Rabu, 06 Maret 2019

Worldview


MAKALAH
WAWASAN DUNIA
(Worldview)




O
L
E
H





NAMA : DENI KANA DJO




MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
PROGRAM PASCA SARJANA
SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN INFORMATIKA TIMOR
2019




BAB I

PENDAHULUAN

Setiap hari kita membuat keputusan. Kita membuat keputusan-keputusan yang kecil seperti memilih pakaian untuk dipakai ke kantor, memilih makanan untuk makan siang.
Kita juga membuat keputusan-keputusan yang lebih besar dan serius seperti memilih jurusan di bangku kuliah, memilih pekerjaan ketika ada dua atau tiga tawaran datang dalam waktu yang bersamaan, memilih tempat tinggal, memilih pasangan hidup dan memilih keyakinan.
Apapun keputusan yang dibuat- itu merupakan produk dari wawasan dunia kita. Ibarat koin yang punya dua sisi,  tindakan atau keputusan merupakan sisi yang satu; keyakinan-keyakinan yang hidup dalam diri adalah sisi yang satu lagi. Keduanya tidak dapat dipisah. Worldview dan tindakan merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan.

BAB II
ISI

I.            Wawasan dunia/worldview dan wawasan dunia Kristen
Istilah ini merupakan kata yang diterjemakan dari bahasa Jerman, yaitu weltangchauung; dan pertama kali digulirkan oleh Immanuel Kant. Menurut Kant, manusia menggunakan akal untuk mencapai pengertian dan makna dunia dan peran manusia di dalamnya. Pengertian “weltanchauung” atau “worldview” kemudian berkembang. Sebagian orang menyebutnya sebagai visi, prinsip-prinsip, sistem nilai, cita-cita atau ideologi. Albert M. wolters, penulis buku Creation Regained. Menurut Wolters, worldview adalah kerangka menyeluruh dari kepercayaan dasar seseorang tentang segala hal. Apa yang dimaksud dengan segala hal di sini adalah hal yang termasuk realitas; dunia, manusia, moralitas, keluarga, politik, ilmu pengetahuan, seni, bisnis, pertanian, perikanan, dan bidang-bidang lain yang merupakan cakupan budaya.
Worldview (wawasan dunia) meliputi kepercayaan-kepercayaan dasar seseorang. Apa yang dimaksud dengan kepercayaan di sini bukanlah agama resmi seperti agama Islam, Kristen, Hindu, atau Budha atau keyakinan lain. Worldview tidak dapat disamakan dengan agama. Seseorang biasa beragama Islam, tetapi worldview-nya tidak berwarna Islam. Tanpa ia sadari, bias saja ia mengadopsi prinsip-prinsip tertentu yang bukan berasal dari agama Islam. Bisa saja seseorang beragama Kristen, tetapi worldview-nya tidak ‘berwarna Kristen’ worldview-nya diwarnai oleh kenyakinan yang berasal dari Liberalisme atau isme-isme lain. Jadi, ada perbedaan antara kepercayaan dasar yang sungguh-sungguh dengan agama yang dianut.
Menurut Wolters, worldview adalah kerangka menyeluruh dari kepercayaan dasar seseorang tentang segala hal. Perlu juga diketahui bahwa worldview (wawasan dunia) tidak sama dengan perasaan atau pendapat. Pendapat membutuhkan argumentasi logis atau tuntutan terhadap pengetahuan tertentu; worldview tidak harus selalu demikian. Worldview tidak harus dijelaskan

sekalipun ada juga orang yang mampu memberikan penjelasan akademis. Dapat dikatakan bahwa setiap orang memiliki worldview sekalipun tidak ada argumentasi logis atau ilmiah atas kenyakinannya. Kepercayaan dasar (worldview) tidak juga harus disamakan dengan pengakuan kognitif. Seseorang bias jasa memiliki pengakuan kognitif tertentu, tetapi belum tentu ia sungguh-sungguh menyakininya. Kalaupun ia yakin, belum tentu ia sunggung-sungguh menyakininya. Kalaupun ia yakin, belum tentu ia bela. Sebaliknya, worldview bukan hanya menuntut pernyataan, tetapi juga pembelaa. Worldview menuntut komitmen lebig dari pada pendapat belaka.
Oleh karena worldview (wawasan dunia) merupakan kepercayaan-kepercayaan dasar yang sungguh-sungguh hidup dalam diri seseorang, worldview cenderung membuat pola atau kerangka. Ibarat mata air di gunung yang akhirnya membentuk arus sungai, worldview juga membentuk arus atau pola tindakan. Jadi kebiasaan tradisi atau tindakan-tindakan yang terpola merupakan produk dari worldview. Apakah setiap orang mempunyai worldview? Ya. Anak kecil sekalipun mempunyai worldview sekalipun masih sangat mentah. Semakin banyak informasi, pengalaman atau interaksi dengan lingkungan termasuk interasi dengan hal-hal yang bersifat supranatural, worldview mengambil bentuk yang makin berkembang sekalipun arah perkembangan itu tidak selalu disadari. Ibarat organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan organ-organ lain, yang tidak selalu dapat dilihat bagaimana organ-organ ini berkembang dan bekerja; demikian juga worldview. Tidak selalu disadari apa sistem nilai (istilah lain terhadap worldview) yang terparti dalam diri sekalipun keputusan sering di buat.

