tidak ada batasnya ini. Dari atom yang paling kecil sampai kepada dunia yang paling besar, segala sesuatu, yang bergerak atau yang tidak bergerak, dalam keindahan yang tak terselubung dan kesukaan yang sempurna menyatakan bahwa Allah itu kasih adanya.” (hlm. 678).1

Allah itu kasih. Itulah inti keseluruhannya. Itulah setiap prinsip yang Luther temukan, setiap prinsip yang telah kita lihat selama Pekan Doa ini.

Karena Allah adalah kasih, Ia telah memberi kita Alkitab-Nya, dan kita dapat mempercayainya lebih dari apa pun yang manusia pernah katakan.

Karena Allah adalah kasih, Ia telah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan kita, tidak ada alasan lain selain karena Dia sangat mengasihi kita!

Karena Allah adalah kasih, Yesus dapat menjadi pusat kehidupan kita dan doa dapat menjadi bahan bakar yang membuat kita menyala terang di dunia yang gelap.

Karena Allah adalah kasih, Ia memanggil semua pengikut-Nya untuk menjadi imam oleh kasih karunia-Nya, bagikanlah berita sukacita ini kepada semua orang.

Karena Allah adalah kasih, Dia memberi kita sebuah upacara yang indah yang kita sebut Perjamuan Kudus, dan itu dapat menolong kita untuk mengembangkan komunitas cinta sejati.

Karena Allah adalah kasih, Dia mengampuni segala dosa yang kita akui, tanpa memarahi atau menghukum (meskipun mungkin masih ada konsekuensi dari dosa kita. Itu juga adalah kasih).

Karena Allah adalah kasih, kita dapat memilih untuk dibaptis ke dalam tubuh-Nya dan hidup dalam kesatuan dengan Roh-Nya di dalam hati kita yang membawa kita "ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:13).

Karena Allah adalah kasih, Ia tidak akan pernah meninggalkan kita di sini. Yesus akan datang untuk menjemput kita dan membawa kita pulang selamanya!

Bahwa, sebagaimana yang  Luther pelajari, itu bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti. Ini adalah sesuatu hal untuk memandang ke depan dengan sukacita.

Pertantaan-Pertanyaan Untuk Didiskusikan

  1. Ketika Anda memikirkan tentang Kedatangan Kedua kali dan Hari Penghakiman, bagaimanakah perasaan Anda? Mengapa? (Katakan yang sebenarnya. Jika Anda takut, ini adalah tempat yang aman dan waktu untuk membicarakannya).

  1. Apakah pelajaran ini mengubah sikap Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

  1. Adalah wajar bila  manusia yang berdosa merasa takut terhadap penghakiman Allah yang Kudus. Apakah satu-satunya hal yang memungkinkan kita untuk tidak takut?

  2. Apa yang Anda lakukan setiap hari untuk memastikan bahwa Anda memperhatikan tuntunan Roh Kudus?

  1. Mana yang menjadi favorit Anda dari ayat-ayat tentang Kedatangan Kedua kali? Apakah ada yang lain yang sangat Anda senangi?

  1. Sekarang, di akhir Pekan Doa ini, apakah Anda telah membuat suatu keputusan untuk mengikut Tuhan setiap saat dalam hidup Anda? Jika tidak, apa yang akan menolong Anda untuk mengambil keputusan itu? Dengan penuh doa, bicarakanlah hal ini bersama teman belajar / doa Anda.



















______________________________________________________________________________
1White, E. G. (1967). The Great Controversy. Phoenix, AZ: Inspiration Books, 678.

Mempengaruhi Eropa


Kongres Pelayanan Pemuda Sedunia
Stuttgard, Jerman
30 Juli s/d 4 Agustus 2018






Memperlengkapi, Memberdayakan, dan Melibatkan
Para Pemimpin Generasi Yang Dipenuhi Oleh Roh Kudus
untuk menyampaikan Warisan Reformasi



Setiap orang muda dipanggil dan dibutuhkan untuk kepemimpinan

















MEMBUAT BUKU CATATAN DOA PRIBADI ANDA



 (Catatan untuk pemimpin / perancang: jika Anda mencetak ini dalam bentuk buku, sebaiknya ini ditempatkan di bagian belakang buku atau di suatu tempat di mana dapat diakses dengan mudah oleh para pelajar)

Kami sangat menyarankan agar Anda membuat Buku Catatan Doa karena dalam beberapa hari, minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun, Anda dapat melihat kembali dan merenungkan cara-cara yang berbeda di mana Allah telah menjawab permohonan doa-doa Anda.

