PENASIHAT: MEMBERIKAN
NASIHAT YANG DIILHAMKAN
Oleh
: Pdt. D. Kana Djo
Pendeta
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Renungan
Harian
WA: 08113828077
Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak
dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi
supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua. 2 Kor 2:74.
Pada waktu saya pergi ke Colorado,
saya telah dibebani mengenai kamu, yang dalam kelemahan saya, saya menulis
beberapa halaman yang akan dibicarakan pada perkumpulan kemah. Lemah dan
gemetar, saya bangun pukul tiga pagi untuk menulis kepadamu. Allah telah
berbicara melalui tanah liat. Mungkin engkau berkata bahwa komunikasi ini
hanyalah sebuah surat. Ya, hanyalah sebuah surat, tetapi surat yang digerakkan
oleh Roh Allah untuk membawa ke dalam pikiranmu perkara-perkara yang telah
ditunjukkan kepadaku. Dalam surat yang saya tulis ini, dalam kesaksian yang
saya tanggung, saya sedang menyajikan kepadamu yang Tuhan telah nyatakan kepada
saya. Saya tidak menulis sebuah artikel di surat kabar, yang semata-mata
menyatakan buah pikiran saya. Isi tulisan itu ialah apa yang Allah telah
katakan kepada saya di dalam penglihatan—sinar-sinar terang berharga yang
bersinar dari takhta. . . .
Suara apakah yang engkau akan akui
sebagai suara Allah? Kuasa apakah yang Tuhan punyai untuk memperbaiki
kesalahanmu dan menunjukkan keadaanmu yang Sebenarnya? Kuasa apakah yang
bekerja di dalam gereja? Jikalau engkau menolak untuk percaya sampai semua
bayangan ketidakpastian dan semua kemungkinan keragu-raguan dihilangkan, maka
engkau tidak akan pernah percaya. Keragu-raguan yang membutuhkan pengetahuan
yang sempurna tak akan pernah menghasilkan kepercayaan. Kepercayaan terletak
atas bukti-bukti, bukan demonstrasi. Tuhan menghendaki kita menuruti suara
tugas, sementara pada saat yang sama ada suara-suara lain yang mendorong kita
untuk mengejar hal-hal sebaliknya. Dibutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh
dari kita untuk dapat membedakan suara yang dari Allah. Kita harus melawan dan mengalahkan
kecenderungan kita mengikuti bujukan Setan, dan menuruti suara batin tanpa
kompromi, kalau tidak gerakan atau dorongan akan hilang, dan juga pengendalian
kemauan dan dorongan akan hilang.
Firman Tuhan datang
kepada kita semua yang tidak melawan Roh-Nya oleh menentukan dalam hati untuk
tidak mendengar dan tidak menuruti. Suara itu terdengar sebagai amaran,
nasihat-nasihat, dan teguran-teguran. Itu adalah pekabaran terang Tuhan kepada
umat-Nya. Jikalau kita menunggu seruan yang lebih keras, atau kesempatan yang
lebih baik, terang itu mungkin akan ditarik, dan kita akan tetap tinggal dalam
kegelapan. — Selected Messages, buku 1, hlm.
27, 28.