Fungsi dari Worldview
Worldview (wawasan dunia) berfungsi memberikan arah atau kompas dalam hidup. Worldview memberi petunjuk. Worldview semacam map, yang memberikan pengertian tentang apa yang benar dan apa yang salah atau apa yang patut atau apa yang tidak patut dari peristiwa-peristiwa dan gejala-gejala yang

membingungkan. Fungsi lain dari worldview adalah membentuk cara menilai peristiwa, isu-isu dan struktur dari peradaban. Dengan kata lain, worldview berfungsi untuk memberikan arah sekaligus struktur dari cara melihat segala sesuatu yang ada.

Wawasan Dunia Kristen (Christian Worldview)
Wawasan dunia Kristen adalah pernyataan mengandung penebusan Allah sebagai anugerah yang membebaskan hati manusia dari berhala dan wawasan-wawasan kehidupan yang salah yang dihasilkan oleh penipuan setan dan kebutuhan karena dosa, dan memungkinkan mereka melalui iman di dalam Yesus Kristus untuk mempunyai pengetahuan mengenai Allah dan kebenaran tentang ciptaanNya dan semua aspek realitas.
Wawasan dunia telah diwarnai (atau dinodai) selama berabad-abad dengan warna relatisme- yaitu, ide bahwa tidak ada kebenaran-kebenaran universal mengenai dunia; bahwa dunia tidak memiliki cirri-ciri intrinsik, dan bahwa hanya ada cara-cara berbeda untuk menafsirkannya’ peneguhan terhadap objektivitas ini yang berakar di dalam Allah adalah penangkal racun. Eksintensi dan natur Allah adalah sumber independen dan standar transsendan bagi segala sesuatu. Bagaimanapun juga, premis dasar Alkitab adalah bahwa Allah yang kekal itu ada. Dan menurut doktrin sentral  theology Kristen, Allah eksis sebagai satu substansi ilahi yang ada sebagai tiga pribadi yang setara dan sama-sama kekal – Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Sementara model-model misteri dari trinitas ini  antara Timur dan Barat, kuno dan modern, sulitlah memperbaiki  formulasi klasik dari De Trinitate Santo Auguestinus ini: “Menyangkut pertayaan ini, maka, marilah kita percaya bahwa Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, adalah Allah, Pencipta dan Penguasa seluruh ciptaan; dan bahwa Bapa bukanlah anak, atau Roh Kudus juga bukanlah Bapa, atau Anak, tetapi Trinitas pribadi saling berhubungan satu sama lain, dan sebuah kesatuan dengan esensi yang sama.

 Allah adalah keagungan transenden, dan karakter-Nya adalah tiga yang kudus (Yes 6:3), sempurna di dalam keadilan (Ul 32:4), dan sempurna di dalam kasih (1 Yoh 4:8). Dia murni di dalam kemurahan dan kekerasan-Nya yang tertinggi (Rm 11:22). Dia adalah benar-benar yang terbesar dan tidak ada yang lebih besar yang bias dipikirkan. Mengenai karya-karya-Nya, karya-karya-Nya itu tidak cacat di dalam penciptaan (kej 1:31) di dalam penghakiman (Maz 51:6) dan di dalam penebusan (Why 5:9). Providensi Allah adalah komprehensif, kerena Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di sorga; dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu (Mzm 103:19). Dia mengerjakan segala sesuatu dengan baik (Mrk 7:37).
Karena itu, Allah adalah realitas tertinggi yang natur trinitas-Nya, karakter pribadi-Nya, kesempurnaan moral-Nya, karya-karya-Nya yang ajaib, dan pemerintahan-Nya yang berdaulat memberikan titik acuan objektif bagi semua realitas. Dari perspektif alkitabiah, alam semesta tidak netral, tetapi alam semesta mempunyai makna intrinsik yang berakar di dalam Allah. Allah adalah alas an mengapa sesuatu ada di sini dan bukannya tidak ada sama sekali. Allah adalah juga alasan mengapa hal-hal ada seperti adanya (kecuali yang jahat) dan bukan hal-hal yang lain. Karena realitas berdasar secara theistis, manusia tidak memiliki kebebasan, pembenaran, atau bahkan kesempatan untuk menciptakan dan memberikan makna yang bebas kepada alam semesta. Manusia tidak bebas untuk melakukan hal demikian karena Allah telah melakukannya.