  1. AMBIL SEBUAH BUKU CATATAN / 3-RING BINDER. Buku catatan (notebook) apa saja atau binder dapat digunakan, asalkan kertas tersebut tidak ada  tulisan di dalamnya. Boleh sebuah buku latihan, atau kertas tulis lepas (loose-leaf writing paper), atau buku catatan harian (diary) dengan jumlah halaman yang layak di dalamnya, setidaknya 100 halaman (50 lembar) sehingga cukup untuk satu tahun (sekitar 4 hari / halaman).

  1. MENCARI TEMPAT BERSEMBUNYI. Tuhan tidak ingin Anda untuk pamer berdoa, jadi jangan pergi membual tentang hal itu. Anda dapat menuliskan doa-doa Anda di sini, bahkan orang-orang pribadi yang Anda tidak ingin orang lain ketahui. Ada baiknya jika tidak ada yang pernah mengetahui di mana jurnal Anda. Bahkan lebih baik lagi jika mereka tidak pernah tahu bahwa itu ada. Anda tidak akan menemukan sesuatu yang tidak Anda cari. Jika ada anggota keluarga yang menemukannya, (Anda tidak ingin mereka mengetahui semua rahasia Anda) katakan pada mereka dengan sopan untuk tidak membacanya dan tidak memberitahu orang lain tentang jurnal Anda. Katakan kepada mereka bahwa itu sangat istimewa dan bahwa Anda akan sangat menghargai jika itu semua hanya antara Tuhan dan Anda.

  1. BUAT CATATAN ENTRY. Tidak masalah bagaimana cara Anda menulis. Tulis saja. Pastikan untuk memulai setiap catatan dengan tanggal, kemudian permohonan. Sisakan 2-3 baris di bawah setiap entri untuk menulis kapan doa-doa itu dijawab—berikan tanda silang atau warnai dengan stabile dan tambahkan jawaban serta tanggal saat doa itu dijawab.

Ketika Anda sedang menulis, jangan meninggalkan apapun. Sampaikan doa Anda hanya melalui pikiran Anda. Nanti Anda akan ingin mengenang apa yang terjadi pada hari yang Anda tulis. Tuliskan apa yang akan Anda katakan jika Anda sedang berbicara kepada-Nya muka dengan muka. Berbicaralah hanya kepada Tuhan. Ya, Anda dapat menceritakan semua tujuan, impian, dan kerinduan yang Allah taruh dalam hati Anda dan saksikan Dia bekerja dalam hidup Anda.

TIPS: Menuliskannya di buku catatan / notebook Anda adalah cara lain untuk menyampaikan doa kepada Allah. Anda tidak perlu mengulangi hal-hal yang membuat Anda benar-benar khawatir; Allah menjawab bahkan sebelum kita pikirkan atau minta: "Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya" (Yesaya 65:24). Inti keseluruhan dari doa adalah Anda berbagi segala hal dengan Allah; setiap hal baru yang Anda sampaikan akan membuat Anda berdua lebih dekat satu sama lain dari hari ke hari dan minggu ke minggu.

  1. DOA-DOA YANG DIJAWAB. Mulai sekarang dan seterusnya, mungkin setiap bulan, setiap kwartal, buka dan baca kembali buku catatan / notebook Anda. Pastikan untuk menuliskan jawaban yang Anda terima. Anda akan menyadari bahwa doa itu memang berhasil. Saat Allah telah menjawab doa Anda, kadang-kadang Anda akan tahu, tapi di lain waktu, Anda tidak akan tahu karena mungkin berbeda dari apa yang Anda inginkan atau harapkan. Bagi Anda penggemar teknologi, silahkan cari di google "membuat jurnal doa atau buku catatan doa,” dan temukan ide-ide untuk membuat punya Anda sendiri. Anda bahkan dapat mengubah kalender di ponsel atau komputer ke dalam notebook doa.

Berikut adalah dua website yang akan sangat menolong dalam membuat buku catatan doa Anda sendiri.

Cara Membuat Buku Catatan Iman:

Kotak Kartu Ucapan Doa:

























Perjanjian Kelompok Kecil Kami

Saya setuju bahwa grup ini hadir sebagai tempat yang aman bagi saya untuk menjadi diri saya sendiri, bertanya tentang iman saya, belajar mengasihi orang lain, dan mendapat dukungan serta penghiburan dalam perjalanan hidup saya bersama Tuhan


KAMI SETUJU UNTUK :

  1. Saling mengasihi
  2. Harmonis satu sama lain
  3. Membicarakan yang benar dalam kasih
  4. Menyambut dan menerima masing-masing pribadi
  5. Bersikap baik kepada orang lain
  6. Tidak menghakimi orang lain
  7. Saling mendoakan
  8. Menghadiri setiap pertemuan kelompok kecil, jika bisa
  9. Tidak saling membenci
  10. Menghargai setiap opini orang lain (tidak ada pertanyaan yang bodoh)
  11. Saling mendukung dan saling membangun
  12. Kurangi memberikan nasehat
  13. Saling mengampuni
  14. Tidak saling menggerutu
  15. Tidak meninggalkan pertemuan bersama
  16. Tidak membicarakan anggota grup saat mereka tidak hadir




__________________                        ________________                     _________________
           Nama                                             Tanda Tangan                                    Tanggal
HARI PEMUDA SEDUNIA
18 Maret 2017

...Jadilah Khotbah...
gcyouthministries.org•globalyouthday.org•facebook.com/AdventistGlobalYouthDay•#globalyouthday

Rencanakan suatu
Perayaan Reuni
Bentuklah Grup Pendukung Barnabas


Alkitab berkata, "Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” (Kisah 11:24). Barnabas sangat yakin dalam memberikan kesempatan kedua kepada orang lain. Ketika Paulus bertobat Gereja merasa takut bahkan untuk membuka pintu dan membiarkannya masuk. Barnabas membuat reputasinya dalam bahaya demi Paulus, seorang teroris yang bertobat menjadi Kristen. Ketika Paulus memutuskan bahwa ia tidak mau membawa Yohanes Markus pada perjalanan bersamanya, sebab Yohanes Markus telah mengecewakan dirinya sebelumnya, Barnabas memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua kepada Yohanes Markus yang masih muda itu, yang oleh beberapa orang itu dianggap sebagai kegagalan bagi Barnabas. Perselisihan mereka sangat hebat sehingga Barnabas dan Paulus berpisah untuk sementara waktu. Kemudian Paulus melihat nilai-nilai positif dalam diri pemuda itu, lalu mengutusnya untuk menolongnya dalam perjalanan misinya.

Kadang-kadang orang-orang muda yang melakukan kesalahan hanya membutuhkan seseorang untuk percaya pada mereka. Bentuklah Grup Pendukung Barnabas untuk mendorong dan menolong orang-orang yang mungkin telah bertumbuh dalam gereja, tetapi kemudian memutuskan untuk meninggalkan gereja. Anda tidak perlu mengetahui alasannya. Berdoa saja, lima menit sehari, setiap hari untuk setiap orang muda yang Anda tahu telah meninggalkan gereja, lalu rencanakanlah suatu cara terbaik untuk menjangkau mereka kembali. Carilah cara untuk membagikan kesaksian tentang Hari Pemuda Sedunia dan Pekan Doa pada mereka dan undang mereka untuk datang pada acara penutupan.

Maukah anda menjadi Barnabas?
maukah Anda mendorong orang-orang muda kembali ke rumah?
Bantu mereka menemukan jalan pulang ke rumah!
untuk ide perencanaan acara Reuni anda, kunjungi:
gcyouthministries.org

TIM PELAYANAN PEMUDA GENERAL CONFERENCE



Tidak ada komentar:

Posting Komentar