I.            Wawasan dunia mempengaruhi hidup seseorang
Gerakan Zaman Baru dan Posmodernisme berhasil menganakemaskan pemuasan emosi jauh di atas          pergumulan intelektual. Spiritualitas hanya dibatasi pada berbagai aktivitas ekklesiatikal yang bersifat vertical dan sempit, misalnya berdoa, menyanyi, memberikan persembahan. Tanpa bermaksud mengurangi nilai beblikal dari semua ini, kita perlu menyadari dengan sungguh bahwa kekristenan jauh lebih komprehensif daripada semua ini. Kekristenan 



 adalah wawasan dunia yang memiliki banyak implikasi dalam berbagai aspek kehidupan di dunia.
Gejala ini disayangkan, terutama di kalangan mahasiswa. Universitas sebagai pusat pergumulan telah dipengaruhi begitu rupa oleh wawasan dunia yang menyimpang. Jika wawasan Kristen yang kuat tidak diajarkan di universitas maka pusat pendidikan yang berfungsi untuk mencetak para pemikir dan pemimpin ini pasti akan mengadopsi wawasan dunia yang lain. Ricard A. Baer menulis, “Education never takes place in a moral and philosophical vacuum. If the langer questions about human being and their destiny are not being asked and answered within a predominantly judeo-Christian framework (worldview), they will be addressed with another philosophical or religious framework- but hardly one that is neutral”.
Pengaruh wawasan dunia non-Kristen di sebagian besar universitas pasti akan mempengaruhi masyarakat seperti apa yang terbentuk di kemudian hari. Jika banyak universitas diwarnai wawasan dunia non-Kristen, maka para pemikir dan pemimpin yang dihasilkan juga pasti akan membawa warna tersebut ke dalam masyarakat yang di dalamnya mereka berkiprah. Sebaliknya, “if the Christian worldview can be restored to place of prominence and respect at yhe university, it will have a leavening effect throughout society. If we change the university, we change our culture through those who shape culture”. Jika hidup seseorang memiliki dasar Alkitab yang kokoh bagi upaya membentuk wawasan dunia Kristen, maka dalam hal ini Roma 12:2 merupakan teks yang paling penting karena ayat ini berbicara tentang cara bepikir Kristiani (berubahlah oleh pembaruan akal budimu). James Boice menulis: kita juga bisa memikirkan hal-hal tentang kekristenan tetapi dengan cara berpikir yang sekuler, sebaliknya kita juga bisa memikirkan hal-hal yang tampak sekuler dari perspektif Kristiani. Dalam buku Roma 12:2 mengajarkan hal penting tentang wawasan dunia Kristen. Pertama, keselamatan dan pertumbuhan rohani sangat ditentukan oleh perubahan cara berpikir. Kedua, transformasi akal budi merupakan proses terus-menerus sepanjang hidup kita. Ketiga, perubahan pikiran merupan perubahan radikal dan mendasar yang mencapai tingkat perubahan wawasan dunia. Oleh sebab itu perubahan akal budi bearti pembaruan wawasan dunia yang selanjutnya berdampak pada seluruh aspek lain dalam kehidupan orang percaya.
Wawasan dunia akan mempengaruhi seseorang ketika diperhadapkan kepada persoalan-persoalan yang mendesak. Ketika menghadapi persoalan-persoalan yang kritislah wawasan dunia akan terpampang dengan jelas dalam hidup sesorang. Seperti iklan besar yang dipampang di pinggir jalan raya, wawasan dunia akan jelas ketika keputusan dibuat seseorang saat menghadapi masalah.

BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan ringkasan diatas maka kesimpulan yang dapat diambil adalah:
1.    Wawasan dunia telah memainkan peranan yang luar biasa dalam pemikiran modern dan Kristen, salah satu konsepsi intelektual di dalam era mutakhir dan sebuah gagasan yang meninggikan konsep kebenaran Alkitab.
2.    Wawasan dunia akan mempengaruhi seseorang ketika diperhadapkan kepada persoalan-persoalan yang mendesak.



DAFTAR PUSTAKA

Naugle, David K. 2010. Wawasan Dunia Sejarah Sebuah Konsep (Sebuah Pandangan Kristen). Surabaya : Penerbit Momentum
Handoko, Yakub Tri. 2016. Christian Worldview (Wawasan Dunia Kristen). (Disadur dari artikel STAR (Sekolah Teologi Awam Reformed)). Star-exodus.org. Tanggal 21 Januari 2019



Tidak ada komentar:

Posting Komentar